Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Tutorial Javascript Part 3: Cara Penulisan Kode Javascript

1 Januari 2015 By Eko Purnomo

Cara Penulisan Kode Javascript – Dalam menulis kode-kode program javascript kita harus mematuhi aturan baku yang telah ditetapkan. Aturan penulisan ini disebut juga dengan sintaks. Aturan-aturan ini ada yang mirip dengan bahasa pemrograman lain seperti PHP namun ada juga yang sama sekali berbeda. [Read more…]

Filed Under: Javascript Tagged With: cara menggunakan identifier, cara menulis komentar javascript, cara menulis program javascript, javascript case sensitive

Tutorial Javascript Part 2: Menampilkan Output Javascript

31 Desember 2014 By Eko Purnomo

Menampilkan Output Javascript – Javascript tidak memiliki built-in print dan function display (echo/print) seperti PHP. Untuk menampilkan output javascript kita menggunakan beberapa cara tergantung dari lokasi display yang akan kita tampilkan. [Read more…]

Filed Under: Javascript Tagged With: debug javascript, javascript console log, javascript document write, javascript innerhtml, javascript window alert, menampilkan output javascript

Tutorial Javascript Part 1: Apakah itu Javascript?

31 Desember 2014 By Eko Purnomo

Apakah itu Javascript – Javascript adalah sistem pemrograman website yang dijalankan pada browser disisi client. Javascript merupakan client side programming berbeda dengan PHP yang merupakan server side programming. [Read more…]

Filed Under: Javascript Tagged With: belajar javascript, contoh javascript, javascript adalah, pemrograman web, teks editor

Tutorial CSS Part 22: Menggunakan Selector Atribut

31 Desember 2014 By Eko Purnomo

css menggunakan selector atribut

Selain menggunakan selector elemen, class dan id pada CSS kita juga bisa menggunakan selector atribut. Dengan cara ini kita bisa mengatur style hanya pada elemen dengan atribut tertentu yang dipilih pada selector. Untuk menggunakan atribut pada selector kita menempatkan atribut setelah elemen dengan diapit oleh tanda [].

Kita juga bisa menambahkan nilai/value pada selector dengan beberapa operator seperti =, ~=, |= dan lainnya. Dengan cara ini kita bisa mengatur style komponen form tertentu seperti input type=text atau input type=submit.

Berikut ini beberapa cara menggunakan selector atribut pada CSS:

1. selector [atribut]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut tertentu.

Berikut ini contoh selector untuk elemen <a> dengan atribut target :

a[target] {
background-color: blue;
}

Kita belajar selector [atribut] disini >>

2. selector [atribut=value]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut dan value tertentu.

Berikut ini contoh selector untuk elemen <input> dengan atribut “type” dengan value “text”:

input[type="text"] {
background-color: green;
}

Kita belajar selector [atribut=value] disini >>

3. selector [atribut~=value]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value berisi kata tertentu.

Berikut ini contoh selector untuk elemen <title> yang mempunyai value berisi kata “buku” :

[title~="buku"] {
border: 3px solid red;
}

Contoh diatas akan mengenai elemen dengan title=”buku”, title=”nulis buku”, title=”buku tulis” namun tidak untuk title=”buku-saya” atau title=”bukuku”.

Kita belajar selector [atribut~=value] disini >>

4. selector [atribut|=value]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value dengan kata depan tertentu.

Berikut ini contoh untuk selector elemen <title> dengan value yang diawali dengan kata depan “buku”:

[class|="buku"] {
background: red;
}

Kita belajar selector [atribut|=value] disini >>

5. selector [atribut^=value]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value yang diawali kata tertentu.

Berikut ini contoh untuk selector elemen <title> dengan value yang diawali dengan kata “buku”:

[class^="buku"] {
background: green;
}

Kita belajar selector [atribut^=value] disini >>

6. selector [atribut$=value]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value yang diakhiri kata tertentu.

