Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Membuat Fungsi Pembulatan Sendiri pada PHP

8 Maret 2015 By Eko Purnomo

membuat fungsi pembulatan sendiri

Kita bisa membuat fungsi pembulatan angka sendiri untuk membuat membulatkan angka dengan kriteria khusus yang tidak disebutkan pada fungsi-fungsi PHP untuk pembulatan angka. Pada tulisan sebelumnya kita telah mengenal fungsi-fungsi php untuk pembulatan angka. Fungsi-fungsi tersebut sebetulnya sudah cukup lengkap dan menyediakan banyak opsi terutama fungsi round.

Namun baru-baru ini saya mengalami kasus untuk membulatkan angka dengan ke presisian 0.5 bukan lagi satu desimal, dua desimal dan seterusnya. Misalnya angka 1.25 dibulatkan menjadi 1.5 lalu 1.55 juga dibulatkan menjadi 1.5. Dengan demikian saya perlu sebuah fungsi untuk membulatkan angka dengan kriteria tertentu, misalnya desimal 0-0.2 dibulatkan jadi 0 lalu 0.21 sampai 0.65 dibulatkan jadi 0.5 dan seterusnya.

Untuk membuat pembulatan dengan kriteria sendiri, kita bisa menggunakan fungsi explode yang ada pada PHP. Prinsipnya kita ambil dulu nilai desimalnya dengan memecah angka menjadi dua bagian, yaitu bagian bilangan bulat dan desimal. Untuk membaginya kita bisa menggunakan pemecah titik pada fungsi explode.

Setelah mendapatkan nilai pecahan selanjutnya kita bisa mulai membuat kriteria pembulatan yang tentunya terserah kita sendiri. Misalnya saja saya mau buat kriteria berikut ini :

  • Nilai 0 sampai 0.20 dibulatkan menjadi 0
  • Nilai 0.21 sampai 0.7 dibulatkan menjadi 0.5
  • Nilai 0.71 sampai 1 dibulatkan menjadi 1

Setelah ditentukan kriterianya selanjutnya kita bisa mulai membuat proses pembulatan didalam fungsi sehingga nanti bisa kita panggil sewaktu-waktu.

Berikut ini contoh fungsi pembulatan sendiri yang saya buat berdasarkan kriteria diatas :

 <?php  
function bulatkan($angka)
{
$exp = explode('.',$angka);
if(count($exp) == 2)
{
$p = "0.".$exp[1];
if($p<0.21) { $t=0;}
else if (($p>0.20) AND ($p<0.71)) {$t=0.5;}
else $t=1;
$r=$exp[0] + $t;
return $r;
}
else return $angka;
}
?>

Kemudian ini contoh cara menggunakan fungsi pembulatan diatas:

 <!DOCTYPE html>  
<html>
<body>
<h1>Contoh Fungsi Pembulatan Buatan Sendiri</h1>
<?php
function bulatkan($angka)
{
$exp = explode('.',$angka);
if(count($exp) == 2)
{
$p = "0.".$exp[1];
if($p<0.22) { $t=0;}
else if (($p>0.21) AND ($p<0.7)) {$t=0.5;}
else $t=1;
$r=$exp[0] + $t;
return $r;
}
else return $angka;
}

$angka = 0.19826;
echo "Angka asli : ".$angka."<br/>";
echo "Hasil Pembulatan : ".bulatkan($angka)."<br/>";
echo "<br/>";
$angka = 0.32172;
echo "Angka asli : ".$angka."<br/>";
echo "Hasil Pembulatan : ".bulatkan($angka)."<br/>";
$angka = 0.63425;
echo "<br/>";
echo "Angka asli : ".$angka."<br/>";
echo "Hasil Pembulatan : ".bulatkan($angka)."<br/>";
$angka = 0.76493;
echo "<br/>";
echo "Angka asli : ".$angka."<br/>";
echo "Hasil Pembulatan : ".bulatkan($angka)."<br/>";
echo "<br/>";
?>
</body>
</html>

Dan berikut ini hasil dari program diatas:

Contoh Fungsi Pembulatan Buatan Sendiri

Angka asli : 0.19826
Hasil Pembulatan : 0

Angka asli : 0.32172
Hasil Pembulatan : 0.5

Angka asli : 0.63425
Hasil Pembulatan : 0.5

Angka asli : 0.76493
Hasil Pembulatan : 1

Fungsi diatas dapat dimodifikasi dengan kriteria-kriteria yang lain misalnya untuk membulatkan bilangan desimal menjadi yang lebih besar seperti puluhan, ratusan dan ribuan dan seterusnya.

