Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Membuat Validasi Form dengan PHP

7 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Setelah mengerti cara menangani form dengan action dan method, selanjutnya adalah melakukan validasi terhadap form. Proses validasi form dibutuhkan untuk mengamankan aplikasi dari hack seperti html injection. Melalui proses validasi form diharapkan data yang diinputkan benar-benar data yang valid dan tidak berisi script yang membahayakan.

Prinsip dasar validasi form adalah mengecek input data dari pengguna dengan beberapa tes kemudian membuat pembetulan dengan cara konversi data dan eliminasi data. Jadi fungsi dari proses validasi form adalah untuk memperoleh ketepatan data dan demi keamanan situs.

Contoh proses validasi form dengan PHP

 <!DOCTYPE HTML>   
<html>
<head>  
<title>Contoh proses validasi form</title>
</head>
<body>
<?php

// membuat variabel yang diset dengan nilai kosong 
$nama = $email = $gender = $komentar = $website = "";

//mengambil data dari form dengan metode post

if ($_SERVER["REQUEST_METHOD"] == "POST") {
$nama = test_input($_POST["nama"]);
$email = test_input($_POST["email"]);
$website = test_input($_POST["website"]);
$komentar = test_input($_POST["komentar"]);
$gender = test_input($_POST["gender"]);
}

//membuat fungsi untuk validasi input form
function test_input($data) {
$data = trim($data);
$data = stripslashes($data);
$data = htmlspecialchars($data);
return $data;
}
?>

Contoh Validasi Form dengan PHP


<form method="post" action="<?php echo htmlspecialchars($_SERVER["PHP_SELF"]);?>">
Name: <input type="text" name="nama">
<br><br>
E-mail: <input type="text" name="email">
<br><br>
Website: <input type="text" name="website">
<br><br>
Comment: <textarea name="komentar" rows="5" cols="40"></textarea>
<br><br>
Gender:
<input type="radio" name="gender" value="perempuan">Perempuan
<input type="radio" name="gender" value="laki-laki">Laki-laki
<br><br>
<input type="submit" name="submit" value="Submit">
</form> 
<?php  
//menampilkan hasil dari inputan form
echo "<h2>Input yang anda masukkan:</h2>";
echo $nama;
echo "<br>";
echo $email;
echo "<br>";
echo $website;
echo "<br>";
echo $komentar;
echo "<br>";
echo $gender;
?>
</body>
</html>

Pada contoh terdapat beberapa proses validasi dasar untuk form yaitu:

  1. Penggunaan fungsi htmlspecialchars() pada form action untuk melindungi variabel global $_SERVER[“PHP_SELF”] dari html injection. Dengan demikian, parameter-parameter ilegal yang disisipkan pada URL akan diubah ke format karakter html. Misal <script> menjadi &lt;/script&gt;
  2. Penggunaan fungsi trim() untuk menghapus karakter yang tidak diperlukan seperti ekstra spasi, tab dan baris baru.
  3. Penggunaan fungsi stripslashes() untuk membuang tanda backslash (/) dari input yang dimasukkan oleh pengguna
  4. Penggunaan fungsi htmlspecialchars() untuk mengubah karakter-karakter khusus html seperti < menjadi &lt; dan > menjadi &gt;
Untuk mempermudah proses validasi terhadap beberapa input form maka fungsi-fungsi diatas dikumpulkan menjadi satu fungsi yang bisa dipanggil dengan satu perintah saja, jadi tidak perlu menulis satu per satu untuk masing-masing input.

Pada contoh dapat dilihat fungsi test_input($data) yang memproses variabel $data dengan tiga fungsi, yaitu trim(), stripslashes() dan htmlspecialchars(). Setelah itu hasil dari fungsi-fungsi tersebut dikembalikan lagi melalui perintah return.

