Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Membuat Koneksi Database MySQL Dengan PHP

11 November 2014 By Eko Purnomo

koneksi sql dengan php

Sebelum melakukan operasi pada database MySQL, kita harus terkoneksi lebih dahulu dengan database tersebut. Proses koneksi dengan database dimulai dengan proses login dan kemudian membuka sebuah database. Semua proses itu kita kerjakan melalui script, jadi tidak seperti saat login ke phpMyAdmin. Untuk login ke server database kita memerlukan nama host, nama user dan password baru kemudian kita mencoba menghubungkan dengan salah satu database pada database server.

PHP menyediakan beberapa cara untuk membuat koneksi dengan database yaitu dengan fungsi mysql_connect(), fungsi mysqli_connect() dan koneksi dengan PDO. Yang sama dari ketiga jenis koneksi tersebut kita tetap membutuhkan parameter penting untuk koneksi yaitu host, user, password. Khusus untuk PDO kita bisa langsung menyebut nama database pada koneksi.

Fungsi mysql_connect() merupakan bagian dari fungsi-fungsi mysql extension sedangkan fungsi mysqli_connect() merupakan bagian dari mysqli extension. Untuk penggunaan mysql extension saat ini dianjurkan untuk tidak lagi digunakan, sebagai gantinya digunakan mysqli extension. Huruf i pada mysqli berarti improved, artinya telah di-improve atau diperbaiki.

Koneksi database menggunakan mysql_connect dan mysql_select_db.

Pada mysql_connect kita hanya menghubungkan ke server database melalui nama host, nma user dan password. Dan untuk memilih database yang akan dibuka kita harus menggunakan fungsi lain yaitu fungsi mysql_select_db(). Saat ini fungsi mysql_connect() sudah diperbaiki pada mysqli extension dengan mysqli_connect().

Cara penulisan mysql_connect

mysql_connect(nama_host, nama_user, password);

Cara penulisan mysql_select_db

mysql_select_db(nama_database, koneksi_sql);

Contoh script penggunaan fungsi mysql_connect() dan mysql_select_db()

 <?php  
//membuat definisi dari masing-masing parameter
$dbHost = 'localhost';
$dbUser = 'root';
$dbPass = '123';
$dbName = 'test';

//mulai koneksi mysql
$dbLink = mysql_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass );
if ($dbLink) echo "Koneksi MySQL Berhasil ...<br/>";
else die('Koneksi MySQL Gagal: ' . mysql_error());

//mulai koneksi database
$dbSelected = mysql_select_db($dbName, $dbLink);
if ($dbSelected) echo "Koneksi Database Berhasil ...<br/>";
else die ('Koneksi Gatabase Gagal: ' . mysql_error());

//membuat query membaca record dari tabel user
$query="SELECT * FROM user";

//menjalankan query
$result=mysql_query($query);

//menampilkan hasil query
while($row = mysql_fetch_array($result)) {
echo $row["nama"] . "<br/>"; }
?>

Koneksi database menggunakan mysqli_connect

Fungsi mysqli_connect merupakan bagian dari mysqli extension yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari mysql extension. Mysqli extension sudah termasuk saat kita menginstal PHP5. Dalam koneksi menggunakan mysqli_connect terdapat opsi database, jadi kita bisa langsung terhubung dengan database dengan sekali perintah tanpa perlu fungsi mysql_select_db().

Cara penulisan mysqli_connect

mysqli_connect(nama_host, nama_user, password, nama_database);

Contoh script penggunaan mysqli_connect()

 <?php  
//membuat definisi dari masing-masing parameter
$dbHost = 'localhost';
$dbUser = 'root';
$dbPass = '123';
$dbName = 'test';

//mulai koneksi mysql dan database
$dbLink = mysqli_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass ,$dbName);
if ($dbLink) echo "Koneksi MySQL Berhasil ...<br/>";
else die('Koneksi MySQL Gagal: ' . mysql_error());

//membuat query membaca record dari tabel user
$query = "SELECT * FROM user";

//menjalankan query
$result = mysqli_query($dbLink, $query);

//menampilkan hasil query
while($row = mysqli_fetch_array($result)) {
echo $row["nama"] . "<br/>";
}
?>

Koneksi database menggunakan PDO

PDO adalah singkatan dari PHP Data Object. Dengan PDO kita bisa melakukan koneksi ke beberapa jenis database termasuk MySQL. Jadi jika kita menggunakan beberapa jenis database, penggunaan PDO lebih dianjurkan. Selain itu jika dikemudian hari kita merubah database kita cukup melakukan sedikit perubahan pada parameter koneksi PDO.

