Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Mengapa Saya Memilih Menggunakan Linux ?

18 Februari 2015 By Eko Purnomo

logo Linux

Sudah hampir setahun ini saya memilih menggunakan sistem operasi Linux untuk komputer pribadi maupun komputer kerja di perusahaan. Beberapa pekerjaan seperti programming, office, mikro kontroller, design PCB, internet, ngeblog dan lain-lain sudah bisa saya jalani dengan nyaman bersama Linux. Memang ada problem yang saya alami saat menggunakan Linux, namun hal itu bisa teratasi berkat kemauan untuk belajar dan kerja keras untuk mencoba dan terus mencoba.

Awal mula saya mengenal Linux sekitar tahun 2008, saat itu dikenalkan dengan Linux Mandriva 2007 dengan desktop sistem KDE oleh seorang teman. Saat mengenal Linux pertama kali itu saya belum terlalu berminat karena ketika sudah coba diinstal ternyata ada masalah pada driver sound card yang menyebabkan suara yang tidak muncul. Distribusi Linux Mandriva 2007 yang saya pakai ternyata belum support dengan tipe mainboard saya. Karena masih awam dan belum tahu banyak tentang Linux ditambah lagi belum punya koneksi internet, maka masalah tersebut tidak bisa saya atasi dan akhirnya kembali menggunakan Windows.

Selang beberapa tahun kemudian baru muncul lagi semangat untuk menggunakan Linux setelah mendapat informasi dari seorang teman bahwa sekarang Linux sudah lebih lengkap dan mudah untuk digunakan. Koneksi internet menggunakan Linux juga sangat gampang dan tidak perlu setting yang rumit.

Akhirnya pada awal tahun 2014 yang lalu saya putuskan untuk 100% menggunakan Linux untuk komputer pribadi dan kantor tempat bekerja setelah sebelumnya menggunakan Linux berdampingan dengan Windows.

Apa itu Linux ?

Linux adalah sistem operasi yang dibuat untuk komputer. Linux merupakan sistem operasi turunan dari Unix. Linux bersifat gratis dengan kode program sumber terbuka (open source). Linux dikembangkan oleh komunitas-komunitas pengembang Linux yang ada di seluruh dunia.

Sistem operasi Linux kemudian terbagi menjadi beberapa jenis atau turunan yang lazim disebut dengan Distro. Yang paling terkenal saat ini adalah distro Linux Ubuntu. Distro Linux yang lain diantaranya adalah SuSE, Red Hat, Linux Mint dan masih banyak lagi distro Linux yang lain.

Linus Torvalds - Pencipta Kernel Linux

Linux dibuat oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Linus Torvalds adalah seorang mahasiswa yang berasal dari Universitas Helsinki Finlandia. Nama Linux diambil dari nama penciptanya. Oleh Linus Torvalds, kode program Linux dirilis secara bebas atau disebut dengan open source dan bernaung dibawah lisensi GPL (GNU Public Lisense).

Mengapa Memilih Menggunakan Linux ?

Ada beberapa alasan yang menyebabkan saya memilih dan setia menggunakan linux setidaknya sampai saat ini:

1. Linux Gratis

Ini adalah alasan utama saya menggunakan Linux. Minimnya dana dan keinginan untuk tidak menggunakan software bajakan seperti Microsoft Windows dan aplikasi yang diinstal didalamnya membuat saya mantap menggunakan Linux. Meski harus mencari distro yang cocok diantara beberapa pilihan distro yang ada, saya tidak putus asa dan yakin kalau Linux adalah pilihan saya.

Terlepas dari itu semua, sebetulnya tidak ada yang salah pada Windows. Sistem operasi ini telah mengenalkan saya pada dunia komputer, bahkan sebelum menggunakan Windows saya merupakan pengguna DOS aktif terutama di tempat kerja. Saat itu hampir semua program berjalan under DOS. Hanya saja biaya yang dikeluarkan untuk membangun seperangkat komputer sangat mahal menurut saya jika harus ori semua. Silahkan hitung sendiri harga Windows, Office, Corel, Photoshop, Autocad dan lain-lain.

Pilihan menggunakan Linux bukan didasari karena Windows jelek atau yang lain, namun hanya karena belum mampu dan belum ingin membeli Windows saja. Hal ini didasari pada kenyataan jika kita menggunakan tapi tidak membeli Windows, berarti kita membajak dan ini tentu tindakan yang kurang baik dilihat dari sudut pandang manapun.

2. Linux bisa berjalan dengan normal dan stabil pada komputer yang saya pakai

Alasan kedua adalah saya telah menemukan distro Linux yang bisa berjalan dengan normal dan stabil pada komputer saya dirumah dan dikantor. Meski untuk mencapai saat ini, banyak yang harus dilakukan dan dipelajari.

