Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Cara Membuat Halaman Peta Situs Pada Blogger/Blogspot

30 April 2015 By Eko Purnomo

Cara Membuat Halaman Peta Situs Pada Blogger/Blogspot

Halaman peta situs atau yang dalam bahasa inggris disebut dengan sitemap adalah sebuah halaman yang berisi peta atau jalur menuju semua artikel yang ada pada sebuah blog. Fungsi peta situs mirip dengan daftar isi pada buku. Dengan peta situs diharapkan pengunjung dapat menemukan dan mengakses seluruh artikel yang ada pada blog.

Untuk membuat sebuah halaman peta situs kita menggunakan format halaman statis atau static page seperti saat membuat halaman kontak kami yang dijelaskan pada artikel selanjutnya. Membuat halaman situs yang dimaksud disini adalah membuat halaman yang secara otomatis bisa menampilkan keseluruhan artikel pada blog. Jadi kita tidak perlu memasukkan judul artikel satu persatu ke dalam halaman peta situs.

Halaman peta situs atau sitemap berfungsi untuk mempermudah navigasi didalam blog. Dengan halaman peta situs diharapkan pengunjung tidak “tersesat” ketika mengunjungi blog kita karena sudah memegang “peta”. Halaman peta situs juga berfungsi mempermudah mesin pencari saat mengindeks artikel yang ada pada suatu blog, jadi peta situs juga berfungsi mengarahkan crawler dari mesin pencari agar tidak “tersesat” pada blog kita.

Cara membuat halaman peta situs pada blogger atau blogspot sebenarnya sangat mudah. Kita cukup membuat script yang menampilkan semua judul artikel secara otomatis memanfaatkan fitur umpan artikel (feed) yang tersedia. Script tersebut kita buat dalam format javascript dengan beberapa kode CSS untuk mempercatik tampilan.

Berikut ini cara membuat halaman peta situs pada blogger/ blogspot:

  1. Buat halaman baru dengan cara klik menu Laman lalu klik Laman Baru.
    Buat Halaman baru
  2. Beri judul halaman baru tersebut dengan nama Peta Situs.
  3. Klik tab HTML untuk mengubah mode teks editor.
    Buat Halaman Peta Situs
  4. Taruh kode berikut ini pada isi halaman.
     <style type="text/css">  
    #toc{
    width:99%;
    margin:5px auto;
    border:1px solid #2D96DF;
    -webkit-box-shadow:4px 4px 8px 2px rgba(0,0,0, 0.2);
    -moz-box-shadow:4px 4px 8px 2px rgba(0,0,0, 0.2);
    box-shadow:4px 4px 8px 2px rgba(0,0,0, 0.2);
    }
    .labl{
    color:#FF5F00;
    font-weight:bold;
    margin:0 -5px;
    padding:1px 0 2px 11px;
    background:-moz-linear-gradient(right,#C2EAFE 0%,#055A85 40%);
    background:-webkit-gradient(linear,left 10,right 80,color-stop(0.20,#055A85),color-stop(1,#C2EAFE));
    border:1px solid #2D96DF;
    border-radius:4px;-moz-border-radius:4px;
    -webkit-border-radius:4px;box-shadow:3px 3px 1px #bbb;
    -moz-box-shadow:3px 3px 1px #bbb;-webkit-box-shadow:3px 3px 1px #bbb;display:block;
    }
    .labl a{
    color:#fff;
    }
    .labl:first-letter{t
    ext-transform:uppercase;
    }
    .new{
    color:#FF5F00;
    font-weight:bold;
    font-style:italic;
    }
    .postname{
    font-weight:normal;
    margin-left: 20px;
    background:-moz-linear-gradient(right,#C2EAFE 0%,#fff 40%);
    background:-webkit-gradient(linear,left 80,right 10,color-stop(0.60,#fff),color-stop(1,#C2EAFE));
    }
    .postname li{
    border-bottom: #ddd 1px dotted;
    margin-right:5px
    }

    </style>

    <br />
    <div id="toc">
    <script src="//googledrive.com/host/0ByNodV_m9cVLR0pmWFgwZ1NmdW8/" type="text/javascript"></script>
    <script src="//www.nulis-ilmu.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc">
    </script></div>

    Note : Ganti alamat //www.nulis-ilmu.blogspot.com dengan nama blog anda.