Berikut ini contoh untuk selector elemen <title> dengan value yang diawali dengan kata “tulis”:

[class$="tulis"] {
background: blue;
}

Kita belajar selector [atribut$=value] disini >>

7. selector [atribut*=value]

Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value berisi nilai tertentu (tidak harus berupa kata).

Berikut ini contoh selector untuk elemen <title> yang mempunyai value berisi kata “bu”:

[class*="bu"] {
background: yellow;
}

Kita belajar selector [atribut*=value] disini >>

Lihat indeks artikel Tutorial CSS Dasar >>

Referensi:

  • //www.w3schools.com/css/css_attribute_selectors.asp

Filed Under: CSS

Tutorial CSS Part 21: Mengenal Pseudo Elemen

30 Desember 2014 By Eko Purnomo

mengenal css pseudo elemen

Pseudo elemen adalah elemen semu berupa keyword yang ditambahkan pada selector dengan tujuan untuk mengatur style dari sebagian elemen saja. Beberapa pseudo elemen hanya bisa dipakai pada elemen blok saja, seperti div dan p.

Kegunaan dari pseudo elemen diantaranya adalah untuk mengatur tampilan baris pertama sebuah paragraf atau sekedar menambahkan dekorasi image pada akhir paragraf.

Cara penulisan pseudo elemen

Untuk menuliskan pseudo elemen, kita menggunakan tanda dobel titik dua (::) diantara selector elemen dan pseudo elemen.

selector::pseudo-element {
property:value;
}

Berikut ini beberapa pseudo elemen dan penjelasannya :

1. ::after

Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk menambahkan sesuatu pada akhir elemen.

p::after {
content: url(splitter.gif);
}

Pada contoh diatas berarti kita menambahkan gambar splitter.gif pada akhir paragraf.

Kita bisa belajar pseudo elemen ::after disini >>.

2. ::before

Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk menambahkan sesuatu pada awal elemen.

p::before {
content: url(heading.gif);
}

Pada contoh diatas berarti kita menambahkan gambar heading.gif pada akhir paragraf.

Kita bisa belajar pseudo elemen ::before disini >>.

3. ::first-letter

Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk mengatur style dari huruf pertama dari text sebuah elemen. Pseudo elemen ::first-letter hanya bisa dipakai pada blok elemen saja.

p::first-letter {
color: #0000FF;
font-size: 20px;
}

Pada contoh diatas berarti kita menampilkan huruf pertama dari text pada paragraf dengan warna biru dengan ukuran font 20px.

Kita bisa belajar pseudo elemen ::first-letter disini >>.

4. ::first-line

Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk mengatur style dari baris pertama pada sebuah elemen. Pseudo elemen ::first-line hanya bisa dipakai pada blok elemen saja.

p::first-line {
color: #00FF00;
font-variant: small-caps;
}

Pada contoh diatas berarti kita menampilkan baris pertama pada paragraf dengan warna hijau dengan varian font small-caps.

Kita bisa belajar pseudo elemen ::first-line disini >>.

5. ::selection

Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk mengatur style dari bagian elemen yang diselect oleh user. Properti yang bisa diterapkan pada pseudo elemen ::selection adalah color, background, cursor, dan outline.

::selection {
color: #FF0000;
background: yellow;
}

Pada contoh diatas berarti kita mengubah tampilan obyek yang diselect oleh pengguna dengan warna merah dengan background kuning.

Kita bisa belajar pseudo elemen ::selection disini >>.

Lihat indeks artikel Tutorial CSS Dasar >>

Referensi:

  • //www.w3schools.com/css/css_pseudo_elements.asp

Filed Under: CSS

Tutorial CSS Part 20: Mengenal Pseudo Class

30 Desember 2014 By Eko Purnomo

mengenal pseudo class css

Pseudo Class adalah keyword yang ditambahkan pada selector untuk mendefinisikan  kondisi kondisi tertentu yang terjadi pada sebuah elemen. Kondisi tersebut misalnya pada link adalah saat dikunjungi, saat ada cursor mouse diatasnya atau saat berada dalam kondisi normal.

