Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Fungsi-fungsi PHP untuk Array

6 November 2014 By Eko Purnomo

Fungsi-fungsi PHP untuk Array

PHP menyediakan beberapa fungsi bawaan untuk mengakses dan memanipulasi array. Fungsi fungsi tersebut sudah tertanam dalam core PHP sehingga bisa langsung bisa dipakai tanpa harus melalukan instalasi tambahan.

Kegunaan dari fungsi-fungsi tersebut bisa dikelompokkan dalam beberapa garis besar diantaranya seperti sotring array (mengurutkan array), mengatur pointer array dan melakukan pencarian didalam array. Setiap penggunaan fungsi harus diikuti dengan tanda kurung buka “(” dan kurung tutup “)” misalnya fungsi array().

Berikut ini beberapa fungsi PHP untuk array :

Fungsi Keterangan
array () Menciptakan sebuah array
array_change_key_case () Mengubah semua key dalam array ke huruf kecil atau huruf besar.
array_chunk () Membagi array menjadi potongan array
array_column () Mengembalikan nilai dari satu kolom dalam array masukan
array_combine () Menciptakan sebuah array dengan menggunakan unsur-unsur dari satu “kunci” array dan satu “nilai-nilai” array
array_count_values ​​() Menghitung semua nilai dari array
array_diff () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan nilai saja)
array_diff_assoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai)
array_diff_key () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci saja)
array_diff_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_diff_ukey () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_fill () Mengisi array dengan beberapa nilai
array_fill_keys () Mengisi array dengan nilai lalu menentukan kunci
array_filter () Memfilter nilai dari sebuah array menggunakan fungsi callback
array_flip () Membalikkan / mengubah kunci dengan nilai-nilai yang terkait dalam array
array_intersect () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan nilai saja)
array_intersect_assoc () Membandingkan array dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai-nilai)
array_intersect_key () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci saja)
array_intersect_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_intersect_ukey () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_key_exists () Memeriksa apakah kunci tertentu ada dalam array
array_keys () Mengembalikan semua kunci array
array_map () Mengirim setiap nilai array ke fungsi buatan pengguna yang mengembalikan nilai-nilai baru
array_merge () Menggabungkan satu atau lebih array menjadi satu array
array_merge_recursive () Menggabungkan satu atau lebih array ke dalam satu array rekursif
array_multisort () Mengurutkan beberapa array atau multi-dimensi array
array_pad () Menyisipan sejumlah item tertentu dengan nilai tertentu ke dalam array
array_pop () Menghapus elemen terakhir dari array
array_product () Menghitung produk dari nilai-nilai dalam array
array_push () Menyisipan satu atau lebih elemen ke akhir array
array_rand () Mengembalikan satu atau lebih kunci acak dari array
array_reduce () Mengembalikan sebuah array sebagai string, menggunakan fungsi yang ditetapkan pengguna
array_replace () Menggantikan nilai-nilai dari array pertama dengan nilai-nilai dari array berikutnya
array_replace_recursive () Menggantikan nilai-nilai dari array pertama dengan nilai-nilai dari array rekursif berikutnya
array_reverse () Mengembalikan sebuah array dalam urutan terbalik
array_search () Mencari array untuk nilai yang diberikan dan mengembalikan kunci
array_shift () Menghapus elemen pertama dari array, dan mengembalikan nilai dari elemen yang dihapus
array_slice () Mengembalikan bagian tertentu dari array
array_splice () Menghapus dan menggantikan elemen tertentu dari sebuah array
array_sum () Mengembalikan hasil penjumlah nilai dalam array
array_udiff () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan nilai saja, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_udiff_assoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi built-in untuk membandingkan kunci dan fungsi yang ditetapkan pengguna untuk membandingkan nilai)
array_udiff_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan perbedaan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan dua fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan pengguna)
array_uintersect () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan nilai saja, menggunakan fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan oleh pengguna)
array_uintersect_assoc () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan fungsi built-in untuk membandingkan kunci dan fungsi yang ditetapkan pengguna untuk membandingkan nilai)
array_uintersect_uassoc () Membandingkan array, dan mengembalikan pertandingan (membandingkan kunci dan nilai, menggunakan dua fungsi kunci perbandingan yang ditetapkan pengguna)
array_unique () Menghapus nilai ganda dari array
array_unshift () Menambahkan satu atau lebih elemen ke awal array
array_values ​​() Mengembalikan semua nilai dari array
array_walk () Menerapkan fungsi pengguna untuk setiap anggota array
array_walk_recursive () Menerapkan fungsi pengguna secara rekursif untuk setiap anggota array
arsort () Mengurutkan array asosiatif descending berdasarkan nilai
asort () Mengurutkan array asosiatif ascending berdasarkan nilai
compact () Membuat array yang berisi variabel dan nilai-nilai array tersebut
count () Mengembalikan jumlah elemen dalam array
current () Mengembalikan elemen saat ini dalam array
each () Mengembalikan pasangan kunci dan nilai sekarang dari array
end () Mengatur pointer internal array pada elemen terakhir
extract () Mengimpor variabel ke dalam tabel simbol current dari array
in_array () Memeriksa apakah nilai tertentu ada dalam array atau tidak
key () Mengambil kunci dari array
krsort () Mengurutkan array asosiatif descending berdasarkan kunci
ksort () Mengurutkan array asosiatif ascending berdasarkan kunci
list () Menetapkan variabel jika mereka bedara dalam sebuah array
natcasesort () Mengurutkan array menggunakan algoritma “natural order” case sensitif
natsort () Mengurutkan array menggunakan algoritma “natural order”
next () Memajukan posisi pointer didalam array
pos () Alias dari current ()
prev () Memundurkan posisi pointer didalam array
range () Menciptakan sebuah array yang berisi berbagai elemen
reset() Mengatur pointer internal array pada elemen pertama
rsort () Mengurutkan array terindeks dalam urutan descending
shuffle () Mengacak array
sizeof () Alias ​dari ​count ()
sort () Mengurutkan array terindeks dalam urutan ascending
uasort () Mengurutkan array berdasarkan nilai fungsi perbandingan yang dibuat oleh pengguna
uksort () Mengurutkan array berdasarkan kunci fungsi perbandingan yang dibuat oleh pengguna
usort () Mengurutkan array menggunakan fungsi perbandingan yang dibuat oleh pengguna

