Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript
You are here: Home / Elektronika / Rangkaian Seri dan Paralel: Rumus dan Contoh Soal

Rangkaian Seri dan Paralel: Rumus dan Contoh Soal

27 Mei 2015 By Eko Purnomo

Rangkaian Seri dan Paralel adalah dua jenis rangkaian elektronika paling sederhana yang menghubungkan komponen-komponen dalam sebuah rangkaian listrik. Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun secara berurutan, dan rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara berderet.

Setiap komponen dalam rangkaian seri terhubung melalui satu jalur, sehingga satu komponen akan menghubungkan aliran listrik ke komponen yang lain. Pada rangkaian seri, besarnya kuat arus yang mengalir ke semua komponen adalah sama.


Rangkaian paralel menghubungkan komponen secara berderet sehingga dua kaki komponen satu bertemu dengan dua kaki komponen yang lain. Pada rangkaian paralel, besarnya tegangan pada tiap kaki komponen adalah sama. Dan besarnya total arus yang mengalir adalah penjumlahan dari arus yang melewati setiap komponen.

Daftar isi Artikel:

  • Rangkaian Seri
    • Rumus Rangkaian Seri
  • Rangkaian Paralel
    • Rumus Rangkaian Paralel
  • Rangkaian Seri Dan Paralel Pada Resistor dan Kapasitor
  • Resistor Seri
    • Rumus Resistor Seri
  • Resistor Paralel
    • Rumus Resistor Paralel
  • Kapasitor Seri
    • Rumus Kapasitor Seri
  • Kapasitor Paralel
    • Rumus Kapasitor Paralel

Rangkaian Seri

Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berurutan (serial) dan hanya melalui satu jalur aliran listrik. Kemudian aliran listrik masuk melalui kaki salah satu komponen dan keluar melalui kaki komponen yang lain.

Di dalam rangkaian seri, setiap komponen menghubungkan aliran listrik ke komponen yang lain. Contoh rangkaian seri berikut ini dilihat pada hubungan 2 buah lampu ke batere sebagai sumber listrik.

rangkaian seri lampu

Pada contoh diatas, lampu 1 dan lampu 2 terhubung secara seri. Tegangan listrik terhubung pada terminal akhir rangkaian di kedua ujungnya.

Jika tegangan pada batere diatas adalah sebesar 12Volt, maka tegangan pada masing-masing lampu adalah sebesar 6Volt.

Rumus Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, besarnya kuat arus yang mengalir pada setiap titik pada rangkaian adalah sama. Sedangkan tegangan total pada rangkaian seri dihitung dengan penjumlahan tegangan pada tiap-tiap komponen.

Rumus kuat arus pada rangkaian seri adalah:

Itot = I1 = I2 = I…

Rumus tegangan pada rangkaian seri adalah:

Vtot = V1 + V2 + V…

Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel adalah sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berderet sehingga semua komponen memiliki sumber tegangan yang sama.

Di dalam rangkaian paralel, setiap komponen terhubung dengan komponen lain secara berderet sehingga dua kaki komponen terhubung satu sama lain. Contoh rangkaian paralel berikut ini dilihat pada hubungan 2 buah lampu ke batere sebagai sumber listrik.

rangkaian paralel lampu

Pada contoh diatas, lampu 1 dan lampu 2 terhubung secara paralel. Tegangan listrik terhubung pada masing-masing terminal lampu 1 dan lampu 2.

Jika tegangan pada batere diatas adalah sebesar 12Volt, maka tegangan pada masing-masing lampu adalah sebesar 12 Volt. Besarnya kuat arus total adalah arus yang mengalir pada lampu 1 ditambah dengan arus yang mengalir pada lampu 2.

Rumus Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel terjadi percabangan arus yang menuju ke tiap-tiap komponen. Kuat arus total pada rangkaian paralel adalah penjumlahan antara kuat arus yang mengalir pada tiap-tiap cabang. Besarnya tegangan pada rangkaian paralel adalah sama.

Rumus kuat arus pada rangkaian paralel adalah:

Itot = I1 + I2 + I…

Rumus tegangan pada rangkaian paralel adalah:

Vtot = V1 = V2 = V…

Rangkaian Seri Dan Paralel Pada Resistor dan Kapasitor

Rangkaian seri dan paralel bisa digunakan untuk memperoleh nilai komponen yang tidak ada dipasaran. Metode rangkaian seri dan paralel juga meningkatkan kemampuan daya yang dibebankan pada komponen tersebut.

Untuk membuat rangkaian seri dan paralel pada komponen dibutuhkan minimal dua buah komponen dan maksimal tidak terbatas. Perhitungan nilai komponen total dari hubungan seri dan paralel ini dapat dihitung menggunakan beberapa rumus yang akan dijelaskan berikut ini pada komponen resistor dan kapasitor.

Resistor Seri

Resistor seri adalah rangkaian dari dua buah resistor atau lebih yang disusun secara berantai. Kaki resistor pertama terhubung dengan salah satu kaki resistor kedua, kemudian kaki resistor kedua yang lain terhubung dengan salah satu kaki resistor ketiga dan seterusnya.

Nilai resistor totalnya adalah nilai yang pada kedua ujung rangkaian, yaitu pada kaki resistor pertama dan kaki resistor terakhir yang tidak terhubung.

Berikut ini contoh 3 buah resistor yang disusun secara seri.

resistor seri

Rumus Resistor Seri

Untuk menghitung resistor total dari beberapa resistor yang disusun secara seri kita bisa langsung menjumlahkan nilai dari semua resistor dalam rangkaian seri.