Penyebab dulu saat meninggalkan Mandriva 2007 adalah karena tidak support salah satu hardware pada motherboard yang saya pakai. Kini saya menggunakan Linux Mint dan semua hardware dapat bekerja dengan baik dan stabil.

3. Linux sudah relatif mudah dipelajari dan mudah digunakan

Pandangan bahwa Linux itu sulit semakin lama semakin terkikis seiring dengan semakin terbiasanya saya dengan lingkungan sistem operasi Linux. Bahkan sekarang seolah-olah menggunakan Linux saya rasakan lebih mudah dibanding dengan Windows. Salah satunya adalah saat menghubungkan perangkat Android pada mode USB tethering pada Linux bisa langsung bekerja dengan baik tanpa setting yang rumit.

Hal ini berbeda dengan yang saya alami pada sistem operasi Windows, dimana saat perangkat terhubung hal pertama yang saya temui adalah permintaan untuk menginstal driver. Dan hal ini jelas menyulitkan dan saya rasa tidak nyaman karena terbiasa dengan kondisi “Plug and Jreng” alias colok langsung pakai pada Linux.

4. Linux bisa mendukung aktivitas dan pekerjaan rutin saya

Satu lagi alasan yang penting dan bisa jadi pertimbangan bagi anda yang membaca artikel ini dan ingin menggunakan Linux adalah pastikan aktivitas pekerjaan dan rutinitas kita tidak terganggu setelah beralih ke Linux.

Sebagai contoh dapat saya gambarkan aktivitas sehari-hari seperti browsing internet termasuk download dan upload, chatting, play film, play music dan video, transfer file dengan USB flashdisk dan memori card semua sudah bisa dijalankan dengan baik di Linux.

Bagi yang memiliki pekerjaan khusus seperti yang saya lakukan misalnya pemrograman web (PHP, MySQL dan Javascript), pemrograman mikrokontroller (AVR ATMEGA) dan Layout PCB juga sudah bisa saya jalankan dengan baik di Linux. Sebagai tambahan, bagi pengguna Autocad sudah ada penggantinya di Linux yaitu Draftsight.

Jadi silahkan cari informasi tentang pekerjaan dan rutinitas anda apakah bisa berjalan dengan baik di Linux. Atau bisa juga kontak saya melalui komentar atau email seandainya ada yang bisa dibantu. InsyaAllah akan saya bantu sebisa dan semampu saya.

5. Banyak aplikasi yang tersedia di Linux

Jika anda pengguna Android tentu tidak asing dengan yang namanya Play Store. Nah, di Linux sebetulnya sudah lebih dulu menerapkan sistem mirip “Play Store” ini. Bedanya di Linux ini disebut dengan repositori.

Dengan adanya repositori maka kita bisa dengan bebas menginstal program ke dalam komputer Linux yang kita pakai semudah instal dari playstore. Bedanya jika untuk mengakses Play store dibutuhkan akun google maka untuk mengakses repositori ini tidak.

Pada repositori terdapat ribuan aplikasi yang bebas diunduh dan diinstal. Sebagai contoh untuk sistem operasi Linux Mint yang saya pakai sekarang menggunakan repositori dari Ubuntu, saat ini sudah tersedia hampir 75 ribu aplikasi dan librari siap instal.

6. Beberapa program under Windows sudah bisa dijalankan di Linux

Selain menjalankan program under Linux, pada Linux juga bisa dijalankan program under Windows seperti misalnya Format Factory, sebuah program konversi file multimedia yang cukup terkenal. Contoh lain adalah Diptrace, sebuah program lay out PCB yang saya pakai saat ini.

Untuk menjalankan program under Windows di Linux, kita bisa menggunakan beberapa cara seperti yang paling populer adalah Wine. Wine adalah singkatan dari Windows Emulator, artinya program under Windows dijalankan diatas emulator pada Linux.

7. Linux bebas virus

Ini adalah masalah klasik dan utama pada pengguna Windows. Banyaknya anti virus membuktikan bahwa sistem operasi Windows sangat rentan terhadap virus, dan hal ini tidak demikian dengan Linux. Beragamnya distro Linux dan sistem keamanan pada Linux yang saya rasa lebih baik dibanding Windows membuat Linux tidak diserang virus, setidaknya sampai saat ini.

Jadi sekarang hari-hari saya sudah tidak dipusingkan oleh masalah virus seperti sekedar meluangkan waktu untuk update anti virus dan bahkan memperbaiki atau instal ulang Windows karena terlanjur terserang virus. Selama menggunakan Linux satu tahun ini, alhamdulillah saya aman dari virus meski tanpa menggunakan anti virus.

8. Linux membuat saya beda dengan yang lain

Ini adalah faktor yang relatif tidak penting sebetulnya dan anda bisa skip untuk tidak membaca poin 8 ini. Pengalaman menggunakan Linux persis seperti saat saya melakukan custom rom pada android. Motivasinya antara lain adalah membuat perangkat kita berbeda dari yang lain dan itu merupakan kepuasan tersendiri bagi saya.