Cara penulisan koneksi PDO

$conn = new PDO("mysql:host=nama_host;dbname=nama_database", nama_user, password);

Contoh script penggunaan koneksi PDO

 <?php  
//membuat definisi dari masing-masing parameter
$dbHost = 'localhost';
$dbUser = 'root';
$dbPass = '123';
$dbName = 'test';

//menjalankan koneksi sql
try {
$dbLink = new PDO("mysql:host=$dbHost;dbname=$dbName", $dbUser, $dbPass);
echo "Koneksi MySQL Berhasil...<br/>";
}
catch(PDOException $e)
{
echo $e->getMessage();
}

//membuat query
$query = "SELECT * FROM user";

//menampilkan hasil query
try {
$query = $dbLink->prepare($query);
$query->execute();
while($data = $query->fetch()) {
echo $data['nama']."<br/>";
}
}
catch (PDOException $e) {echo $e->getMessage();}
?>

Referensi :

  • //php.net/manual/en/function.mysql-connect.php
  • //php.net/manual/en/function.mysqli-connect.php

Filed Under: PHP

Cara Menggunakan PhpMyAdmin

9 November 2014 By Eko Purnomo

logo phpmyadmin

phpMyAdmin adalah sebuah perangkat lunak untuk mengelola database MySQl dengan antarmuka grafis (GUI). Penggunaan antarmuka grafis lebih memudahkan daripada antarmuka pengelolaan asli MySQL yang berbasis text. Jadi yang pada MySQL semuanya dilakukan dengan text, pada phpMyAdmin dibuat dalam model grafis.

PHPMyAdmin dibuat dengan kode program PHP dan berjalan pada antarmuka web. Boleh dikatakan kalau PHPMyAdmin adalah sebuah aplikasi grafis berbasis web yang dipakai untuk pengelolaan database MySQL.

Berikut ini beberapa cara menggunakan phpMyAdmin

1. Membuka phpMyAdmin

Karena merupakan aplikasi berbasis web maka ntuk membuka phpMyAdmin kita harus membuka browser terlebih dahulu. Kemudian phpMyAdmin bisa diakses dengan alamat URL //localhost/phpmyadmin. Alamat tadi berlaku jika phpMyAdmin diinstal pada komputer lokal.

tampilan selamat datang phpMyAdmin

2. Login phpMyAdmin

Selanjutnya kita harus login untuk bisa masuk ke halaman dashboard. Untuk bisa login silahkan isi user dan password yang telah diset saat proses instalasi phpMyAdmin.

login form phpmyadmin

3. Halaman Dashboard phpMyAdmin

Setelah berhasil login kita akan diarahkan pada halam dashboard yang berisi navigasi disebelah kiri dan main disebelah kanan. Halaman navigasi berisi menu tree dalam membuka database serta icon shortcut untuk logout, home dan lain-lain.

tampilan halaman dasbor  phpmyadmin

4. Melihat versi phpMyAdmin

Pada sebelah kanan bawah halaman awal dashboard kita bisa melihat versi dari versi phpMyAdmin yang sedang kita jalankan.

tampilan versi phpmyadmin

5. Melihat versi web server dan database

Pada sebelah kanan bawah halaman awal dashboard diatas tampilan versi phpMyAdmin kita bisa lihat versi dari web server dan database yang terhubung dengan phpMyAdmin.
tampilan versi web server dan database pada phpmyadmin

6. Membuat database baru

Dengan phpMyAdmin kita bisa membuat database dengan mudah tanpa mengetikkan script pada terminal. Cukup dengan klik menu Database lalu isikan nama database baru pada inputan Create Database dan klik Create maka secara otomatis databse baru akan dibuat.

membuat database pada phpmyadmin

7. Membuat tabel pada database

Setelah berhasil membuat database selanjutnya kita bisa membuat tabel dalam database tersebut. Caranya adalah dengan memilih database terlebih dahulu pada navigasi sebelah kiri lalu isikan nama tabel pada inputan Create table dan isi jumlah kolom lalu klik Create.

membuat tabel pada phpmyadmin

8. Membuat field pada tabel

Proses membuat field atau kolom pada tabel secara otomatis dilakukan setelah proses membuat tabel berhasil. Disini kita diminta untuk mengisi nama field, tipe data dan beberapa parameter lainnya yang diperlukan.

membuat field pada phpmyadmin

9. Menambahkan record kedalam tabel

Untuk menambahkan record kedalam tabel, kita bisa menggunakan menu INSERT. Caranya dengan klik nama tabel pada navigasi sebelah kiri lalu klik menu INSERT. Kita akan diminta untuk mengisi form sesuai dengan field yang telah dibuat tadi. Setelah semua diisi dengan benar kita tinggal klik Go untuk submit form.

