Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Cara Membuat Partisi pada Harddisk

14 Maret 2015 By Eko Purnomo

Partisi adalah membagi harddisk menjadi beberapa blok penyimpanan yang independen. Setiap partisi pada harddisk bisa diformat dengan file system yang berbeda. Pada windows, setiap partisi harddisk ditandai dengan nama drive yang berbeda. Ukuran partisi pada harddisk ini bisa ditentukan sendiri oleh kita dengan mengacu pada kebutuhan penggunaan memory data.

Ada beberapa cara untuk membuat partisi pada harddisk, namun secara umum dapat dibagi dua yaitu membuat partisi harddisk saat proses instalasi sistem operasi dan membuat partisi harddisk dengan program setelah proses instalasi sistem operasi selesai. Cara yang kedua ini bisa memerlukan program aplikasi partisi harddisk seperti misalnya aplikasi Disk Management dan Partition Magic pada Windows serta Gparted dan KDE Partition Editor pada Linux.

Cara membuat partisi harddisk saat instal sistem operasi

Dengan cara ini kita bisa langsung membuat partisi harddisk pada saat proses instal sistem operasi, misalnya saat instal Linux atau Windows. Sebetulnya saat mulai instal sistem operasi kita sudah “dipaksa” untuk membuat partisi harddisk setidaknya satu pada Windows dan dua pada Linux (Program+Swap).

Namun kita diberi opsi untuk langsung melakukan pembagian untuk “memecah-mecah” harddisk atau tidak. Jika proses ini tidak dilakukan, maka nantinya kita harus membuat partisi lagi setelah proses instal sistem operasi selesai.

Cara membuat partisi harddisk saat instal Ubuntu dan Linux Mint

  1. Pembuatan partisi dilakukan setelah memilih instalation type, pilih yang custom (paling bawah).
  2. Akan tampak gambar visual pembagian harddisk, jika harddisk baru hanya ada satu bagian unallocated size.
  3. Jika pada harddisk sudah ada partisi, silahkan hapus dulu dengan cara klik kanan pada partisi lalu pilih delete atau hapus.
  4. Untuk membuat partisi silahkan klik harddisk lalu pilih New Partition Table.
  5. Masukkan ukuran harddisk misalnya 20000 untuk 20GB.
  6. Pilih filesystem yang akan diterapkan pada harddisk, misalnya EXT4.
  7. Setting mount point dari partisi baru, misalnya “/” (root).
  8. Setelah selesai lanjutkan saja proses instalasi dan semua partisi baru akan dibuat secara otomatis.

Cara membuat partisi harddisk saat instal Windows XP

  1. Proses pembuatan atau setup partisi saat instal Windows XP dilakukan menekan F8 setelah membaca EULA (End User Lisence Agreement).
  2. Setup kemudian akan mendeteksi keberadaan sistem operasi Windows XP yang telah terinstal , jika ada akan muncul konfirmasi Repair atau Don’t Repair.
  3. Kemudian akan tampil daftar partisi yang ada pada harddisk jika ada, bila harddisk baru akan tampil Unpartitioned.
  4. Jika partisi sudah ada kita bisa menekan tombol D untuk menghapus partisi dan L untuk konfirmasi hapus.
  5. Untuk membuat partisi baru tekan tombol C, lalu pilih FAT32 atau NTFS kemudian masukkan ukuran partisi dan tekan enter.
  6. Partisi baru sudah berhasil dibuat.
  7. Pada partisi yang akan diinstali sistem operasi Windows XP akan otomatis diformat oleh installer dan partisi yang tidak diinstali Windows XP akan kita format nanti setelah selesai instalasi Windows XP.

Cara membuat partisi harddisk saat instal Windows 7 dan Windows 8

  1. Proses pembuatan atau setup partisi saat instal Windows 8 dilakukan setelah membaca EULA (End User Lisence Agreement).
  2. Untuk membuat partisi dengan ukuran tertentu silahkan klik Drive Option.
  3. Jika harddisk baru, maka akan muncul area kosong pada keseluruhan harddisk.
  4. Jika harddisk sudah pernah diinstal partition, kita bisa hapus dengan klik partisi lalu klik Delete.
  5. Untuk membuat partisi, klik New lalu masukkan ukuran partisi yang diinginkan.
  6. Untuk memformat partisi, klik partisi yang telah dibuat lalu klik opsi format.
  7. Pembuatan partisi akan langsung dilakukan setelah klik Next.

Cara membuat partisi harddisk dengan aplikasi setelah instal sistem operasi

Cara ini dilakukan setelah berhasil menginstal sistem operasi. Cara ini memerlukan aplikasi baik itu aplikasi bawaan seperti Disk Management pada Windows atau pun aplikasi tambahan misalnya Partition Magic pada Windows dan Gparted pada Linux. Dengan aplikasi ini kita bisa membuat partisi baru dan juga mengubah ukuran partisi yang sudah ada.