Filed Under: PHP

Fungsi fungsi Pembulatan Angka pada PHP

8 Maret 2015 By Eko Purnomo

Fungsi fungsi Pembulatan Angka pada PHP – Pada saat pemrograman php yang berkaitan dengan angka kadang kita memerlukan sebuah pembulatan angka. Pembulatan angka ini dibutuhkan ketika kita tidak memerlukan ketelitian yang terlalu tinggi, misalnya saja kita tidak memerlukan angka desimal. Seperti misalnya saat kita akan mengirim sebuah barang, dimana dibawah 1kg sampai dibawah 1.5kg dibulatkan menjadi 1kg kemudian diatas 1.5kg sampai dibawah 2.5kg dibulatkan menjadi 2kg dan seterusnya. [Read more…]

Filed Under: PHP Tagged With: fungsi ceil, fungsi floor, fungsi pembulatan, fungsi pembulatan php, fungsi round, pembulatan angka, pembulatan pada php, php

Perbedaan prosesor 32 bit dan 64 bit

8 Maret 2015 By Eko Purnomo

perbedaan prosesor 32 bit  dan 64 bit

Setelah mengetahui jenis dan fungsi prosesor, selanjutnya kita akan coba mempelajari perbedaan antara prosesor 32 bit dan 64 bit. Parameter apa yang membuat keduanya berbeda dan kemudian hal-hal apa yang berkaitan dengan perbedaan kedua jenis prosesor ini termasuk didalamnya yang berkaitan dengan pemilihan jenis sistem operasi dan penggunaan hardware pendukung seperti RAM.

Prosesor 32 bit

Adalah jenis prosesor yang mengerjakan perintah 32 bit sekali proses. Prosesor ini yang banyak dipakai pada komputer sekitar tahun 1990. Prosesor-prosesor seperti buatan Intel dan AMD saat itu semuanya merupakan prosesor 32 bit.

Sebagai contoh tentu masih ingat dengan generasi prosesor pentium dari Intel, mulai dari Intel Pentium 1, 2 3 dan Pentium 4 yang sangat populer. Komputer pertama saya dulu pakai Pentium 2. Dari kompetitor Intel yaitu AMD juga lahir beberapa prosesor 32 bit seperti misalnya AMD Athlon, Duron dan Sempron generasi pertama.

Sistem operasi yang ada saat itu juga mengikuti jenis prosesor 32 bit, misalnya dari Microsoft lahir Windows 95, Windows 98 dan Windows XP. Dan dari Linux generasi awal seperti Ubuntu, Debian, Red hat dan Slackware saat itu juga masih berupa sistem operasi 32 bit.

Prosesor 64 bit

Adalah jenis prosesor yang mengerjakan perintah 64 bit sekali proses, dua kali lebih efisien dari prosesor 32 bit. Ilustrasinya adalah jika pada prosesor 32 bit sebuah perintah dikerjakan pada dua kali siklus clock prosesor, maka pada prosesor 64 bit hanya dikerjakan pada sekali clock. Dengan demikian boleh dikatakan prosesor 64 bit memiliki kecepatan dua kali lipat dengan prosesor 32 bit pada frekuensi clock yang sama.

Prosesor-prosesor 64 bit lahir pada awal adab milenium ditandai dengan era prosesor dual core dari Intel dan AMD seperti prosesor seri E2xxx, E5xxx dan E7xxx dari Intel dan dari AMD muncul generasi 64 seperti Athlon 64 dan Turion 64.

Yang menarik dari prosesor 64 bit ini adalah ia bisa menjalankan sistem operasi 32 bit. Namun hal ini berarti fitur 64 bit dari prosesor tidak dioptimalkan karena semua instruksi program pada sistem operasi 32 bit masih berupa perintah 32 bit. Jadi agar sebuah prosesor 64 bit dapat optimal, sebaiknya dijalankan oleh sistem operasi 64 bit.

Atas dasar hal itu, pada era prosesor 64 bit kemudian lahir sistem operasi 64 bit atau bisa dikatakan memaksa pihak developer sistem operasi seperti Windows dan Linux untuk merilis dua versi sistem operasi yaitu versi 32 bit dan 64 bit. Sebagai contoh hal ini sudah diterapkan Microsoft pada Windows Xp, Windows Vista, Windows 7 dan Windows 8. Dari pihak Linux juga sudah menyertakan versi 64 bit setiap kali rilis.