Referensi:

  • //www.w3schools.com/php/php_ref_array.asp

Filed Under: PHP

Cara Menggunakan PHP Filter

1 November 2014 By Eko Purnomo

cara menggunakan php filter

PHP Filter adalah cara yang digunakan untuk memvalidasi dan memfilter/menyaring masukan yang tidak aman misal dari input text. Hal ini sangat penting bagi sebuah aplikasi berbasis web yang diakses oleh banyak orang diseluruh dunia. Ekstensi PHP Filter membuat proses filtering data menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

Mengapa perlu menggunakan PHP Filter ?

Hampir semua website sekarang menggunakan eksternal input, misal yang paling sederhara adalah untuk memberi sebuah komentar pada sebuah blog. Selanjutnya eksternal input tadi dihubungkan dengan sebuah aplikasi web service yang menangani proses submit form. Nah, PHP Filter dibutuhkan agar data yang menjadi masukan program benar-benar valid dan tidak membahayakan website.

Data-data eksternal yang menjadi input sebuah program diantaranya adalah Input data dari form, Data dari Cookies, Web services data, Server variables dan Hasil Query Database. Data-data ini harus benar-benar valid sesuai dengan kebutuhan variabel pada program dan tidak membahayakan dan mengancam keamanan sebuah website.

Fungsi-fungsi untuk PHP Filter

Ada beberapa fungsi PHP yang bisa dipakai untuk memfilter sebuah variabel, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • filter_var() – Memfilter satu variable dengan filter tententu
  • filter_var_array() – Memfilter beberapa variabel dengan filter yang sama atau berbeda
  • filter_input – Mengambil sebuah variabel input lalu memfilternya
  • filter_input_array – Mengambil beberapa variabel input dan memfilternya dengan flter yang sama atau berbeda

Ada dua macam filter yang diset pada fungsi PHP filter diatas, yaitu Validating Filters dan Sanitizing Filters.