Cara membuat partisi harddisk dengan Disk Management

  1. Buka aplikasi disk management dengan mengetikkan perintah diskmgmt.msc pada cmd atau Run command (tekan tombol Windows+R pada keyboard).
  2. Atau bisa juga klik kanan pada icon Computer pilih Manage lalu pada menu kiri pilih Disk Management.
  3. Kemudian akan tampil window disk management, klik kanan pada area harddisk yang kosong kemudian pilih New Simple Volume.
  4. Akan muncul window pengaturan partisi baru.
  5. Masukkan ukuran partisi yang diinginkan, drive letter untuk partisi baru dan opsi format atau tidak.
  6. Klik Next lalu Finish untuk menyetujuipembuatan partisi baru pada harddisk.

Cara membuat partisi harddisk dengan GParted

  1. Buka aplikasi Gparted dengan menjalankan perintah gparted pada terminal, atau klik shortcut Gparted pada start menu.
  2. Akan tampil harddisk beserta pembagian partisinya.
  3. Untuk membuat partisi baru, klik pada harddisk lalu pilih Create Partition table.
  4. Pilih tipe partisi, ukuran partisi dan file system.
  5. Klik Apply untuk memproses pembuatan partisi.

Cara membuat partisi harddisk dengan Partition Magic

  1. Jalankan aplikasi Partition Magic.
  2. Akan tampil alokasi pembagian harddisk, jika harddisk baru maka semua arena akan kosong.
  3. Klik Create Partition pada area yang kosong lalu masukkan ukuran partisi dan filesystem serta pilih opsi diformat atau tidak.
  4. Setelah selesai, Apply untuk memproses pembuatan partisi.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan partisi ini adalah kehati-hatian dalam membuat partisi terutama pada harddisk yang sudah ada partisinya. Hal ini karena kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal yaitu kehilangan semua data yang ada pada harddisk dan ini tidak bisa di “undo”.
Untuk mengembalikan data karena kesalahan proses partisi kita harus me-recovery harddisk. Proses ini juga tidak menjamin semua data bisa kembali dan biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Jadi harap berhati-hati dalam melakukan partisi pada harddisk.

Filed Under: Komputer

Mengenal File System Harddisk

13 Maret 2015 By Eko Purnomo

Mengenal File System Harddisk

File System adalah sebuah sistem yang mengatur bagaimana sebuah file disimpan pada media penyimpanan seperti flashdisk, harddisk dan sebagainya. Khusus untuk file system pada harddisk yang paling populer adalah file system-nya Windows yaitu NTFS dan FAT32 serta file systemnya Linux yaitu EXT file system.

File system membagi harddisk menjadi beberapa lokasi penyimpanan file. Lokasi ini ditandai dengan awal sektor dan akhir sektor. Tanpa file system, informasi data yang disimpan pada harddisk akan menjadi tidak beraturan dan tidak dikenal awal dan akhirnya. Hal ini bisa berakibat tumpang tindih data seperti misalnya yang terjadi pada perekaman pita kaset pada tape recorder.

Aspek-aspek dari sebuah File System

1. Partition 

Adalah sebuah sistem pembagian area sistem file pada harddisk. Artinya kita bisa mempartisi sebuah harddisk menjadi beberapa file system yang berbeda. Misalnya sebuah harddisk 100GB kita bagi dua sama besar, kemudian satu harddisk kita format pakai file system EXT (Linux) dan satunya lagi kita format pakai NTFS (Windws)

Untuk bisa menginstal atau memformat harddisk dengan sebuah file system tertentu kita harus lebih dahulu mempartisi harddisk tersebut. Selanjutnya setelah memformat partisi yang kita buat tadi kita dapat mengetahui kapasitas partisi harddisk sebesar berapa byte (atau berapa MB, GB, TB ?).

2. Filename

Adalah sebuah pengenal (identifier) dari sebuah data yang tersimpan pada harddisk. Filename / nama file ini sebenarnya menandai sebuah data dari lokasi penyimpanananya. Jadi begitu kita mengakses sebuah file melalui nama file sebenarnya kita memerintahkan harddisk untuk membaca dan atau menulis pada lokasi yang terkait dengan nama file tersebut.

Cara penamaan file pada file system berbeda-beda, misalnya dulu saya masih ingat ketika bekerja menggunakan DOS, panjang nama filenya hanya sekitar 8 karakter saja. Jadi nama file dibatasi tidak boleh panjang-panjang. Namun kini seiring dengan kemajuan teknologi file system, penamaan file bisa dibuat panjang dan memudahkan kita dalam mengidentifikasi sebuah file/data yang tersimpan pada harddisk.

3. Directory

Adalah sebuah pengenal dari sebuah ruangan maya tempat mengelompokkan file pada harddisk. Directory sebetulnya juga adalah sebuah file, namun penamaan dan fungsinya berbeda dengan file. Directory hanya berfungsi sebagai penanda sekelompok file yang dikumpulkan dan ditaruh dalam sebuah lokasi. Directory ini juga sering disebut dengan folder, terutama setelah munculnya Windows.