insert record pada phpmyadmin

10. Melihat isi tabel (browse tabel)

Saat kita meng-klik nama tabel pada navigasi sebelah kiri kita otomatis akan ditampilkan halaman isi tabel. Pada halaman ini kita disediakan link untuk meng-update dan menghapus satu atau beberapa record tabel.

browse tabel pada phpmyadmin

Jika tabel belum ada isinya, otomatis akan menampilkan pesan empty disertai struktur tabel seperti ini :

browse tabel kosong pada  phpmyadmin

11. Menjalankan perintah SQL pada phpMyAdmin

Selain beberapa menu grafis diatas, kita juga disediakan sebuah terminal untuk menjalankan kode perintah SQL seperti SELECT, INSERT, UPDATE dan sebagainya. Caranya dengan memilih menu SQL lalu mengisi perintah SQL pada terminal kemudian klik Go untuk menjalankn perintah SQL tadi.

menjalankan sql pada phpmyadmin

12. Mengekspor data dari database

phpMyAdmin menyediakan menu Export data dari database kedalam berbagai format seperti SQL, CSV, XLS, XML PDF dan masih banyak lagi. Untuk mengekspor data cukup dengan memilih menu Export lalu pilh format kemudian sesuaikan setelan kemudian klik Go untuk menjalankan.

ekspor data pada phpmyadmin

13. Mengimpor data ke dalam database

Selain ekspor, phpMyAdmin juga menyediakan fasilitas impor data. Fitur ini memudahkan jika kita melakukan migrasi data dari server satu ke server lain maupun dari format lain ke dalam SQL seperti dari file Excel. Untuk mengimpor data ke dalam database pilih menu Import lalu sesuaikan format dan setelan kemudian pilih file dan klik Go untuk menjalankan.

import data pada  phpmyadmin

14. Menjalankan perintah DDL pada database

Untuk menjalankan perintah DDL pada database seperti ALTER, TRUNCATE dan DROP, phpMyAdmin menyediakan satu menu yang disebut Operations. Setelah kita klik menu tersebut kita bisa memilih tidakana terhadap database atau tabel kemudian klik Go untuk pada tindakan yang dipilih untuk menjalankan.

alter, rename, drop, truncate pada phpmyadmin

15. Logout phpMyAdmin

Setelah selesai menggunakan phpMyAdmin sebaiknya kita keluar/logout. Untuk melakukan logout dari phpMyAdmin kita cukup klik icon Exit disebelah kiri atas disamping icon Home

logout phpmyadmin

Referensi :

  • //www.phpmyadmin.net/

Filed Under: PHP

Belajar Perintah Dasar SQL

8 November 2014 By Eko Purnomo

perintah dasar sql

SQL adalah singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses database sistem relasional. Secara de facto, bahasa ini merupakan bahasa standar yang dipakai untuk pengelolaan database. Saat ini SQL hampir digunakan pada semua database server. SQL lahir sekitar tahun 1970 dari artikel seorang peneliti IBM bernama Jhonny Oracle. Semula SQL bernama SEQUEL namun karena masalah hukum maka SEQUEL diganti dengan SQL.

Standarisasi dan Pemakaian Dasar SQL

Penggunaan SQL dibuat standarisasi pada tahun 1986 berdasarkan keluarnya standar SQL oleh ANSI (American National Standards Institute). Standarisasi SQL yang pertama dikenal dengan SQL86. Standar ini kemudian diperbaiki pada tahun 1992 dengan standar baru SQL92 dan pada tahun 1999 dengan SQL99.

Pemakaian dasar SQL mengacu pada dua bahasa yaitu Data Definition language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). SQL merupakan standar bahasa yang dipaki oleh DBMS relasional yang sangat populer, MySQL.

Data Definition Language

DDL digunakan untuk membuat, mendefinisikan, mengubah serta menghapus database dan obyek-obyek didalamnya. Perintah-perintah dasar DDL adalah CREATE untuk membuat obyek baru, USE untuk menggunakan obyek, ALTER untuk mengubah obyek yang sudah dibuat dan DROP untuk menghapus obyek yang sudah ada. Penggunaan DDL hanya untuk administrator saat pembuatan database.

1. Perintah CREATE

CREATE digunakan untuk membuat database dan tabel pada database yang sudah ada.