Banyaknya kustomisasi yang ada pada Linux membuat Linux yang satu dengan Linux yang lain terlihat berbeda meskipun menggunakan distro yang sama. Seperti misalnya panel (atau taskbar pada Windows) bisa ditaruh diberbagai tempat dan bisa diganti-ganti modelnya. Tulisan Start yan populer pada Windows misalnya bisa diganti Mulai, Go atau yang lain sesuka kita. Selain itu masih banyak lagi pengaturan-pengaturan yang bisa dipastikan akan berbeda antara satu pengguna dengan pengguna Linux yang lain.

9. Adanya motivasi dalam diri saya untuk menjadi proyek percontohan Linux bagi teman-teman

Setelah bisa dan nyaman menggunakan Linux, satu hal yang saya ingin lakukan adalah memberi tahu teman-teman termasuk anda para pembaca blog ini untuk ikut serta menggunakan Linux. Saya berusaha menjadi contoh dan bisa jadi bahan percobaan bagi para pemula yang ingin menggunakan Linux.
Dengan sharing, bertukar permasalahan dan mencari solusi bersama maka komunitas Linux akan sekain kuat dan tentunya ini baik untuk perkembangan dunia komputer khususnya di Indonesia agar menjadi lebih cerdas dan tidak terpaku pada Windows saja.

Kesimpulan

Sekian dulu tulisan yang panjang ini, semoga Linux membuat kita menjadi lebih baik dan meninggalkan ketergantungan terhadap software bajakan seperti saat kita menggunakan Windows dan program-program bajakan yang ada didalamnya seperti Microsoft Office, Corel Draw, Autocad dan sebagainya. Sebaiknya mulai dipikirkan tentang legalitas dari aktivitas kita karena menggunakan software bajakan tersebut.
Salam Linux dan Open Source Indonesia.

Sumber gambar :

  • Logo Linux = www.guza.co.za
  • Foto Linuz Torvalds = Internet, saya lupa alamat web-nya.

          Filed Under: Komputer

          Cara Menyimpan File di Dropbox

          17 Februari 2015 By Eko Purnomo

          dropbox

          Satu lagi layanan penyimpanan file secara online yaitu Dropbox. Cara menyimpan file di Dropbox mirip dengan cara menyimpan file di Google Drive. Kita hanya cukup melakukan registrasi dengan alamat email dan kita sudah bisa menikmati layanan Dropbox. Namun pada Dropbox ada sedikit perbedaan layanan, yaitu jika pada Google Drive kita bisa menympan sampai 15GB maka pada Dropbox kita hanya disediakan space sebesar 2GB saja.

          Sekilas tentang Dropbox

          Dropbox adalah layanan penyimpanan file milik Dropbox, Inc. Layanan Dropbox memungkinkan pengguna untuk menyimpan file, mengunduh file dan berbagi file melalui jaringan internet. Dropbox juga membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan sinkronisasi dengan folder lokal pada komputer.
          Pada dasarnya kita bisa menikmati layana Dropbox secara gratis dengan kapasitas sampai 2GB. Jika dirasa kurang, Dropbox menyediakan layanan berbayar yang diperuntukkan bagi kalangan bisnis dan profesional. Kapasitas yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari 50GB, 100GB bahkan bisa sampai 1TB.
          Dropbox dibuat oleh Drew Houston pada tahun 2007 sekaligus pemilik dari Dropbox, Inc. Ide dasar munculnya Dropbos bermula saat Houston mengalami masalah ketika USB Flashdisk-nya sering ketinggalan dirumah. Ia mengatakan kalau layanan penyimpanan file yang ada saat itu dinilai tidak maksimal, banyak error dan cenderung tidak praktis. Sebagai solusi dia kemudian membuat sebuah layanan penyimpanan yang akhirnya berguna juga bagi orang lain. layanan itu adalah Dropbox.

          Proses Menyimpan File di Dropbox

          1. Buka alamat website Dropbox di www.dropbox.com

          dropbox-home
          2. Silahkan klik Sign Up untuk membuat akun baru. Isi nama depan, nama belakang lalu alamat email dan password untuk login. Centang I agree… lalu klik Sign up.

          dropbox-signup
          3. Selanjutnya kita akan ditampilkan tiga layanan Dropbox dan diminta untuk memilih salah satu layanan ini. Pilih yang gratis saja yaitu Dropbox basic.

          dropbox-option
          4. Kemudian kita akan diarahkan ke halaman instalasi aplikasi sesuai dengan sistem operasi yang dipakai. Karena saya menggunakan Linux maka yang tampil adalah opsi installer untuk sistem operasi Linux seperti ini.