Sistem pembuatan dan hirarki sebuah directory bisa berbeda antara satu file system dengan file system lainnya. Namun inti dan fungsinya tetap sama. Misalnya pada Windows atau DOS kita mengenal sebuah drive yang merupakan main directory sebuah harddisk maka pada file system EXT di Linux kita tidak akan menemukannya. Sebagai gantinya kita akan diberikan sebuah directory root yang paling atas dan disimbolkan dengan tanda backslash (“/”).

Kita bisa membuat directory didalam sebuah directory dengan kedalaman yang sampai saat ini menurut saya tidak terbatas asalkan saja kapasitas harddisk cukup. Directory didalam directory ini bisa juga disebut dengan sub directory.

Sekedar diketahui bagi para pengguna Windows mungkin tidak pernah membayangkan jika sebuah directory ini memerlukan spase momory didalam harddisk. Hal ini saya ketahui ketika menggunakan Linux dan saat mendaftarkan website. Ukuran sebuah directory adalah sebesar 4KB (kilobyte).

4. Meta data

Adalah data yang tidak terlihat namun menyertai sebuah file dan directory. Meta data ini misalnya meliputi type file, pemilik file (owner) dan ijin akses file (permission). Meta data sebuah file atau directory terpisah dari identitas dan isi file atau directory. Meta data ini bisa diset secara terpisah misalnya pada Linux dengan perintah chmod atau chown.

Beberapa jenis File System Harddisk

1. EXT4

Adalah jenis file system yang dipakai di Linux dan variannya. EXT4 merupakan versi file system EXT paling mutakhir. Sebelum EXT4 tentunya ada yang namanya EXT, EXT2 dan EXT3. Pengembangan file system EXT ini semakin berkembang mengikuti perkembangan kernel pada Linux yang semakin baik.

EXT4 merupakan singkatan dari istileh bahasa inggris “fourth extended filesystem”. EXT4 merupakan jenis Journaling File System dan dibuat pada tahun 2008 untuk menyempurnakan file system EXT3. File system EXT4 mulai diperkenalkan pada Kernel versi 2.6.19 yang mendukung ukuran file besar sampai 16TB per satu file.

Secara keseluruhan file system EXT4 bisa dipakai pada kapasitas penyimpana 1 EB (exabyte). Dimana 1 EB = 1024 PB (petabyte) dan 1 PB = 1024 TB (terabyte). Jumlah directory maksimum yang didukung oleh file system EXT4 adalah sebesar 64.000 directory.

Untuk lebih jelas tentang detail dari file system EXT4 bisa dibaca di Wikipedia di alamat: //en.wikipedia.org/wiki/Ext4.

2. FAT32

Adalah jenis file system pada sistem operasi Windows. Sebelum FAT32 ada file system FAT16 yang dipakai pada sistem operasi DOS, yaitu produk sistem operasi komputer dari microsoft sebelum Windows. Ukuran maksimum yang mungkin untuk file pada file system FAT32 adalah 4 GiB minus 1 byte atau 4294967295 (232-1) byte.

FAT sendiri adalah singkatan dari File Allocation Table. FAT32 merupakan versi terakhir dari file system FAT. File system ini selanjutnya diganti dengan NTFS seiring dengan perkembangan kecepatan komputer dan peningkatan kapasitas harddisk.

Untuk lebih jelas tentang detail dari file system FAT32 bisa dibaca di Wikipedia di alamat:
//en.wikipedia.org/wiki/File_Allocation_Table#FAT32

3. NTFS

Adalah file system terbaru pada sistem operasi Windows. File system ini mulai diperkenalkan pada Windows NT 3.1. File system NTFS mulai dikenal luas setelah kehadiran Windows XP, dimana saat proses instalasinya khususnya pada tahap format harddisk sudah diberi tambahan opsi file system NTFS.

NTFS adalah singkatan dari New Technology File System. File system NTFS ini dipergunakan pada sistem operasi Windows yang tergolong Windows NT seperti Windows NT, Windows XP, Windows Vista, Windows 7 dan kini Windows 8.

Salah satu fitur dari file system NTFS adalah fitur kompresi datanya yang hebat yaitu menggunakan algoritma kompresi LZNT1. Dengan cara ini sebuah file akan di kompresi kedalam 16 potongan cluster.

Untuk lebih jelas tentang detail dari file system FAT32 bisa dibaca di Wikipedia di alamat:
//en.wikipedia.org/wiki/NTFS

Filed Under: Komputer

Apa itu Harddisk ?

12 Maret 2015 By Eko Purnomo

Apa itu Harddisk ?