Pada program diatas belum dibuat proses require form yaitu suatu syarat yang mewajibkan satu input form untuk diisi. Akibatnya meskipun form dalam keadaan kosong, script akan tetap dijalankan ketika tombol submit ditekan. Tentang cara membuat sistem reqiure form insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.


Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_form_validation.asp

Filed Under: PHP

Memilih Metode untuk Menangani Form pada PHP

6 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Sebelumnya telah ditulis tentang cara menangani action form dengan PHP. Dimana setiap data dari form yang dikirim ke server ditangani oleh parameter yang diset pada atribut ACTION pada form. Perlu diketahui bahwa selain atribut ACTION, pada form juga ada atribut METHOD. Atribut ini dipakai untuk menentukan metode pengiriman data dari pengguna ke server.

Ada dua metode yang disediakan yaitu GET dan POST.  Masing-masing metode ini menghasilkan array assosiatif dengan key name mengacu ke nama elemen form. Dua cara penanganan Action form juga bisa diterapkan pada metode GET maupun POST.

1. Metode GET

Adalah metode pengiriman data melalui URL. Metode GET menghasilkan variabel bertipe array yang bisa dipanggil dengan variabel global $_GET[“nama-elemen-form”]. Karena terlihat pada URL, maka metode GET tidak bersifat rahasia dan oleh karena itu tidak disarankan untuk mengirim data yang bersifat rahasia seperti password.

Saat form disubmit maka data dari form dikirim ke halaman action PHP melalui URL, misal: proses.php?nama=agus&alamat=jepara. Kelebihan dari metode GET adalah bisa disimpan ke dalam bookmark browser, karena memang berupa URL. Kekurangan metode GET selain tidak rahasia adalah adanya batasan jumlah informasi yang dapat dikirim yaitu 2000 karakter.

Contoh penggunaan metode GET yang kita jumpai sehari-hari adalah pada sistem pencarian di website search engine, misal www.google.com. Prinsip kerjanya adalah saat ditekan tombol CARI maka akan tampil hasil pencarian dengan URL yang diikuti dengan kata pencarian.

Contoh script untuk menangani form dengan metode GET

Script untuk membuat form masukan :

 <html>  
<body>
<form action="proses.php" method="get">
Kata Pencarian: <input type="text" name="cari"><br>
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Script untuk menangani data dari form masukan pada file proses.php :

 <html>  
<body>
Kata Pencarian Anda: <?php echo $_GET["cari"]; ?><br>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Saat tombol submit ditekan maka form akan mengirim data ke file proses.php dengan metode GET. Hal ini menyebabkan URL proses.php diikuti dengan variabel cari dengan value berupa kata pencarian yang dimasukkan pada input text.

Untuk lebih jelas bisa dilihat gambar berikut ini untuk masukan kata pencarian= burung

2. Metode POST

Adalah metode pengiriman data melalui protokol HTTP POST. Jadi data yang dikirim lebih aman karena tidak terlihat oleh pengguna. Metode POST adalah metode yang lebih banyak digunakan oleh developer. Metode POST juga menghasilkan variabel bertipe array seperti GET yang bisa dipanggil dengan variabel global $_POST[“nama-elemen-form”].

Saat form disubmit maka data dari form dikirim ke halaman action PHP melalui sistem request pada protokol HTTP POST. Karena data tidak ditampilkan maka cara ini dianggap lebih aman dibanding metode GET. Kelebihan metode POST yang lain adalah tidak ada batasan dalam pengiriman data. Metode POST juga mendukung fungsi canggih seperti dukungan untuk multi-bagian masukan biner saat mengupload file ke server.

Satu-satunya kelemahan dari metode POST adalah tidak mungkin melakukan bookmark halaman karena informasi tidak ditaruh pada URL seperti metode GET.

