Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Cara Mengambil Text Dari File Dengan PHP

23 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Setelah mengerti tentang cara membuka dan menutup file pada PHP, selanjutnya kita akan belajar cara mengambil data text dari file. Fungsi yang digunakan untuk mengambil text dari file adalah fgets() dan fread(). Fungsi fgets() berfungsi membaca isi file tiap baris. Sedangkan fungsi fread() membaca isi file dengan ukuran tertentu (dalam byte). Baik fgets maupun fread mempunyai karakteristik sendiri-sendiri dan bisa digunakan sesuai kondisi pemrograman.

Fungsi fgets()

Digunakan untuk membaca satu baris dari file yang dibuka. Fungsi fgets () dapat mengembalikan data baris demi baris. Fungsi fgets () berhenti mengembalikan baris baru jika parameter panjang ditentukan pada nilai tertentu atau pada akhir file (end of file) tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Jika gagal, fungsi fgets() akan mengembalikan nilai FALSE.

Cara penulisan fungsi fgets()

 fgets(file,panjang_file)  

Contoh penggunaan fungsi fgets() untuk membaca dan menampilkan baris demi baris sebuah file text

 <html>   
<body>
<?php
$file = fopen("coba.txt","r");
while(! feof($file))
{
echo fgets($file). "<br />";
}
fclose($file);
?>
</body>
</html>

Penjelasan script

Pada contoh diatas kita masih menggunakan file coba.txt yang kita buat saat belajar membaca file text dengan fungsi readfile(). Pada baris keempat terlihat proses membuka file coba.txt dengan fungsi fopen() mode “r”. Selanjutnya dengan perulangan while akan ditampilkan baris demi baris isi file coba.txt sampai akhir file dengan menngecek balikan dari fungsi feof(). Setelah keluar dari proses while, program diakhiri dengan perintah fclose() untuk menutup file.

Fungsi fread()

Digunakan untuk membaca isi file yang sedang dibuka. Fungsi fread mengembalikan nilai string yang terbaca sampai akhir file (end of file) atau sampai panjang yang telah ditentukan. Ukuran panjang dinyatakan dalam byte/karakter. Jika gagal, fungsi fread() akan mengembalikan nilai FALSE.

Berbeda dengan fungsi fgets yang mengambil nilai baris demi baris, fungsi fread mengambil semua karakter secara hard string. Jadi untuk menampilkan baris demi baris pada html harus digunakan fungsi nl2br().

Cara penulisan fungsi fread()

 fread(file,panjang_file)  

Contoh penggunaan fungsi fread()

 <html>   
<body>
<?php
$file = fopen("coba.txt","r");
echo nl2br(fread($file,filesize("coba.txt")));
fclose($file);
?>
</body>
</html>

Penjelasan script

Pada contoh kita masih menggunakan file coba.txt seperti contoh penggunaan fungsi fgets(). File coba.txt dibuka dengan fungsi fopen() mode “r”. Kemudian isi file ditampilkan baris demi baris dengan fungsi echo dan fungsi nl2br. Semua isi file ditampilkan karena parameter panjang file diisi dengan nilai balikan fungsi dari filesize. Artinya diambil panjang file maksimal. Program diakhiri dengan menutup file menggunakan fungsi fclose().

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_file_open.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fopen.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fclose.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fgets.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fread.asp

Filed Under: PHP

Cara Membuka dan Menutup File Pada PHP

22 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Pada artikel sebelumnya telah ditulis tentang cara membaca file dengan PHP menggunakan fungsi readfile(). Selanjutnya kita akan belajar tentang cara membuka dan menutup file, sebagaimana diketahui bahwa fungsi readfile() hanya bisa membaca saja. Dengan membuka file, kita dapat melakukan beberapa hal seperti membaca file baris perbaris, menambahkan isi ataupun menghapus isi file.

Cara membuka file pada PHP

Untuk membuka file pada PHP digunakan fungsi fopen(). Saat membuka file ada beberapa mode akses yang bisa dipilih dengan cara menuliskan mode pada parameter fungsi fopen(). Mode tersebut berkaitan dengan tindakan kita selanjutnya pada suatu file tersebut.