Harddisk adalah media penyimpan data berupa cakram magnetik yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil data digital pada komputer. Prinsip kerja harddisk adalah membaca dan menulis data kedalam cakram magnetik yang diputar. Data ini dibaca melalui sebuah read-write head. Agar bisa bekerja, komponen-komponen dalam sebuah harddisk harus dikendalikan oleh sebuah rangkaian elektronik yang sekaligus bertindak sebagai interfacing module.

Pencipta harddsik adalah seorang insinyur IBM bernama Reynold Johnson. Harddisk pertama diciptakan pada tahun 1956 dan terdiri 50 cakram magnetik dengan diameter 0.6 Meter dan diputar dengan kecepatan rotasi 1.200 rpm. Harddisk pertama ini hanya mampu menyimpan data sebesar 4.4MB saja.

Ukuran penyimpanan data sebuah harddisk dinyatakan dengan byte, sama dengan satuan data. Kini ukuran harddisk sudah relatif besar sampai ukuran Terra Byte (1 Terra = 1.000.000.000.000). Waktu saya mengenal komputer sekitar tahun 1996, saat itu ukuran harddisk 100MB sudah cukup besar. Saya masih ingat waktu itu karena masih bekerja dalam lingkungan DOS maka ukuran harddisk 100MB sudah lebih dari cukup.

Bagian-bagian harddisk

Jika ditanya tentang bentuk harddisk maka gambaran yang muncul adalah sebuah benda logam berbentuk kotak yang mempunyai terminal data dan terminal supply di salah satu ujungnya. Itulah bentuk luar dari sebuah harddisk.

Sepintas kita juga dapat melihat sebuah rangkaian elektronik yang melekat pada harddisk. Ini adalah rangkaian yang mengendalikan kerja harddisk, mulai dari menggerakkan cakram magnetik, membaca data lalu mengirimkan ke chipset pada motherboard melalui interface data SATA atau IDE.

Selain dari rangkaian elektronik ini, sebetulnya ada bagian-bagian yang “disembunyikan” didalam kotak harddisk. Bagian-bagian ini sangat peka terhadap debu, jadi benar-benar ditaruh didalam ruangan yang tertutup. Bagian-bagian ini meliputi cakram magnetik, motor penggerak (spindle) dan read-write head. Semua bagian ini ditaruh didalam enclosure yang tertutup rapat.

Berikut ini penjelasan tentang bagian-bagian harddisk dan prinsip kerjanya :

1. Cakram Magnetik (Magnetic Disk)

Ini adalah bagian utama yang menyimpan data dalam sebuah harddisk. Pada cakram magnetik inilah tempat data ditulis (direkam) untuk kemudian dibaca kembali saat dibutuhkan. Cakram magnetik berbentuk piringan plat tipis mirip dengan kepingan CD. Biasanya pada sebuah harddisk terdapat beberapa cakram magnetik.

Saat pertama kali dibuat, harddisk terdiri dari 50 piringan cakram magnetik yang relatif besar dengan ukuran 0.6 meter. Saat ini ukuran piringan harddisk sudah relatif kecil terutama pada harddisk laptop, yaitu sekitar 2.5 inch atau 6.35 centimeter saja.

2. Motor Spindle

Ini adalah bagian harddisk yang berfungsi memutar cakram magnetik penyimpan data. Dalam harddisk terdapat motor spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini yang menentukan putaran harddisk. Semakin cepat putaran rpm harddisk maka semakin cepat transfer datanya.

Karena motor spindle ini berputar dengan cepat, maka harus didukung dengan penggunaan high quality bearing agar stabil dan tidak kocak. Jika dulu harddisk masih menggunakan ball bearing, kini harddisk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan penggunaan fluid bearing ini maka gaya friksi dan tingkat kebisingan harddisk dapat diminimalisir.

3. Read-write Head

Ini adalah alat yang berfungsi mengambil data dari cakram magnetik yang diputar oleh motor spindle. Head ini melayang dengan jarak yang tipis diatas cakram magnetik. Jika dulu penggunaan head masih bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Maka kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur harddisk lebih lama.

Bahan yang digunakan untuk Read-write head ini terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.

4. Enclosure

Ini adalah pelindung ketiga bagian harddisk tadi dan merupakan lapisan pembungkus luar harddisk yang sering kita lihat. Enclosure ini harus kokoh dan rapat agar melindungi bagian-bagian didalam harddisk dari gangguan luar seperti benturan dan debu yang bisa mengakibatkan kerusakan data yang disimpan dalam harddisk.

Dalam enclosure terdapat penyaring yang disebut breath filter. Bagian ini berfungsi membuat harddisk tidak kedap udara namun tetap menahan debu dari luar. Penggunaan breath filter ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam harddisk yang ditimbulkan terutama oleh motor spindle pada saat proses read-write data.

5. Interfacing Module

Ini adalah rangkaian elektronik yang kita melekat pada harddisk yang bisa kita lihat dari luar. Interfacing modul terdiri dari seperangkat komponen elektronik yang berfungsi mengendalikan kerja tiap-tiap komponen harddisk.

