Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Cara Membuat Komentar Program Pada PHP

28 Oktober 2014 By Eko Purnomo

komentar-pada-kode-program-php

Pada artikel ini akan saya tulis tentang cara menulis komentar dalam proses pembuatan kode program PHP. Sebetulnya ini adalah artikel yang seharusnya ditulis diawal-awal tutorial dasar PHP namun kemarin sempat terlewatkan.

Komentar program yang dimaksud disini bukan seperti komentar pada blog, namun yang dimaksud adalah kata-kata yang terdapat pada kode program PHP yang berguna untuk mengomentari kode program yang dijalankan. Jadi meski ditulis pada source code PHP, kode pomentar program tidak akan dijalankan.

Tujuan dari penggunaan komentar pada kode program adalah untuk menjelaskan tentang sebuah kode program PHP yang ditulis kepada pembaca program dalam hal ini bisa kita sendiri atau orang lain. Jika menjelaskan kepada orang lain mungkin wajar ya, namun mengapa perlu menjelaskan kepada diri kita sendiri? bukankan kita sudah paham akan program yang kita buat sendiri. Hal ini dikarenakan semakin banyak kita membuat program dan semakin rumit alur program terkadang kita lupa pada alur program yang kita buat sendiri.

Selain dari hal diatas,,komentar pada kode program berfungsi juga untuk memberi informasi pada sebuah file PHP, seperti judul, kapan dibuat dan siapa yang buat serta tujuan dari script PHP tersebut dibuat. Komentar program juga bisa berfungsi saat melakukan debug atau mencari kesalahan saat membuat program. Biasanya kode-kode yang dianggap bermasalah akan di-skip dulu menjadi sebuah komentar sehingga tidak ikut dijalankan.

Ada beberapa cara yang bisa dipilih untuk membuat komentar pada kode program PHP. Bisa dengan tanda # (hash) seperti pada pemrograman shell Unix atau tanda // seperti pada pemrograman bahasa C. Tanda # dan // berguna jika akan untuk membuat komentar dalam sebaris dua baris saja. Jika ingin membuat komentar dalam beberapa baris bisa diapit menggunakan tanda /* … */ seperti pada pemrograman bahasa C.

Untuk pemakaian sehari hari saya lebih memilih menggunakan tanda // dibanding tanda # karena mudah dan efisien dalam pengetikan. Hal ini karena untuk membuat tanda # perlu menekan dua tombol yaitu shift dan 3. Selain itu tanda // juga banyak digunakan pada contoh-contoh program PHP yang dishare pada beberapa blog dan website diinternet.

Contoh membuat komentar dengan tanda #

 <?php  
echo "Saya BISA"; # ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
?>

atau

<?php
# ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
echo "Saya BISA";
?>

Contoh membuat komentar dengan tanda //

 <?php  
echo "Saya BISA"; // ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
?>

atau

<?php
// ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
echo "Saya BISA";
?>

Contoh membuat komentar dengan tanda /* … */

 <?php  
echo "Saya BISA"; /* ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA */
?>

atau

<?php
/* ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA */
echo "Saya BISA";
?>

atau

<?php
/* Ini adalah contoh komentar program dalam tiga baris
Kode dibwah ini adalah perintah menampilkan teks "Saya BISA"
Ini masih termasuk komentar program
*/
echo "Saya BISA";
?>

Referensi:

  • //www.duniailkom.com/cara-penulisan-komentar-dalam-kode-php/

Filed Under: PHP

Membuka dan Menampilkan Isi Direktori dengan PHP

28 Oktober 2014 By Eko Purnomo

menampilkan isi direktori dengan php

Dengan PHP kita bisa membuka, menampilkan isi dan menutup sebuah direktori. PHP menyediakan fungsi opendir() untuk membuka direktori, readdir() untuk menapilkan isi direktori dan closedir() untuk menutup direktori. Ketiga fungsi ini harus digunakan secara bersamaan saat akan menampilkan isi sebuah direktori.

Seperti diketahui bahwa dalam sistem file Unix, direktori sebenarnya adalah juga file namun bertipe direktori. Jadi proses menampilkan isi sebuah direktori diawali dengan membuka direktori, menampilkan satu per satu isi direktori kemudian diakhiri dengan menutup direktori.