Dalam CSS ada banyak sekali pseudo class yang bisa dipilih. Untuk menuliskan pseudo class pada sebuah selector elemen kita menggunakan tanda baca titik dua ( :), contoh a :hover adalah menunjukkans selector untuk elemen link (a) saat ada mouse diatasnya (hover).

Cara penulisan pseudo class :

selector:pseudo-class {
property: value;
}

Contoh penggunaan pseudo class untuk elemen a :

/* link belum dikunjungi*/
a:link {
color: #FF0000;
}

/* link sudah dikunjungi */
a:visited {
color: #00FF00;
}

/* ada cursor mouse diatas link */
a:hover {
color: #FF00FF;
}

/* link yang terpilih */
a:active {
color: #0000FF;
}

Berikut ini beberapa pseudo class dan penjelasannya :

Selector Contoh Penjelasan contoh
:active a:active selector link aktif
:checked input:checked selector elemen <input> saat dicek
:disabled input:disabled selector elemen <input> saat disable
:empty p:empty selector elemen <p> yang tidak memiliki anak.
:enabled input:enabled selector elemen <input> saat enable
:first-child p:first-child selector elemen <p> yang merupakan anakan pertama dari induk.
:first-of-type p:first-of-type selector elemen <p> yang merupakan elemen pertama dari elemen induk.
:focus input:focus selector elemen <input> yang berada dalam kondisi fokus.
:hover a:hover selector semua link ketika ada cursor mouse diatasnya.
:in-range input:in-range selector elemen <input> yang memiliki nilai didalam range tertentu.
:invalid input :invalid selector elemen <input> yang memiliki nilai tidak valid
:lang(language) p :lang(it) selector elemen <p> yang memiliki atribut lang dengan nilai yang diawali dengan “it”.
:last-child p :last-child selector elemen <p> yang merupakan anakan terakhir dari induk.
:last-of-type p :last-of-type selector elemen <p> yang merupakan elemen terakhihr dari induk.
:link a :link selector semua link yang belum dikunjungi.
:not(selector) :not(p) selector semua elemen bukan <p>.
:nth-child(n) p :nth-child(2) selector elemen <p> yang merupakan anakan kedua dari induk.
:nth-last-child(n) p :nth-last-child(2) selector elemen <p> yang merupakan anakan kedua dari induk dihitung dari anakan terakhir.
:nth-last-of-type(n) p :nth-last-of-type(2) selector elemen <p> yang merupakan elemen kedua dari induk dihitung dari elemen terakhir.
:nth-of-type(n) p :nth-of-type(2) selector elemen <p> yang merupakan elemen kedua dari induk.
:only-of-type p :only-of-type selector elemen <p> yang hanya merupakan elemen <p> satu-satunya dalam induk.
:only-child p :only-child selector elemen <p> yang merupakan satu-satunya anakan dari induk.
:optional input :optional selector elemen <input> yang yang tidak memiliki atribut required.
:out-of-range input :out-of-range selector elemen <input> yang memiliki nilai diluar jangkauan.
:read-only input :read-only selector elemen <input> yang memiliki atribut readonly.
:read-write input :read-write selector elemen <input> yang tidak memiliki atribut readonly.
:required input :required selector elemen <input> yang yang memiliki atribut required.
:root root selector elemen root dokumen.
:target #news :target selector elemen #news yang sedang aktif.
:valid input :valid selector semua elemen <input> yang memiliki nama valid.
:visited a :visited selector semua link yang telah dikunjungi.

Lihat indeks artikel Tutorial CSS Dasar >>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/css/css_pseudo_classes.asp

Filed Under: CSS

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40
  • 41
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com