Interfacing module mengatur putaran motor spindle lalu membaca atau menulis data pada cakram magnetik melalui head. Interfacing module ini juga bertugan melakukan komunikasi dengan prosesor melalui chipset pada motherboard. Ada dua metode intercafing pada harddisk, yaitu IDE (lama) dan SATA (yang terbaru).

Interfacing IDE atau ATA menggunakan kabel 40pin sedangkan SATA lebih sedikit sekitar 6 pin saja. Teknologi SATA merupakan teknologi yang pada sistem interfacing harddisk. Dengan teknologi SATA, satu harddisk ditangani oleh satu jalur komunikasi BUS tersendiri didalam chipset. Ini membuat teknologi SATA lebih cepat dari IDE atau ATA.

Referensi :

  • //en.wikipedia.org/wiki/Hard_disk_drive

Filed Under: Komputer

Konversi Tanggal MySQL

11 Maret 2015 By Eko Purnomo

konversi tanggal mysql

Pada database MySQL, format data yang digunakan adalah YYYY-MM-DD (tahun-bulan-hari), seperti misalnya 2015-03-13. Format tanggal ini berbeda dengan yang sering kita gunakan yaitu DD-MM-YYYY (hari-bulan-tanggal) misalnya 13-03-2015. Jadi pada saat kita akan menampilkan tanggal dari tabel MySQL kita harus mengubah dulu kedalam format tampilan yang biasa kita pakai yaitu DD-MM-YYYY (Format tanggal Indonesia).

Untuk mengubah tampilan tanggal MySQL kedalam format Indonesia atau sebaliknya kita bisa membuat fungsi konversi tanggal sendiri. Prinsipnya kita hanya membalik posisi hari dan tahun. Jika pada tanggal MySQL, posisi tahun didepan dan posisi hari dibelakang namun pada format tanggal yang biasa kita pakai posisinya dibalik, yaitu posisi hari yang didepan dan tahun yang dibelakang.

Pada fungsi konversi tanggal yang akan kita buat, kita mengandalkan kerja fungsi Explode untuk memecah tahun, bulan dan hari. kemudian setelah berhasil dipecah, selanjutnya tinggal kita balik saja urutannya lalu kita kembalikan nilai ini dengan fungsi return.

Berikut ini contoh fungsi PHP untuk konversi tanggal MySQL :

 function konversi_tanggal($date)  
{
$exp = explode('-',$date);
if(count($exp) == 3)
{
$date = $exp[2].'-'.$exp[1].'-'.$exp[0];
}
return $date;
}

Dan berikut ini contoh penerapan fungsi PHP untuk konversi tanggal MySQL pada program:

 <!DOCTYPE html>  
<html>
<body>
<h1>Contoh Fungsi Konversi tanggal MySQL</h1>
<?php

function konversi_tanggal($date)
{
$exp = explode('-',$date);
if(count($exp) == 3)
{
$date = $exp[2].'-'.$exp[1].'-'.$exp[0];
}
return $date;
}

$tanggalSQL="2015-03-11";
echo "<h2>Konversi tanggal MySQL ke tanggal Indonesia</h2>";
echo "Tanggal SQL = ".$tanggalSQL."<br/>";
echo "Tanggal Indonesia = ".konversi_tanggal($tanggalSQL)."<br/>";

$tanggalID="28-12-1982";
echo "<h2>Konversi tanggal Indonesia ke tanggal MySQL</h2>";
echo "Tanggal Indonesia = ".$tanggalID."<br/>";
echo "Tanggal SQL = ".konversi_tanggal($tanggalID)."<br/>";

?>
</body>
</html>

Jika file diatas dijalankan akan tampil seperti gambar berikut ini :

contoh tampilan konversi tanggal mysql

Contoh implementasi fungsi konversi tanggal ini adalah saat saya membuat tampilan lapotan transaksi dimana salah satu kolomnya adalah tanggal terjadinya transaksi. Sebelum data tanggal MySQL ditampilakn pad atabel, terlebih dahulu saya konversi dengan fungsi konversi tanggal MySQL diatas.

Filed Under: PHP

Cara Mengirim SPT Online 2015

10 Maret 2015 By Eko Purnomo

cara mengirim spt online

Pada tulisan kali ini saya akan bagikan pengalaman cara mengirim SPT online 2015 untuk tahun pajak 2014. Tak terasa bulan maret telah tiba, dan sebagaimana rutinitas pada tahun-tahun sebelumnya pada bulan maret ini adalah saatnya bagi kita untuk mengirim SPT.

SPT adalah singkatan dari Surat Pemberitahuan. SPT adalah surat yang digunakan oleh Wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Seiring dengan kemajuan teknologi, mulai tahun 2013 kita sudah bisa mengirim SPT secara online. Dulu aplikasi ini disebut dengan E-Filing namun kini sudah diintegrasikan kedalam aplikasi DJP Online. Dengan aplikasi ini kita bisa mengirim SPT secara online melalui internet.