          dropbox-download
          5. Lewati saja proses ini lalu lanjutkan proses setup Dropbox dengan klik icon Dropbox disebelah atas. Kita akan diarahkan ke Get Started pada halaman dasbor.

          dropbox-get-started
          6. Untuk melihat daftar file, silahkan klik menu File dan akan tampak daftar file yang ada pada drive Dropbox kita.

          dropbox-file
          7. Buat folder baru dengan kllik icon New Folder yang ada disebelah atas, misalnya kita beri nama Foto.

          dropbox-new-folder
          8. Klik icon upload file untuk menambahkan file pada folder Foto didalam drive Dropbox kamudian pilih file yang akan diupload.

          dropbox-pilih-file-upload
          9. Kemudian akan dilanjutkan dengan proses upload file, silahkan tunggu beberapa saat bergantung dari kecepatan koneksi dan besar file yang diupload.

          dropbox-upload-file
          10. Setelah file berhasil di-upload, nama file akan muncul pada daftar file didalam folder Foto tadi.

          dropbox-list-file
          11. Untuk melihat tampilan file foto yang baru saja kita upload, silahkan klik menu Photo yang ada dibawah menu File.

          dropbox-foto
          12. Kita juga bisa berbagi file dalam drive Dropbox kita dengan menggunakan menu Sharing yang ada dibawah menu Photo.

          dropbox-sharing
          13. Untuk pengaturan akun, kita bisa gunakan beberapa pilihan menu yang ada pada pengaturan user.

          dropbox-akun
          14. Jika sudah selesai silahkan Log Out dan selanjutnya kita tinggal login menggunakan email dan password saat registrasi tadi.

          dropbox-masuk
          Secara garis besar cara menyimpan file di Dropbox sekilas sama dengan cara menyimpan file pada Google Drive. Bedanya pada Dropbox kita hanya dijatah 2GB saja per akun, sedangkan pada Google Drive kita disediakan 15Gb per akun. Namun jika anda menyukai fitur Dropbox dan dirasa 2GB masih kurang, silahkan buat akun lagi saja. Karena Dropbox tidak membatasi akun, selama menggunakan alamat email yang berbeda.

          Kita juga bisa instal aplikasi Dropbox tersedia dalam berbagai pilihan sistem operasi seperti Linux, Windows MacOS dan android. Dengan menginatal aplikasi ini kita bisa melakukan fitur penting Dropbox yaitu sinkronisasi folder dan file.

          Filed Under: Internet

          Cara Menyimpan File di Google Drive

          16 Februari 2015 By Eko Purnomo

          google drive

          Sehubungan dengan tulisan sebelumnya tentang anjuran untuk stop menyimpan file dalam CD/DVD, sekarang kita akan mencoba alternatif metode penyimpanan lain secara online dengan Google Drive. Cara menyimpan file di Google Drive tidak sesulit yang dibayangkan bahkan bagi pemula sekalipun. Yang dibutuhkan hanyalah koneksi internet berserta akun pada masing-masing layanan dan kita sudah bisa menikmati penyimpanan secara gratis dan aman.

          Sekilas Tentang Google Drive

          Google Drive adalah produk layanan Google yang digunakan untuk menyimpan file secara gratis sampai 15GB. Google Drive pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Untuk bisa menggunakan Google Drive kita cukup login dengan akun Google yang telah kita miliki. Jika 15GB dirasa masih kurang kita bisa upgrade kapatisa penyimpanan dengan biaya tertentu.

          Cara penggunaan Google Drive seperti misalnya cara upload dan download file relatif mudah. Selain penyimpanan, kini Google Drive juga dilengkapi berbagai aplikasi online seperti Dokumen Writer, Spreadsheet dan PDF Viewer. Selain lewat web, Google Drive juga bisa diakses melalui aplikasi Android yang bisa didownload secara gratis di PlayStore.

          Proses Menyimpan File di Google Drive

          1. Buka alamat Google Drive di //www.googledrive.com atau //drive.google.com

          google drive-home

          2. Login dengan username dan password akun Google yang kita miliki

          google drive-login

          3. Jika benar kita akan diarahkan ke halaman dashbor Google Drive

          google drive-dasbor

          4. Untuk membuat folder, silahkan klik tombol New lalu pilih Folder dan masukkan nama folder baru misalnya Foto

          google drive-new folder

          5. Jika benar maka folder baru akan muncul sesuai nama Folder yang kita masukkan tadi.

          google drive-new folder

          6. Silahkan Dobel klik pada nama Folder untuk membuka folder

          google drive-open folder

          7. Untuk mengupload file ke folder, silahkan klik dan drag file pada explorer atau file manager lalu lepaskan pada window Google Drive

          google drive-upload file

          8. Kemudian akan dimulai proses upload dengan lama upload tergantung dari kecepatan koneksi dan besar file, silahkan tunggu beberapa saat sampai proses upload selesai

          google drive-selesai upload file

          9. Jika berhasil maka file yang kita upload akan muncul pada Google Drive.

          google drive-tampilan file

          10. Untuk upload beberapa file sekaligus, silahkan select dulu file-file yang akan di-upload lalu klik dan drag kemudian taruh pada window Google Drive seperti langkah no.7

          Demikian penjelasan cara menyimpan file di Google Drive secara singkat. Sebetulnya banyak sekali fitur yang ada pada Google Drive seperti membuat dokumen, berbagi file dan lain-lain. Silahkan coba-coba sendiri fitur-fitur Google Drive tersebut.