Contoh script untuk menangani form dengan metode GET

Script untuk membuat form masukan :

 <html>  
<body>
<form action="proses.php" method="post">
Kata Pencarian: <input type="text" name="cari"><br>
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Script untuk menangani data dari form masukan pada file proses.php :

 <html>  
<body>
Kata Pencarian Anda: <?php echo $_POST["cari"]; ?><br>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Saat tombol submit ditekan maka form akan mengirim data ke file proses.php dengan metode POST. Data dari form di kirim melalui jalur protokol HTTP POST. Sehingga URL tetap bersih tanpa diikuti variabel dibelakangnya.

Untuk lebih jelas bisa dilihat gambar berikut ini untuk masukan kata pencarian= burung

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_forms.asp

Filed Under: PHP

Menangani Action Form dengan PHP

5 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Pada tutorial HTML dasar telah ditulis tentang cara membuat form. Sekarang kita akan menangani form tersebut dengan PHP. Prinsipnya adalah data-data yang dimasukkan oleh pengguna melalui form akan dikirim ke server setelah pengguna menekan tombol SUBMIT. Oleh server data-data tersebut kemudian diolah pada halaman yang dituju yang diset pada parameter ACTION form. Metode pengiriman data dari halaman sumber ke halaman tujuan mengacu pada isi parameter METHOD form.

Ada dua cara dalam menetapkan halaman pemrosesan form, yaitu:

1. Diproses pada halaman yang sama

Jika script untuk memproses form berada pada halaman yang sama, maka parameter ACTION diisi dengan variabel global $_SERVER[‘PHP_SELF’] atau bisa juga dikosongkan saja. Sampai saat ini saya masih belum tahu perbedaan antara dua cara ini. Namun saya sendiri memilih cara yang kedua yaitu dikosongkan saja.

Contoh script PHP untuk menangani form pada halaman yang sama :

 <html>  
<body>
<?
if(isset($_POST["submit"]))
{
echo "Data yang anda masukkan adalah:<br/>";
echo "Nama = ".$_POST["name"]." <br/>";
echo "E-mail = ".$_POST["email"]." <br/>";
}
?>
<form action="" method="post">
Nama: <input type="text" name="name"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit" value="Enter" name="submit">
</form>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Pada form terdiri dari dua input text dan satu input submit. Baris ke-4 merupakan penanganan kondisi saat tombol submit ditekan ($_POST[“submit”]). Jika kondisi IF tercapai maka akan mengerjakan perintah pada baris ke-6 sampai ke-8. Saat form pertama kali diload, baris ke-6 sampai ke-8 tidak dijalankan karena kondisi IF tidak terpenuhi.

Data dari input text name dan email diambil dengan metode POST melalui variabel global $_POST[“name”] dan $_POST[“email”]. Data tersebut kemudian ditamppilkan dengan perintah echo pada baris ke-7 dan ke-8.

2. Diproses pada halaman berbeda

Penanganan ACTION yang kedua adalah diproses pada halaman lain. Cara ini dilakukan dengan mengisi parameter ACTION sesuai nama file letak script PHP.

Contoh script PHP untuk menangani form pada halaman yang berbeda :

Script untuk membuat form :

 <html>  
<body>
<form action="proses.php" method="post">
Nama: <input type="text" name="name"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Script untuk menangani form pada file proses.php :

 <html>  
<body>
Selamat Datang <?php echo $_POST["name"]; ?><br>
Email anda: <?php echo $_POST["email"]; ?>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Parameter ACTION pada form diisi dengan proses.php. Artinya script untuk menangani form berada pada halaman yang berbeda, yaitu proses.php. Metode yang digunakan adalah metode POST. Jadi saat tombol submit ditekan, form akan mengirimkan data dari input text name dan email kepada file proses.php dengan
metode POST.

Pada file proses.php terlihat bahwa data yang di-poskan oleh form diambil dengan variabel global $_POST[“name”] dan $_POST[“email”] dan ditampilkan dengan perintah echo.