Pengiriman SPT secara melalui DJP Online bisa dilakukan setiap saat selama 7x24jam seminggunya. Jadi kita tidak perlu antri di kantor pajak, yang jelas hemat waktu dan hemat kertas. Hal ini tentu sejalan dengan program go green yang bertujuan mengurangi global warning.

tiga langkah menggunakan efilling

Untuk dapat menggunakan fasilitas mengirim SPT secara online ada beberapa langkah yang harus dipenuhi, khususnya bagi yang belum terdaftar.

Berikut ini tiga langkah utama dalam mengirim SPT Online :

  • Mengajukan permohonan e-FIN ke kantor pajak.
  • Registrasi akun di alamat //djponline.pajak.go.id/registrasi.
  • Mengisi dan mengirim SPT melalui E-filing.
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dirinci yang lebih detail dari proses diatas. Bagi yang sudah memiliki akun pada Efiling tahun lalu bisa langsung kepoin 3 yaitu mengisi dan mengirim SPT tanpa harus minta e-Fin dan melakukan registrasi akun lagi.

Mengajukan permohonan e-FIN ke kantor pajak

  1. e-FIN adalah sebuah nomor identifikasi yang dibutuhkan untuk registrasi akun efiling.
  2. Untuk memperoleh e-FIN kita harus mengisi formulir permohonan e-FIN
  3. Kemudian kita akan memperoleh sebuah amplop berisi e-FIN yang bisa digunakan untuk registrasi akun e-filing.
  4. e-FIN ini hanya berlaku selama 30 hari sejak tanggal diterbitkan, jika selama itu tidak dipakai e-FIN akan hangus dan kita harus meminta kembali ke kantor pajak.
  5. Setelah proses registrasi sukses, e-FIN tidak digunakan lagi.

Registrasi Akun SPT Online

  1. Pastikan kita telah memperoleh e-FIN.
  2. Buka website registrasi akun SPT online di alamat //djponline.pajak.go.id/registrasi.
  3. Pastikan tampil form registrasi berikut ini:
    form registrasi akun spt online
  4. Isi dengan data dengan benar menurut pentunjuk berikut ini
    • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : Isikan dengan NPWP Anda 
    • EFIN (Electronic Filing Identification Number) : Isikan dengan EFIN yang telah didapat dari kantor pajak.
    • Nomor Handphone : Isi dengan nomor hangphone yang valid, karena nomor tersebut akan digunakan untuk sarana komunikasi dengan Anda.
    • Email : Masukkan Alamat email Anda yang valid, dibutuhkan untuk proses aktivasi dan pengiriman notifikasi.
    • Konfirmasi Email : Masukkan kembali alamat email seperti diatas.
    • Password : Isikan dengan password yang nantinya digunakan untuk login djp online.
    • Konfirmasi Password : Isikan sama dengan password diatas.
    • Kode Keamanan : Isikan dengan teks yang muncul pada kode keamanan.
  5. Setelah dipastikan benar, dan Sekali lagi pastikan SEMUA BENAR baru klik Daftar.
  6. Pastikan ada notifikasi pendaftaran berhasil dan perintah untuk mengecek email aktivasi.
  7. Buka email dari djp online, lalu klik link aktivasi.
  8. Sampai disini proses pendaftaran akun SPT Online selesai.