          Selain Google Drive, ada layanan lain yang juga patut kita coba untuk menyimpan file, yaitu Dropbox. Untuk penjelasan tentang cara menyimpan file pada Dropbox insyaAllah akan dijelaskan pada tulisan selanjutnya.

          Filed Under: Internet

          Stop! Menyimpan File dalam Kepingan CD/DVD

          15 Februari 2015 By Eko Purnomo

          Jika anda masih punya kebiasaan atau mau rencana menyimpan file didalam kepingan CD sebagai backup data atau dokumentasi, sebaiknya segera hentikan sekarang. Mengapa demikian, jawabannya adalah resiko data anda akan hilang dalam beberapa waktu dekat meskipun kepingan CD tersebut tidak kotor atau tergores dan sudah disimpan dalam tempat khusus sekalipun.

          Sekilas tentang CD dan DVD

          CD adalah singkatan dari Compact Disk. Awal mula munculnya CD adalah sebagai media penyimpanan file musik sebagai pengganti pita kaset. Saat itu CD menjadi primadona audio karena kualitas suaranya yang halus dan tanpa noise dan distorsi. Hal ini karena CD menerapkan teknologi digital dimana sinyal audio yang dihasilkan pasti sesuai dengan yang disimpan didalam CD.

          Dengan perkembangan dunia digital terutama dunia komputer, penggunaan CD menjadi semakin luas dengan ditandai munculnya CD-ROM komputer pada sekitar tahun 90an sejak munculnya Windows 98. Penggunaan CD sudah tidak lagi hanya sebagai media penyimpanan sinyal audio (musik) namun sudah meluas fungsinya sebagai media penyimpan data, seperti CD driver hardware komputer.

          Contoh keping DVD+RW

          DVD adalah media penyimpanan yang lebih besar kapasitasnya dibanding CD.  DVD bisa menyimpan sampai 4.7GB sedangkan CD hanya sekitar 700MB saja. Penggunaan DVD sebagai media penyimpan data di mulai seingat saya sekitar tahun 2005, saat itu muncul rilis Windows Vista dalam format DVD. Penggunaan DVD sebelumnya dipakai untuk media menyimpan film, yaitu sekitar tahun 2001 saat mulai bermunculan DVD player di pasaran.

          Resiko Backup File dengan CD dan DVD

          Penggunaan CD menjadi lebih “memasyarakat” setelah muncul produk CD-RW, yaitu sebuah hardware yang tidak hanya bisa membaca data dari Cd namun juga bisa merekam data kedalam CD. Saat itu beberapa pengguna komputer termasuk saya dan teman-teman berpikir menyimpan data penting didalam CD untuk mengantisipasi hilangnya data jika harddisk komputer mengalami kerusakan.

          Banyak sekali data yang saya backup saat itu, diantaranya yang terpenting adalah file-file dokumentasi foto dan video keluarga dan teman dekat. Saat itu saya berfikir akan aman jika CD yang saya gunakan untuk backup saya taruh didalam casing disk yang baik lalu saya simpan dilemari tanpa tersentuh tangan sembarangan.

          Namun apa yang terjadi beberapa waktu kemudian, entah tepatnya kapan dari waktu backup saya tidak ingat. Yang pasti saat saya butuh data gambar untuk keperluan tertentu apa yang saya alami sungguh mengecewakan. CD yang saya pakai untuk menyimpan data tadi sudah tidak bisa dibaca meskipun secara fisik masih bagus, mulus, cling dan relatif tidak tergores yang berarti .

          Semula saya berfikir hal ini hanya berlaku untuk kepingan CD, sehingga saya alihkan media backup data saya kedalam kepingan DVD. Saya tidak ingat kapan namun yang pasti waktu itu sudah banyak dijual disk DVD blank dan juga perangkat DVD RW tentunya. Saya sempat berfikir menyimpan file didalam kepingan DVD lebih efisien karena satu keping DVD bisa menyimpan sampai 4.7GB sekitar 4 kali lipat dari kepingan CD.

