Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Mengenal Array Pada PHP

3 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Array merupakan variabel kusus yang dapat menyimpan banyak data dengan tipe yang sama. Jadi array merupakan kumpulan beberapa data yang tersusun dalam struktur yang tetap. Urutan susunan data pada array didefinisikan dengan indek.

Array dibutuhkan jika kita mempunyai banyak data untuk satu variabel, misalnya warna ada merah, hijau, biru, kuning dan sebagainya. Dengan array kita bisa melakukan otomatisasi pengambilan data yang sangat banyak pada sebuah field tabel yang sangat tidak efisien jika harus ditulis satu-persatu.

Fungsi Array

Tujuan dari pembuatan array biasanya untuk otomatisasi pengambilan data, dimana perulangan bisa dilakukan dengan mengacu pada indek data pada array. Contohnya untuk menampilkan nama-nama warna kita cukup mendefinisikan nama-nama warna tersebut pada array.

Kemudian dengan logika perulangan seperti WHILE, FOR atau FOREACH kita dapat menampilkan semua nama warna tanpa harus menyebut satu per satu. Array sangat diperlukan ketika jumlah data sudah terhitung banyak atau bahkan sangat banyak seperti saat mengambil record data dari tabel pada database.

Membuat Array pada PHP

Untuk membuat array pada PHP digunakan perintah array().

Ada beberapa cara dalam menyimpan data pada array, yaitu dengan cara memasukkan semua data sekaligus, memasukkan data satu-persatu tanpa indek dan memasukkan data satu-persatu dengan indek.

Contoh memasukkan semua data pada array sekaligus

 $warna=array("Merah","Hijau","Biru");  

Pada contoh terlihat array $warna diisi dengan data Merah, Hijau dan Biru secara bersamaan. Ini berarti data pada $warna indek 0 adalah merah, indek 1 adalah Hijau dan indek 2 adalah Biru.

Contoh memasukkan data pada array satu per satu

 $warna=array();  
$warna[] = "Merah";
$warna[] = "Hijau";
$warna[] = "Biru";

Pada contoh terlihat array $warna diisi satu persatu dengan data Merah, Hijau dan Biru . Hasilnya juga sama dengan cara diatas, yaitu $warna indek 0 adalah merah, indek 1 adalah Hijau dan indek 2 adalah Biru.

Contoh memasukkan data pada array satu per satu dengan menulis indek.

Untuk memasukkan data satu persatu maka nama array bisa ditulis dengan format $nama_array[indek]. Jika indek tidak ditulis maka otomatis program akan mengindek sendiri seperti contoh diatas.

 $warna=array();  
$warna[2] = "Merah";
$warna[0] = "Hijau";
$warna[1] = "Biru";  

Pada contoh terlihat array $warna diisi satu persatu dengan indek, yaitu $warna indek 2= Merah, indek 0=Hijau dan indek 1=Biru . Hasilnya menjadi berbeda cara diatas, yaitu $warna indek 0 adalah Hijau, indek 1 adalah Biru dan indek 2 adalah Merah.

Mengambil data dari array

Untuk mengambil data dari array cukup dilakukan dengan menulis nama array beserta indeknya dengan format sama seperti menulis data pada array dengan indek diatas. Ada dua cara dalam mengambil data dari array, yaitu dengan cara menual mengambil data satu per satu atau dengan cara otomatis mengambil data dengan logika perulangan

Contoh mengambil data dari array secara manual satu per satu

 $warna=array("Merah","Hijau","Biru");   
echo $warna[0]; //menampilkan tulisan Merah
echo $warna[1]; //menampilkan tulisan Hijau
echo $warna[2]; //menampilkan tulisan Biru

Contoh mengambil semua data dari array secara otomatis dengan perulangan FOREACH

<?php 
$warna = array("merah","hijau","biru","kuning");

foreach ($warna as $value) {
  echo "$value <br>";
}
?>

Untuk jenis-jenis array dan fungsi PHP untuk pengolahan array insyaAllah akan dituliskan pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_arrays.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Fungsi pada PHP

3 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Fungsi adalah sebuah blok statemen kode yang bisa digunakan berulangkali dalam program, baik secara urut maupun terpisah. Pada pembahasan sebelumnya tentang perulangan juga disinggung masalah penggunaan blok statemen kode secara berulang. Namun fungsi memungkinkan penggunaan blok statemen yang tidak dalam satu urutan proses seperti pada metode perulangan. Dalam PHP ada dua macam fungsi, yaitu fungsi bawaan PHP Preposesor dan fungsi buatan kita sendiri.