Lihat index artikel ini

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_forms.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Variabel PHP Super Global

4 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Beberapa variabel pada PHP ada yang disebut superglobal. Artinya variabel ini bisa diakses pada setiap lokasi pada file PHP. Variabel ini bisa diakses pada fungsi, class, maupun file tanpa melakukan sesuatu yang spesial dalam mendefinisikan variabel tersebut.

Beberapa variabel superglobal yang sering dipakai dalam dasar-dasar PHP diantaranya $_SERVER, $_REQUEST, $_POST, $_GET, $_SESSION, $_COOKIE dan $_FILE. Variabel-variabel tersebut memiliki fungsi tertentu yang spesifik. Untuk menggunakan variabel-variabel tersebut cukup dengan memanggil pada program tanpa harus mendefinisikan terlebih dahulu.

1. $_SERVER

Adalah variabel yang digunakan untuk mengambil data spesifik server seperti header, path dan lokasi script.

Contoh penggunaan variabel $_SERVER

<?php 
echo $_SERVER['PHP_SELF'];
echo "<br>";

echo $_SERVER['SERVER_NAME'];
echo "<br>";
echo $_SERVER['HTTP_HOST'];

echo "<br>";
echo $_SERVER['HTTP_REFERER'];
echo "<br>";
echo
$_SERVER['HTTP_USER_AGENT'];
echo "<br>";
echo
$_SERVER['SCRIPT_NAME'];
?>

Beberapa elemen kode untuk variabel $_SERVER

Element/Code Output
$_SERVER[‘PHP_SELF’] Menghasilkan nama file dari script yang sedang dieksekusi
$_SERVER[‘GATEWAY_INTERFACE’] Menghasilkan versi dari Common Gateway Interface (CGI) yang dipakai server
$_SERVER[‘SERVER_ADDR’] Menghasilkan alamat IP dari host server
$_SERVER[‘SERVER_NAME’] Menghasilkan nama host server, misal: www.google.com
$_SERVER[‘SERVER_SOFTWARE’] Menghasilkan identifikasi software server, misal: Apache/2.2.24
$_SERVER[‘SERVER_PROTOCOL’] Menghsailkan nama dan revisi dari protokol informasi, misal: HTTP/1.1
$_SERVER[‘REQUEST_METHOD’] Menghasilkan metode yang dipakai untuk mengakses suatu halaman, misal: POST
$_SERVER[‘REQUEST_TIME’] Menghasilkan timestamp saat mulai meminta timestamp, misal: 1377687496
$_SERVER[‘QUERY_STRING’] Menghasilkan query string jika halaman diakses melalui query string
$_SERVER[‘HTTP_ACCEPT’] Menghasilkan header yang diperbolehkan
$_SERVER[‘HTTP_ACCEPT_CHARSET’] Menghasilkan karakter set, misal: utf-8,ISO-8859-1
$_SERVER[‘HTTP_HOST’] Menghasilkan Host header
$_SERVER[‘HTTP_REFERER’] Menghasilkan URL komplit dari halaman yang dibuka.
$_SERVER[‘HTTPS’] Mengecek apakah script berjalan diatas protokol HTTP secure
$_SERVER[‘REMOTE_ADDR’] Menghasilkan alamat IP dari tempat user client membuka halaman.
$_SERVER[‘REMOTE_HOST’] Menghasilkan nama Host dari tempat user client membuka halaman.
$_SERVER[‘REMOTE_PORT’] Menghasilkan port yang dipakai oleh mesin yang digunakan user dalam berkomunikasi dengan webserver.
$_SERVER[‘SCRIPT_FILENAME’] Menghasilkan pathname absolue dari script yangs edang dijalankan.
$_SERVER[‘SERVER_ADMIN’] Menghasilkan nilai yang diberikan kepada SERVER_ADMIN yang ada pada file konfigurasi web server, misal:  someone@www.some-web.com
$_SERVER[‘SERVER_PORT’] Menghasilkan port yang digunakan oleh web server pada mesin server, misal: 80.
$_SERVER[‘SERVER_SIGNATURE’] Menghasilkan versi server dan virtual hot name yang mana telah ditambahkan pada halaman yang telah digenerate oleh server.
$_SERVER[‘PATH_TRANSLATED’] Menghasilkan nama file system berdasarkan path dari script yang sedang dijalankan.
$_SERVER[‘SCRIPT_NAME’] Menghasilkan Path dari halaman yang dibuka.
$_SERVER[‘SCRIPT_URI’] Menghasilkan URI dari halaman yang dibuka.