          Contoh Sebuah perangkat DVD RW merk Samsung

          Setelah beberapa waktu saya coba buka DVD tempat saya membackup file dan ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan CD. DVD sudah mulai sulit dibaca meski baru beberapa bulan saja. Apakah ini karena kepingan CD atau DVD nya murah? ternyata tidak juga. Keping CD R yang saya beli lebih mahal dengan berfikir akan awet ternyata malah lebih dulu rusak, yang lebih murah malah justru rusaknya belakangan.

          Jika memang harus menggunakan CD atau DVD sebagai media penyimpanan, pastikan itu hanya sementara untuk keperluan jangka pendek dan tidak bukan bersifat permanen sampai beberapa tahun kedepan. CD dan DVD tetap dibutuhkan sebagai salah satu penyimpanan yang praktis dan aman dari virus. Hal ini disebabkan karena CD dan DVD bersifat Read Only atau hanya bisa dibaca saja, jadi tidak seperti flashdisk atau memory card yang bisa dengan mudah disusupi virus.

          Lalu harus disimpan dimana?

          Di era internet dan smartphone saat ini lebih realistis jika kita mulai melirik media pengimpanan berbasis cloud. Singkatnya kita simpan saja file tersebut diinternet, disebuah tempat yang dijamin tidak rusak karena dikelola secara profesional meski beberapa layanan menyediakan fasilitas gratis untuk batas penyimpanan tertentu.

          Untuk menyimpan file di internet, kita harus mempunyai tempat yang menyediakan jasa penyimpanan khususnya yang gratis. Ada beberapa alternatif penyimpanan diinternet yang bisa dipilih seperti Google Drive, Dropbox, 4Shared, Mediafire dan masih banyak lagi. Untuk menggunakan jasa penyimpanan yang gratis tersebut kita hanya perlu membuat akun dengan alamat email saja.

          File-file yang kita simpan di tempat-tempat tersebut insyaAllah aman karena meskipun gratis tapi layanan tersebut dikelola secara profesional dengan standar penanganan yang sudah sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. File-file kita akan disimpan didalam drive-drive server yang dimaintenance secara berkala dengan dukungan sistem operasi yang handal dan hardware-hardwae yang berkualitas baik.

          Untuk cara penyimpanan pada Google Drive dan Dropbox insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

          Filed Under: Komputer

          Cara Upload File ke Server dengan FileZilla FTP Client

          15 Februari 2015 By Eko Purnomo

          Proses yang harus dilakukan setelah semua script website berhasil dibuat adalah menaruhnya pada drive komputer server. Proses ini disebut dengan mengunggah file atau lazimnya disebut upload file. Untuk melakukan proses upload file ke server kita bisa menggunakan tool yang disediakan melalui CPanel atau dengan software FTP Client. Pada artikel ini akan dijelaskan tentang cara upload file ke server dengan software FileZilla FTP Client.

          FileZilla FTP Client adalah salah satu software FTP Client yang lumayan populer dikalangan pembuat website. Salah satu yang membuatnya disukai adalah sifatnya yang gratis dan bisa berjalan dengan stabil pada Windows dan Linux. Ini penting terutama bagi saya yang memutuskan untuk total menggunakan Linux padahal masih awam dan belum banyak mengerti tentang terminal. Tampilan FileZilla yang bersifat Graphical sangat membantu dibanding harus upload file melalui terminal.

          Instalasi FileZilla FTP Client

          Sebelum menggunakan FileZilla FTP Client kita harus menginstalnya lebih dahulu. Karena FileZilla FTP Client bersifat gratis maka kita tidak perlu membeli software ini dan bisa bebas untuk mendownload langsung dari situsnya.

          Untuk sistem operasi Windows, silahkan download file installer exe pada alamat //filezilla.sourceforge.net lalu jalankan file installer kemudian ikuti proses dan next next sampai selesai.

          Untuk sistem operasi Linux yang berbasis Ubuntu seperti yang sedang saya pakai sekarang, Linux mint kita tinggal konek internet lalu ketik perintah sudo apt-get install filezilla pada terminal dan tunggu sampai proses selesai.

          Untuk menjalankan FileZilla silahkan klik shorcut yang ada pada start menu, jika benar akan tampil window FileZilla FTP Client seperti ini.

          Login ke FTP Server dengan FileZilla FTP Client

          Setelah berhasil instal FileZilla FTP Client, selanjutnya kita harus membuat koneksi sebelum bisa login ke komputer FTP Server. Untuk itu kita bisa masuk ke menu File lalu pilih Site manager kemudian buat koneksi baru dengan menekan tombol New Site.