Fungsi opendir()

Adalah fungsi yang digunakan untuk membuka sebuah direktori. Meskipun dalam sistem file Unix, direktori sebenarnya adalah sebuah file namun untuk membukanya harus menggunakan fungsi opendir() bukan fopen().

Jika berhasil, fungsi opendir() mengembalikan directory handle resource yang selanjutnya bisa digunakan oleh fungsi readdir() untuk membaca isi direktori tersebut. Jika gagal fungsi opendir() akan mengembalikan nilai FALSE.

Cara penulisan fungsi opendir()

opendir(name,context)

Keterangan parameter :

  • name, wajib diisi, merupakan nama direktori baru yang akan dibuka.
  • context, opsional, merupakan konteks dalam menangani file. Konteks adalah serangkaian pilihan yang dapat memodifikasi perilaku stream sebuah file. ( ditambahkan dalam PHP 5 )

Fungsi readdir()

Adalah fungsi untuk membaca isi sebuah direktori. Fungsi readdir() mengembalikan nilai dari setiap elemen dalam sebuah direktori termasuk file dan sub direktori. Urutan tampilan berdasarkan tipe file (ekstensi) baru kemudian nama file.

Cara penulisan fungsi readdir()

readdir(dir_handle)

Keterangan parameter :

  • dir_handle, wajib diisi, merupakan resource direktori handle yang akan dibuka.

Selain itu fungsi readdir() juga mengembalikan . dan .. sebagaimana entri umum untuk typical list direktori pada sistem file Unix. Agar tidak ikut ditampilkan perlu digunakan penyeleksian seperti ini untuk menyaringnya:

if($file != "." AND $file != "..")

Fungsi closedir()

Adalah fungsi untuk menutup direktori yang sedang dibuka dengan fungsi opendir(). Fungsi closedir() digunakan seiring dengan penggunaan fungsi opendir().

Cara penulisan fungsi readdir()

closedir(dir_handle)

Keterangan parameter :

  • dir_handle, wajib diisi, merupakan resource direktori handle yang akan dibuka.

Contoh script lengkap membuka, menampilkan isi dan menutup direktori dengan PHP

  <html>     
<body>
<form action="" method="POST">
Isikan nama direktori yang akan dibuka:</br>
<input name="dir" type="text" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Buka" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
if(!empty($_POST["dir"]))
{
//menentukan nama direktori baru dari input text dan mengecek standar formatnya
$target_dir = preg_replace("([^wsd-_~,;:[](].]|[.]{2,})", '', $_POST["dir"]);
//mengecek keberadaan direktori
if((file_exists($target_dir))&&(is_dir($target_dir)))
{
//menaruh fungsi opendir kedalam sebuah handle
$handle = opendir ($target_dir);

//mengecek proses handle fungsi opendir
if ($handle) {
echo "Isi direktori <b>".$target_dir."</b> :<br />";
while (($file = readdir($handle)) !== false){
if($file != "." AND $file != "..")
{echo "- " . $file . "<br>";}
}
closedir($handle);
}
else {
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> tidak dapat dibuka";
}
}
else
{
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> Tidak ada";
}
}
}
?>
</body>
</html>

Tampilan script pada browser:

menampilkan isi direktori dengan php

Penjelasan script :

Pada form terdapat sebuah input text dan sebuah input submit. Input text berfungsi untuk mamasukkan nama direktori baru yang akan dibuka, sedangkan tombol submit berfungsi untuk mengeksekusi serangkaian kode membuka direktori, menampilkan isi dan menutup direktori.

Proses diawali dengan mengambil text dari input text jika input text tidak dalam keadaan kosong. Selanjutnya input text tersebut dicek dan difilter formatnya sesuai dengan standar penamaan file dan direktori dengan fungsi preg_replace.

Setelah diperoleh nama yang baku, proses berlanjut pada pengecekan keberadaan direktori dengan fungsi file_exist() dan is_dir(). Tujuannya adalah mencegah error karena direktori yang akan dibuka tidak ada.  Jika direktori tidak ada akan ditampilkan pesan “Direktori tidak ada”.

Jika direktori ada, dilanjutkan dengan menaruh fungsi opendir() pada variabel $handle (baris ke-19), lalu membaca isi direktori dengan fungsi readdir() pada baris ke-23 dan menampilkan isinya. Agar karakter . dan .. tidak ditampilkan digunakan penyeleksian IF pada baris ke-26.