2. $_REQUEST

Digunakan untuk mengumpulkan data setelah proses submit pada form HTML. Metode $_REQUEST lebih simple dibanding $_POST maupun $_GET namun beberapa informasi pada forum stackoverflow.com menyebutkan $_REQUEST kurang aman. Penggunaan $_REQUEST hanya disarankan untuk sekedar memvalidasi pengisian data pada form.

Contoh penggunaan $_REQUEST sekaligus $_SERVER

 <html>  
<body>
<form method="post" action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF'];?>">
Nama: <input type="text" name="nama-user">
<input type="submit">
</form>
<?php
$nama = $_REQUEST['nama-user'];
echo $nama;
?>
</body>
</html>

3. $_POST

Mirip dengan $_REQUEST namun variabel $_POST lebih sering digunakan dalam menangani form yang bersifat rahasia. Metode POST membuat nilai-nilai yang dikirimkan tidak diketahui oleh pengguna karena di-pos-kan melalui script. Jadi variabel $_POST digunakan mengambil data yang digenerate oleh form. $POST dan $_GET membuat array sedangkan $_REQUEST tidak.

Contoh penggunaan $_POST

 <html>  
<body>
<form method="post" action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF'];?>">
Nama: <input type="text" name="nama-user">
<input type="submit">
</form>
<?php
$nama = $_POST['nama-user'];
echo $nama;
?>
</body>
</html>

4. $_GET

Berbeda dengan $_POST, variabel $_GET dipakai untuk mengambil data yang dikirim melalui URL. Pengiriman dan pengambilan data menggunakan metode GET akan terlihat karena berada pada belakang URL, jadi tidak disarankan untuk informasi rahasia seperti password.

Contoh penggunaan $_GET

 <html>  
<body>
<form method="get" action="action_get.php">
Nama: <input type="text" name="nama-user">
E-mail: <input type="text" name="email">
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Dan ini isi dari file action_get.php

 <html>  
<body>
Selamat Datang <?php echo $_GET["nama-user"]; ?><br>
Alamat Email Anda: <?php echo $_GET["email"]; ?>
</body>
</html>

5. $_SESSION

Adalah variabel yang digunakan untuk menyimpan parameter-parameter SESSION yang dibutuhkan oleh program.

Contoh penggunaan $_SESSION

 <?php  
// Start the session
session_start(); // ini harus ditaruh sebelum tag <html>
?>
<html>
<body>
<?php
// Set session variables
$_SESSION["warna"] = "hijau";
$_SESSION["hewan"] = "kucing";
echo "Variabel Session telah di set.";
?>
</body>
</html>

6. $_COOKIE

Adalah variabel yang dipakai untuk mengambil data dari Cookie yang tersimpan di komputer pengguna.

Contoh penggunaan $_COOKIE

 <html>  
<body>
<?php
$cookie_name = "user";
if(!isset($_COOKIE[$cookie_name])) {
echo "Cookie named '" . $cookie_name . "' does not exist!";
} else {
echo "Cookie is named: " . $cookie_name . "<br>Value is: " . $_COOKIE[$cookie_name];
}
?>
</body>
</html>

7. $_FILE

Adalah variabel yang digunakan untuk mengambil beberapa informasi dari sebuah file yang diupload ke server. Informasi tersebut misalnya meliputi nama file, tipe dan ukuran suatu file.