Membuat database

CREATE DATABASE nama_database;

Membuat tabel

CREATE TABLE nama_tabel;

Membuat tabel beserta field

CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
nama_field1 tipe_data [constraints][,
nama_field2 tipe_data,
...]
);

Membuat tabel beserta field dengan batasan field(constraint)

CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
nama_field1 tipe_data [,
nama_field2 tipe_data,
...]
[CONSTRAINT nama_field constraints]
);

Penjelasan script :

  1. nama_database, merupakan nama dari database yang akan dibuat.
  2. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan dibuat pada database yang sudah ada.
  3. nama_field, merupakan nama kolom uang akan dibuat pada tabel.
  4. tipe  data, merupakan tipe data dari isi tabel yang mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.
  5. constraints, merupakan batasan-batasann untuk tiap-tiap kolom seperti NOT NULL, UNIQUE dan PRIMARY KEY. constraints juga mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.

Contoh script untuk membuat tabel user dengan 3 field, id, nama_user, kata_sandi dan tanggal_lahir.

 CREATE TABLE user
(
id INT(11),
nama_user VARCHAR(50) PRIMARY KEY,
kata_sandi VARCHAR(30) NOT NULL,
tanggal_lahir DATETIME
);

2. Perintah ALTER

Merupakan perintah untuk mengubah struktur pada tabel. Perubahan ini meliputi menambah (ADD) atau pun mengubah struktur (CHANGE)

Bentuk penulisan perintah ALTER

 ALTER TABLE nama_tabel [ADD|CHANGE] perubahan;

Contoh penulisan perintah ALTER

 ALTER TABLE  user CHANGE  nama_user INT( 50 ) NULL

3. Perintah TRUNCATE

Merupakan perintah untuk menghapus semua record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah TRUNCATE

 TRUNCATE TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah TRUNCATE

 TRUNCATE TABLE user;

4. Perintah DROP

Merupakan perintah untuk menghapus tabel.

Bentuk penulisan perintah DROP

 DROP TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah DROP

 DROP TABLE user;

Data Manipulation Language

DML digunakan untuk melakukan pengelolaan data pada tabel seperti menampilkan data, menambah data baru, mengubah data dan menghapus data. Ada empat perintah DML yang sering dipakai yaitu SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE.

1. Perintah SELECT

Merupakan perintah untuk menampilkan data dari satu tabel atau lebih.

Berikuti ini format penulisan perintah SELECT secara lengkap :

SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung'']
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
[WHERE ''kondisi'']
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
[HAVING ''kondisi_aggregat''];

Penjelasan script :

  1. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan ditampilkan datanya.
  2. nama_field, merupakan nama dari field pada tabel yang akan ditampilkan.
  3. alias merupakan nama baru yang mewakili nama sebelumnya.
  4. kondisi, merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh data yang akan ditampilkan.
  5. kondisi_aggregat, merupakan syarat khusus untuk fungsi agregat seperti SUM, COUNT, AVR, MIN dan MAX. 

Meski demikian penggunaan SELECT bisa dipotong seperlunya dengan tanpa meninggalkan bagian terpenting yaitu SELECT dan FROM.

Beberapa contoh penggunaan SELECT :

Menampilkan seluruh data dari tabel

SELECT * FROM user;

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan syarat WHERE

SELECT * FROM user WHERE nama_user="sabrina";

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan urutan

SELECT * FROM user ODER BY id ASC;

Menampilkan data dari tabel dengan fungsi agregat

SELECT SUM(penjualan) as total FROM transaksi;

2. Perintah INSERT

Merupakan perintah untuk menambah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah INSERT

 INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI]);

Contoh penulisan perintah INSERT

 INSERT INTO user (id, nama_user, kata_sandi, tanggal_lahir) VALUES ('1', 'sabrina', '123456', '2008-06-02');

3. Perintah UPDATE

Merupakan perintah untuk mengubah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah UPDATE

 UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI];

Contoh penulisan perintah UPDATE

UPDATE user SET kata_sandi='QWERTY' WHERE id=1;

4. Perintah DELETE

Merupakan perintah untuk menghapus record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah DELETE

DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI];

Contoh penulisan perintah DELETE

DELETE FROM user WHERE id=1;

Referensi :

  • //en.wikipedia.org/wiki/SQL

Filed Under: PHP

Mengenal MySQL dan phpMyAdmin

8 November 2014 By Eko Purnomo

logo-mysql

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem pengelolaan database dengan sistem relational(RDBMS). Saat ini MySQL telah banyak digunakan oleh lebih dari 6 juta pengguna didunia. MySQL menggunakan standar bahasa SQL untuk mengakses database.

Beberapa perusahaan besar seperti Facebook dan Nokia juga menggunakan MySQL untuk pengelolaan database mereka. Sejak awal dirilis, MySQL merupakan perangkat lunak gratis dengan lisensi Open Source GPL (GNU Public Lisence).