Jika ternyata direktori tidak dapat dibuka karena masalah permission misalnya akan ditampilkan pesan “Direktori tidak dapat dibuka”. Proses diakhiri dengan menutup direktori menggunakan fungsi closedir().

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/func_directory_opendir.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_directory_readdir.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_directory_closedir.asp

Filed Under: PHP

Membuat dan Menghapus Direktori dengan PHP

27 Oktober 2014 By Eko Purnomo

membuat-direktori-baru-dengan-php

Direktori atau kita sering menyebutnya dengan folder adalah sebuah lokasi pada harddisk yang berisi file atau direktori lainnya. Dalam direktori bisa berisi banyak file dan banyak direktori lainnya yang sering sisebut sub direktori.

Direktori dan file merupakan bagian dari sebuah filesystem seperti Linux, Windows dan MacOS. PHP menyediakan beberapa fungsi untuk menangani direktori seperti untuk membuat dan menghapus direktori, membuka dan menutup direktori serta membaca isi direktori.

Membuat Direktori Baru

Fungsi yang digunakan untuk membuat direktori baru adalah mkdir(). Direktori yang dibuat otomatis berada satu lokasi dengan file PHP ditaruh. Jika ingin menaruh direktori baru ditempat lain harus disertakan path yang lengkap pada parameter name.

Cara penulisan fungsi mkdir()

mkdir(name,mode,recursive,context)

Keterangan parameter :

  • name, wajib diisi, merupakan nama direktori baru yang akan dibuat.
  • mode, opsional, secara default bernilai 777 (akses terluas).
  • recursive, opsional, khusus saat diset mode rekursif, yaitu mode pengulangan berdasarkan suatu kesamaan tertentu.
  • context, opsional, merupakan konteks dalam menangani file. Konteks adalah serangkaian pilihan yang dapat memodifikasi perilaku stream sebuah file. ( ditambahkan dalam PHP 5 )

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat direktori baru dengan PHP

  1. Pastikan nama direktori sesuai dengan standar penamaan file dan direktori.
  2. Cek keberadaan direktori sebelum dibuat agar tidak muncul pesan error.
  3. Pastikan lokasi menaruh direktori baru sudah diset permission 777.
  4. Tampilkan status jika proses membuat direktori gagal atau berhasil.

Contoh script PHP untuk membuat direktori baru dengan fungsi mkdir()

 <html>     
<body>
<form action="" method="POST">
Isi nama direktori yang akan dibuat:</br>
<input name="dir" type="text" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Enter" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
if(!empty($_POST["dir"]))
{
//menentukan nama direktori baru dari input text dan mengecek standar formatnya
$new_dir = preg_replace("([^wsd-_~,;:[](].]|[.]{2,})", '', $_POST["dir"]);

//mengecek keberadaan direktori
if((file_exists($new_dir))&&(is_dir($new_dir)))
{
echo "Direktori <b>".$new_dir."</b> Sudah ada";
}
else
{
//menaruh fungsi mkdir kedalam sebuah handle
$handle = mkdir ($new_dir);
//mengecek proses handle fungsi mkdir
if ($handle) {
echo "Direktori <b>".$new_dir."</b> berhasil dibuat";
}
else {
echo "Direktori <b>".$new_dir."</b> gagal dibuat";
}
}
}
}
?>
</body>
</html>

Penjelasan script: 

Pada form terdapat sebuah input text dan sebuah input submit. Input text berfungsi untuk mamasukkan nama direktori baru yang akan dibuat, sedangkan tombol submit berfungsi untuk mengeksekusi serangkaian kode membuat direktori baru.

Proses diawali dengan mengambil text dari input text jika input text tidak dalam keadaan kosong. Selanjutnya input text tersebut dicek dan difilter formatnya sesuai dengan standar penamaan file dan direktori dengan fungsi preg_replace.

Setelah diperoleh nama yang baku, proses berlanjut pada pengecekan keberadaan direktori dengan fungsi file_exist() dan is_dir(). Tujuannya adalah mencegah error karena direktori yang dibuat sudah ada. Jika pengecekan menghasilkan nilai FALSE maka akan dijalankan fungsi mkdir untuk membuat direktori baru.

Pesan berhasil atau gagal ditampilkan dengan mengecek variabel $handle yang menangani fungsi mkdir().