Contoh penggunaan $_FILE

 <?php  
if ($_FILES["file"]["error"] > 0) {
echo "Error: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br>";
} else {
echo "Nama: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br>";
echo "Tipe: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br>";
echo "Ukuran: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " kB<br>";
echo "Folder: " . $_FILES["file"]["tmp_name"];
}
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_superglobals.asp

Filed Under: PHP

Fungsi-fungsi PHP untuk Mengurutkan Array

4 Oktober 2014 By Eko Purnomo

PHP menyediakan beberapa fungsi bawaan untuk mengakses dan memanipulasi array. Fungsi fungsi tersebut sudah tertanam dalam core PHP sehingga bisa langsung bisa dipakai tanpa harus melalukan instalasi tambahan.

Kegunaan dari fungsi-fungsi tersebut bisa dikelompokkan dalam beberapa garis besar diantaranya seperti sotring array (mengurutkan array), mengatur pointer array dan melakukan pencarian didalam array. Setiap penggunaan fungsi harus diikuti dengan tanda kurung buka “(” dan kurung tutup “)” misalnya fungsi array().

Berikut ini beberapa fungsi PHP untuk mengurutkan array beserta penjelasannya :

1.sort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data dalam array secara ascending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari kecil ke besar, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari a ke z.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi","Candra","Agus");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Agus","Budi","Candra")

Contoh 2:

 <?php  
$angka=array(5,3,7,2);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

(2,3,5,7)

2.rsort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data dalam array secara descending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari besar ke kecil, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari z ke a.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi","Candra","Agus");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Candra","Budi","Agus")

Contoh 2:

 <?php  
$angka=array(5,3,7,2);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

(7,5,3,2)

3.asort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan value secara ascending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari kecil ke besar, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari a ke z.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan value menjadi seperti ini:

("Candra"=> "Cirebon","Budi"=> "Jakarta","Agus"=> "Semarang") //value=Cirebon,Jakarta,Semarang

Contoh 2:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=>5,"Candra"=>3,"Agus"=>7);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Candra"=>3,"Budi"=>5,"Agus"=>7) //value=3,5,7

4.arsort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan value secara descending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari besar ke kecil, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari z ke a.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan value menjadi seperti ini:

("Agus"=> "Semarang","Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon") //value=Semarang,Jakarta,Cirebon

Contoh 2:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=>5,"Candra"=>3,"Agus"=>7);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Agus"=>7,"Budi"=>5,"Candra"=>3) //value=7,5,3

5.ksort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan key name secara ascending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari kecil ke besar, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari a ke z.

Contoh:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan key name menjadi seperti ini:

("Agus"=> "Semarang","Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon") //key name=Agus,Budi,Candra

6.krsort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan key name secara descending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari besar ke kecil, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari z ke a.

Contoh:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan key name menjadi seperti ini:

("Candra"=> "Cirebon","Budi"=> "Jakarta","Agus"=> "Semarang") //key name=Candra,Budi,Agus

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_arrays_sort.asp

Filed Under: PHP

Jenis-jenis Array pada PHP

4 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Seperti yang telah ditulis pada artikel sebelumnya tentang array, selanjutnya kita akan mengenal jenis-jenis array pada PHP. Ada tiga jenis array pada PHP, yaitu array terindeks angka, array assosiatif dengan key name dan array multi-dimensi.

Jenis array yang telah ditulis pada artikel sebelumnya merupakan jenis array terindeks angka. Selain itu ada array assosiatif yaitu array yang menggunakan key name untuk menetapkan sebuah nilai. Dengan kata lain angka pada array terindeks diganti dengan key name yang berkaitan dengan data dalam array. Lalu ada array multi dimensi yaitu array didalam array, sehingga kita bisa menggunakan beberapa nama kunci atau indek dalam satu array.

1. Array Terindeks Angka

Merupakan array yang mengidentifikasi urutan isinya dengan indeks angka. Contoh data array nomor satu akan diindeks 0, kedua diindeks 1 dan seterusnya. Penulisan array terindeks cukup menaruh indeks dalam kurung kotak, contoh: $angka[0].