Perbedaan Prosesor 32 bit dan 64 bit

Perbedaan utama dari prosesor 32 bit dan 64 bit adalah dari jumlah instruksi yang dijalankan setiap detiknya. Hal ini kemudian berpengaruh pada kecepatan prosesor dalam menyelesaikan tugas. Prosesor 64 bit lahir dengan arsitektur multi core, seperti dual core, octa core dan quad core. Dula core memiliki dua inti, quad core memiliki empat inti dan seterusnya.

Banyak nya “core” pada prosesor ini meningkatkan jumlah tugas yang dijalankan tiap detiknya, hal ini meningkatkan kemampuan prosesor terutama saat diminta untuk menjalankan benyak tugas (multi-tasking). Beberapa program atau aplikasi yang membutuhkan perhitungan kompleks seperti aplikasi grafis akan berjalan lebih optimal pada prosesor multi core ini.

Perbedaan lain yang cukup signifikan dari prosesor 32 bit dan 64 bit adalah jumlah maksimal RAM yang bisa dipasangkan dengan prosesor. Dimana prosesor 32 bit hanya mampu dipasangkan pada RAM maksimal 4GB sedangkan prosesor 64 bit bisa dipasangkan dengan RAM sampai maksimal 64GB.

Yang perlu diperhatikan tentang RAM disini adalah jika kita meskipun kita menggunakan prosesor 64 bit dengan RAM 64 GB akan terdeteksi RAM 4GB jika kita menggunakan sistem operasi 32 bit seperti Windows XP 32 bit. Jadi antara prosesor, RAM dan sistem operasi harus sesuai untuk memperoleh kemampuan komputer yang maksimal.

Kemampuan maksimal sebuah komputer akan tampak ketika ia mengerjakan sebuah program berat seperti aplikasi gambar (CAD) dengan fitur 3D. Jika hanya untuk menjalankan aplaikasi seperti office, perbedaan performa komputer 32 bit dan 64 bit bisa jadi tidak begitu terasa.

Sistem Operasi 32 bit dan 64 bit

Sejalan dengan prosesor, sistem operasi juga harus menyesuaikan. Seperti disebutkan diatas bahwa prosesor akan bekerja optimal jika ia dikerjakan oleh program 64 bit. Oleh karena itu kita perlu menginstal sistem operasi 64 bit pada komputer untuk memeperoleh kinerja maksimal.

Sistem operasi adalah software utama yang membuat sebuah komputer dapat bekerja dan mengerjakan beberapa tugas. Sistem operasi menciptakan sebuah lingkungan kerja bagi program-program aplikasi agar dapat dijalankan.

Beberapa sistem operasi yang sudah menyediakan versi 64 bit diantarnya adalah dari Linux seperti misalnya Linux Mint, dan hampir semua distro besar lainnya. Serta dari Windows mulai dari Windows XP 64 bit, Windows Vista, Windows 7 dan Windows 8.

Ada satu hal yang perlu dicermati dari aturan sistem operasi 32 bit dan 64 bit, yaitu sistem operasi 32 bit bisa diinstal pada prosesor 64 bit hanya saja kurang maksimal. Namun sebaliknya, sistem operasi 64 bit tidak bisa diinstal pada komputer dengan prosesor 32 bit.

Kemudian jika kita memasangkan RAM diatas 4GB, misalnya saja sebesar 16GB (4slot x 4GB) maka akan tetap terdeteksi sebesar 4GB jika kita menggunakan sistem operasi 32 bit seperti Windows XP 32 bit.

Program Aplikasi 64 bit

Prosesor 64 bit, RAM 64GB dan sistem operasi 64 bit tidak akan membuat kita bekerja maksimal jika program yang kita jalankan masih vberupa versi 32 bit. Artinya kita juga harus menginstal program-program 64 bit agar semuanya dapat bekerja optimal.

Program-program aplikasi 64 bit biasanya dibedakan, seperti misalnya pada Windows 7 64 bit, program-program 64 bit ditarus pada folder Program Files dan program-program 32 bit ditaruh pada folder Program Filexs(x86).

Demikian artikel tentang perbedaan prosesor 32 bit dan 64 bit yang saya buat untuk melengkapi penjelasan sebelumnya tentang jenis dan fungsi prosesor. Jadi agar komputer atau laptop kita yang 64 bit bisa bekerja optimal, pasanglah sistem operasi dan program aplikasi 64 bit.

Filed Under: Komputer

Mengenal Jenis dan Fungsi Prosesor komputer

7 Maret 2015 By Eko Purnomo

Mengenal Jenis dan Fungsi Prosesor komputer

Prosesor atau dalam bahasa inggris disebut processor adalah bagian komputer yang berfungsi sebagai otak yang mengolah data, menjalankan proses dan perintah serta merupakan pengendali kerja perangkat komputer lainnya. Artinya seberapa cepat sebuah komputer berfikir dan menjalankan perintah sangat bergantung sekali pada prosesor.