Contoh penggunaan fungsi filter_var() untuk memfilter variabel bertipe integer

 <?php  
$int = 123;
if(!filter_var($int, FILTER_VALIDATE_INT)) {
echo("Bukan tipe Integer");
} else {
echo("Variabel bertipe Integer");
}
?>

Penjelasan Script :

Program diatas menggunakakan fungsi filter_var dengan parameter FILTER_VALIDATE_INT untuk memfilter variabel $int. Jika benar bertipe integer maka ditampilkan pesan “Variabel bertipe Integer”. Fungsi diatas akan menampilkan “Bukan tipe Integer” jika variabel $int diisi dengan huruf misal “abc” atau campuran huruf dan angka seperti “abc999”.

Validating filters

adalah filter yang digunakan untuk memvalidasi input, misalnya mengecek URL dan Email. Validating Filters mengembalikan nilai FALSE jika salah.

Berikut ini beberapa macam Validating Filter:

Nama ID Deskripsi
FILTER_VALIDATE_BOOLEAN Mengembalikan nilai TRUE jika yang dicek bernilai “1”, “true”, “on” and “yes”, dan mengembalikan FALSE jika yang dicek bernilai “0”, “false”, “off”, “no”, and “”, NULL
FILTER_VALIDATE_EMAIL Memvalidasi nilai sebagai email
FILTER_VALIDATE_FLOAT Memvalidasi nilai sebagai float
FILTER_VALIDATE_INT Memvalidasi nilai sebagai integer,opsional dari range tertentu
FILTER_VALIDATE_IP Memvalidasi nilai sebagai alamat IP, opsional IPv4 dan IPv6
FILTER_VALIDATE_REGEXP Memvalisadi nilai terhadap regexp, kompatibel dengan Perl-regular expression
FILTER_VALIDATE_URL Memvalidasi nilai sebagai URL, opsional dengan komponen required

Contoh script menggunakan Validating Filters

 <?php  
if(!filter_has_var(INPUT_GET, "email")) {
echo("Tipe input tidak ditemukan");
} else {
if (!filter_input(INPUT_GET, "email", FILTER_VALIDATE_EMAIL)) {
echo "E-Mail tidak valid";
} else {
echo "E-Mail valid";
}
}
?>

Penjelasan Script :

Pada contoh diatas terdapat masukan email yang dikirim dengan metode GET. Pengecekan dilakukan dua kali, yang pertama dengan fungsi filter_has_var() dan dilanjutkan dengan fungsi filter_input(). Untuk mengecek validitas masukan email digunakan fungsi filter_input dengan parameter FILTER_VALIDATE_EMAIL.

Sanitizing filters 

adalah filter yang digunakan untuk membersihkan karakter pada string. Sanitizing filters bekerja dengan mengijinkan atau melarang penggunaan karakter tertentu pada string. Sanitizing filter mengembalikan nilai string.

Berikut ini beberapa macam Sanitizing Filter:

ID Name Description
FILTER_SANITIZE_EMAIL Membuang semua karakter kecuali huruf, angka dan !#$%&’*+-/=?^_`{|}~@.[]
FILTER_SANITIZE_ENCODED Meng-encode string URL, optional memotong atau meng-encode karakter khusus.
FILTER_SANITIZE_MAGIC_QUOTES Mengaplikasikan addslashes()
FILTER_SANITIZE_NUMBER_FLOAT Membuang semua karakter, kecuali angka, +- dan opsional .,eE
FILTER_SANITIZE_NUMBER_INT Membuang semua karakter kecuali angka and +-
FILTER_SANITIZE_SPECIAL_CHARS Melepaskan karakter dari HTML encode ‘”<>& dan karakter dengan nilai ASCII kurang dari 32
FILTER_SANITIZE_FULL_SPECIAL_CHARS
FILTER_SANITIZE_STRING Tag pemotongan, opsional memotong atau meng-encode karakter khusus.
FILTER_SANITIZE_STRIPPED Nama lain dari filter “string”
FILTER_SANITIZE_URL Membuang semua karakter kecuali huruf, angka dan $-_.+!*'(),{}|\^~[]`<>#%”;/?:@&=
FILTER_UNSAFE_RAW Tidak melakukan apa-apa, opsional memotong atau meng-encode karakter khusus.