Tampilan script pada browser:

membuat direktori dengan php

Menghapus Direktori

Untuk menghapus direktori digunakan fungsi rmdir(). Fungsi ini hanya bisa dipakai untuk menghapus direktori yang kosong. Untuk direktori yang berisi file harus dihapus semua file didalamnya, baru kemudian dihapus direktori yang sudah kosong.

Pastikan direktori yang akan dihapus ada dengan fungsi file_exist() dan pastikan benar-benar berupa direktori dengan fungsi is_dir() lalu cek juga permissionnya. Fungsi rmdir() mengembalikan nilai TRUE jika berhasil dan FALSE jika gagal.

Cara penulisan fungsi rmdir()

rmdir(name,context)

Keterangan parameter :

  • name, wajib diisi, merupakan nama direktori baru yang akan dibuat.
  • context, opsional, merupakan konteks dalam menangani file. Konteks adalah serangkaian pilihan yang dapat memodifikasi perilaku stream sebuah file. ( ditambahkan dalam PHP 5 )

Contoh script PHP untuk menghapus direktori dengan fungsi rmdir()

  <html>     
<body>
<form action="" method="POST">
Isikan nama direktori yang akan dihapus:</br>
<input name="dir" type="text" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Hapus" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
if(!empty($_POST["dir"]))
{
//menentukan nama direktori baru dari input text dan mengecek standar formatnya
$target_dir = preg_replace("([^wsd-_~,;:[](].]|[.]{2,})", '', $_POST["dir"]);
//mengecek keberadaan direktori
if((file_exists($target_dir))&&(is_dir($target_dir)))
{
//menaruh fungsi rmdir kedalam sebuah handle
$handle = rmdir ($target_dir);
//mengecek proses handle fungsi rmdir
if ($handle) {
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> berhasil dihapus";
}
else {
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> gagal dihapus";
}
}
else
{
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> Tidak ada";
}
}
}
?>
</body>
</html>

Penjelasan Script:

Pada form terdapat satu input text untuk mengisi nama direktori yang akan dihapus dan sebuah input submit untuk mengeksekusi script. Selanjutnya seperti pada saat membuat direktori, terdapat fungsi preg_replace untuk mengecek standar format nama direktori.
Proses dilanjutkan dengan mengecek keberadaan direktori, ini bertujuan untuk mencegah error. Jika direktori tidak ada maka fungsi rmdir tidak akan dieksekusi. Jika ada, direktori akan dihapus dengan perintah rmdir ($target_dir). Jika proses berhasil akan ditampilkan pesan Berhasil dan jika gagal akan ditampilkan pesan gagal.

Tampilan script pada browser:

menghapus direktori dengan php

Demikian cara membuat dan menghapus direktori dengan PHP. Untuk cara membuka, manutup dan mambaca isi file pada direktori insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_mkdir.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_rmdir.asp

Filed Under: PHP

Cara Mengupload File Ke Server Dengan PHP

26 Oktober 2014 By Eko Purnomo

cara upload file dengan php

Dengan PHP kita bisa mengupload file ke server. Sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam dunia website tidak semua informasi berupa text tapi bisa juga berupa gambar, flash atau dokumen pdf. Untuk itu kita membutuhkan sarana untuk mengupload file ke server.

Sebetulnya kita bisa menggunakan aplikasi FTP client untuk menangani proses upload file ini namun dengan mengupload file menggunakan PHP kita bisa melakukan beberapa hal seperti manandai file dan mengaitkan file kedalam database. Selain itu mengupload file lewat FTP hanya boleh dilakukan oleh pemilik website, untuk pengguna bebas sebaiknya dibuatkan sarana upload file dengan PHP saja.