Kinerja prosesor komputer berdasarkan frekuensi clock sebuah prosesor. Olah karena itu satuan kecepatan prosesor dinyatakan sama dengan satuan frekuensi yaitu Hertz(Hz). Semakin cepat frekuensi clock sebuah prosesor, semakin cepat pula dia menjalankan perintah. Saat ini kecepatan prosesor sudah sangat tinggi sampai diatas 3 Giga Hertz (3GHz) atau 3 Milyar Hertz.

Bagian-bagian prosesor

Didalam sebuah prosesor terdapat beberapa unit kecil yang membentuk kerja sebuah prosesor, yaitu :

  • Unit Control, adalah unit utama dari sebuah prosessor yang mengontrol program dan kinerja semua bagian prosessor.
  • Register, adalah sebuah memori kecil yang bersifat sementara dengan kecepatan yang sangat tinggi yang digunakan untuk menyimpan data yang sedang diproses.
  • ALU, ini adalah otak sebuah prosesor, yaitu unit yang melakukan penghitungan aritmatika dasar dan operasi logika boolean. Ada dua macam ALU yaitu ALU aritmatika dan ALU boolean. Selain itu, ALU juga berfungsi mengambil keputusan terhadap operasi logika yang diproses.
  • CPU interconnection (BUS), adalah sistem koneksi yang menghubungkan CPU dengan bagian-bagian komputer lain melalui perantara chipset Noth bridge dan South Bridge. North Bridge menghubungkan CPU ke RAM dan VGA, sedangkan South Bridge menghubungkan CPU ke semua bagian selain RAM dan VGA, seperti misalnya Harddisk, Mouse, Keyboard, USB, LAN dan Sound.

Jenis Prosesor

Ada beberapa jenis prosesor berdasarkan merk, soket inti dan bit prosesor. Jadi saat kita memilih prosesor, kita akan dihadapkan pada empat parameter utama tadi sebelum melihat berapa kecepatannya dan berapa harganya.
Merk prosesor yang terkenal adalah Intel dan AMD. Masing-masing merk ini memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti misalnya AMD cocok untuk main game namun panas dan kadang tidak stabil sedangkan Intel lebih cocok untuk selain game karena dianggap lebih stabil. Namun saat ini prosesor Intel juga relatif bagus untuk game seperti AMD.
Soket prosesor adalah tempat memasang prosesor pada motherboard. Pada perkembangan generasi prosesor, tiap-tiap merk merilis prosesor dalam berbagai soket. Seperti misalnya prosesor intel dulu dikenal dengan soket 478 saat era pentium 4 kemudian berkembang menjadi soket 775 saat era dual core dan sekarang yang terbaru soket 1155 pada prosesor Intel Core i3.
Inti prosesor dikenal dengan istilah core. Dulu prosesor masih menggunakan satu inti (single core) misalnya saat era pentium 4 kebelakang. Kini prosesor sudah berkembang menjadi multi core seperti misalnya Dual Core yang mempunyai dua inti, Quad Core yang mempunyai empat inti dan Octa Core yang mempunyai 8 inti.

Jumlah bit prosesor merupakan jumlah bit yang dijalankan prosesor setiap kali ia menjalankan satu perintah. Bit adalah satuan bilangan biner, dimana 1 byte sama dengan 8 bit. Berdasarkan jumlah bit-nya saat ini prosesor dibedakan menjadi dua macam, yaitu prosesor 32 bit dan prosesor 64 bit.

Prosesor 32 bit menjalankan 32 bit perintah dalam satu proses dan prosesor 64 bit menjalankan dua kali lebih banyak, yaitu sejumlan 64 bit. prosesor 64bit bisa menjalankan sistem operasi 32 bit dan 64 bit, sedangkan prosesor 32 bit hanya dapat menjalankan sistem operasi 32 bit saja.

Fungsi Prosesor

Dalam sebuah komputer, fungsi prosesor sangat penting dan boleh dikatakan paling penting, yaitu menentukan kecepatan dan ketepatan kinerja komputer. Fungsi utama prosesor adalah sebagai otak komputer yang dipakai untuk berfikir dan memberi solusi untuk menyelesaikan masalah atau kasus atau tugas yang diberikan kepada komputer.

Prosesor berfungsi mengolah data yang diberikan melalui input, misalnya dari mouse, keyboard dan dari aplikasi yang sedang berjalan. Setelah diproses, selanjutnya prosesor menghasilkan output yang ditampilkan melalui output seperti display, printer dan suara.