Fungsi bawaan

Pada PHP tersedia fungsi-fungsi bawaan yang jumlahnya banyak sekali. Sebagai contoh untuk menangani string ada fungsi trim(), chr(), join(), split() dan sebagainya. Lalu untuk menangani array ada fungsi sort(), shuffle(), current() dan masih banyak lagi fungsi-fungsi bawaan PHP yang lain.

Fungsi buatan sendiri

Disamping fungsi-fungsi bawaan tersebut kita bisa membuat fungsi sendiri dengan syarat tidak sama dengan nama fungsi bawaan. Fungsi-fungsi tersebut juga bisa kita panggil sewaktu-waktu dalam program, namun fungsi tersebut tidak dijalankan secara otomatis saat halaman di load. Jadi fungsi berada diluar rutin program yang berjalan dan hanya dijalankan jika fungsi dipanggil saja.

Untuk membuat fungsi harus diawali dengan perintah function lalu diikuti dengan spasi dan nama function. Ada beberapa cara dalam membuat fungsi, yaitu:

1. Membuat fungsi tanpa argumen parameter

Ini adalah cara sederhana dalam membuat fungsi. Kita tinggal membuat nama fungsi yang berisi beberapa statemen kode program.

Cara penulisan dalam membuat fungsi tanpa argumen parameter

 function namaFungsi() {  
kode yang akan dijalankan;
}

Contoh menggunakan fungsi tanpa argumen parameter

 <?php  
function tulisPesan() {
echo "Salam PHP!";
}
tulisPesan(); // memanggil fungsi tulisPesan
?>

2. Membuat fungsi dengan argumen parameter

Dalam membuat fungsi kita juga bisa memasukkan argumen parameter sebagai variabel yang digunakan blok statemen didalam fungsi. Jumlah argumen parameter bisa satu bisa juga banyak. Dalam penulisan banyak parameter dipisahkan dengan koma.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan satu argumen parameter

 function namaFungsi(parameter) {  
kode yang akan dijalankan;
}

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan dua argumen parameter

 function namaFungsi(parameter1,parameter2) {  
kode yang akan dijalankan;
}

Contoh menggunakan fungsi dengan dua argumen parameter

 <?php  
function tulisAngka($awal,$akhir) {
for ($x=$awal; $x<=$akhir; $x++) {
echo "$x <br/>";
}
}
tulisAngka(0,100); // memanggil fungsi tulisAngka untuk menampilkan 0 sampai 100
?>

3. Membuat fungsi dengan nilai default pada argumen parameter

Prinsipnya sama dengan membuat fungsi dengan argumen parameter namun jika programmer lupa atau sengaja tidak mengisi parameter saat memanggil fungsi maka fungsi tidak error. Sebagai gantinya fungsi akan mengambil nilai default yang diberikan saat pembuatan fungsi.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan nilai default pada argumen parameter

 function namaFungsi(parameter1=nilai_default,parameter2=nilai_default) {  
kode yang akan dijalankan;
}

Contoh menggunakan fungsi dengan nilai default pada dua argumen parameter

 <?php  
function tulisAngka($awal=0,$akhir=10) {
for ($x=$awal; $x<=$akhir; $x++) {
echo "$x <br/>";
}
}
tulisAngka(50,60); // memanggil fungsi dengan parameter
tulisAngka(); //memanggil fungsi tanpa mengisi parameter
?>

Jika kode diatas dijalankan maka perintah tulisAngka(50,60) akan menampilkan angka dari 50 sampai 60 kemudian diikuti dengan tampilan nangka 0 sampai 10 karena tidak disebutkan parameternya sehingga fungsi memakai parameter default.

4. Membuat fungsi untuk bisa mengembalikan nilai

Selain melakukan beberapa proses pada blok statemen program, fungsi juga bisa dipakai untuk mengembalikan nilai. Dalam hal ini nilai balikan dari fungsi bisa dipakai untuk proses program yang lain. Dari ketiga jenis fungsi diatas semuanya bisa untuk mengembalikan nilai.