  5. Setelah selesai langsung saja klik Publikasikan.
  6. Halaman Peta situs akan dipublikasikan dengan alamat URL p/peta-situs.html.
  7. Silahkan tambahkan link menuju halaman peta situs tersebut pada menu.
  8. Berikut ini contoh tampilan halaman peta situs pada blog nulis-ilmu ini:
  9. Saat kita buka halaman peta situs ini memang agak sedikit lambat dikarenakan proses mengindeks semua halaman yang ada pada blog membutuhkan waktu yang relatif lama tergantung dari banyaknya artikel dan kecepatan jaringan internet yang kita pakai.

Demikian cara membuat halaman peta situs pada blogger/blogspot. Untuk menyesuaikan tampilan pada blog masing-masing silahkan edit saja kode CSS yang ada didalam halaman peta situs tadi, atur padding, margin, warna dan sebagainya menurut selera masing-masing.

Filed Under: Blogging

Cara Membuat Halaman Kontak Kami pada Blogger/Blogspot

29 April 2015 By Eko Purnomo

Cara Membuat Halaman Kontak Kami pada Blogger/Blogspot

Salah satu kelengkapan sebuah blog adalah adanya halaman kontak. Khusus untuk blog dengan platform blogger atau blogspot kita bisa membuat halaman kontak dengan cukup mudah menggunakan widget kontak form. Sebetulnya widget kontak form ini bisa ditaruh dimana saja sebagai widget seperti disamping atau dibawah, namun kebanyakan blogger menginginkan halaman kontak yang dibuat tersendiri.

Halaman kontak merupakan sarana komunikasi pengunjung dengan admin blog selain komentar. Dengan mengirim pesan menggunakan halaman kontak maka apa yang disampaikan akan bersifat rahasia dan tidak dibaca oleh umum. Hal ini dilakukan jika ingin bertanya tentang sesuatu yang pribadi atau hal-hal yang tidak pantas untuk konsumsi pembaca umum. Halaman kontak dianggap salah satu kelengkapan sebuah blog selain halaman tetang kami, privacy policy, peta situs dan disclaimer.

Berikut ini step by step membuat halaman kontak pada blogger menggunakan widget kontak form :

  1. Klik Tata Letak pada menu kiri lalu Tambahkan Gadget disembarang lokasi (bebas).
    Tambahkan Gadget
  2. Pada halaman Tambahkan Gadget pilih Gadget Lainnya Lalu pilih Formulir Kontak.
    Gadget Formulir Kontak
  3. Simpan tata letak dengan klik Simpan Setelan.
  4. Buat halaman baru dengan cara klik menu Laman lalu Klik Laman Baru.
    Buat Halaman baru
  5. Isi kode berikut pada Halaman baru :
    <form name="contact-form">
    <p></p>
    Nama
    <br>
    <input class="contact-form-name" id="ContactForm1_contact-form-name" name="name" size="30" value="" type="text">
    <p></p>
    Email
    <span style="font-weight: bolder;">*</span>
    <br>
    <input class="contact-form-email" id="ContactForm1_contact-form-email" name="email" size="30" value="" type="text">
    <p></p>
    Message
    <span style="font-weight: bolder;">*</span>
    <br>
    <textarea class="contact-form-email-message" cols="25" id="ContactForm1_contact-form-email-message" name="email-message" rows="5"></textarea>
    <p></p>
    <input class="contact-form-button contact-form-button-submit" id="ContactForm1_contact-form-submit" value="Send" type="button">
    <p></p>
    <div style="text-align: center; max-width: 222px; width: 100%">
    <p class="contact-form-error-message" id="ContactForm1_contact-form-error-message"></p>
    <p class="contact-form-success-message" id="ContactForm1_contact-form-success-message"></p>
    </div>
    </form>

    Note : Untuk mengkopi kode diatas silahkan klik view plain lalu kopi kode yang muncul