Untuk mengupload file ke server kita menggunakan form dengan input type file dan lalu membuat script PHP untuk menanganinya. Dalam proses upload file ke server kita bisa menggunakan beberapa atribut dari variabel super global $_FILES berikut ini:

  • $_FILES[‘file’][‘name’] , berisi nama asli dari file yang diupload
  • $_FILES[‘file’][‘tmp_name’] , berisi nama temporary file yang diupload pada server
  • $_FILES[‘file’][‘size’] , berisi ukuran file asli (dalam byte)
  • $_FILES[‘file’][‘type’] , berisi MIME type file yang diupload

Berikut ini langkah-langkah membuat sistem upload file ke server dengan PHP

1. Pastikan parameter file_uploads pada file php.ini sudah diaktifkan.
Caranya buka file php.ini lalu cari teks file_uploads kemudian isi dengan nilai On seperti contoh berikut ini :

file_uploads = On

2. Buat direktori untuk menampung file yang di upload.
Pastikan direktori atau folder tempat file upload tersebut sudah diset permission 777 (Untuk web server Linux).
Caranya dengan mengetik perintah berikut pada terminal :

sudo chmod -R 777 nama_direktori

3. Buat form dengan input type file untuk pengguna memilih file yang akan diupload.
Contoh script form upload file:

 <form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">  
Pilih file yang akan diupload:</br>
<input name="userfile" type="file" />
<input type="submit" name="enter" value="Upload" />
</form>

4. Sebaiknya lakukan urutan proses upload file sebagai berikut :

  • Cek keberadaan file pada server, jika sudah ada maka proses upload dibatalkan.
  • Buat batasan ukuran maksimal file yang diijinkan untuk diupload, jika melebihi batas maka proses upload dibatalkan.
  • Batasi tipe file yang akan diupload demi keamanan, misal hanya file JPG, GIF dan PNG saja.
  • Tampilkan status jika proses upload file berhasil atau gagal.

5. Berikut script PHP lengkap untuk menangani urutan proses upload file diatas :

 <html>     
<body>
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">
Pilih file yang akan diupload:</br>
<input name="userfile" type="file" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Upload" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
//ambil parameter-parameter file yang diupload:
//nama, nama temp, ukuran dan type
$file_name = $_FILES["userfile"]["name"];
$file_tmp_name = $_FILES["userfile"]["tmp_name"];
$file_size = $_FILES["userfile"]["size"];
$file_type = $_FILES["userfile"]["type"];

//definisikan variabel untuk menangani error saat upload
$err_upload=0;

//pada contoh berikut file akan dipload ke direktori image
$dir_upload = "image/";

//buat nama untuk file hasil upload
$file_upload = $dir_upload . basename($file_name);

//cek keberadaan file hasil upload di server
if(file_exists($file_upload))
{
echo "Maaf, File yang sama sudah ada pada server <br />";
$err_upload=1;
}

//buat batasan maksimal ukuran file yang boleh diupload (dalam byte)
$max_size_upload=1000000;

//cek apakah ukuran file yang diupload melebihi batas
if($file_size > $max_size_upload)
{
echo "Maaf, Ukuran file yang diupload melebihi ".$max_size_upload." byte <br />";
$err_upload=1;
}

//cek hanya type JPG, GIF dan PNG saja yang diijinkan
if(($file_type!="image/jpeg") && ($file_type!="image/gif") && ($file_type!="image/png"))
{
echo "Maaf, Hanya file JPG , GIF dan PNG saja yang diperbolehkan <br />";
$err_upload=1;
}

//tampilkan error jika terjadi kesalahan
if($err_upload)
{
echo "Ada Error, proses upload file batal";
}
//proses upload file jika semua benar
else
{
if(move_uploaded_file($file_tmp_name,$file_upload))
{
echo "Proses upload berhasil";
}
else
{
echo "Proses upload gagal";
}
}
}
?>
</body>
</html>

6. Dan berikut tampilan proses upload file dengan php pada browser

tampilan upload file dengan php

Demikian cara dasar untuk upload file ke server dengan PHP. Sebetulnya ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan seperti mengecek type file dengan fungsi finfo(), bukan dari ekstensinya lalu mengubah nama file yang diupload agar lebih rapi dan aman. Untuk hal-hal tadi insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //php.net/manual/en/features.file-upload.post-method.php
  • //www.w3schools.com/php/php_file_upload.asp

Filed Under: PHP

Cara Menulis Ke Dalam File Dengan PHP

25 Oktober 2014 By Eko Purnomo

menulis ke dalam file dengan php

Selain bisa membaca dan mengambil data dari file, kita juga bisa menulis ke dalam file dengan script PHP. Dalam hal ini kita tetap harus membuka dan menutup file sebelum dan sesudah proses penulisan ke dalam file. Ada beberapa fungsi pada PHP yang bisa dipakai untuk menulis ke dalam file, diantaranya fungsi fwrite(), fungsi fputs() dan fungsi file_put_contents(). Untuk dapat menulis ke dalam file, kita harus membuka file dengan mode w atau a.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menuliskan ke dalam file dengan PHP:

  1. Dalam pengunaan mode w pada fungsi fopen harus berhati-hati karena mode w akan menghapus keseluruhan isi file sebelumnya. Jadi sebaiknya mode “w” hanya digunakan untuk menulis file baru saja bukan untuk menambahkan isi file.
  2. Gunakan selalu mode “a” jika hanya ingin menambahkan isi file.
  3. Pastikan file yang akan di tulis berada di server dan sudah diset file permissionnya dengan nilai 777. Jika tidak akan terjadi error.
  4. Sebaiknya gunakan validasi terhadap isi text yang akan ditulis ke dalam file.

Fungsi Fputs() dan Fwrite()

Adalah fungsi yang digunakan untuk menulis ke file yang sedang dibuka. Fungsi fputs() merupakan alias atau nama lain dari fungsi fwrite(). Fungsi ini akan berhenti pada akhir file (end-of-file) atau pada panjang yang telah ditentukan. Jika berhasil, fputs() dan fwrite() akan mengembalikan jumlah byte yang ditulis dan jika gagal akan mengemblikan nilai FALSE.

Cara penulisan fungsi fputs() dan fwrite()

fputs(file,string,panjang)

atau

fwrite(file,string,panjang)

Keterangan : 

  • file, wajib diisi. Merupakan file handler yang akan ditulisi.
  • string, wajib diisi. Merupakan text yang akan ditulis ke dalam file.
  • panjang, opsional/tidak wajib diisi. Merupakan nilai untuk mengeset nilai maksimum byte yang akan ditulis ke dalam file.

Contoh penggunaan fungsi fputs() dan fungsi fwrite() pada fopen() dengan mode “w”

Pada cara ini teks yang tersimpan pada file sebelumnya akan dihapus dan diganti dengan teks yang baru dimasukkan.

1. Persiapan:

  • Buat file baru lalu taruh dalam satu folder dengan script PHP, misalnya kita beri nama coba.txt.
  • Isi file coba.txt tadi dengan beberapa teks, misal=”Ini adalah isi file sebelumnya”
  • Simpan file tersebut dan tutup text editor.
  • Untuk pengguna Linux, ubah file permission dengan cara mengetik perintah berikut ini pada terminal
    sudo chmod 777 coba.txt

2. Buat file PHP dengan isi berikut ini pada text editor, lalu simpan :

<body> 
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">
<textarea cols="30" rows="5" name="text"></textarea>
<input type="submit" name="enter" value="Simpan" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
$text=$_POST["text"];
$file = fopen("coba.txt","w");
if($file)
{
fputs($file,$text);
}
fclose($file);
}
echo "<b></b>Isi dari file coba.txt sekarang:</b><br />";
$file = fopen("coba.txt","r");
while(! feof($file))
{
echo fgets($file). "<br />";
}
fclose($file);
?>
</body>
</html>

3. Jalankan file PHP tersebut pada browser, pastikan tampil seperti ini:

menulis-text-ke-dalam-file-1

4. Masukkan text pada textarea, misal: “Ini adalah teks yang baru dimasukkan”

menulis-text-ke-dalam-file-2

5. Klik tombol Simpan, pastikan isi dari file coba.txt sekarang menjadi seperti ini:

menulis-text-ke-dalam-file-3

Contoh penggunaan fungsi fputs() dan fungsi fwrite() pada fopen() dengan mode “a”

Pada cara ini teks yang tersimpan pada file sebelumnya tidak dihapus namun akan ditambahkan dengan teks yang baru dimasukkan.