Sejarah MySQL

Kelahiran MySQL diawali oleh project aplikasi berbasis website yang dikembangkan oleh perusahaan Swedia TcX. Saat itu mereka mengawali project dengan database UNIREG namun kemudian mengalami masalah karena UNIREG tidak cocok untuk database yang dinamis. TcX kemudian menemukan mSQL sebagai alternatif pengganti namun juga dianggap kurang cepat karena tidak memiliki fitur Indexing.

Kemudian salah satu programmer TcX bernama Michael “Monty” Widenius berisiatif menggabungkan UNIREG dengan mSQL yang memiliki kode sumber terbuka (Open Source). Dan pada tahun 1995 lahirlah sebuah RDBMS baru dengan nama MySQL. Dan pada tahun itu juga, TcX berubah nama menjadi MySQL AB, dengan Michael Widenius, David Axmark dan Allan Larsson sebagai pendirinya. Kata AB dalam bahasa indonesia sama artinya dengan PT(Perseroan Terbatas).

Pada tanggal 16 januari 2008 MySQL diakuisisi oleh SunMicrosystems. Dan saat Sun Microsystems diakuisisi oleh Oracle pada 20 April 2009, MySQL sepenuhnya menjadi milik Oracle namun tetap dibawah lisensi GPL.

Kelebihan MySQL

  1. Gratis karena bersifat open source dibawah licensi GPL
  2. Dapat berjalan dalam berbagai platform OS seperti Linux, Windows, MacOS dan lain-lain
  3. Mendukung penggunaan multi-user, yang artinya beberapa user dapat menggunakan secara bersamaan.
  4. Kecepatan yang sangat baik ketika menangani kode-kode perintah SQL.
  5. Mendukung sepenuhnya standar bahasa SQL untuk database.
  6. Mendukung banyak tipe variabel seperti integer, float, double, char, text, date dan datetime.
  7. Mendukung penggunaan fungsi dan operator dalam perintah SQL.
  8. Memiliki keamanan yang berlapis seperti nama host, subnetmask, ijin dan akses user serta penggunaan kata sandi ter-enkripsi.
  9. Dapat menangani basis data dalam skala besar lebih dari 50juta record dan 60ribu tabel serta 5 miliar baris.
  10. Mendukung banyak koneksi seperti TCP/IP, Unix Socket dan Named Pipes (NT).
  11. Mendukung multi bahasa termasuk bahasa Indonesia tercinta.
  12. Memiliki interface dalam berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman menggunakan fungsi API.
  13. Dilengkapi dengan berbagai tool untuk administrasi database disertai petunjuk online.
  14. Memiliki struktur tabel yang fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
  15. Dan yang terakhir adalah perkembangan yang cukup cepat membuat MySQL selalu terkini dalam perkembangan dunia database.

Apakah itu phpMyAdmin ?

phpMyAdmin adalah sebuah perangkat lunak untuk mengelola database MySQl dengan antarmuka grafis (GUI). Penggunaan antarmuka grafis lebih memudahkan daripada antarmuka pengelolaan asli MySQL yang berbasis text. Jadi yang pada MySQL semuanya dilakukan dengan text, pada phpMyAdmin dibuat dalam model grafis.

PHPMyAdmin dibuat dengan kode program PHP dan berjalan pada antarmuka web. Boleh dikatakan kalau PHPMyAdmin adalah sebuah aplikasi grafis berbasis web yang dipakai untuk pengelolaan database MySQL. phpMyAdmin sendiri sepertinya berasal dari kata php, MySQL dan Administrator.

Sejarah phpMyAdmin

PHPMyAdmin pertama dikembangkan oleh Tobias Ratschiller pada tahun 1998. Ratschiller mengembangkan sebuah program bernama Webadmin-MyAdmin yang dihentikan pengerjaannya oleh Petrus Kuppelwieser. Ratschiller sendiri meninggalkan project phpMyAdmin pada tahun 2001 dan selanjutnya pengembangannya diteruskan oleh Oliver Muller berserta tim seperti Marc Delisle, Michal Cihar, Sebastian Mendel, Herman van Rink.

Kelebihan phpMyAdmin

  • Memiliki antarmuka grafis berbasis web sehingga bisa diakses secara luas.
  • Mendukung banyak fitur MySQL
  • Bisa import data dari SQL dan CSV
  • Menyediakan eksport data dalam berbagai format seperti SQl, XLS, CSV, XML, PDF dan Text.
  • Terdapat monitoring proses server seperti koneksi, prosesor, memory dan sebagainya.
  • Serta masih banyk lagi kelebihan lainnya.