  6. Berikut ini contoh tampilan kode html halaman kontak kami.
    Isi Halaman Kontak kami
  7. Atur opsi jangan ijinkan komentar lalu Publikasikan halaman.
  8. Klik Menu Template lalu pilih Edit HTML.
    Template Edit HTML
  9. Klik Lompat ke Widget Contactform1.
    Edit Widget ContactForm1
  10. Hapus kode diantara <b:includable id=’main’> dan </b:includable> didalam widget ContactForm1.
    Hapus kode pada Widget ContactForm1
  11. Jika benar akan tampil seperti ini:
    Widget ContactForm1 Kosong
  12. Cari kode ]]></b:skin> kemudian tambahkan kode dibawah ini tepat diatas kode ]]></b:skin>.
     .contact-form-name, .contact-form-email { max-width: 200px; width: 100%; } .contact-form-email-message { max-width: 400px; width: 100%; height: 150px; } 
  13. Perhatikan contoh berikut ini:
    Kode CSS Widget ContactForm1
  14. Simpan template dan halaman kontak kami telah berhasil dibuat.
  15. Selanjutnya tinggal menambahkan link ke halaman Kontak kami pada menu. Caranya dengan dengan menambahkan link p/kontak-kami.html pada menu.
Terima kasih kepada :
  • komku.org/2013/05/how-to-create-contact-page-using-the-official-blogger-contact-form-widget.html

Filed Under: Blogging

Cara Cek Responsive Sebuah Blog

28 April 2015 By Eko Purnomo

Cara Cek Responsive Sebuah Blog

Sebuah blog yang responsive akan mampu menyesuaikan ukuran layar pada browser komputer klien secara dinamis. Untuk mengecek sebuah blog responsive atau tidak sebenarnya cukup mudah yaitu melalui browser pada komputer. Mengapa komputer, karena ukuran layar komputer dianggap memiliki resolusi lebih besar dibanding dengan table atau smartphone.

Selain itu kita juga bisa mengecek responsive blog dengan tool yang menyediakan simulasi ukuran layar beberapa perangkat. Cara ini lebih spesifik dan bisa menjadi acuan bagi kita untuk melihat bagaimana atampilan blog saat diakses melalui perangkat lain seperti smartphone atau tablet.

Mengecek Responsive Blog Dengan Resize Layar Monitor

Mengecek responsive blog bisa dilakukan dengan mengubah ukuran layar pada komputer atau istilah umumnya dengan meresize layar. Caranya adalah ubah mode layar dari maximize ke mode resizeable dengan klik icon resizeable.

Kemudian ubahlah ukuran lebar layar menjadi lebih kecil dan pastikan tata letak halaman blog tampak secara dinamis mengikuti perubahan ukuran layar. Untuk lebih jelas perhatikan beberapa gambar berikut ini :

Tampilan blog saat layar lebar
Tampilan blog saat layar lebar
Tampilan blog saat layar lebih sempit
Tampilan blog saat layar lebih sempit

Mengecek Responsive Blog Dengan Responsivetest

Kelemahan dari mengecek responsive dengan memperkecil ukuran layar komputer adalah kita tidak bisa mengecek dengan pasti tampilan-tampilan pada smartphone atau tablet. untuk itu kita bisa menggunakan tool untuk mengecek responsive blog yang disediakan oleh //responsivetest.net. Pada halaman pengecekan tinggal kita masukkan saja alamat blog atau website yang akan dicek di kolom URL kemudian tekan enter untuk merender halaman.

Tampilan responsivetest ukuran 1024x768
Tampilan responsivetest ukuran 1024×768

Akan muncul tampilan blog dengan ukuran standar 1024×768 yang merupakan ukuran rata-rata layar komputer bukan wide screen. Kita bisa mengubah mode tampilan untuk jenis-jenis gadget seperti smartphone dan tablet dengan beberapa pilihan type layar seperti Iphone dan Ipad. Jika sebuah blog responsive maka tampilan blog akan mampu menyesuaikan ukuran layar perangkat yang disetel.

Seperti contoh berikut ini misalnya saat saya set ukuran layar menjadi ukuran smartphone 320×480 maka tampilan blog nulis-ilmu yang responsive mampu perubahan ukuran layar dengan menghilangkan menu dan diganti dengan dropdown menu seperti berikut ini.

Tampilan responsivetest ukuran 320x480
Tampilan responsivetest ukuran 320×480

Kesimpulannya sebuah blog dianggap responsive jika mampu menata ulang tata letaknya secara dinamis mengikuti ukuran browser pada layar perangkat yang mengaksesnya. Dengan semakin banyaknya jenis-jenis perangkat mobile saat ini sudah menjadi keharusan agar blog kita menggunakan template yang responsive. Jika tidak maka lambat laun blog kita akan ketinggalan zaman dan ditinggalkan pengunjung.