Dalam menjalankan fungsinya, prosesor dibantu oleh dua penghubung yang disebut chipset, yaitu North bridge dan South Bridge. Dalam hal ini prosesor juga berfungsi sebagai pengendali kerja setiap bagian komputer. Prosesor akan mengontrol kerja RAM, VGA, Harddisk, Chipset, Mouse, Keyboard dan sebagainya. Prosesor tidak bekerja sendiri melainkan diperintah oleh program yang dibuat manusia melalui jalur input seperti Mouse dan Keyboard.

Itulah jenis-jenis dan fungsi prosesor komputer, semoga menambah wawasan dan bisa menjadi dasar dalam memilih prosesor. Yang perlu diketahui adalah saat ini hampir semua prosesor yang ada dipasaran sudah termasuk jenis prosesor 64 bit, jadi sebaiknya kita memilih sistem operasi 64 bit agar kerja prosesor dapat optimal. Tentang apa itu sistem operasi 64 bit insyaAllah akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

Filed Under: Komputer

Arti Bunyi Beep pada Komputer

7 Maret 2015 By Eko Purnomo

Bunyi beep adalah suara yang dihasilkan oleh speaker buzzer pada komputer atau laptop. Bunyi beep memiliki arti yang berbeda tergantung dari jenis bios yang digunakan pada motherboard. Bunyi beep yang sering kita dengar adalah bunyi beep pendek sekali saat kita menghidupkan komputer. Namun pada saat ada masalah pada komputer, kita akan mendengar bunyi beep dengan variasi yang berbeda seperti beep panjang, beep pendek berulang dan sebagainya tergantung dari jenis kerusakannya.

Bunyi beep ini merupakan indikator saat bios pada motherboard bekerja mengecek kondisi dan keberadaan hardware pada komputer waktu start atau yang disebut dengan POST (Power On Self Test). Bios akan melaporkan hasil pengecekannya dengan membunyikan suara pada speaker buzzer. Mengapa tidak ditampilkan pada layar saja, hal ini bertujuan tetap bisa memberi indikasi walaupun ada masalah pada gambar atau kartu grafis (VGA).

Berikut ini akan saya sharingkan tentang arti beep pada empat merk BIOS yang populer dan digunakan pada beberapa merk motherboard ternama, yaitu AWARD, AMI, IBM dan PHOENIX. Masing-masing bios ini memiliki arti yang berbeda pada bunyi beep yang dihasilkan. Biasanya keterangan tentang arti bunyi beep ini ditaruh pada buku manual yang diberikan saat kita membeli motherboard.

Namun jika sudah lama atau jika kita membeli komputer atau laptop second, biasanya buku manual ini sudah hilang. Dan untuk membantu mengartikan bunyi beep pada komputer, berikut ini saya sharingkan arti bunyi beep pada komputer dengan beberapa merk bios.

Award BIOS

Berikut ini arti bunyi beep pada Award BIOS :

  • 1 beep pendek:Sistem normal
  • 2 beep pendek :CMOS Error
  • 1 beep panjang dan 1 beep pendek:Memory error
  • 1 beep panjang dan 2 beep pendek:Graphic card error
  • 1 beep panjang dan 3 beep pendek :AGP error
  • 1 beep panjang dan 9 beep pendek :Memory Error Continuous
  • Beep panjang :Memory tidak terpasang dengan benar
  • Beep pendek berulang:Power supply unit bermasalah

AMI BIOS

Berikut ini arti bunyi beep pada AMI BIOS :
  • 1 beep pendek :Memory Error
  • 2 beep pendek:Memory parity check error.
  • 3 beep pendek :Basic memory 64K address check error
  • 4 beep pendek :Sistem waktu (RTC) bermasalah .
  • 5 beep pendek :CPU error
  • 6 beep pendek:Keyboard error
  • 7 beep pendek :CPU interruption error
  • 8 beep pendek:Graphic card error
  • 9 beep pendek :Memory error
  • 10 beep pendek :CMOS error
  • 11 beep pendek :CPU cache memory bermasalah
  • 1 beep panjang 3 beep pendek : Conventional/Extended memori rusak
  • 1 beep panjang 8 beep pendek : Tes tampilan gambar gagal