Untuk dapat mengembalikan suatu nilai, pada fungsi harus ditulis perintah return. Nilai dari return bisa berupa variabel atau angka atau boolean.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan mengembalikan nilai

 function namaFungsi() {  
kode yang akan dijalankan;
return nilai;
}

Cara mengambil nilai balikan dari fungsi

 variabel= namaFungsi();   

Contoh menggunakan fungsi dengan mengembalikan nilai

 <?php  
function hitungLuas($panjang,$lebar) {
$hasil = $panjang * $lebar;
return $hasil;
}

$luas = hitungLuas(5,6); // menghitung luas untuk panjang=5 dan lebar=6
echo $luas; //menampilkan luas
?>

Demikian beberapa penjelasan tentang fungsi dalam PHP. Kesimpulan yang diperoleh adalah kita bisa membuat fungsi sesuai kebutuhan program dengan memperhatikan aturan-aturan dalam membuat fungsi.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_functions.asp

Filed Under: PHP

Membuat Perulangan Pada PHP

2 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Dalam pembuatan script PHP sering kita menjalankan kode program yang sama berulang-ulang dalam satu urutan proses. Jika ditulis secara manual mungkin akan membutuhkan baris script yang sangat banyak. Untuk mempermudah dan meringkas penulisan kita bisa menggunakan perintah perulangan (loop). Selain penyeleksian kondisi, PHP juga mendukung perulangan proses dengan perintah WHILE, DO…WHILE, FOR dan FOREACH.

1. Perulangan dengan WHILE 

Yaitu perulangan kode program berdasarkan suatu kondisi yang bernilai benar. Jika kondisi tersebut bernilai salah maka perulangan berhenti.

Cara penulisan WHILE

while (kondisi) {
  kode yang akan dijalankan;}

Contoh penggunaan WHILE

<?php 
$x=1;

while($x<=5) {
  echo "Angka: $x <br>";
  $x++;
}
?>

Penjelasan program :

Pada baris bertama nilai variabel $x diberi nilai 1 dengan perintah $x=1. Kemudian nilai variabel $x akan ditambahkan 1 dengan perintah $x++ selama nilai variabel $x lebih kecil atau sama dengan 5. Setelah itu perulangan $x++ berhenti.

2. Perulangan dengan DO…WHILE

Yaitu perintah untuk mengerjakan kode program lalu mengulang proses tersebut selama sebuah kondisi bernilai benar. Perulangan berhenti jika kondisi tidak terpenuhi lagi.

Cara penulisan DO…WHILE

do {
  kode yang akan dijalankan;} while (kondisi);

Contoh penggunaan DO…WHILE

<?php 
$x=1;

do {
  echo "Angka: $x <br>";
  $x++;
} while ($x<=5);
?>

Penjelasan program :

Pertama kali variabel $x diberi nilai 1 ($x=1). Kemudian menampilkan nilai $x dan menambah $x dengan 1 malalui perintah $x++. Selanjutnya cek kondisi setelah while, apakah nilai $x lebih kecil atau sama dengan 5. Jika ya maka akan diulang proses diatas sampai kondisi pada while tercapai.

Perbedaan antara WHILE dan DO..WHILE

Sepintas terlihat sama antara WHILE dan DO…WHILE, namun ada perbedaan mendasar yaitu terletak pada penempatan WHILE. Jika pada perulangan WHILE letak WHILE pada baris pertama perulangan maka pada DO…WHILE terletak pada akhir perulangan. Pada DO…WHILE sebuah proses pasti dikerjakan setidaknya satu kali, sedang pada WHILE ada kemungkinan tidak dikerjakan.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat contoh berikut ini

<?php 
$x=6;

do {
  echo "Angka: $x <br>";
  $x++;
} while ($x<=5);
?>

Penjelasan program :

Prinsip kerja program sama dengan diatas tapi nilai awal untuk variabel $x dibuat 6 sehingga berada diluar kondisi. Jika program dijalankan akan tetap menampilkan 6 pada layar.

3. Perulangan dengan FOR

Yaitu mengulang kode program dengan jumlah angka perulangan tertentu. Perulangan berhenti setelah tercapai angka perulangan yang diset pada inisialisasi FOR. Perulangan FOR dipakai jika kita sudah mengetahui berapa jumlah perulangan yang diinginkan.