Jadi nilai resistor total pada rangkaian diatas dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

Rtotal = R1 + R2 + R3

Contoh perhitungan untuk rangkaian diatas jika R1=10Ω , R2=15Ω dan R3=20Ω maka Nilai Resistor totalnya sebesar :

Rtotal = 10 + 15 + 20 = 45Ω

Menghitung Resistor Seri Dengan Nilai Yang Sama

Jika semua resistor yang diseri memiliki nilai yang sama maka dapat diperoleh nilai resistor total dengan cara mengalikan nilai resistor dengan jumlah resistor.

Rtotal = nilai resistor x jumlah resistor

Sebagai contoh misalnya ketiga resistor pada rangkaian diatas bernilai 10Ω, maka nilai resistor totalnya adalah :

Rtotal = 10Ω x 3 = 30Ω

Resistor Paralel

Resistor paralel adalah rangkaian dari dua buah resistor atau lebih yang disusun secara berjajar dengan kedua kaki masing resistor terhubung dengan kedua kaki resistor yang lain.

Nilai resistor total dari resistor paralel dihitung dengan menjumlahkan konduktansinya (G). Seperti kita tahu bahwa konduktansi adalah kebalikan dari resistansi.

resistor paralel

Rumus Resistor Paralel

Untuk menghitung resistor total dari beberapa resistor yang disusun secara paralel agak sedikit sulit karena kita harus menghitung konduktansinya lebih dahulu. Untuk lebih jelas perhatikan rumus berikut ini:

Gtotal = G1 + G2 + G3

karena G=1/R maka,

1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

Contoh perhitungan untuk rangkaian diatas jika R1=10Ω , R2=15Ω dan R3=20Ω maka Nilai Resistor totalnya sebesar :

1/Rtotal = 1/10 + 1/15 + 1/20 = 6/60 + 4/60 + 3/60 = 13/60

maka

Rtotal = 60/13 = 4.615Ω

Menghitung Resistor Paralel Dengan Nilai Yang Sama

Jika semua resistor yang diseri memiliki nilai yang sama maka dapat diperoleh nilai resistor total dengan cara membagi nilai resistor dengan jumlah resistor.

Rtotal = nilai resistor / jumlah resistor

Sebagai contoh misalnya ketiga resistor pada rangkaian diatas bernilai 10Ω, maka nilai resistor totalnya adalah :

Rtotal = 10Ω / 3 = 3.33Ω

Menghitung dua buah resistor yang diparalel

Untuk menghitung nilai resistor total dari duabuah resistor yang diparalel dapat dilakukan dengan rumus singkat tanpa harus menggunakan metode konduktansi seperti diatas. Caranya bisa menggunakan rumus berikut ini:

Rtotal = (R1 x R2) / (R1 + R2)

Sebagai contoh misalnya dua resistor dengan nilai 10Ω dan 15Ω disusun paralel, maka nilai resistor totalnya adalah :

Rtotal = (10 x 15) / (10 + 15) = 150 / 25 = 6Ω

Kapasitor Seri

Kapasitor seri adalah rangkaian dari beberapa kapasitor (minimal dua) secara yang disusun secara berantai dengan salah satu kaki kapasitor pertama terhubung dengan salah satu kaki kapasitor kedua, kemudian kaki kapasitor kedua yang lain terhubung dengan salah satu kaki kapasitor ketiga dan seterusnya.

Nilai kapasitor total pada rangkaian seri adalah nilai yang pada kedua ujung rangkaian, yaitu pada kaki kapasitor pertama dan kaki kapasitor terakhir yang tidak terhubung. Rangkaian kapasitor seri dapat digambarkan sebagai berikut:

kapasitor seri

Rumus kapasitor seri

Menghitung nilai kapasitor total dari rangkaian kapasitor seri menggunakan rumus yang mirip dengan menghitung nilai total pada rangkaian resistor paralel.

Berikut ini rumus menghitung kapasitor total pada rangkaian kapasitor seri :

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3

Contoh soal menghitung kapasitor seri

Nilai kapasitor total pada dua buah kapasitor yang disusun seri dengan nilai masing-masing sebesar 100nF dan 50nF adalah :

contoh menghitung kapasitor seri

Kapasitor Paralel

Kapasitor paralel adalah rangkaian dari beberapa kapasitor (minimal dua) berjajar dengan kedua kaki masing kapasitor terhubung dengan kedua kaki kapasitor yang lain.

Nilai kapasitor total pada rangkaian paralel adalah nilai pada kedua pertemuan kaki masing-masing kapasitor. Rangkaian kapasitor paralel dapat digambarkan sebagai berikut:

kapasitor paralel

Rumus Kapasitor Paralel

Menghitung nilai kapasitor total dari rangkaian kapasitor paralel lebih mudah dari menghitung kapasitor secara seri. Caranya adalah dengan menjumlahkan senua nilai kapasitor yang diparalel. Cara ini mirip dengan cara menghitung nilai total pada rangkaian resistor seri.

Berikut ini rumus menghitung kapasitor total pada rangkaian kapasitor paralel :

Ctotal = C1 + C2 + C3

Contoh soal menghitung kapasitor paralel

Nilai kapasitor total pada dua buah kapasitor yang disusun paralel dengan nilai masing-masing sebesar 100nF dan 50nF adalah :

contoh menghitung kapasitor paralel


Filed Under: Elektronika Tagged With: kapasitor paralel, kapasitor seri, rangkaian lampu paralel, rangkaian paralel, rangkaian seri, resistor paralel, resistor seri, rumus rangkaian paralel, rumus rangkaian seri

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com