Instalasi MySQL Server dan phpMyAdmin

Dalam artikel sebelumnya tentang instalasi Web Server telah dijelaskan tentang instalasi MySQL dan phpMyAdmin. Untuk pengguna Windows, MySQL dan phpMyAdmin sudah langsung terinstal saat menginstal Web Server seperti XAMPP, WAMP dan AppServ.
Khusus untuk pengguna Linux Ubuntu dan turunannya sebaiknya menginstal MySQL dan phpMyAdmin secara individu melalui repository, bukan dengan perangkat lunak seperti LAMPP.
Meski demikian, MySQL server dapat didownload langsung dari situs resminya.
Untuk MySQL server dapat didownload di :
  • //www.mysql.com/downloads/ 
dan untuk phpMyAdmin dapat didownload di :
  • //sourceforge.net/projects/phpmyadmin/files/phpMyAdmin/4.2.11/phpMyAdmin-4.2.11-all-languages.zip/download

Referensi :

  • //id.wikipedia.org/wiki/MySQL
  • //www.mysql.com/
  • //www.phpmyadmin.net/home_page/index.php
  • //en.wikipedia.org/wiki/PhpMyAdmin

Filed Under: PHP

Mengenal Database dan Penggunaannya Pada Website

7 November 2014 By Eko Purnomo

mengenal database

Seiring dengan kemajuan perkembangan website maka dibutuhkan sistem pengaturan isi website yang lebih luas, canggih dan cepat. Dalam hal ini mulai dibutuhkan sebuah alat bantu penyimpan data berupa database atau basis data yang memungkinkan akses lebih cepat dalam penanganan request dari pengguna.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa database ini sudah muncul lebih dulu daripada website, jadi implementasi database pada website hanya merupakan pengaitan satu sama lain saja. Database sudah muncul sekitar tahun 1979 dan website baru lahir sekitar tahun 1990. Penggunaan database pertama pada website bisa dilihat dari penggunaan MySQL AB oleh perusahaan TcX pada tahun 1995.

Apakah itu Database?

Database atau basis data adalah sekumpulan informasi yang disusun dengan struktur tertentu dan sistematis pada komputer yang bisa diakses dengan sebuah program komputer untuk mendapatkan informasi dari basis data tersebut.

Didalam database terdapat tabel, field dan record yang dipakai untuk menyimpan data. Untuk dapat melayani pengguna maka dibutuhkan sebuah database server. Dan untuk mengakses data dari database server dibutuhkan sebuah database client dengan nama user tertentu.
Database harus diberi nama dan nama database harus unik dan berbeda satu sama lain didalam database server. Nama database bebas, misalnya “semesta“, “toko“, atau “kantor“.

Apakah itu Tabel ?

Tabel adalah sekumpulan relasi data yang dibuat dengan format terstruktur didalam sebuah database. Didalam tabel terdapat baris (row) dan kolom (field). Sebuah baris menginterpretasikan sebuah isi data dalam database dan selanjutnya disebut record. Dan kolom merupakan identifikasi untuk pengelompokan isi data (record) berdasarkan kesamaan tertentu dan selanjutnya disebut field.
Seperti database, tabel juga harus diberi nama dan nama tabel harus unik dan berbeda dalam sebuah database. Nama tabel bisa sama pada database yang berbeda meskipun dalam server yang sama. Contoh nama tabel pada database toko misalnya “penjualan“, “kontak” dan “order“.

Apakah itu Field ?

Field adalah istilah pada tabel database untuk menunjukkan sebuah kolom. Beberapa data dalam database dikelompokkan berdasarkan kesamaan tertentu didalam field. Sebuah field bersifat fix, statis dan menjadi header pada tabel sebuah database.
Sebagai contoh kita akan menyimpan informasi tentang kontak pelanggan yang berisi nama, nomorhp, email dan alamat. Maka pada tabel “kontak” dibuat empat field yang diberi nama “nama“, “nomorhp“, “email” dan “alamat“.

Apakah itu Record ?

Record adalah istilah pada tabel database untuk menunjukkan sebuah baris. Record merupakan struktur terendah sebuah database yang merupakan isi/data yang sebenarnya dari database. Masing-masing record pada tabel disimpan dengan urutan tertentu dengan mengacu pada Field.
Sebagai contoh pada tabel kontak tadi terdapat field “nama” maka record-nya merupakan data nama dari pelanggan seperti “Bejo“, “Abdul” dan sebagainya. Dengan cara yang sama kita bisa menetapkan record untuk field-field yang lain.

Apakah itu DBMS dan RDBMS?