Contoh script meggunakan Sanitizing Filters

 <?php  
if(!filter_has_var(INPUT_POST, "url")) {
echo("Tipe input tidak ditemukan");
} else {
$url = filter_input(INPUT_POST,
"url", FILTER_SANITIZE_URL);
}
?>

Penjelasan Script :

Pada contoh diatas terdapat input URL yang dikirim dengan metode POST. Pengecekan dilakukan dua kali, yang pertama dengan fungsi filter_has_var() dan dilanjutkan dengan fungsi filter_input(). Dengan parameter FILTER_SANITIZE_URL pada fungsi filter_input maka semua karakter yang tidak valid akan dibuang lalu nilai baru disimpan dalam variabel $url.

    Sebagai contoh jika variabel input diberi nilai seperti ini “//www.W3ååSchøøools.com/”, variabel $url setelah proses sanitizing akan menjadi seperti ini:

    //www.W3Schools.com/

    Referensi:

    • //www.w3schools.com/php/php_filter.asp

    Filed Under: PHP

    Penanganan Exception pada PHP

    31 Oktober 2014 By Eko Purnomo

    cara menggunakan exception php

    Exception merupakan kondisi pengecualian pada program. Exception akan mengubah alur program ke mode normal jika terjadi error. Dengan kata lain, exception mengabaikan error yang terjadi dan mengerjakan proses tertentu saat exception tertangkap.

    Untuk menggunakan exception dilakukan dengan perintah try dan catch. Perintah try berisi kode-kode yang berisi pengecualian program dan perintah catch berfungsi menangkap kode kode yang dikirim oleh pengecualian pada try. Proses pengiriman kode exception ini biasa disebut dengan throw (melempar).

    Ketika exception terjadi karena dipicu oleh error, status kode program akan aman karena eksekusi program akan dialihkan ke kode program penanganan exception (exception handler). Jadi pada kondisi ini exception handler akan meresume eksekusi dari status kode yang tersimpan lalu menghentikan eksekusi script dan melanjutkannya dengan kode pada lokasi lain didalam program.

    Penggunaan dasar Exception

    Untuk menggunakan exception secara sederhana kita memakai kombinasi Try, Throw dan Catch. Pada Try berisi kode-kode perintah yang memicu error dan akan dibuat exception programnya. Hasil exception dari Try akan dilempar (Throw) dan kemudian ditangkap (Catch) lalu dibuat obyek untuk menampilkan informasi exception.

    Contoh penggunaan Exception Handler Sederhana

    <?php  
    //buat fungsi yang berisi exception didalamnya
    function cekAngka($angka) {
    if($angka>5) {
    throw new Exception("Angka harus dibawah 5");
    }
    return true;
    }

    //Memicu exception dengan perintah Try, contoh: mengecek angka 7
    try {
    cekAngka(7);
    //Jika error terjadi maka exception akan dilemparkan dan perintah dibawah ini tidak akan dieksekusi
    echo 'Jika meliha pesan ini berarti angka yang anda masukkan dibawah 5';
    }

    //menangkap exception yang dilempar oleh Try dengan catch
    catch(Exception $e) {
    echo 'Pesan Error: ' .$e->getMessage();
    }
    ?>

    Kode diatas akan menampilkan pesan error seperti ini :

    Pesan Error: Angka harus dibawah 5

    Penjelasan Script:

    Pada kode diatas terlihat proses memunculkan exception (try), melemparkan (throw) dan menangkap exception (catch) dan menampilkan informasi exception. Program dimulai dengan membuat fungsi cekAngka yang melemparkan exception jika angka yang dimasukkan lebih besar dari 5.

    Selanjutnya exception dipicu dengan perintah try yang menjalankan fungsi cekAngka(7). Exception yang dihasilkan oleh perintah try selanjutnya ditangkap oleh perintah catch yang kemudian menampilkan Pesan Error yang diset oleh perintah throw pada fungsi cekAngka.