Cara Penulisan FOR

for (nilai awal; tes kondisi nilai; operasi perubahan nilai)
{
  kode yang akan dijalankan;
}

Keterangan parameter pada FOR:

  • nilai awal, adalah nilai yang diberikan saat FOR pertama kali dijalankan.
  • tes kondisi nilai, adalah proses pengecekan nilai selama loop berlangsung. Jika bernilai benar maka proses loop diteruskan dan jika bernilai salah maka loop berhenti.
  • operasi perubahan nilai: adalah operasi yang mengubah nilai selama proses loop yang membuat nilai mencapai kondisi nilai tes.

Contoh penggunaan FOR

<?php 
for ($x=0; $x<=10; $x++)
{
echo "Angka: $x <br>";
}
?>

Penjelasan program:

Pada program tampak perulangan FOR mengacu pada perubahan nilai variabel $x. Untuk nilai awal $x=0 lalu tes kondisi perulangan jika $x kurang dari atau sama dengan 10 kemudian operasi perubahan nilai berupa $x++. Dengan demikian jika program dijalankan akan tampil angka 1 sampai 10.

4. Perulangan dengan FOREACH

Yaitu perulangan kode program untuk setiap elemen data di dalam array. Perulangan berhenti setelah data terakhir array. Perulangan FOREACH hanya bekerja pada array.

Cara penulisan FOREACH

foreach ($array as $value)
{
 kode yang dijalankan;
}

Contoh penggunaan FOREACH

<?php 
$warna = array("merah","hijau","biru","kuning");

foreach ($warna as $value) {
  echo "$value <br>";
}
?>

Note: Untuk setiap iterasi loop, nilai elemen array diterapkan pada $ value dan pointer array digerakkan satu demi satu hingga mencapai elemen array terakhir.

Penjelasan program:

Jika dijalankan, program diatas akan menampilkan semua data pada variabel array $warna. Pada contoh, variabel array berisi nama-nama warna yaitu merah, hijau, biru dan kuning. Dengan perintah FOREACH maka semua data pada array $warna akan ditampilkan satu-persatu sesuai urutan data pada array.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_looping.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_looping_for.asp

Filed Under: PHP

Membuat Penyeleksian Kondisi Pada PHP

1 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Dalam mengontrol alur program dibutuhkan sebuah logika penyeleksian kondisi. Yaitu suatu perintah untuk melakukan seleksi terhadap kondisi data lalu mengerjakan perintah baru jika kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi. Selain itu juga harus bisa dilakukan seleksi terhadap banyak kondisi data bukan hanya satu atau dua data saja.
Untuk melakukan seleksi terhadap suatu kondisi, PHP menyediakan beberapa logika penyeleksian diantaranya logika IF, IF…ELSE, SWITCH dan kondisi khusus dengan simbol tanda-tanya (?). Berikut ini pembahasan logika penyeleksian pada PHP.

1. Logika IF

Pada logika IF, suatu perintah akan dijalankan hanya jika kondisi pada logika IF bernilai benar.

Cara penulisan logika IF

if (kondisi) {
kode yang akan dijalankan jika kondisi bernilai benar;
}

Contoh penggunaan logika IF

 <?php  
$t=date("H"); //mengambil data jam dari waktu komputer server
if ($t<"5") {
echo "Sekarang masih fajar";
}
?>

2. Logika IF…ELSE

Prinsipnya sama dengan logika IF, hanya saja ditambahkan sebuah perintah lagi jika kondisi yang dicek bernilai salah. Jadi pada logika IF…ELSE disiapkan dua statemen perintah untuk menangani sebuah kondisi saat bernilai benar dan saat bernilai salah.

Cara penulisan logika IF…ELSE

 if (kondisi) {  
kode yang akan dijalankan jika kondisi bernilai benar;
} else {
kode yang akan dijalankan jika kondisi bernilai salah;
}

Contoh penggunaan logika IF…ELSE:

 <?php  
$t=date("H");
if ($t<"5") {
echo "Sekarang masih fajar";
} else {
echo "Sekarang tidak fajar lagi";
}
?>

3. Logika IF…ELSE IF

Ini merupakan logika untuk menangani beberapa kondisi yang berada dalam satu rutin pengecekan. Dalam logika IF…ELSE IF perintah pada masing-masing IF akan dijalankan hanya jika kondisi didalam logika IF masing-masing bernilai benar. Pada akhir ELSE IF bisa ditambahkan ELSE saja untuk menangani jika semua kondisi IF…ELSE IF diatasnya bernilai salah.