Untuk mengelola sebuah atau beberapa database dibutuhkan sebuah program komputer yang disebut DBMS (Database Management System). Dengan DBMS, pengguna bisa melakukan operasi pada database seperti membuat dan menghapus tabel lalu membuat, membaca, mengupdate dan menghapus field dan record pada tabel. DBMS biasanya berupa perangkat lunak yang diinstal pada database server dan database client.
RDBMS adalah singkatan dari Relational Database Management System. Jadi RDBMS merupakan jenis DBMS yang mendukung hubungan (relation) antara tabel-tabel didalam database. Selain RDBMS ada beberapa jenis DBMS yang lain seperti Hierarchy DBMS dan Object Oriented DBMS.

Beberapa contoh DBMS terkemuka didunia diataranya MySQL, Microsoft SQL Server, Oracle, DB2, Xbase, Interbase, Sybase, Microsoft Access, dBase III dan Foxpro. Masing-masing DBMS tersebut mempunyai lisensi yang tertentu seperti MySQL yang berlisensi Open Source dan Microsoft SQL Server yang berlisensi Komersial.

Apakah itu User, Username dan Password Database ?

Didalam sebuah DMBS kita bisa membuat banyak database. Untuk mempermudah pengelolaan masing-masing database tersebut dibuatlah sistem pengelolaan berdasarkan pengguna yang selanjutnya disebut dengan User. Masing-masing User dapat mengelola database-nya sendiri tanpa interfensi dari User yang lain.
Setiap User harus mempunyai nama yang selanjutnya disebut dengan Username. Nama ini berfungsi untuk identifikasi User pada DBMS. Nama ini harus unik dan berbeda didalam sebuah Server database. Username juga diperlukan saat proses login ke database.
Untuk mengamankan akun, masing-masing Username dilindungi dengan sebuah kunci yang selanjutnya disebut dengan Kata Sandi atau Password. Jadi untuk bisa mengelola sebuah database, Seorang User harus melalukan login lebih dahulu dengan menggunakan Username dan Password yang telah ditentukan.

struktur database

Penggunaan Database pada Website

Meskipun website diciptakan pada tahun 1990, namun database mulai digunakan pada website sekitar tahun 1995. Bermula dari tahun 1994, saat itu TcX, sebuah perusahaan asal Swedia ingin mengembangkan aplikasi berbasis web dengan database UNIREG yang merupakan cikal bakal lahirnya MySQL.
Masalah muncul ketika UNIREG dianggap tidak cocok untuk aplikasi dinamis seperti web. TcX kemudian mencari alternatif dengan menggunakan mSQL(miniSQL). Namun mSQL versi 1 ini performanya kurang bagus karena belum mendukung Indexing.
Untuk mengatasi hal itu dibuatlah project untuk menggabungkan UNIREG dengan mSQL(yang kodenya bersifat open source) sehingga lahirlah database baru yang diberi nama MySQL AB pada tahun 1995. Tercatat nama David Axmark dan Michael “Monty” Widenius yang merupakan pendiri MySQL AB ini.

Referensi :

  • //en.wikipedia.org/wiki/Database
  • //id.wikipedia.org/wiki/MySQL

Filed Under: PHP

Fungsi-fungsi PHP untuk Array

6 November 2014 By Eko Purnomo

Fungsi-fungsi PHP untuk Array

PHP menyediakan beberapa fungsi bawaan untuk mengakses dan memanipulasi array. Fungsi fungsi tersebut sudah tertanam dalam core PHP sehingga bisa langsung bisa dipakai tanpa harus melalukan instalasi tambahan.

Kegunaan dari fungsi-fungsi tersebut bisa dikelompokkan dalam beberapa garis besar diantaranya seperti sotring array (mengurutkan array), mengatur pointer array dan melakukan pencarian didalam array. Setiap penggunaan fungsi harus diikuti dengan tanda kurung buka “(” dan kurung tutup “)” misalnya fungsi array().

Berikut ini beberapa fungsi PHP untuk array :