IBM BIOS

Berikut ini arti bunyi beep pada IBM BIOS :
  • 1 beep pendek : Sistem normal
  • 2 beep pendek : Sistem error, kodee error ditampilkan pada layar
  • Tanpa beep : Power supply atau sistem motherboard rusak
  • Beep terus menerus : Power supply, sistem motherboard, atau keyboard bermasalah
  • Beep pendek berulang : Power supply atau sistem motherboard bermasalah
  • 1 beep panjang, 1 beep pendek : Sistem motherboard bermasalah
  • 1 beep panjang, 2 beep pendek : Masalah Display adapter (MDA, CGA)
  • 1 beep panjang, 3 beep pendek : Masalah Enhanced Graphics Adapter (EGA)
  • 3 beep panjang : 3270 keyboard card
Dan ini kode error pada IBM BIOS :
  • 100 – 199 : System Board
  • 200 – 299 : Memory
  • 300 – 399 : Keyboard
  • 400 – 499 : Monochrome Display
  • 500 – 599 : Color/Graphics Display
  • 600 – 699 : Floppy-disk drive and/or Adapter
  • 700 – 799 : Math Coprocessor
  • 900 – 999 : Parallel Printer Port
  • 1000 – 1099 : Alternate Printer Adapter
  • 1100 – 1299 : Asynchronous Communication Device, Adapter, or Port
  • 1300 – 1399 : Game Port
  • 1400 – 1499 : Color/Graphics Printer
  • 1500 – 1599 : Synchronous Communication Device, Adapter, or Port
  • 1700 – 1799 : Hard Drive and/or Adapter
  • 1800 – 1899 : Expansion Unit (XT)
  • 2000 – 2199 : Bisynchronous Communication Adapter
  • 2400 – 2599 : EGA system-board Video (MCA)
  • 3000 – 3199 : LAN Adapter
  • 4800 – 4999 : Internal Modem
  • 7000 – 7099 : Phoenix BIOS Chips
  • 7300 – 7399 : 3.5″ Disk Drive
  • 8900 – 8999 : MIDI Adapter
  • 11200 – 11299 : SCSI Adapter
  • 21000 – 21099  : SCSI Fixed Disk and Controller
  • 21500 – 21599 : SCSI CD-ROM System

Phoenix BIOS

Pada Phoenix BIOS agar berbeda dengan tiga sistem bios sebelumnya, yaitu tidak menggunakan model beep panjang dan pendek melainkan menggunakan step bunyi beep dengan jeda (pause). Ada yang tiga step bunyi dan ada yang empat step bunyi. yang tiga step bunyi merupakan pesan jika ada error pada motherboard.
Berikut ini arti bunyi tiga step bunyi beep pada Phoenix BIOS :
  • 1-1-2 : CPU test gagal
  • Low 1-1-2 : Sistem motherboard error
  • 1-1-3 : CMOS read/write error, Sistem waktu (RTC) error
  • Low 1-1-3 : Extended CMOS RAM bermasalah
  • 1-1-4 : BIOS ROM checksum error
  • 1-2-1: Programmable Interrupt Timer bermasalah
  • 1-2-2 : DMA controller bermasalah
  • 1-2-3 : DMA read/write bermasalah
  • 1-3-1 : RAM refresh controller bermasalah
  • 1-3-2 : Test 64KB RAM bermasalah
  • 1-3-3 : Test 64KB RAM bermasalah
  • 1-3-4 : 64KB logic RAM controller bermasalah
  • 1-4-1 : Alamat line RAM 64K bermasalah
  • 1-4-2 : Parity RAM bermasalah
  • 1-4-3 : Test EISA fail-safe timer test gagal
  • 1-4-4 : EISA NMI port 462 test gagal
  • 2-1-1 : Bit 0 64KB RAM bermasalah
  • 2-1-2 : Bit 1 64KB RAM bermasalah
  • 2-1-3 : Bit 2 64KB RAM bermasalah
  • 2-1-4 : Bit 364KB RAM bermasalah
  • 2-2-1 : Bit 4 64KB RAM bermasalah
  • 2-2-2 : Bit 5 64KB RAM bermasalah
  • 2-2-3 : Bit 6 64KB RAM bermasalah
  • 2-2-4 : Bit 7 64KB RAM bermasalah
  • 2-3-1 : Bit 8 64KB RAM bermasalah
  • 2-3-2 : Bit 9 64KB RAM bermasalah
  • 2-3-3 : Bit 10 64KB RAM bermasalah
  • 2-3-4 : Bit 11 64KB RAM bermasalah
  • 2-4-1 : Bit 12 64KB RAM bermasalah
  • 2-4-2 : Bit 13 64KB RAM bermasalah
  • 2-4-3 : Bit 14 64KB RAM bermasalah
  • 2-4-4 : Bit 15 64KB RAM bermasalah
  • 3-1-1 : Slave DMA register bermasalah
  • 3-1-2 : Master DMA register bermasalah
  • 3-1-3 : Master interrupt mask register bermasalah
  • 3-1-4 : Slave interrupt mask register bermasalah
  • 3-2-2 : Interrupt vector error
  • 3-2-3 : Interrupt vector error
  • 3-2-4 : Keyboard controller bermasalah
  • 3-3-1 : Battery CMOS RAM habis
  • 3-3-2 : CMOS configuration error
  • 3-3-3 : CMOS configuration error
  • 3-3-4 : Video Adapter memory bermasalah
  • 3-4-1 : Inisialisasi Video Adapter bermasalah
  • 4-2-1 : Sistem waktu (RTC) bermasalah
  • 4-2-2 : Shutdown bermasalah
  • 4-2-3 : Keyboard Gate A20 bermasalah
  • 4-2-4 : Unexpected Interrupt berada pada protected mode
  • 4-3-1 : RAM test bermasalah System
  • 4-3-3 : Interval timer channel 2 bermasalah
  • 4-3-4 : Jam bermasalah
  • 4-4-1 : Serial port bermasalah
  • 4-4-2 : Parallel port bermasalah
  • 4-4-3 : Math coprocessor bermasalah