Cara penulisan logika IF…ELSE IF

 if (kondisi 1) {  
kode yang akan dijalankan jika kondisi 1 bernilai benar;
} elseif (kondisi 2) {
kode yang akan dijalankan jika kondisi 2 bernilai benar;
} else {
kode yang akan dijalankan jika kondisi 1 dan kondisi 2 bernilai salah;
}

Contoh penggunaan logika IF…ELSE IF

 <?php  
$t=date("H");
if ($t<"10") {
echo "pagi yang indah";
} elseif ($t<"20") {
echo "hari yang indah";
} else {
echo "malam yang indah";
}
?>

4. Logika SWITCH

Digunakan untuk menyeleksi banyak kondisi. Prinsipnya sama dengan IF…ELSE IF namun tujuan adanya logika SWITCH adalah untuk membuat script lebih efisien dan juga memudahkan pembacaan script.

Cara Penulisan Logika SWITCH

switch (n) {  
case label1:
kode yang akan dieksekusi jika n=label1;
break;
case label2:
kode yang akan dieksekusi jika n=label2;
break;
case label3:
kode yang akan dieksekusi jika n=label3;
break;
...
default:
kode yang akan dieksekusi jika tidak ada yang sama dengan semua label;
}

Contoh penggunaan logika SWITCH

<?php  
$warna="hijau"; //akan ditampilkan warna merah
switch ($warna) {
case "merah":
echo "Warna merah";
break;
case "biru":
echo "Warna biru";
break;
case "hijau":
echo "Warna hijau";
break;
default:
echo "Warna Selain merah, biru dan hijau";
}
?>

5. Logika Khusus ?

Ini merupakan penulisan untuk seleksi kondisi yang lebih simpel dari IF. Suatu kondisi dicek nilai benar atau salahnya lalu jika benar mengerjakan blok perintah benar lalu jika salah mengerjakan blok perintah salah. Kelemahan dari penggunaan logika khusus ? adadalah hanya bisa menaruh satu statemen perintah pada blok benar dan blok salah.

Cara Penulisan Logika khusus ?

 (kondisi) ? statemen_jika_benar : statemen_jika_salah;  

Contoh penggunaan logika khusus ?

<?php  
$nilai=7;
$kelulusan = ($nilai>6) ? "LULUS" : "TIDAK LULUS"; //jika variabel nilai lebih besar dari 6 maka variabel kelulusan diisi lulus
echo "Status Kelulusan = $kelulusan";
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_if_else.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_switch.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Operator pada PHP

30 September 2014 By Eko Purnomo

Untuk mengolah data pada variabel dan konstanta dibutuhkan operator. Pada PHP mendukung penggunaan beberapa jenis operator seperti operator aritmatika, penugasan, string, logika dan sebagainya. Penggunaan operator pada PHP adalah bebas tidak mengikuti tipe dari sebuah variabel atau data. Nantinya tipe variabel akan mengikuti jenis operator. Jika terjadi ketidak sesuaian maka akan dihasilkan nilai yang tidak sesuai saja, artinya tidak sampai menyebabkan error pada program PHP.

PHP mendukung penggunaan operator berikut ini :

  1. Operator Aritmatika
  2. Operator Penugasan
  3. Operator String
  4. Operator Increment dan Decrement
  5. Operator Perbandingan
  6. Operator Logika
  7. Operator Array

1. Operator Aritmatika

Merupakan operator yang berfungsi mengolah data bertipe integer (angka). Gambaran sederhana dari operator ini adalah operasi bilangan yang berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Berikut ini beberapa operator aritmatika pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
+ Penjumlahan $x + $y Penjumlahan dari $x dan $y
– Pengurangan $x – $y Selisih dari $x dan $y
* Perkalian $x * $y Perkalian dari $x dan $y
/ Pembagian $x / $y Pembagian $x oleh $y
% Modulus $x % $y Sisa dari $x dibagi $y
** Perpangkatan $x ** $y Perkalian $x sejuml $y

Contoh penggunaan operator aritmatika pada PHP :

 <?php   
$x=10;
$y=6;
echo ($x + $y); // hasilnya= 16
echo ($x - $y); // hasilnya= 4
echo ($x * $y); // hasilnya= 60
echo ($x / $y); // hasilnya= 1.6666666666667
echo ($x % $y); // hasilnya= 4
?>

2. Operator Penugasan

Merupakan operator yang berfungsi memberi nilai pada sebuah variabel. Operator penugasan yang paling dasar adalah = (sama dengan). Namun kemudian dari operator ini dapat dikembangkan beberapa operator penugasan lain.