Fungsi Keterangan
array () Menciptakan sebuah array
array_change_key_case () Mengubah semua key dalam array ke huruf kecil atau huruf besar.
array_chunk () Membagi array menjadi potongan array
array_column () Mengembalikan nilai dari satu kolom dalam array masukan
array_combine () Menciptakan sebuah array dengan menggunakan unsur-unsur dari satu “kunci” array dan satu “nilai-nilai” array
array_count_values ​​() Menghitung semua nilai dari array
array_diff () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan nilai saja)
array_diff_assoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai)
array_diff_key () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci saja)
array_diff_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_diff_ukey () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_fill () Mengisi array dengan beberapa nilai
array_fill_keys () Mengisi array dengan nilai lalu menentukan kunci
array_filter () Memfilter nilai dari sebuah array menggunakan fungsi callback
array_flip () Membalikkan / mengubah kunci dengan nilai-nilai yang terkait dalam array
array_intersect () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan nilai saja)
array_intersect_assoc () Membandingkan array dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai-nilai)
array_intersect_key () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci saja)
array_intersect_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_intersect_ukey () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_key_exists () Memeriksa apakah kunci tertentu ada dalam array
array_keys () Mengembalikan semua kunci array
array_map () Mengirim setiap nilai array ke fungsi buatan pengguna yang mengembalikan nilai-nilai baru
array_merge () Menggabungkan satu atau lebih array menjadi satu array
array_merge_recursive () Menggabungkan satu atau lebih array ke dalam satu array rekursif
array_multisort () Mengurutkan beberapa array atau multi-dimensi array
array_pad () Menyisipan sejumlah item tertentu dengan nilai tertentu ke dalam array
array_pop () Menghapus elemen terakhir dari array
array_product () Menghitung produk dari nilai-nilai dalam array
array_push () Menyisipan satu atau lebih elemen ke akhir array
array_rand () Mengembalikan satu atau lebih kunci acak dari array
array_reduce () Mengembalikan sebuah array sebagai string, menggunakan fungsi yang ditetapkan pengguna
array_replace () Menggantikan nilai-nilai dari array pertama dengan nilai-nilai dari array berikutnya
array_replace_recursive () Menggantikan nilai-nilai dari array pertama dengan nilai-nilai dari array rekursif berikutnya
array_reverse () Mengembalikan sebuah array dalam urutan terbalik
array_search () Mencari array untuk nilai yang diberikan dan mengembalikan kunci
array_shift () Menghapus elemen pertama dari array, dan mengembalikan nilai dari elemen yang dihapus
array_slice () Mengembalikan bagian tertentu dari array
array_splice () Menghapus dan menggantikan elemen tertentu dari sebuah array
array_sum () Mengembalikan hasil penjumlah nilai dalam array
array_udiff () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan nilai saja, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_udiff_assoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi built-in untuk membandingkan kunci dan fungsi yang ditetapkan pengguna untuk membandingkan nilai)
array_udiff_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan dua fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan pengguna)
array_uintersect () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan nilai saja, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_uintersect_assoc () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi built-in untuk membandingkan kunci dan fungsi yang ditetapkan pengguna untuk membandingkan nilai)
array_uintersect_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan dua fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan pengguna)
array_unique () Menghapus nilai ganda dari array
array_unshift () Menambahkan satu atau lebih elemen ke awal array
array_values ​​() Mengembalikan semua nilai dari array
array_walk () Menerapkan fungsi pengguna untuk setiap anggota array
array_walk_recursive () Menerapkan fungsi pengguna secara rekursif untuk setiap anggota array
arsort () Mengurutkan array asosiatif descending berdasarkan nilai
asort () Mengurutkan array asosiatif ascending berdasarkan nilai
compact () Membuat array yang berisi variabel dan nilai-nilai array tersebut
count () Mengembalikan jumlah elemen dalam array
current () Mengembalikan elemen saat ini dalam array
each () Mengembalikan pasangan kunci dan nilai sekarang dari array
end () Mengatur pointer internal array pada elemen terakhir
extract () Mengimpor variabel ke dalam tabel simbol current dari array
in_array () Memeriksa apakah nilai tertentu ada dalam array atau tidak
key () Mengambil kunci dari array
krsort () Mengurutkan array asosiatif descending berdasarkan kunci
ksort () Mengurutkan array asosiatif ascending berdasarkan kunci
list () Menetapkan variabel jika mereka bedara dalam sebuah array
natcasesort () Mengurutkan array menggunakan algoritma “natural order” case sensitif
natsort () Mengurutkan array menggunakan algoritma “natural order”
next () Memajukan posisi pointer didalam array
pos () Alias dari current ()
prev () Memundurkan posisi pointer didalam array
range () Menciptakan sebuah array yang berisi berbagai elemen
reset() Mengatur pointer internal array pada elemen pertama
rsort () Mengurutkan array terindeks dalam urutan descending
shuffle () Mengacak array
sizeof () Alias ​dari ​count ()
sort () Mengurutkan array terindeks dalam urutan ascending
uasort () Mengurutkan array berdasarkan nilai fungsi perbandingan yang dibuat oleh pengguna
uksort () Mengurutkan array berdasarkan kunci fungsi perbandingan yang dibuat oleh pengguna
usort () Mengurutkan array menggunakan fungsi perbandingan yang dibuat oleh pengguna

Referensi:

  • //www.w3schools.com/php/php_ref_array.asp

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • …
  • 17
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com