          Silahkan isi parameter dengan data data seperti berikut ini :

          1. Host, diisi dengan nama host. biasanya sama dengan nama website
          2. Port bisa dikosongi atau diisi dengan port dari host misal:80.
          3. Protocol, diisi sesuai dengan protocol FTP Server, misalnya default FTP saja.
          4. Encryption, diisi dengan model Enkripsi FTP, mudahnya pilih Use Plain FTP saja.
          5. Logon type, diisi dengan Normal.
          6. User, diisi dengan nama user FTP.
          7. Password, diisi dengan password FTP.
          User dan password FTP kita peroleh saat mendaftar domain dan hosting. Setelah semua benar silahkan klik Connect untuk menghubungkan ke server FTP.
          Selain dengan cara diatas, kita bisa juga mengisi host, user, password dan port pada input text yang ada di halaman depan lalu klik tombol Quickconnect.
          Berikut ini screenshot proses koneksi FileZilla FTP Client dari repository FileZilla pada Ubuntu :

          Manajemen File dengan FileZilla FTP Client

          Jika login telah berhasil, maka selanjutnya kita bisa melakukan beberapa operasi manajemen file melalui FileZilla FTP Client. Kita bisa melakukan upload beberapa file sekaligus atau bisa sebaliknya download beberapa file sekaligus. Kita juga bisa melihat-lihat isi folder pada FTP server layaknya pada aplikasi file manager seperti Nemo, Dolphin, Nautilus atau Windows Explorer.

          Berikut ini adalah screenshot setelah kita berhasil membuka direktori server dari repository FileZilla pada Ubuntu :

          Tampilan disebelah kiri adalah adalah folder komputer lokal dan tampilan sebelah kanan adalah folder pada komputer server. Untuk melakukan upload tinggal klik dan drag file pada komputer lokal lalu taruh pada komputer server. Pastikan taruh file pada folder yang sesuai, misalnya file-file website biasanya ditaruh pada folder public_html atau foldet www.

          Untuk mendownload file dari komputer server kita tinggal membalik langkah diatas saja. Klik dan drag file pada komputer server lalu taruh pada komputer lokal. Setiap proses upload dan download ditandai dengan progres bar disebelah bawah.

          Jika kita ingin memutuskan koneksi ke server, silahkan klik tombol disconnect pada toolbar (tombol dengan icon tanda silang warna merah). Atau jika terburu-buru silahkan close saja program FileZilla-nya.

          Filed Under: Website

          Apa itu FTP ?

          15 Februari 2015 By Eko Purnomo

          FTP adalah singkatan dari File Transfer Protocol. FTP adalah sebuah jalur koneksi untuk saling bertukar IP melalui protocol TCP/IP. Singkatnya FTP digunakan untuk mengirim dan menerima file melalui internet. Berbeda dengan HTTP yang menggunakan port 80 dan HTTPS yang menggunakan port 443, FTP menggunakan port 21.

          Transfer file melalui FTP lebih cepat dan stabil karena protokol yang dipakai oleh FTP Server dan FTP Client memang khusus dibuat untuk transfer file. Hal ini berbeda dengan model transfer file melalui HTTP, dimana proses transfer file dikerjakan oleh aplikasi yang dibuat dengan script PHP atau javascript menggunakan port 80.

          Fungsi FTP

          Secara sederhana FTP berfungsi hanya untuk tujuan transfer file, baik itu dari client ke server atau sebaliknya dari server ke client. Proses transfer file dari client ke server disebut upload dan proses transfer dari server ke client disebut download.

          Dalam perkembangannya, fungsi FTP bisa menjadi lebih luas diantaranya :

          1. Sarana transaksi dan menyimpan file dari suatu project bebas (open source) seperti Linux dan aplikasi yang berbasis lisensi GPL. Ini disebut juga dengan repository.
          2. Sarana manajemen file (file manager) pada website seperti upload dan download script website saat tahap development. Sebetulnya sudah ada aplikasi manajemen file yang berbasis web dengan protokol HTTP yang disediakan oleh penyedia hosting melalui aplikasi CPanel, namun penggunaan FTP saya rasa lebih cepat dan stabil.
          3. Layanan penyimpanan file bagi pengguna, ini terjadi saat kita menggunakan sistem penyimpanan cloud seperti dropbox. Dengan cara ini pengguna dapat mengelola file yang ada pada server seperti mengelola file pada drive lokal.

          Cara Kerja FTP

          Prinsip kerja FTP menggunakan jalur komunikasi TCP/IP. Artinya FTP memanfaatkan jalur koneksi jaringan internet atau intranet dengan sistem TCP/IP. TCP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol sedangkan IP adalah singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP merupakan standar komunikasi data yang digunakan pada sistem internet baik itu secara global maupun lokal.

          FTP menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan port 21 yang berjalan secara eksklusif melalui protocol TCP/IP. Port 20 biasanya dipakai untuk port perintah (command port) sedangkan port 21 dipakai untuk port data (data port).

          koneksi ftp

          Dengan mengacu pada penggunaan dua port ini, sistem FTP dibedakan menjadi dua yaitu Active FTP dan Passive FTP. Active FTP menggunakan port 21 untuk jalur koneksi dan port 21 untuk jalur perintah dan inisiasi. Sedangakan Passive FTP hanya menggunakan port 21 saja sebagai jalur koneksi dan jalur perintah menggunakanhigh port.