Berikut ini beberapa operator penugasan pada PHP :

Penugasan Sama dengan Deskripsi
x = y x = y Operand sebelah giri memperoleh nilai dari operand sebelah kanan.
x += y x = x + y Penjumlahan
x -= y x = x – y Pengurangan
x *= y x = x * y Perkalian
x /= y x = x / y Pembagian
x %= y x = x % y Modulus

Contoh penggunaan operator penugasan pada PHP :

<?php 
$x=10;
echo $x; // hasilnya= 10

$y=20;
$y += 100;

echo $y; // hasilnya= 120

$z=50;
$z -= 25;
echo $z; // hasilnya= 25

$i=5;
$i *= 6;
echo $i; // hasilnya= 30

$j=10;
$j /= 5;

echo $j; // hasilnya= 2

$k=15;
$k %= 4;
echo $k; // hasilnya= 3

?>

3. Operator String

Merupakan operator untuk merangkai huruf, kata atau kalimat. Operator string sebenarnya hanya ada satu, yaitu titik(.). Operator titik-samadengan(.=) merupakan penggabungan antara operator string dan operator penugasan.

Berikut ini beberapa operator string pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
. Rangkaian $txt1 = “Hello”
$txt2 = $txt1 . ” world!”
Sekarang $txt2 berisi “Hello world!”
.= Concatenation assignment $txt1 = “Hello”
$txt1 .= ” world!”
Sekarang $txt1 berisi “Hello world!”

Contoh penggunaan operator string pada PHP :

<?php
$a = "Hello";
$b = $a . " world!";
echo $a; // menampilkan Hello
echo $b; // menampilkan Hello world!

$x="Hello";
$x .= " world!";
echo $x; // juga menampilkan Hello world!
?>

4. Operator Increment Decrement

Increment merupakan istilah untuk menyebut operasi bilangan ditambah satu, sedangkan Decrement sebaliknya untuk menyebut operasi bilangan dikurangi satu.

Berikut ini beberapa operator increment-decrement pada PHP :

Operator Nama Deskripsi
++$x Pre-increment Menambahkan $x dengan satu, lalu mengembalikan nilai $x
$x++ Post-increment Mengembalikan nilai $x, lalu menambahkan $x dengan satu
–$x Pre-decrement Mengurangi $x dengan satu, lalu mengembalikan nilai $x
$x– Post-decrement Mengembalikan nilai $x, lalu mengurangi $x dengan satu

Contoh penggunaan operator increment-decrement pada PHP :

<?php
$x=10;
echo ++$x; // hasilnya= 11

$y=10;
echo $y++; // hasilnya= 10

$z=5;
echo --$z; // hasilnya= 4

$i=5;
echo $i--; // hasilnya= 5
?>

5. Operator Perbandingan

Berfungsi untuk membandingkan dua nilai baik itu angka maupun string. Hasil dari perbandingan berupa nilai boolean, yaitu Benar (True) atau Salah (False).

Berikut ini beberapa operator perbandingan pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
== Sama dengan $x == $y Benar jika $x sama dengan $y
=== Identik $x === $y Benar jika $x sama dengan $y dan mereka memiliki tipe yang sama
!= Tidak sama dengan $x != $y Benar jika $x berbeda dengan $y
<> Tidak sama dengan $x <> $y Benar jika $x berbeda dengan $y
!== Tidak Identik $x !== $y Benar jika $x berbeda dengan $y dan mereka juga berbeda tipe
> Lebih besar $x > $y Benar jika $x lebih besar dari $y
< Lebih kecil $x < $y Benar jika $x lebih kecil dari $y
>= Lebih besar atau sama dengan $x >= $y Benar jika $x lebih besar atau sama dengan $y
<= Lebih kecil atau sama dengan $x <= $y Benar jika $x lebih kecil atau sama dengan $y

Contoh penggunaan operator perbandingan pada PHP :

<?php
$x=100;
$y="100";

var_dump($x == $y); //benar karena nilainya sama
echo "<br>";
var_dump($x === $y); //salah karena berbeda tipe
echo "<br>";
var_dump($x != $y); //salah karena nilainya sama
echo "<br>";
var_dump($x !== $y); //benar karena berbeda tipe
echo "<br>";

$a=50;
$b=90;

var_dump($a > $b); //salah karena a lebih kecil
echo "<br>";
var_dump($a < $b); //benar karena a lebih kecil
?>

6. Operator Logika

Merupakan operator untuk menangani data boolean, yaitu data yang berisi Benar (true) atau Salah (false). Nilai benar juga bisa diganti dengan 1 dan salah bisa diganti dengan 0.