Filed Under: Blogging

Mengenal Istilah Responsive Pada Blog

28 April 2015 By Eko Purnomo

Mengenal Istilah Responsive Pada Blog

Saat memilih dan mencari template untuk blog ini saya mendapati sebuah istilah yang benar-benar baru bagi saya yaitu Responsive. Saat itu saya membaca sebuah artikel bahwa salah satu syarat template blog yang baik adalah template yang responsive. Maksud dari kata Responsive disini artinya tampilan blog harus bisa merespon terhadap kondisi layar dari browser pada perangkat klien.

Istilah Responsive web design pertama kali muncul dalam sebuah artikel tulisan Ethan Marcotte yang bisa dibaca di alamat //www.alistapart.com/articles/responsive-web-design. Dalam tulisannya Marcotte menjelaskan beberapa teknik layar fleksibel yang ada seperti fleksibel layout, fleksibel image dan media kueri. Perpaduan ketiga teknik ini kemudian yang disebut dengan teknik Responsive Web Design.

Istilah Responsive semakin populer seiring dengan perkembangan gadget seperti smartphone dan tablet. Berbagai ukuran layar perangkat membuat tampilan blog harus bisa berubah bentuk mengikuti ukuran layar. Sebuah blog yang responsive akan unggul pada mesin pencari ketika diakses melalui sebuah perangkat tertentu.

Pengertian Responsive Design

Responsive Design adalah sebuah teknik pengaturan tampilan (dalam hal ini khusus pada kode CSS) yang membuat layout website bisa beradaptasi dengan tampilan browser pada perangkat klien. Yang dimaksud dengan tampilan adalah ukuran dan orientasi layar. Misalnya layar komputer memiliki resolusi 1366×768 atau 1024×768, layar tablet memiliki ukuran 640×480 dan layar smartphone yang memiliki bervariasi seperti 240×320 dan 320×480.

Ilustrasi Ukuran Layar Perangkat

Sebuah blog yang responsive akan mampu menyusun tata letak tampilannya mengikuti lebar layar. Jadi pengguna tidak perlu scrol atau geser posisi view layar ke samping kanan dan kiri untuk membuka semua bagian halaman blog tersebut. Dengan cara ini diharapkan kenyamanan pengguna dalam mengakses blog menjadi prioritas sehingga meningkatkan reputasi blog tersebut.

Memilih Template yang Responsive

Sebuah template yang responsive artinya sudah “dipersenjatai” dengan fitur responsive oleh pembuatnya. Kita bisa mencari template yang responsive dengan menggunakan kata kunci template responsive. Seiring dengan semakin populernya fitur responsive banyak pembuat template yang membuat versi responsive dari template yang sudah ada seperti misalnya template TruPixel yang saya gunakan saat menulis artikel ini.

Contoh template responsive Sang SEO
Contoh template responsive Sang SEO

Template yang responsive dapat dilihat dari kode CSS-nya yang berisi pilihan tampilan berdasarkan ukuran layar seperti penggunaan kode @media screen dan @media min width untuk mendeteksi ukuran lebar layar perangkat browser. Untuk mengujinya kita bisa coba akses dari beberapa perangkat gadget yang berbeda atau sekesar meresize ukuran window browser pada komputer.

Pengaruh Responsive Design Terhadap SEO

Responsive atau tidaknya sebuah blog akan mempengaruhi kenyamanan pengguna dalam mengakses blog tersebut. Oleh karena itu faktor responsive juga mempengaruhi penilaian dan menjadi salah satu syarat kaidah SEO pada blog. Blog yang responsive akan unggul pada pencarian yang diakses pada semua perangkat.

Misalnya ada dua buah blog dengan isi yang relatif sama dan menggunakan kaidah-kaidah SEO yang berimbang maka blog yang responsive akan unggul pada peringkat pencarian. Hal inilah salah satu yang membuat pentingnya fitur responsive pada blog kita jika tidak mau ketinggalan dengan perkembangan dunia internet.

Filed Under: Blogging

Cara Meningkatkan Skor GTmetrix

27 April 2015 By Eko Purnomo

Cara Meningkatkan Skor Pagespeed Pada GTmetrix

GTmetrix merupakan salah satu tool untuk mengecek kecepatan loading sebuah blog saat dibuka. Mengapa kecepatan blog sangat penting, ini tidak terlepas dari kenyataan tidak semua dapat menikmati internet cepat. Sebuah blog harus dapat dibuka dalam konsisi koneksi minimal terutama konten utama yang berupa tulisan artikel atau gambar.