Mode akses file yang bisa digunakan untuk fungsi fopen()

Mode Keterangan
r Untuk membaca file, posisi pointer berada di awal file
r+ Untuk mambaca dan menulis file, posisi pointer berada di awal file
w Untuk menulis file, isi file lama dihapus, jika file belum ada maka akan dibuat file baru
w+ Untuk membaca dan menulis file, isi file lama dihapus, jika file belum ada maka akan dibuat file baru
a Untuk menambahkan isi pada akhir file, pointer berada di akhir file, jika file tidak ada akan dibuat file baru
a+ Untuk membaca dan menambahkan isi pada akhir file, pointer berada di akhir file, jika file tidak ada akan dibuat file baru

Cara penulisan fungsi fopen()

 fopen ($namafile, $mode);   

Contoh penggunaan fungsi fopen()

 <?php  
$namafile = "coba.txt";
$handle = fopen ($namafile, "r");
?>

Cara menutup file pada PHP

Untuk menutup file pada PHP digunakan fungsi fclose(). Setiap proses membuka file harus diakhiri dengan menutup file, agar file tidak terkunci. Fungsi fclose() mengacu pada fungsi fopen dan parameternya.

Cara penulisan fungsi fclose()

 fclose ($handle);   

Contoh penggunaan fungsi fclose()

 <?php  
$namafile = "coba.txt";
$handle = fopen ($namafile, "r");
fclose($handle);
?>

Contoh membuka file dan menutup file fungsi fopen() dan fclose()

 <?php  
$namafile = "coba.txt";
$handle = fopen ($namafile, "r");
if (!$handle) {
echo "<b>File tidak dapat dibuka atau belum ada</b>";
} else {
echo "<b>File berhasil dibuka</b>";
}
fclose($handle);
?>

Penjelasan Script

Pada contoh terlihat proses membuka file coba.txt dengan mode “r”. Nama file coba.txt disimpan dalam variabel $namafile, lalu fungsi fopen disimpan dalam variabel $handle. Penggunaan variabel $handle ini untuk memudahkan dalam penulisan saja, agar lebih simple,
Selanjutnya jika fungsi fopen berhasil, maka variabel $handle akan mengembalikan nilai TRUE dan jika gagal akan mengembalikan nilai FALSE. Nilai ini digunakan untuk mengecek proses membuka file dengan logika IF.
Program diakhiri dengan proses menutup file menggunakan fungsi fclose dengan parameter $handle tadi.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_file.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fopen.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_fclose.asp

Filed Under: PHP

Membaca File Teks Dengan Fungsi Readfile Pada PHP

21 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Salah satu fungsi PHP untuk membaca file secara mudah adalah dengan menggunakan fungsi readfile(). Fungsi ini membaca keseluruhan isi file lalu menyimpannya ke dalam buffer. Untuk menampilkan isi buffer, kita bisa menggunakan perintah echo.

Fungsi readfile menampilkan seluruh isi file text beserta jumlah karakternya termasuk karakter enter dan spasi. Fungsi readfile tidak mengembalikan nilai berupa array melainkan berupa string. Jika ditampilkan pada browser maka tag-tag pada file text akan diencode selayaknya kode HTML. Jadi karakter enter akan ditampilkan sebagai spasi dan untuk menampilkan enter harus menggunakan tag <br/>.

Selain mengembalikan data berupa string, fungsi readfile akan mengembalikan nilai boolean. Saat fungsi readfile() berhasil akan membalikkan nilai TRUE dan jika gagal akan membalikkan nilai FALSE. Nilai ini bisa dipakai untuk proses selanjutnya setelah fungsi readfile().

Cara menggunakan fungsi readfile()

 readfile(string $filename);  

Contoh penggunaan fungsi readfile()

1. Buat file text pada text editor lalu simpan. Contoh coba.txt (ekstensi bebas, tidak harus .txt)
Contoh :

 Ini adalah contoh file text untuk belajar fungsi readfile() pada PHP.  
Ini adalah baris kedua dari file text, perhatikan tampilan pada browser nanti.
Ini adalah baris ketiga dan dbawah ini merupakan baris terakhir.
Selanjutnya akan ada jumlah karakter dari file text ini.

2. Buat script PHP untuk membuka file text dengan fungsi readfile() seperti ini: <!DOCTYPE html>

 <html>  
<body>
<?php
if(readfile("coba.txt"))
{
echo readfile("coba.txt");
}
else echo "file tidak ada";
?>
</body>
</html>