Diantara keempat BIOS diatas, Award BIOS dan AMI BIOS adalah yang paling banyak dipakai. Tipe BIOS biasanya akan tampil pada saat pertama kali komputer dihidupkan. Semoga tulisan tentang arti bunyi beep pada komputer diatas dapat membantu dalam mencari kerusakan pada komputer, terutama pada motherboard.

    Sumber :

    • //www.gigabyte.com/support-downloads/faq-page.aspx?fid=816
    • //www.pchell.com/hardware/beepcodes.shtml
    • //www.bioscentral.com/beepcodes/phoenixbeep.htm

    Filed Under: Komputer

    Prinsip Kerja Motherboard Komputer

    5 Maret 2015 By Eko Purnomo

    Prinsip Kerja Motherboard Komputer

    Motherboard adalah bagian utama sebuah komputer. Fungsi motherboard sangat vital, yaitu sebagai penghubung dan tempat bertemunya koneksi semua hardware komputer, mulai dari power supply, prosesor, ram, harddisk, mouse, keyboard dan yang lainnya. Prinsip kerja motherboard ini sebetulnya cukup sederhana, yaitu menyediakan jalur komunikasi antar bagian komputer.

    Ada satu fungsi lagi dari motherboard yang tak kalah penting, yaitu sebagai pengontrol sistem input output dasar pada komputer. Sistem input output dasar pada komputer lazimnya juga dengan BIOS (Basic Input Output System). Sistem inilah yang mengatur susunan, alamat dan interupsi semua hardware pada komputer. Sistem ini pula yang pertama kali bekerja saat komputer pertama kali dihidupkan.

    Bagian-bagian Motherboard

    Pada motherboard terdapat banyak sekali soket, diantaranya yang utama adalah soket untuk power supply, prosesor, ram dan harddisk. Selain itu ada pula konektor yang terletak pada panel belakang yang biasanya berisi terminal PS/2 untuk mouse dan keyboard, terminal VGA untuk gambar, terminal LAN untuk kabel jaringan, terminal Audio dan beberapa terminal USB. Untuk panel kontrol juga tersedia beberapa terminal seperti power, resed, led power dan led harddisk.

    contoh blok diagram motherboard komputer
    Contoh blok diagram sebuah motherboard komputer

    Selain soket, didalam motherboard juga terdapat beberapa bagian circuit, diantaranya bios, chipset dan beberapa rangkaian regulator supply untuk prosesor, chipset dan ram. Ciri dari circuit bios adalah terdapat ROM bios dan battery backup. Lalu ciri dari chipset adalah adanya sebuah chip IC yang biasanya diberi pendingin atau heatsink alumunium. Sedangkan rangkaian regulator power supply biasanya ditandai dengan adanya beberapa kapasitor elektrolit (Elco) dan Induktor (coil).

    Chipset pada motherboard berfungsi menghubungkan prosesor dengan semua bagian komputer misalnya ram, VGA, harddisk, LAN dan USB. Fungsi chipset ini mirip dengan jembatan pada dunia nyata, sehingga dalam bahasa inggris disebut dengan Brigde yang berarti jembatan. Ada dua macam chipset pada motherboard, yaitu Northbridge dan Southbridge.

    Northbridge atau yang berarti jembatan utara adalah chipset yang menghubungkan prosesor dengan ram dan VGA. Northbridge ini adalah jalur koneksi khusus berkecepatan tinggi sehingga hanya dipakai oleh dua bagian penting tadi.