Mengisi dan mengirim SPT Online

  1. Login ke aplikasi SPT Online dari direktorat jendral pajak di alamat //djponline.pajak.go.id/account/login
  2. Atau bisa juga buka alamat djp online di //djponline.pajak.go.id lalu klik Login yang ada disebelah kiri.
  3. Pastikan tampak halaman login seperti ini :
  4. Isikan NPWP dan Password saat registrasi tadi.
  5. Jika benar akan diarahkan ke halaman home berikut ini :
    halaman djp home
  6. Silahkan klik Gambar “Pelaporan Online EFiling”.
  7. Akan tampil beberapa menu terkait SPT seperti Buat SPT, Kirim SPT, Dokumen SPT dan Tutorial.
    halaman home efiling
  8. Untuk mengirim SPT, silahkan klik Kirim SPT.
  9. Selanjutnya akan tampil dasbor aplikasi pengiriman SPT berikut ini :
    dasbor kirim spt
  10. Misalnya kita mau kirim SPT jenis form 1770SS silahkan klik menu 1770SS yang ada pada menu ISI SPT.
    form kirim spt
  11. Isi tahun pajak, status dan pembetulan (jika ada), kemudian klik lanjut.
  12. Kemudian akan tampil beberapa field yang harus diisi.
  13. Pada sub bagian A. Pajak Penghasilan, isi kolom penghasilan bruto, pengurangan, penghasilan tidak kena pajak dan pajak penghasilan yang telah dipotong oleh pihak lain
  14. Untuk lebih mudahnya silahkan sesuaikan saja dengan form 1721 bagi yang telah menerima dari perusahaan (bagi karyawan tentunya).
  15. Pada sub bagian B. Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan yang dikecualikan dari Objek Pajak  biasanya diisi dengan 0 (nol) saja.
  16. Pada sub bagian C. Daftar Harta dan Kewajiban silahkan isi dengan jumlah keseluruhan harta dan utang pada akhir tahun pajak.
  17. Setelah selesai silahkan klik opsi Setuju lalu klik Simpan yang muncul setelah opsi Setuju dicentang.
  18. SPT yang telah kita isi selanjutnya telah tersimpan dan siap dikirim.
  19. Pada tahap pengiriman SPT kita harus memasukkan kode verifikasi yang didapatkan dengan klik minta kode verifikasi disini.
  20. Kita akan diberi dua pilihan mau dikirim via email atau via nomor handphone.
  21. Silahkan buka email atau sms pada nomor hp untuk melihat kode verifikasi seperti contoh berikut ini:
    contoh kode verifikasi
  22. Selanjutnya masukkan kode verifikasi tadi pada kolom Kode Verifikasi pada pengiriman SPT.
  23. Klik Kirim untuk mengirim SPT, Jika benar akan muncul notifikasi bahwa pengiriman SPT berhasil.
  24. Silahkan buka email untuk melihat bukti pengiriman SPT kita seperti contoh berikut ini :
    contoh bukti pengiriman spt pada email
  25. Sampai disini semua proses mengirim SPT secara Online melalui aplikasi Efiling pada DJP Online telah selesai.
Demikian keseluruhan cara mengirim SPT secara online, Semoga Bermanfaat.

          Filed Under: Internet

          Import Data Dari CSV ke MySQL dengan PHP

          9 Maret 2015 By Eko Purnomo

          import data dari csv ke mysql dengan preview

          Pada artikel kali ini akan saya sharingkan cara import file CSV ke dalam database MySQL. CSV adalah singkatan dari Comma Separated Values yang jika diterjemahkan kedalam bahasa inggris berarti Banyak data yang dipisahkan dengan tanda koma. Lebih jelasnya CSV adalah sebuah format file yang berisi banyak data dimana masing-masing field data dipisahkan oleh tanda koma (,) atau titik koma(;) dan setiap baris data dipisahkan dengan tanda enter.

          Format file CSV adalah file teks, artinya kita bisa membuka file CSV melalui teks editor. File CSV ini bisa secara manual dengan teks editor atau dari hasil ekspor file sebuah aplikasi penglahan data seperti Microsoft Excel atau Libre Office Spreadsheet.

          File CSV sangat berguna ketika kita akan melakukan insert data secara masal kedalam sebuah database seperti MySQL. Langkah ini diambil ketika melakukan input data secara manual satu per satu sudah tidak memungkinkan karena banyaknya data.

          Agar data-data pada file CSV dapat dimasukkan kedalam database MySQL kita harus melakukan proses yang disebut import data. Proses ini bisa dilakukan secara langsung pada aplikasi PhpMyAdmin atau bisa kita buatkan script PHP sendiri untuk menangani proses upload file CSV, preview dan validasi data sampai terakhir selesai proses import data.

          Contoh proses import data dari CSV ke MySQL dengan PHP

          1. Buat tabel karyawan dengan struktur field berikut ini :

          • nama, varchar(50)
          • alamat, varchar(100)
          • tanggal, date
          • bagian, varchar(50)

          2. Buat file upload CSV berikut ini lalu simpan, misalnya dengan nama import.csv.php

           <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "//www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">   
          <html xmlns="//www.w3.org/1999/xhtml">
          <head>
          <meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=ISO-8859-1" />
          <title>Import File CSV</title>
          </head>

          <body>
          <h1>Import File CSV</h1>
          <form action="preview.import.php" method="post" enctype="multipart/form-data" name="form1" id="form1">
          Pilih File CSV yang akan di import: <br />
          <input name="csv" type="file" id="csv"/>
          <input type="submit" name="Import" value="Enter" />
          </form>
          <br/>
          <b>Note :</b><br/>
          <font color=red>Pastikan urutan kolom pada file CSV= nama,alamat,tanggal lahir,pekerjaan</font><br/>
          <font color=red>Pastikan tidak ada nama kolom pada baris atas</font><br/>
          </body>
          </html>

          3. Buat file preview sebelum di insert ke database seperti berikut ini lalu simpan sesuai dengan nama pada action form diatas, yaitu preview.import.php

           <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "//www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">   
          <html xmlns="//www.w3.org/1999/xhtml">
          <head>
          <meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=ISO-8859-1" />
          <title>Preview File CSV</title>
          </head>

          <body>
          <h1>Preview File CSV</h1>
          <?php
          if(isset($_POST['Import']))
          {
          if ($_FILES['csv']['size'] > 0) {

