Cara Penulisan Kode Javascript – Dalam menulis kode-kode program javascript kita harus mematuhi aturan baku yang telah ditetapkan. Aturan penulisan ini disebut juga dengan sintaks. Aturan-aturan ini ada yang mirip dengan bahasa pemrograman lain seperti PHP namun ada juga yang sama sekali berbeda. [Read more…]
Tutorial Javascript Part 2: Menampilkan Output Javascript
Menampilkan Output Javascript – Javascript tidak memiliki built-in print dan function display (echo/print) seperti PHP. Untuk menampilkan output javascript kita menggunakan beberapa cara tergantung dari lokasi display yang akan kita tampilkan. [Read more…]
Tutorial Javascript Part 1: Apakah itu Javascript?
Apakah itu Javascript – Javascript adalah sistem pemrograman website yang dijalankan pada browser disisi client. Javascript merupakan client side programming berbeda dengan PHP yang merupakan server side programming. [Read more…]
Tutorial CSS Part 22: Menggunakan Selector Atribut
Selain menggunakan selector elemen, class dan id pada CSS kita juga bisa menggunakan selector atribut. Dengan cara ini kita bisa mengatur style hanya pada elemen dengan atribut tertentu yang dipilih pada selector. Untuk menggunakan atribut pada selector kita menempatkan atribut setelah elemen dengan diapit oleh tanda [].
Kita juga bisa menambahkan nilai/value pada selector dengan beberapa operator seperti =, ~=, |= dan lainnya. Dengan cara ini kita bisa mengatur style komponen form tertentu seperti input type=text atau input type=submit.
Berikut ini beberapa cara menggunakan selector atribut pada CSS:
1. selector [atribut]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut tertentu.
Berikut ini contoh selector untuk elemen <a> dengan atribut target :
a[target] {
background-color: blue;
}
Kita belajar selector [atribut] disini >>
2. selector [atribut=value]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut dan value tertentu.
Berikut ini contoh selector untuk elemen <input> dengan atribut “type” dengan value “text”:
input[type="text"] {
background-color: green;
}
Kita belajar selector [atribut=value] disini >>
3. selector [atribut~=value]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value berisi kata tertentu.
Berikut ini contoh selector untuk elemen <title> yang mempunyai value berisi kata “buku” :
[title~="buku"] {
border: 3px solid red;
}
Contoh diatas akan mengenai elemen dengan title=”buku”, title=”nulis buku”, title=”buku tulis” namun tidak untuk title=”buku-saya” atau title=”bukuku”.
Kita belajar selector [atribut~=value] disini >>
4. selector [atribut|=value]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value dengan kata depan tertentu.
Berikut ini contoh untuk selector elemen <title> dengan value yang diawali dengan kata depan “buku”:
[class|="buku"] {
background: red;
}
Kita belajar selector [atribut|=value] disini >>
5. selector [atribut^=value]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value yang diawali kata tertentu.
Berikut ini contoh untuk selector elemen <title> dengan value yang diawali dengan kata “buku”:
[class^="buku"] {
background: green;
}
Kita belajar selector [atribut^=value] disini >>
6. selector [atribut$=value]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value yang diakhiri kata tertentu.
Berikut ini contoh untuk selector elemen <title> dengan value yang diawali dengan kata “tulis”:
[class$="tulis"] {
background: blue;
}
Kita belajar selector [atribut$=value] disini >>
7. selector [atribut*=value]
Digunakan untuk selector elemen dengan atribut yang mempunyai value berisi nilai tertentu (tidak harus berupa kata).
Berikut ini contoh selector untuk elemen <title> yang mempunyai value berisi kata “bu”:
[class*="bu"] {
background: yellow;
}
Kita belajar selector [atribut*=value] disini >>
Lihat indeks artikel Tutorial CSS Dasar >>
Referensi:
Tutorial CSS Part 21: Mengenal Pseudo Elemen
Pseudo elemen adalah elemen semu berupa keyword yang ditambahkan pada selector dengan tujuan untuk mengatur style dari sebagian elemen saja. Beberapa pseudo elemen hanya bisa dipakai pada elemen blok saja, seperti div dan p.
Kegunaan dari pseudo elemen diantaranya adalah untuk mengatur tampilan baris pertama sebuah paragraf atau sekedar menambahkan dekorasi image pada akhir paragraf.
Cara penulisan pseudo elemen
Untuk menuliskan pseudo elemen, kita menggunakan tanda dobel titik dua (::) diantara selector elemen dan pseudo elemen.
selector::pseudo-element {
property:value;
}
Berikut ini beberapa pseudo elemen dan penjelasannya :
1. ::after
Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk menambahkan sesuatu pada akhir elemen.
p::after {
content: url(splitter.gif);
}
Pada contoh diatas berarti kita menambahkan gambar splitter.gif pada akhir paragraf.
Kita bisa belajar pseudo elemen ::after disini >>.
2. ::before
Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk menambahkan sesuatu pada awal elemen.
p::before {
content: url(heading.gif);
}
Pada contoh diatas berarti kita menambahkan gambar heading.gif pada akhir paragraf.
Kita bisa belajar pseudo elemen ::before disini >>.
3. ::first-letter
Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk mengatur style dari huruf pertama dari text sebuah elemen. Pseudo elemen ::first-letter hanya bisa dipakai pada blok elemen saja.
p::first-letter {
color: #0000FF;
font-size: 20px;
}
Pada contoh diatas berarti kita menampilkan huruf pertama dari text pada paragraf dengan warna biru dengan ukuran font 20px.