Pada GTmetrix hasil pengecekan kecepatan blog ditampilkan dalam bentuk skor dan Grade. Skor rata-rata yang dianggap baik adalah 80 dan termasuk dalam Grade B. Pengecekan GTmetrix meliputi beberapa faktor seperti penggunaan cache browser, optimasi image, ukuran image spesifik dan lain-lain.

Untuk memperoleh skor yang tinggi pada GTmetrix kita tinggal memperbaiki tiap-tiap parameter yang bertanda merah seperti berikut ini :

Hal-hal yang mengurangi skor GTmetrix

Empat parameter yang saya capture diatas merupakan permasalahan yang umum terjadi seperti yang saya alami pada blog ini. Semula skor pagespeed pada GTmetrix blog nulis0ilmu ini adalah sebesar 80% dan dengan beberapa perbaikan akhirnya bisa bertambah menjadi 85%.

Berikut ini beberapa langkah untuk meningkatkan skor pagespeed pada GTmetrix:

Manfaatkan cache browser

Cache adalah penyimpanan sementara pada browser untuk sebuah blog yang diset bisa diset untuk expired pada waktu tertentu. Dengan memanfaatkan cache pada browser kita bisa meningkatkan kecepatan loading sebuah blog karena beberapa file tidak perlu diload ulang dari server. Ada beberapa cara untuk menggunakan cache browser seperti penggunaan header expire atau meta tag Cachh-control.

Optimalkan ukuran image

Mengoptimalkan ukuran image berarti kita memperkecil image pada suatu batas yang tidak mungkin diperkecil lagi. Sebuah image akan ditampilkan dalam ukuran tertentu pada blog, jadi pastikan ukuran saat ditampilkan itulah yang menjadi ukuran saat image disimpan.

Selain itu kita bisa menggunakan beberapa tool untuk mengoptimalkan ukuran image seperti GIMP. yang perlu diperhatikan saat mengoptimalkan ukuran image ini diharapkan kita tidak mengormaban kualitas dan tampilan image.

Tentukan dimensi image

Dimensi yang dmaksud adalah ukuran lebar (width) dan tinggi (height) pada sebuah image. Ukuran image yang tidak ditentukan menyebabkan browser melakukan proses “mengira-ngira” ukuran image yang ua terima dan ini dianggap jelek oleh GTmetrix.

Yang harus kita lakukan adalah menaruh tag width dan height pada setiap image seperti contoh berikut ini :

<img width="200px" height="150px" src=..." alt="..." title="..." />

Gunakan tag Async pada source file javascript (.JS)

Maksud dari Async disini adalah asyncronous yang berarti kode html dan file javascript pada halaman blog di load sendiri-sendiri tidak saling menunggu satu sama lain. Hal ini terkait dengan pesan bahwa loading file javascript (.JS) menghalangi proses render halaman blog.

Untuk membuat sebuah file javascript di load secara asyncronous kita bisa menambahkan tag async=”async” pada source script file javascript se[erti contoh berikut ini:

 <script async='async' src='//ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.5.1/jquery.min.js' type='text/javascript'></script> 

Selain dari beberapa yang saya ungkapkan diatas tentunya masih ada beberapa cara lainnya untuk memperbaiki skor pagespeed GTmetrix seperti penggunaan CDN, Minify HTML dan CSS serta beberapa cara yang lainnya yang bisa anda eksperimen sendiri. Yang penting dari GTmetrix ini adalah setiap byte begitu berharga dan amat diperhitungkan dalam menentukan skor.

Penasaran siapa yang pernah dapat skor 100% GTmetrix?

Silahkan kiunjungi blog dari salah satu blogger asal Norwegia yang bernama Thomas Bensmann dialamat berikut ini :

//bensmann.no/full-score-google-pagespeed-pingdom-gtmetrix/

Berikut ini screenshot test GTmetrix-nya :

Screenshot skor GTmetrix 100%

Filed Under: Blogging

Cek Kecepatan Loading Blog

27 April 2015 By Eko Purnomo

Cek Kecepatan Loading Blog

Setelah mengerti cara mengecek kinerja SEO pada blog selanjutnya kita akan mengecek kecepatan loading blog. Kecepatan sebuah blog saat dibuka merupakan hal yang terpenting selain faktor seo. Terutama sekali untuk kita yang ada di indonesia dengan kecepatan internet yang masih belum merata untuk jaringan minimal sekelas 3G/HSDPA. Kecepatan sebuah blog sangat ditentukan oleh script dan konten yang harus di load oleh browser.