    Sedangkan Southbridge atau jembatan selatan adalah penghubung prosesor ke semua bagian kecuali ram dan VGA. Meski southbridge memiliki kecepatan koneksi yang lebih rendah dari Northbridge namun ia menangani jalur komunikasi hampir semua hardware pada komputer seperti harddisk, USB, LAN dan Audio.

    Berikut ini daftar soket, slot konektor dan port yang ada pada motherboard :

    1. Soket Prosesor
    2. Soket RAM
    3. Soket SATA
    4. Soket ATA / IDE (Pada motherboard terbaru sudah jarang ada)
    5. Soket Floppy (Pada motherboard terbaru sudah jarang ada)
    6. Slot PCI
    7. Slot PCI-E (Untuk kartu grafis)
    8. Slot AGP (Untuk kartu grafis tipe lama, pada motherboard terbaru sudah jarang ada)
    9. Soket Front panel
    10. Port USB
    11. Port Audio
    12. Port Serial
    13. Port Paralel (Pada motherboard terbaru sudah jarang ada)
    14. Port LAN
    15. Port PS/2

    Prinsip kerja Motherboard Komputer

    Kerja motherboard dimulai saat tegangan 5volt standby dari power supply masuk ke motherboard. Pada kondisi ini, komputer belum on dan berada dalam posisi stand-by (siap di-ON kan). Saat kita menekan tombol POWER, maka sistem power pada motherboard akan menghidupkan power supply utama yang berisi tegangan-tegangan yang dibutuhkan oleh komputer.
    Setelah tegangan supply utama masuk, yang pertama kali bekerja adalah sistem bios komputer. Sistem bios ini mengecek semua hardware yang terhubung dan menyediakan alamat bagi setiap hardware agar bisa diakses kemudian oleh sistem operasi. Pada sistem bios juga terdapat jam digital yang bisa digunakan untuk sistem waktu komputer.
    Untuk pengaturan bios kita bisa masuk ke setting bios dengan meneka tombol DEL atau F2 atau yang lain yang ditentukan oleh pembuat motherboard. Ada beberapa opsi yang bisa disetting pada pengaturan bios, seperti sistem waktu, enable/disable hardware, power management, mode harddisk dan sebagainya. Pada proses ini prosesor, ram dan hardware yang lain belum berfungsi optimal.
    Setelah bios selesai di-load, selanjutnya motherboard komputer akan mulai proses loading sistem operasi yang ada pada media penyimpanan seperti harddisk, flashdisk atau CD/DVD. Proses ini dinamakan dengan proses booting. Lamanya proses booting bergantung dari kecepatan prosesor dan besarnya file sistem operasi yang di-load. Pada proses ini prosesor , ram dan hardware lain sudah dioptimalkan fungsinya.
    Setelah sistem operasi selesai di-load, selanjutnya akses ke semua hardware yang terhubung pada motherboard akan lebih optimal dengan dukungan driver masing-masing hardware. Driver adalah sebuah software yang merupakan pengenal sebuah hardware agar fitur-fitur utamanya bisa diakses dengan maksimal oleh sistem operasi. Pada proses ini fungsi dan koneksi bagian-bagian pada motherboard sepenuhnya dikendalikan oleh sistem operasi.
    Setelah kita selesai menggunakan komputer, biasanya diakhiri dengan proses shutdown sistem operasi dan diakhiri dengan mematikan komputer. Untuk bisa mematikan komputer, sistem operasi harus mengirimkan perintah OFF kepada sistem power yang diteruskan dengan mematikan sistem power supply utama pada bagian power supply.
    Demikian beberapa penjelasan singkat tentang prinsip kerja motherboard komputer. Yang perlu digaris bawahi adalah fungsi utama motherboard yaitu sebagai penghubung semua bagian pada komputer. Jadi dalam pemilihan motherboard yang baik, faktor ini harus lebih diutamakan.

    Filed Under: Komputer

    • « Previous Page
    • 1
    • …
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • …
    • 60
    • Next Page »

    Kategori

    • Android
    • Blogging
    • CSS
    • Desain
    • Elektronika
    • HTML
    • Internet
    • Javascript
    • Komputer
    • Mikrokontroler
    • PHP
    • Website

    Pos-pos Terbaru

    • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
    • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
    • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
    • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
    • Komunitas Desainer Kampung Jepara
    • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
    • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
    • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
    • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
    • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
    • Home
    • Privacy
    • Disclaimer
    • Kontak

    Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com