Kita bisa belajar pseudo elemen ::first-letter disini >>.
4. ::first-line
Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk mengatur style dari baris pertama pada sebuah elemen. Pseudo elemen ::first-line hanya bisa dipakai pada blok elemen saja.
p::first-line {
color: #00FF00;
font-variant: small-caps;
}
Pada contoh diatas berarti kita menampilkan baris pertama pada paragraf dengan warna hijau dengan varian font small-caps.
Kita bisa belajar pseudo elemen ::first-line disini >>.
5. ::selection
Adalah pseudo elemen yang dipakai untuk mengatur style dari bagian elemen yang diselect oleh user. Properti yang bisa diterapkan pada pseudo elemen ::selection adalah color, background, cursor, dan outline.
::selection {
color: #FF0000;
background: yellow;
}
Pada contoh diatas berarti kita mengubah tampilan obyek yang diselect oleh pengguna dengan warna merah dengan background kuning.
Kita bisa belajar pseudo elemen ::selection disini >>.
Lihat indeks artikel Tutorial CSS Dasar >>
Referensi:
Tutorial CSS Part 20: Mengenal Pseudo Class
Pseudo Class adalah keyword yang ditambahkan pada selector untuk mendefinisikan kondisi kondisi tertentu yang terjadi pada sebuah elemen. Kondisi tersebut misalnya pada link adalah saat dikunjungi, saat ada cursor mouse diatasnya atau saat berada dalam kondisi normal.
Dalam CSS ada banyak sekali pseudo class yang bisa dipilih. Untuk menuliskan pseudo class pada sebuah selector elemen kita menggunakan tanda baca titik dua ( :), contoh a :hover adalah menunjukkans selector untuk elemen link (a) saat ada mouse diatasnya (hover).
Cara penulisan pseudo class :
selector:pseudo-class {
property: value;
}
Contoh penggunaan pseudo class untuk elemen a :
/* link belum dikunjungi*/
a:link {
color: #FF0000;
}
/* link sudah dikunjungi */
a:visited {
color: #00FF00;
}
/* ada cursor mouse diatas link */
a:hover {
color: #FF00FF;
}
/* link yang terpilih */
a:active {
color: #0000FF;
}
Berikut ini beberapa pseudo class dan penjelasannya :
| Selector | Contoh | Penjelasan contoh |
|---|---|---|
| :active | a:active | selector link aktif |
| :checked | input:checked | selector elemen <input> saat dicek |
| :disabled | input:disabled | selector elemen <input> saat disable |
| :empty | p:empty | selector elemen <p> yang tidak memiliki anak. |
| :enabled | input:enabled | selector elemen <input> saat enable |
| :first-child | p:first-child | selector elemen <p> yang merupakan anakan pertama dari induk. |
| :first-of-type | p:first-of-type | selector elemen <p> yang merupakan elemen pertama dari elemen induk. |
| :focus | input:focus | selector elemen <input> yang berada dalam kondisi fokus. |
| :hover | a:hover | selector semua link ketika ada cursor mouse diatasnya. |
| :in-range | input:in-range | selector elemen <input> yang memiliki nilai didalam range tertentu. |
| :invalid | input :invalid | selector elemen <input> yang memiliki nilai tidak valid |
| :lang(language) | p :lang(it) | selector elemen <p> yang memiliki atribut lang dengan nilai yang diawali dengan “it”. |
| :last-child | p :last-child | selector elemen <p> yang merupakan anakan terakhir dari induk. |
| :last-of-type | p :last-of-type | selector elemen <p> yang merupakan elemen terakhihr dari induk. |
| :link | a :link | selector semua link yang belum dikunjungi. |
| :not(selector) | :not(p) | selector semua elemen bukan <p>. |
| :nth-child(n) | p :nth-child(2) | selector elemen <p> yang merupakan anakan kedua dari induk. |
| :nth-last-child(n) | p :nth-last-child(2) | selector elemen <p> yang merupakan anakan kedua dari induk dihitung dari anakan terakhir. |
| :nth-last-of-type(n) | p :nth-last-of-type(2) | selector elemen <p> yang merupakan elemen kedua dari induk dihitung dari elemen terakhir. |
| :nth-of-type(n) | p :nth-of-type(2) | selector elemen <p> yang merupakan elemen kedua dari induk. |
| :only-of-type | p :only-of-type | selector elemen <p> yang hanya merupakan elemen <p> satu-satunya dalam induk. |
| :only-child | p :only-child | selector elemen <p> yang merupakan satu-satunya anakan dari induk. |
| :optional | input :optional | selector elemen <input> yang yang tidak memiliki atribut required. |
| :out-of-range | input :out-of-range | selector elemen <input> yang memiliki nilai diluar jangkauan. |
| :read-only | input :read-only | selector elemen <input> yang memiliki atribut readonly. |
| :read-write | input :read-write | selector elemen <input> yang tidak memiliki atribut readonly. |
| :required | input :required | selector elemen <input> yang yang memiliki atribut required. |
| :root | root | selector elemen root dokumen. |
| :target | #news :target | selector elemen #news yang sedang aktif. |
| :valid | input :valid | selector semua elemen <input> yang memiliki nama valid. |
| :visited | a :visited | selector semua link yang telah dikunjungi. |
Lihat indeks artikel Tutorial CSS Dasar >>
Referensi :
- « Previous Page
- 1
- …
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- …
- 60
- Next Page »