    Kesimpulan

    Untuk menggunakan exception secara sederhana bisa di lihat dari urutan proses berikut ini

     function new_function($variable) {  
    if_condition(condition){
    throw new Exception("Message");
    } return true;
    }

    try {
    new_function(value);
    non_error_statement...;
    }

    catch(Exception $e) {
    error_message...;
    }

    Referensi:

    • //www.w3schools.com/php/php_exception.asp

    Filed Under: PHP

    Penanganan Error pada PHP

    31 Oktober 2014 By Eko Purnomo

    menangani error pada php

    Dalam pemrograman PHP sering dijumpai error karena ada kesalahan pada salah satu proses. Kesalahan ini bisa dikarenakan suatu komponen yang dibutuhkan program tidak ada atau karena syarat yang diminta program tidak terpenuhi. Seperti misalnya sebuah programm untuk membuka file namun file yang dimaksud ternyata tidak ada maka otomatis browser akan menampilkan error.

    Jika tampil pesan error pada browser, program yang kita buat akan terlihat tidak profesional dan juga memungkinkan celah yang membahayakan bagi keamanan program itu sendiri. Untuk itu perlu dibuat sebuah penanganan error yang menghentikan program dan kemudian menampilkan pesan error sesuai kondisi yang terjadi.

    Contoh script PHP yang memungkinkan terjadi error

    <?php  
    $file=fopen("coba.txt","r");
    ?>

    Dan berikut tampilan error pada browser jika file yang diminta tidak ada

    Warning: fopen(coba.txt) [function.fopen]: failed to open stream:
    No such file or directory in /var/www/php/demo.php on line 2

    Menangani Error pada PHP dengan fungsi die()

    Dalam PHP ada beberapa cara untuk menangani error, salah satunya yang paling simpel adalah menggunakan fungsi die(). Caranya adalah dengan menyeleksi kondisi lalu jika tidak terpenuhi kita taruh fungsi die(). Jika fungsi die() dieksekusi maka program akan berhenti dan script program dibawahnya tidak akan dijalankan.

    Contoh penggunaan fungsi die()

    <?php  
    if(!file_exists("coba.txt")) {
    die("File tidak ditemukan");
    } else {
    $file=fopen("coba.txt","r");
    }
    while(! feof($file))
    {
    echo fgets($file). "<br />";
    }
    fclose($file);
    ?>

    Penjelasan script:

    Contoh diatas merupakan program untuk membuka file cobe.txt (baris ke-5) dan menampilkan file baris demi baris sampai akhir file (baris ke-7 sampai baris ke-10). Pada baris ke-2 dibuat penyeleksian untk mengecek keberadaan file dengan fungsi file_exist().

    Fungsi die ditaruh pada kondisi jika fungsi file_exist() membalikkan nilai FALSE karena file tidak ada. Dengan fungsi die() maka eksekusi script akan dihentikan dan kode program dibawahnya (baris ke-7 sampai akhir) tidak dijalankan. Dengan demikian kita tidak terlalu dipusingkan dengan banyak logika penyeleksian setelahnya.

    Menangani error dengan Custom Error Handler dan Trigger Error

    Cara kedua untuk menangani error pada PHP adalah dengan membuat fungsi Custom Error lalu membuat Handler untuk menanganinya.

    Cara membuat Custom Error

    Untuk membuat custom error digunakan aturan penulisan berikut ini :

    error_function(error_level,error_message,
    error_file,error_line,error_context)

    Keterangan parameter :

    • error_level, wajib diisi. Merupakan level error untuk mendefinisikan error pada pengguna. Harus berupa nomor yang mengacu pada tabel error dibawah.
    • error_message, wajib diisi. Merupakan pesan error untuk mendefinisikan error pada pengguna
    • error_file, opsional. Merupakan nama file yang memunculkan error.
    • error_line, opsional. Merupakan nomor baris yang memunculkan error.
    • error_context, opsional. Merupakan array yang berisi semua variabel dan error yang dihasilkan pada saat error itu muncul.

    Tabel Error Report Level

    Nilai Konstan Keterangan
    2 E_WARNING Run-time error, tidak fatal. Pelaksanaan script tidak dihentikan
    8 E_NOTICE Run-time pemberitahuan. Script menemukan sesuatu yang mungkin error, tetapi juga bisa terjadi saat menjalankan script secara normal
    256 E_USER_ERROR User-generated Fatal error. Ini seperti E_ERROR yang ditetapkan oleh programmer menggunakan fungsi PHP trigger_error ()
    512 E_USER_WARNING User-generated Warning, tidak fatal. Ini adalah seperti E_WARNING ditetapkan oleh programmer menggunakan fungsi PHP trigger_error ()
    1024 E_USER_NOTICE User-generated-Notice. Ini seperti E_NOTICE ditetapkan oleh programmer menggunakan fungsi PHP trigger_error ()
    4096 E_RECOVERABLE_ERROR Catchable fatal error.  Ini seperti E_ERROR tetapi bisa ditangkap handler yang dibuat pengguna
    8191 E_ALL Semua Error dan Warning