Berikut ini beberapa operator logika pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
and And $x and $y Benar jika $x and $y bernilai benar
or Or $x or $y Benar jika salah satu $x atau $y bernilai benar
xor Xor (Exclusive OR) $x xor $y Benar jika $x atau $y bernilai benar, namun menjadi bernilai salah jika keduanya bernilai benar
&& And $x && $y Benar jika $x and $y bernilai benar
|| Or $x || $y Benar jika salah satu $x atau $y bernilai benar
! Not !$x Benar jika $x tidak benar

Contoh penggunaan operator logika pada PHP :

<?php
$x=true;
$y=false;

var_dump($x and $y); // hasilnya salah
echo "<br>";
var_dump($x or $y); // hasilnya benar
echo "<br>";
var_dump($x xor $y); // hasilnya benar
echo "<br>";
var_dump($x || $y); // hasilnya benar
echo "<br>";
var_dump(!$x); // hasilnya salah
echo "<br>";

$a=true; $b=true;

var_dump($a xor $a); // hasilnya salah
echo "<br>";

?>

7. Operator Array

Merupakan operator untuk menangani data berupa Array. Array adalah kumpulan dari beberapa data yang tersusun dengan struktur yang tetap.

Berikut ini beberapa operator array pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
+ Union $x + $y Union dari $ x dan $ y (tapi duplikat key tidak ditimpa)
== Equality $x == $y Benar jika $ x dan $ y memiliki key / nilai pasangan yang sama
=== Identity $x === $y Benar jika $ x dan $ y memiliki sama pasangan key / nilai dalam urutan yang sama dan dari jenis yang sama
!= Inequality $x != $y Benar jika $ x tidak sama dengan $ y
<> Inequality $x <> $y Benar jika $ x tidak sama dengan $ y
!== Non-identity $x !== $y Benar jika $ x tidak sama nilai dan tipenya dengan $ y

Contoh penggunaan operator array pada PHP :

<?php
$x = array("a" => "red", "b" => "green");
$y = array("c" => "blue", "d" => "yellow");
$z = $x + $y; // menghasilkan union dari $x dan $y
var_dump($z);
var_dump($x == $y); // salah karena $x dan $y berbeda nilai
var_dump($x === $y); // salah karena $x dan $y berbeda nilai

var_dump($x != $y); // benar karena $x dan $y berbeda nilai
var_dump($x <> $y); // benar karena $x dan $y berbeda nilai
var_dump($x !== $y); // benar karena $x dan $y berbeda nilai
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_operators.asp

Filed Under: PHP

Tipe Data, Variabel dan Konstanta pada PHP

29 September 2014 By Eko Purnomo

Salah satu fungsi dari setiap pemrograman adalah mengolah data. Untuk melakukannya PHP juga mendukung penggunaan variabel dan konstanta. Aturan penulisan tipe data, variabel dan konstanta pada PHP agak berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, seperti delphi dan visual basic. Sebagai contoh adalah pada PHP tidak perlu mendaklarasikan tipe data sebuah variabel kemudian variabel dapat berubah tipe dalam satu urutan script dalam file PHP.

Tipe Data Pada PHP

Tipe data sebuah variabel dan konstanta tidak perlu dideklarasikan pada PHP. Namun PHP dapat secara otomatis menginterpretasikan variabel dan konstanta tersebut. Tipe sebuah variabel dan konstanta secara otomatis akan dilihat berdasarkan nilai data yang diberikan kepadanya dan atau dimana variabel itu dipakai.

PHP mendukung 8 tipe data, yaitu:

  1. Boolean, adalah tipe data yang bernilai benar atau salah.
  2. Integer, adalah tipe data yang berupa angka bilangan bulat.
  3. Float, adalah tipe data yang berupa angka bilangan real.
  4. String, adalah tipe data yang berupa huruf atau teks.
  5. Array, adalah tipe data yang terstruktur dengan indeks tertentu.
  6. Object, adalah tipe data yang berupa elemen obyek seperti form.
  7. Resource, adalah tipe data yang yang digunakan untuk menyimpan resource, sumber atau alamat yang hanya dapat diciptakan melalui fungsi khusus yang menghasilkan suatu nilai resource.
  8. NULL, adalah tipe data untuk mendefinisikan kondisi kosong/hampa.