Blog yang lama loading-nya saat dibuka berpotensi ditinggalkan pengunjung dan ini tentu sebuah kerugian tersendiri bagi pemilik blog. Konten yang hebat tidak akan terbaca jika blog tidak bisa dibuka. Berlalunya pengunjung tanpa membaca sedikitpun artikel pada blog juga meningkatkan bouncing rate atau rasio pentalan. Ini jelas merugikan terutama jika pada blog dipasang iklan untuk dilihat pengunjung.

Untuk mengecek kecepatan sebuah blog saat dibuka kita bisa menggunakan beberapa tool gratis yang ada di internet. Diantara beberapa tool tersebut saya tertarik untuk menggunakan dua tool favorit saya dalam mengecek dan memperbaiki kecepatan loading blog nulis-ilmu ini. Kedua tol yang saya maksud adalah Google Pagespeed dan GTMetrix.

Cek kecepatan loading blog dengan Google PageSpeed

Google pagespeed adalah sebuah tool yang disediakan Google untuk membantu para  developer website atau pengelola blog dalam menganalisa kecepatan loading blog saat dibuka. Layanan ini dapat digunakan secara gratis.

Salah satu fitur yang saya pakai untuk mengecek kecepatan blog adalah Pagespeed Insights. Fitur ini mengecek kecepatan loading blog dari segi konten dan memberikan sara-saran perbaikan untuk meningkatkan performa kecepatan blog.

Berikut ini cara mengecek kecepatan loading blog menggunakan Google Pagespeed Insights :

  1. Buka Pagespeed Insights dialamat //developers.google.com/speed/pagespeed/insights.
    Google Pagespeed Insights
  2. Masukkan alamat blog yang akan dicek kecepatannya pada kolom Masukkan URL Laman Web.
    Google Pagespeed Insights - Input Blog
  3. Klik tombol ANALISIS untuk mulai proses pengecekan.
  4. Tunggu beberapa saat sampai proses pengecekan selesai.
    Google Pagespeed Insights - Analisis
  5. Hasil pengecekan akan ditampilkan dalam dua bagian yaitu Seluler dan Desktop.
    Google Pagespeed Insights - Hasil
Hasil skor yang ditampilkan adalah rangkuman dari beberapa hasil pengujian seperti penggunaan cache browser, optimalisasi image, penggunaan script html, javascript dan css. Untuk memperbaiki skor silahkan baca petunjuk perbaikan yang disarankan. Skor yang dianggap wajar adalah minimal 75%, dibawah itu berarti blog kita dipandang masih lambat saat dibuka.

Cek kecepatan loading blog dengan GTmetrix

Satu lagi tool yang banyak dipakai oleh para blogger untuk mengecek kecepatan loading blog adalah GTmetrix. Secara prinsip fitur dari GTmetrix hampir sama dengan Google Pagespeed namun GTmetrix menampilkan hasil lebih detail disertai persentase tiap tiap parameter pengukuran.
Beberapa item pengecekan pada GTmetrix diantaranya meliputi hal-hal yang mempengaruhi kecepatan loading blog seperti penggunaan cache browser, optimisasi image, spesifikasi ukuran image, asyncronous javascript, efisiensi kode html dan masih banyak lagi parameter yang lainnya.
Berikut ini cara mengecek kecepatan loading blog menggunakan GTmetrix :
  1. Buka GTmetrix dialamat //gtmetrix.com.
    Tampilan GTmetrix
  2. Isi alamat blog atau website yang akan dicek kecepatannya pada input text //.
    GTmetrix - Input Blog
  3. Klik tombol GO untuk memulai proses analisis blog.
  4. Tunggu beberapa saat dilakukan proses analisis konten pada halaman blog yang dicek.
    GTmetrix - Analisis
  5. Hasil yang dihasilkan dalam bentuk persentase. Semakin besar hasil semakin baik karena berarti semakin cepat pula blog dibuka.
    GTmetrix - Hasil
Itulah dua tool yang biasa saya gunakan untuk mengecek kecepatan blog dan melakukan beberapa perbaikan agar skor terus naik tanpa mengurangi fitur dan kelengkapan blog. Untuk cara meningkatkan skor pada GTmetrix akan insyaAllah saya bahas pada tulisan selanjutnya.

Filed Under: Blogging

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com