    Contoh Membuat Custom Error :

    function customError($errno, $errstr) {  
    echo "<b>Error:</b> [$errno] $errstr<br>";
    echo "Akhir Script";
    die();
    }

    Cara mengeset Error Handler

    Untuk mengeset Error Handler digunakan fungsi set_error_handler(“Custom Error”).
    Contoh Script Custom Error dan Set Error Handler

    <?php  
    //membuat fungsi custom error
    function customError($errno, $errstr) {
    echo "<b>Error:</b> [$errno] $errstr";
    }

    //mengeset error handler
    set_error_handler("customError");

    //memicu terjadinya error
    echo($test);
    ?>

    Dan berikut tampilan error yang dihasilkan oleh program diatas :

    Error: [8] Undefined variable: test

    Menangani Error dengan sistem Reporting melalui Email

    Cara ketiga dalam menangani error adalah dengan melaporkan error tersebut. Dalam hal ini error akan dikirimkan melalui email.

    Contoh script membuat error reporting melalui email:

    <?php  
    //membuat custom error
    function customError($errno, $errstr) {
    echo "<b>Error:</b> [$errno] $errstr<br>";
    echo "Webmaster telah diberi tahu";
    error_log("Error: [$errno] $errstr",1,
    "nama@website.com","From: admin@website.com");
    }

    //mengeset error handler
    set_error_handler("customError",E_USER_WARNING);

    //memicu terjadinya error
    $test=2;
    if ($test>1) {
    trigger_error("Angka harus 1 atau lebih kecil",E_USER_WARNING);
    }
    ?>

    Tampilan pada browser

    Error: [512] Angka harus 1 atau lebih kecil
    Webmaster telah diberi tahu

    Tampilan pesan yang diterima email

    Error: [512] Angka harus 1 atau lebih kecil

    Referensi:

    • //www.w3schools.com/php/php_error.asp

    Filed Under: PHP

    Mengenal Cookies pada PHP dan Cara Menggunakannya

    30 Oktober 2014 By Eko Purnomo

    mengenal cookie pada php

    Dengan PHP kita bisa membuat, menghapus, menyimpan dan mengambil serta mengubah data pada Cookies. Cookies digunakan untuk menyimpan informasi yang dibutuhkan sebuah website dan ditaruh pada komputer client. Singkatnya Cookies ini mirip dengan Session namun tidak disimpan pada server melainkan pada komputer client.

    Apakah itu Cookies?

    Cookies adalah informasi yang berupa file kecil yang ditanam pada komputer client. Cookies biasanya digunakan oleh sebuah website untuk mengidentifikasi data pengguna. Data yang disimpan pada Cookies dikirim bersamaan dengan request yang dilakukan oleh browser terhadap suatu halaman website.

    Karena tersimpan pada client makan data pada Cookies harus bersifat sekunder dan publik akses, tidak boleh berupa data primer dan rahasia seperti nama user dan password. Hal ini karena selain tidak aman jika dilihat oleh client juga Cookies bisa dinonaktifkan oleh pengguna, jadi bisa mengganggu proses kerja website jika data pada Cookies bersifat primer.

    Contoh pemakaian Cookies yang paling sering kita temui misalnya pada website toko online dengan sistem cart (keranjang belanja). Saat pengguna memilih-milih barang dan memasukknanya kedalam keranjang belanja maka data ini akan disimpan pada cookies. Dengan demikian server tidak terbebani jika ada banya user yang sedang berbelanja online.

    Cara membuat Cookies dengan PHP

    Untuk membuat Cookies digunakan fungsi setcookie(). Saat dijalankan, fungsi setcookie() mengirim HTTP cookie ke komputer client. Cookie ini berupa variabel yang di kirim oleh server ke browser. Cookie biasanya berupa file text kecil yang ditanam pada komputer pengguna.