Ada dua cara dalam membuat dan mengisi data pada array terindeks, yaitu:

  • Membuat array dengan indeks data otomatis

    Untuk membuat indeks secara otomatis bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:
    a. Penulisan serentak
    Contoh:

     $buah=array("Semangka","Jeruk","Apel");  

    b. Penulisan satu per satu
    Contoh:

     $buah[]="Semangka";  
    $buah[]="Jeruk";
    $buah[]="Apel
    ";
  • Membuat array dengan indeks data manual

    Contoh:

     $buah[0]="Semangka";   
    $buah[1]="Jeruk";
    $buah[2]="Apel";

Contoh menampilkan semua data dari array terindeks dengan logika perulangan FOREACH :

<?php 
$buah = array("Semangka","Jeruk","Apel","Markisa");

foreach ($buah as $value) {
  echo "$value <br>";
}
?>

2. Array Assosiatif

Pada array assosiatif tidak mengunakan indeks angka namun menggunakan key name. Beberapa sering menyebut array assosiatif sebagai array dengan indeks string. Namun ini tidak sepenuhnya tepat karena array assosiatif tidak seperti indeks angka yang bisa mengindeks otomatis. Saat membuat array assosiatif harus menyebut key name terlebih dahulu kemudian diikuti dengan nilainya. Ada dua cara membuat array assosiatif yaitu:

  • Penulisan serentak menggunakan tanda “=>”
     $nama-array=array("key1"=>"value1","key2"=>"value2","key3"=>"value3",...dst);  

    Contoh:

     $karyawan=array("Agus"=>"Jepara","Budi"=>"Jakarta","Candra"=>"Semarang");  
  • Penulisan satu persatu tiap-tiap key name
     $nama-array['key1']="value1";  
    $nama-array['key2']="value2";
    $nama-array['key3']="value3";

    Contoh :

     $karyawan['Agus']="Jepara";  
    $karyawan['Budi']="Jakarta";
    $karyawan['Candra']="Semarang";

Contoh menampilkan semua data dari array terindeks dengan logika perulangan FOREACH :

 <?php
$karyawan=array("Agus"=>"Jepara","Budi"=>"Jakarta","Candra"=>"Semarang");
foreach($karyawan as $x=>$x_value) {
echo "Key=" . $x . ", Value=" . $x_value;
echo "<br>";
}
?>

3. Array multi dimensi

Adalah array yang berisi satu array atau lebih atau sama saja dengan array didalam array. Ini diperlukan ketika kita membutuhkan penyimpanan lebih dari satu key name. PHP mendukung kedalama array didalam array sampai banyak namun rata-rata kedalaman lebih dari tiga sangat sulit untuk me-manage-nya.

Contoh penggunaan array multi dimensi adalah pada tabel berikut:

Nama Alamat Umur
Agus Jepara 20
Budi Jakarta 5
Candra Semarang 45
Dewi Kudus 12

Untuk menyimpan data diatas, kita menggunakan array dua dimensi berikut ini:

 $karyawan = array  
(
array("Agus","Jepara",20),
array("Budi","Jakarta",5),
array("Candra","Semarang",45),
array("Dewi","Kudus",12)
);

Contoh program lengkap menampilkan array multi dimensi dengan perulangan FOR :

 <?php  
$karyawan = array
(
array("Agus","Jepara",20),
array("Budi","Jakarta",5),
array("Candra","Semarang",45),
array("Dewi","Kudus",12)
);
for ($row = 0; $row < 4; $row++) {
echo "<p><b>Baris nomor $row</b></p>";
echo "<ul>";
for ($col = 0; $col < 3; $col++) {
echo "<li>".$karyawan[$row][$col]."</li>";
}
echo "</ul>";
}
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_arrays.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_arrays_multi.asp

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 54
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com