1. Persiapan (tidak perlu dijalankan jika sudah pernah dilakukan pada contoh pertama):

  • Buat file baru lalu taruh dalam satu folder dengan script PHP, misalnya kita beri nama coba.txt.
  • Isi file coba.txt tadi dengan beberapa teks, misal=”Ini adalah isi file sebelumnya”
  • Simpan file tersebut dan tutup text editor.
  • Untuk pengguna Linux, ubah file permission dengan cara mengetik perintah berikut ini pada terminal
    sudo chmod 777 coba.txt

2. Buat file PHP dengan isi berikut ini pada text editor, lalu simpan :

<body> 
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">
<textarea cols="30" rows="5" name="text"></textarea>
<input type="submit" name="enter" value="Tambahkan" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
$text=$_POST["text"];
$file = fopen("coba.txt","a");
if($file)
{
fputs($file,"n".$text);
}
fclose($file);
}
echo "<b></b>Isi dari file coba.txt sekarang:</b><br />";
$file = fopen("coba.txt","r");
while(! feof($file))
{
echo fgets($file). "<br />";
}
fclose($file);
?>
</body>
</html>

3. Jalankan file PHP tersebut pada browser, pastikan tampil seperti ini:

menulis-text-ke-dalam-file-1

4. Masukkan text pada textarea, misal: “Ini teks yang ditambahkan”

menulis-text-ke-dalam-file-4

5. Klik tombol Simpan, pastikan isi dari file coba.txt sekarang menjadi seperti ini:

menulis-text-ke-dalam-file-5

Untuk penggunaan fungsi fwrite sama dengan fputs, tinggal ganti saja fputs pada contoh dengan fwrite. Dan untuk fungsi file_put_contents() insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_file_create.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fputs.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fwrite.asp

Filed Under: PHP

Cara Menggunakan Input Type File Pada PHP

24 Oktober 2014 By Eko Purnomo

input type file

Pada tulisan ini kita akan belajar cara menggunakan input type file dan cara menanganinya. Seperti telah ditulis pada artikel sebelumnya tentang membuka dan menutup file serta mengambil data text dari file, kita menentukan file dengan cara menuliskan nama file pada script PHP. Kemudian lokasi file tersebut juga berada diserver yang sama dengan script PHP tadi.

Lalu bagaimana caranya jika kita akan membuka file dari lokasi lain, misal dari flashdisk atau harddisk di komputer client?

Untuk dapat membuka file dari lokasi selain server, kita bisa menggunakan input type file dan mengikuti prosedur upload file yang ditentukan oleh PHP untuk menanganinya. Prinsipnya adalah file dari komputer client dipindah dulu ke lokasi sementara pada server (temporary) baru kemudian dibaca isinya.

Cara menggunakan Input type file dan script php untuk menanganinya

1. Buat form yang berisi input type file dan input submit dengan script berikut ini:

 <form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">  
Pilih file yang akan dibuka:</br>
<input name="userfile" type="file" />
<input type="submit" name="enter" value="Buka" />
</form>

Catatan Penting:
Pastikan pada form terdapat attribut enctype=”multipart/form-data” agar fungsi upload dapat bekerja dengan baik.

2. Berikut tampilan form pada browser:

Pilih file yang akan dibuka:   


3. Buat script PHP untuk menangani input type file pada form diatas:

 <?php  
if(isset($_POST["enter"]))
{
echo "Isi dari file ".$_FILES["userfile"]["name"].":<br />";
$temp_filename= $_FILES["userfile"]["tmp_name"];
$file = fopen($temp_filename,"r");
while(! feof($file))
{
echo fgets($file). "<br />";
}
fclose($file);
}
?>

4. Penjelasan script diatas: 

Setelah tombol buka ditekan maka nama file akan ditampilkan dengan variabel super global $FILES[“userfile”][“name”]. Kemudian nama temporary file diambil dengan variabel super global $_FILES[“userfile”][“tmp_name”] dan dibuka dengan fungsi fopen() dilanjutkan dengan menampilkan baris per baris isi file sampai akhir file (end of file). Proses diakhiri dengan menutup file menggunakan fungsi fclose().

5. Berikut gabungan script lengkapnya

 <html>     
<body>
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">
Pilih file yang akan dibuka:<br />
<input name="userfile" type="file" /><br />
<input type="submit" name="enter" value="Buka" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
echo "Isi dari file ".$_FILES["userfile"]["name"].":<br />";
$temp_filename= $_FILES["userfile"]["tmp_name"];
$file = fopen($temp_filename,"r");
while(! feof($file))
{
echo fgets($file). "<br />";
}
fclose($file);
}
?>
</body>
</html>

6. Dan berikut screenshot saat script dipakai untuk membuka file text

pada contoh, nama file yang dibuka adalah website.txt

buka file dari komputer client dengan input type file

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_file_upload.asp
  • //php.net/manual/en/features.file-upload.post-method.php

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com