    Cara penulisan fungsi setcookie()

    setcookie(name, value, expire, path, domain, secure);

    Keterangan Parameter:

    • name, wajib diisi, merupakan nama dari cookie
    • value, wajib diisi, merupakan nilai dari cookie
    • expire, opsional, merupakan batas waktu expired cookie
    • path, opsional, merupakan path server sebuah cookie
    • domain, opsional, merupakan nama domain sebuah cookie
    • secure, opsional, merupakan tanda kalau cookie harus dikirim melalui protokol HTTPS

    Contoh penggunaan fungsi setcookie()

    <?php  

    //Contoh set cookie dengan nama=cart, nilai=2, expired=30 hari, path= /
    setcookie("cart", "2" , time() + (86400 * 30), "/");

    // Catatan : 86400 = 1 hari (3600 detik x24jam)
    ?>

    Cara mengambil data dari Cookie

    Untuk mengambil data dari Cookie digunakan variabel super global $_COOKIE dengan atribut nama Cookie.

    Contoh script PHP untuk mengambil data dari Cookie

    <?php  
    if(!isset($_COOKIE["cart")) {
    echo "Cookie tidak ditemukan!";
    } else {
    echo "Nilai untuk Cookie dengan nama cart = ". $_COOKIE["cart"];
    }
    ?>

    Cara mengubah nilai pada Cookie

    Untuk mengubah data dari Cookie bisa dilakukan dengan memakai cara yang sama saat membuat Cookie, yaitu menggunakan fungsi setcookie().

    Contoh script PHP untuk mengubah nilai pada Cookie

    <?php  

    //Mengubah cookie dengan nama=cart menjadi bernilai 3
    setcookie("cart", "3" , time() + (86400 * 30), "/");

    ?>

    Cara Menghapus Cookie

    Sebetulnya Cookie akan otomatis terhapus setelah waktu expired tercapai. Namun uUntuk menghapus cookie sewaktu-waktu bisa dilakukan dengan cara mengeset waktu expired dengan waktu sebelum sekarang, misal diisi dengan satu jam yang lalu. Sebaiknya sebelum menghapus cookie kosongkan dulu variabel super global $_COOKIE denga fungsi unset().

    Contoh script PHP untuk menghapus Cookie

    <?php  

    //Mengosongkan variabel super global $_COOKIE
    unset($_COOKIE["cart"]);

    //Mengubah expired cookie dengan nama=cart dengan waktu satu jam sebelumnya
    setcookie("cart", "" , time() - 3600);

    ?>

    Cara mengecek Cookie pada komputer pengguna

    Untuk mengecek Cookie diaktifkan atau tidak pada komputer pengguna kita bisa mengirimkan cookie dengan nama test dengan nilai tertentu lalu membaca cookie tersebut. Jika mengembalikan nilai sesuai dengan data yang diset berarti Cookie pada browser pengguna telah diaktifkan.

    Contoh script PHP untuk mengecek Cookie

    <?php  
    setcookie("test", "1", time() + 3600, '/');
    if(count($_COOKIE) > 0) {
    echo "Cookies telah aktif";
    } else {
    echo "Cookies tidak aktif";
    }
    ?>

    Referensi:

    • //www.w3schools.com/php/php_cookies.asp

    Filed Under: PHP

    Mengenal Session Pada PHP dan Cara Menggunakannya

    29 Oktober 2014 By Eko Purnomo

    mengenal session pada php

    Session adalah cara yang digunakan untuk menyimpan informasi pada komputer server untuk digunakan pada beberapa halaman termasuk halaman itu sendiri. Session menyimpan informasi ke dalam bentuk variabel super global $_SESSION.Variabel ini disimpan pada komputer server dan dapat digunakan oleh semua halaman pada website tempat Session dimulai. Session berbeda dengan cookie yang menyimpan informasi pada komputer client (pengguna).

    Apakah itu SESSION ?

    Session bisa diartikan dengan suatu informasi yang diambil saat kita melakukan pekerjaan terhadap sesuatu. Seperti saat kita bekerja dengan sebuah aplikasi pada komputer, kita mulai dengan membuka aplikasi lalu dilanjutkan dengan melakukan beberapa hal kemudian menyimpan pekerjaan dan diakhiri dengan menutup aplikasi.