          $file = $_FILES['csv']['tmp_name'];
          $handle = fopen($file,"r");
          $data = fgetcsv($handle,1000,",","'");
          $step=1;
          ?>
          <form action="insert.sql.php" method="post" enctype="multipart/form-data" name="form1" id="form1">
          <?php
          echo "
          <table border=0>
          <tr>
          <th>No</th>
          <th>Nama</th>
          <th>Alamat</th>
          <th>Tanggal Lahir</th>
          <th>Bagian</th>
          </tr>";
          do {
          if (count($data)==4) {
          if($data[3])
          {
          echo "<tr>";
          echo "<td align=center>".$step."</td>";
          echo "<td><input type='text' name='nama".$step."' value='".$data[0]."'/></td>";
          echo "<td><input type='text' name='alamat".$step."' value='".$data[1]."'/></td>";
          echo "<td><input type='text' name='tanggal".$step."' value='".$data[2]."'/></td>";
          echo "<td><input type='text' name='bagian".$step."' value='".$data[3]."'/></td>";
          echo "</tr>";
          $step++;}
          }
          else echo "ERROR! jumlah field tidak sesuai<br/>";
          } while ($data = fgetcsv($handle,1000,",","'"));
          }
          }
          echo "<tr>";
          echo "<td colspan=5 align=right><font color=blue>JUMLAH DATA = </font><input type='text' name='count' value='".($step-1)."'/></td>";
          echo "</tr>";
          ?>
          <tr>
          <td colspan=4><b><font color=red>PASTIKAN DATA SUDAH BENAR BARU TEKAN ENTER =></font></b></td>
          <td><input type='submit' name='enter' value='Enter'/></td>
          </tr>
          </table>
          </form>
          </body>
          </html>

          4. Buat file untuk insert data ke MySQL lalu simpan sesuai dengan nama action form dari file preview diatas, yaitu insert.sql.php

           <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "//www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">   
          <html xmlns="//www.w3.org/1999/xhtml">
          <head>
          <meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=ISO-8859-1" />
          <title>Insert Data</title>
          </head>

          <body>
          <h1>Insert Data</h1>
          <?php
          $host = "localhost";
          $user = "nama user";
          $pass = "password";
          $dbnm = "nama database";

          $conn = mysql_connect ($host, $user, $pass);
          if ($conn) {
          $buka = mysql_select_db ($dbnm);
          if (!$buka) {
          die ("Database tidak dapat dibuka");
          }
          } else {
          die ("Server MySQL tidak terhubung");
          }

          $error=0;
          if(isset($_POST['enter']))
          {
          $count=$_POST['count']+1;
          for($j=1;$j<$count;$j++)
          {
          $input_nama = "nama".$j;
          $nama = addslashes (strip_tags ($_POST[$input_nama]));
          $input_alamat = "alamat".$j;
          $alamat = addslashes (strip_tags ($_POST[$input_alamat]));
          $input_tanggal = "tanggal".$j;
          $tanggal = addslashes (strip_tags ($_POST[$input_tanggal]));
          $input_bagian = "bagian".$j;
          $bagian = addslashes (strip_tags ($_POST[$input_bagian]));
          $q="INSERT INTO karyawan (nama,alamat,tanggal,bagian) VALUES ('$nama','$alamat','$tanggal','$bagian')";
          $r=mysql_query($q);
          if(!$r){$error++;}
          }
          if($error) { echo "STATUS : IMPORT DATA ERROR";}
          else echo "STATUS : IMPORT DATA BERHASIL";
          }
          ?>
          </body>
          </html>

          5. Buat file CSV untuk demo insert data dengan isi seperti ini kemudian simpan dengan nama misalnya karyawan.csv:

          agus,kudus,1982-12-28,produksi
          tina,jepara,1981-02-13,gudang
          evie,bandung,1978-08-04,kantor

          6. Setelah semua beres, silahkan buka file import.csv pada browser, lalu upload file CSV yang akan di import kemudian klik enter.
          7. Jika benar akan tampak preview file CSV berupa beberapa input text.
          8. Untuk melanjutkan ke proses insert data ke tabel MySQL, silahkan klik enter pada halaman preview file.
          9. Jika proses import data berhasil akan tampil pesan “STATUS : IMPORT DATA BERHASIL”.
          10. Sebelumnya silahkan sesuaikan konfigurasi pada koneksi database, sesuaikan dengan setting masing-masing.

          Filed Under: PHP

          • « Previous Page
          • 1
          • …
          • 21
          • 22
          • 23
          • 24
          • 25
          • …
          • 60
          • Next Page »

          Kategori

          • Android
          • Blogging
          • CSS
          • Desain
          • Elektronika
          • HTML
          • Internet
          • Javascript
          • Komputer
          • Mikrokontroler
          • PHP
          • Website

          Pos-pos Terbaru

          • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
          • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
          • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
          • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
          • Komunitas Desainer Kampung Jepara
          • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
          • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
          • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
          • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
          • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
          • Home
          • Privacy
          • Disclaimer
          • Kontak

          Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com