Variabel pada PHP

Merupakan sebuah alat untuk menyimpan data dan nilainya dapat berubah-ubah selama proses program berjalan. Tipe data sebuah variabel tidak perlu dideklarasikan, PHP akan melakukan identifikasi secara otomatis.

Berikut ini beberapa aturan penulisan variabel pada PHP:

  1. Harus diawali dengan tanda $ (dollar).
  2. Setelah tanda $ harus diikuti dengan huruf atau tanda _ (under score) tidak boleh angka atau tanda baca lainnya.
  3. Panjang variabel tidak dibatasi.
  4. Membedakan huruf besar dan huruf kecil (case-sensitive), sehingga $nama berbeda dengan $NAMA.
  5. Tidak boleh mengandung spasi dan tanda baca lainnya seperti samadengan(=), koma(,), titik(.), tandatanya (?), slash (), backslash (/), tambah (+), kurung (), kurung kuwaral {} dan sebagainya.

Contoh penulisan variabel yang benar:

  • $_nama
  • $nama_anak
  • $nama_1
  • $nama1

Contoh penulisan variabel yang salah:

  • $1nama
  • $?nama
  • $nama anak
  • $nama.anak

Contoh script cara menggunakan variabel pada PHP:

<?php  
$nama="Sabrina";
$id=1;
$aktif=TRUE;
$gaji="50.000.000";
$tanggal_lahir="12-12-2008";
$umur="6 tahun";
if($aktif)
{
echo "Nama= ".$nama."<br/>";
echo "ID= ".$id."<br/>";
$tanggal_lahir="02-06-2008";
echo "Tanggal Lahir= ".$nama."<br/>";
echo "Umur= ".$umur."<br/>";
echo "Gaji= ".$gaji."<br/>";
}
?>

Jika dijalankan akan tampil seperti ini: 

Penjelasan script: 

Baris ke-2 sampai baris ke-7 menunjukkan pemberian nilai sebuah variabel yang tidak dideklarasikan sebelumnya. Variabel $nama secara otomatis bertipe string, $id bertipe integer dan $aktif bertipe boolean.
Baris ke-8 merupakan logika penyeleksian IF yang mengecek nilai variabel $aktif bernilai benar atau salah. Jika benar akan dijalankan sekumpulan perintah untuk menampilkan variabel pada baris ke-11 sampai 15.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  • Variabel $id awalnya berupa integer dan bernilai 1, namun kemudian pada aplikasinya menjadi string dan ditampilkan sebagai teks.
  • Untuk menggabungkan variabel dengan teks digunakan tanda dot/titik (.).
  • Urutan pemberian nilai variabel tidak harus urut dengan saat menampilkan variabel, namun harus lebih dulu dari proses menampilkan variabel(berada pada batis yang lebih atas).
  • Pada tampilan tertampil tanggal lahir = 02-06-2008 bukan 12-12-2008 karena tepat sebelum ditampilkan nilainya diubah menjadi 02-06-2008.

Konstanta

Merupakan tipe data yang memiliki nilai konstan dan tidak diubah selama program berjalan. Aturan penulisan konstanta berbeda dengan penulisan variabel. Untuk mendefinisikan konstanta dalam PHP digunakan fungsi definesebagai berikut:

 define(nama_konstanta,nilai_konstanta);  

Contoh script cara menggunakan konstanta pada PHP:

<?php   
define ("Nama", "Sabrina");
define ("Nilai", 100);
echo "Nama : " . Nama;
echo "<br/>";
echo "Nilai : " . Nilai;
?>

Jika dijalankan akan tampil seperti ini:

Penjelasan script:

Baris ke-2 adalah contoh penulisan konstanta Nama dan baris ke-3 konstanta Nilai. Kemudian dua konstanta tersebut dituliskan dengan perintah echo. Pada contoh diatas dilihat bahwa penulisan konstanta berbeda dengan penulisan variabel, yaitu tidak menggunakan tanda $ (dollar).

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_datatypes.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_constants.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_variables.asp

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com