    Dalam hal ini kita bisa mengambil informasi siapa yang menjalankan aplikasi, data apa yang dibuka serta berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Hal ini terasa simpel jika kita berlakukan pada komputer lokal namun tidak demikian jika diterapkan pada Internet.

    Di internet web server tidak tahu siapa pengguna yang mengakses web, serta apa yang dikerjakan oleh pengguna tersebut. Hal ini membuat pemikiran untuk menciptakan variabel dinamis yang bisa diakses oleh setiap halaman yang berisi informasi session dari pengguna internet pada suatu website tertentu.

    Data yang disimpan pada session bersifat sementara dan berlaku pada jangka waktu tertentu jika diset. Session akan hilang jika waktu session berakhir, session dimusnahkan dan atau saat server direstart. Jika ingin menyimpan variabel yang sifatnya permanen sebaiknya gunakan penyimpanan dengan database.

    Cara memulai Session PHP

    Untuk memulai session digunakan fungsi session_start(). Penulisan fungsi session_start() harus berada paling atas kode PHP aktif, dalam hal ini komentar tidak dihitung.

    Contoh script memulai session pada PHP

    <?php
    // Memulai session
    session_start();
    ?>

    Cara menyimpan informasi pada Session PHP

    Untuk menyimpan informasi pada session digunakan variabel super global $_SESSION dengan menyertakan atribut nama session dan isi value-nya. Contoh penggunaan fungsi ini adalah untuk menyimpan informasi pengguna jika berhasil login.

    Cara penulisan saat menyimpan informasi pada Session PHP

    $_SESSION["nama_session"]=value

    Contoh script untuk menyimpan informasi pada Session PHP

    <?php  
    // Memulai session
    session_start();

    // menyimpan informasi pada session
    $_SESSION["user"] = "sabrina";
    $_SESSION["warna"] = "merah";
    $_SESSION["hewan"] = "kucing";
    ?>

    Cara mengambil informasi dari variabel $_SESSION

    Untuk mengambil informasi dari session, cukup dengan memanggil variabel $_SESSION beserta atributnya.

    Contoh script untuk mengambil informasi dari Session PHP

     <?php session_start(); ?>  
    <html>
    <body>
    <?php

    // Menampilkan informasi yang disimpan pada Session
    echo "Warna baju saya " . $_SESSION["warna"] . ".<br>";
    echo "Hewan peliharaan saya " . $_SESSION["hewan"] . ".";
    ?>
    </body>
    </html>

    Cara mengubah informasi pada variabel Session

    Untuk mengubah informasi dari variabel Session cukup dengan mengisinya dengan data baru seperti saat menulis pertama kali.

    Contoh script untuk mengubah informasi pada Session PHP

    <?php  
    // Memulai session
    session_start();

    // mengubah informasi pada session
    $_SESSION["warna"] = "hijau";
    $_SESSION["hewan"] = "kelinci";
    ?>

    Cara mengakhiri dan memusnahkan Session PHP

    Untuk mengakhiri Session digunakan fungsi session_unset() dan untuk memusnahkan Session digunakan fungsi session_destroy(). Fungsi session_unset() akan membuang semua variabel Session. Biasanya fungsi ini dipakai saat pengguna melakukan logout terhadap sebuah aplikasi PHP.
    Contoh script untuk mengakhiri dan memusnahkan Session PHP

    <?php session_start(); ?>  

    <html>
    <body>

    <?php

    // membuang semua variabel session
    session_unset();

    // memusnahkan session
    session_destroy();
    ?>
    </body>
    </html>

    Lihat index artikel tutorial PHP Lanjutan >>

    Referensi :

    • //www.w3schools.com/php/php_sessions.asp

    Filed Under: PHP

    • « Previous Page
    • 1
    • …
    • 49
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
    • …
    • 60
    • Next Page »

    Kategori

    • Android
    • Blogging
    • CSS
    • Desain
    • Elektronika
    • HTML
    • Internet
    • Javascript
    • Komputer
    • Mikrokontroler
    • PHP
    • Website

    Pos-pos Terbaru

    • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
    • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
    • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
    • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
    • Komunitas Desainer Kampung Jepara
    • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
    • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
    • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
    • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
    • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
    • Home
    • Privacy
    • Disclaimer
    • Kontak

    Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com