          Sistem pengiriman data melalui FTP sebetulnya tidak aman karena data yang dikirim tidak dienkripsi/dikodekan. Pengiriman data dilakukan secara langsung dengan format ASCII atau Binary. Hal ini menyebabkan username dan password FTP bisa dibaca oleh orang yang berniat jahat karena memang berupa clear text.

          Untuk mengatasi hal itu dibuatlah sistem SFTP dan FTPS. SFTP adalah sistem FTP yang berbasis SSH (Secure Shell) dan FTPS adalah sistem FTP dengan enkripsi SSL seperti yang telah diterapkan pada HTTPS. Dengan kedua cara ini, pengiriman data dilakukan dengan aman karena data yang dikirim dikodekan dulu bukan clear text seperti pada FTP.

          FTP Server

          Adalah sebuah komputer yang bertugas melayani pengiriman data FTP. Pada komputer FTP Server dipasang sebuah perangkat lunak khusus untuk aplikasi FTP Server. Kemudian untuk bisa diakses oleh client, dibuatlah akun dengan username dan password untuk akses login ke FTP server.

          Software FTP Server yang terkenal dan gratis adalah FileZilla FTP Server pada Windows dan PROFTPD pada Linux dan semua komputer Unix seperti MacOS.

          Berikut ini beberapa software FTP Server yang berbasis Graphical dan berbasis command line.

          FTP Server dengan Graphical User :

          1. ALFTP
          2. Cerberus FTP Server
          3. Complete FTP Server
          4. CrushFTP Server
          5. FileZilla Server
          6. LogicalDOC
          7. Microsoft Internet Information Services
          8. NASLite proprietary
          9. Sysax Multi Server
          10. War FTP Daemon
          11. WS FTP Server

          FTP Server dengan command terminal :

          1. CrushFTP Server
          2. glFTPd
          3. GoAnywhere Services
          4. ProFTPD
          5. Pure-FTPd
          6. vsftpd (Very Secure FTP Daemon)
          7. wu-ftpd

          FTP Client

          Adalah sebuah perangkat bisa berupa komputer atau smartphone yang mengakses file dari dan ke FTP Server. Agar sebuah perangkat menjadi FTP Client harus lebih dulu diinstal software FTP Client. Software ini bertugas melakukan login ke FTP server melalui username dan password yang telah didaftarkan dan kemudian melakukan operasi file dari dan ke FTP Server.

          Berikut ini beberapa software FTP Client yang bersifat gratis dan open source :

          1. cURL, interface = CLI
          2. Cyberduck, interface = GUI
          3. FileZilla, interface = GUI
          4. FireFTP, interface = Firefox addon
          5. Fugu, interface = GUI
          6. gFTP, interface = GTK+
          7. lftp, interface = CLI
          8. Macfusion, interface = GUI
          9. NcFTP, interface =  CLI
          10. net2ftp, interface =  Web application
          11. Swish, interface = Windows Explorer shell extension
          12. tnftp , interface = CLI
          13. WinSCP, interface = GUI
          14. Yafc , interface = CLI

          Fungsi FTP dalam pembuatan dan pengelolaan website

          Kita sangat membutuhkan FTP Client software dalam pengelolaan website seperti upload script, manajemen file pada server website dan lain-lain. Setelah script awal website berhasil dan selesai dibuat langkah selanjutnya adalah upload script tersebut ke server website. Nah disini kita membutuhkan software FTP client.

          Software FTP Client yang umum digunakan dan bisa berjalan pada Windows dan Linux adalah File Zilla FTP Client. Software ini bersifat gratis dan bebas digunakan. Untuk panduan cara upload file ke server dengan File Zilla FTP Client insya Allah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

          Referensi :

          1. //en.wikipedia.org/wiki/File_Transfer_Protocol
          2. //en.wikipedia.org/wiki/List_of_FTP_server_software
          3. //dedenthea.wordpress.com/2007/02/08/apa-itu-ftp

          Sumber gambar ilustrasi :

          1. //beginlinux.com
          2. //www.web-development-blog.com

          Filed Under: Website

          • « Previous Page
          • 1
          • …
          • 27
          • 28
          • 29
          • 30
          • 31
          • …
          • 60
          • Next Page »

          Kategori

          • Android
          • Blogging
          • CSS
          • Desain
          • Elektronika
          • HTML
          • Internet
          • Javascript
          • Komputer
          • Mikrokontroler
          • PHP
          • Website

          Pos-pos Terbaru

          • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
          • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
          • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
          • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
          • Komunitas Desainer Kampung Jepara
          • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
          • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
          • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
          • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
          • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
          • Home
          • Privacy
          • Disclaimer
          • Kontak

          Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com