3. Simpan script PHP dalam folder yang sama dengan file coba.txt tadi.
4. Pada script tampak logika IF yang menyeleksi nilai boolean balikan dari fungsi readfile(). JIka berhasil maka fungsi readfile90 akan membalikkan nilai true dan jika gagal akan mengembalikan nilai false.
5. Jalankan file PHP pada browser, jika benar akan tampil seperti ini:

tampilan fungsi readfile berhasil

6. Pada browser tampak isi file coba.txt tanpa enter (enter ditampilkan sebagai spasi). Hal ini karena teks di encode dengan format HTML, jadi karakter enter tidak dianggap.
7. Coba hapus atau rename file coba.txt tadi, lalu reload browser maka akan tampak berikut ini:

tampilan fungsi readfile berhasil

8. Terlihat bahwa jika fungsi readfile() gagal akam mengembalikan nilai FALSE dan ditampilkan pesan “file tidak ada”.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_file.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_readfile.asp

Filed Under: PHP

Fungsi-fungsi PHP Untuk Menangani File

18 Oktober 2014 By Eko Purnomo

php-file-handling

PHP menyediakan fungsi-fungsi untuk menangani file seperti open, read dan write. Fungsi-fungsi tersebut sudah terdapat dalam PHP core jadi tidak perlu dilakukan proses instalasi tambahan. Contoh penggunaan fungsi untuk menangani file adalah saat kita mau melakukan upload ke server dengan antarmuka web dengan protokol HTTP. Kemudian juga saat kita mau menaruh sebuah gambar pada postingan artikel pada blog.

Berikut ini beberapa fungsi pada PHP untuk menangani file:

Fungsi Keterangan
basename() Mengembalikan komponen path pada filename
chgrp() Mengubah grup sebuah file
chmod() Mengubah mode sebuah file
chown() Mengubah kepemilikan sebuah file
clearstatcache() Mengosongkan status cache sebuah file
copy() Mengopi sebuah file
delete() Lihat unlink dan unset
dirname() Mengembalikan komponen direktori/folder pada filename
disk_free_space() Mengembalikan sisa ruang kosong dari sebuah direktori/folder
disk_total_space() Mengembalikan ukuran total sebuah direktori/folder
diskfreespace() Sama dengan disk_free_space()
fclose() Menutup file yang sedang dibuka
feof() Mengecek akhir (end-of-file) dari file yang sedang dibuka
fflush() Mengisi buffer dengan file yang sedang dibuka
fgetc() Mengembalikan karakter dari file yang sedang dibuka
fgetcsv() Mem-parsing baris dari file sedang dibuka, memeriksa area CSV
fgets() Mengembalikan nilai baris dari file sedang dibuka
fgetss() Mengembalikan ilai baris dengan membuang tag HTML dan PHP dari file sedang dibuka
file() Membaca file kedalam array
file_exists() Mengecek keberadaan file atau direktori/folder
file_get_contents() Membaca file kedalam string
file_put_contents() Menulis string kedalam file
fileatime() Mengembalikan waktu terakhir sebuah file diakses
filectime() Mengembalikan waktu terakhir sebuah file diubah
filegroup() Mengembalikan group ID dari sebuah file
fileinode() Mengembalikan nomor inode dari sebuah file
filemtime() Mengembalikan waktu terakhir sebuah file dimodifikasi
fileowner() Mengembalikan user_id pemilik file
fileperms() Mengembalikan nilai permission sebuah file
filesize() Mengembalikan ukuran besar sebuah file
filetype() Mengembalikan type sebuah file
flock() Mengunci atau merelease sebuah file
fnmatch() Mencocokkan filename atau string dengan pola khusus
fopen() Membuka sebuah file atau alamat URL
passthru() Membuka file sampai akhir (end-of-file) dan menuliskan hasilnya kedalam buffer
fputcsv() Memformat baris seperti CSV dan menuliskannya kedalam file yang sedang dibuka
fputs() Seperti fwrite()
fread() Membaca dari file yangs edang dibuka
fscanf() Mengurai input dari file yang sedang dibuka sesuai denga format tertentu
fseek() Mencari teks dari file yang sedang dibuka
fstat() Mengembalikan informasi tentang sebuah file
ftell() Mengembalikan posisi sekarang pada file yang sedang dibuka
ftruncate() Memotong file yang sedang dibuka menjadi panjang tertentu
fwrite() Menulis pada file yang sedang dibuka
glob() Mengembalikan array dari filename atau direktori/folder dan mencocokkannya sesuai dengan pola tertentu
is_dir() Mengecek apakah sebuah file atau direktori
is_executable() Mengecek apakah sebuah file executable atau tidak
is_file() Mengecek apakah sebuah file atau file biasa
is_link() Mengecek apakah file merupakan link atau tidak
is_readable() Mengecek apakah sebuah file boleh dan bisa dibaca atau tidak
is_uploaded_file() Mengecek apakah sebuah file telah tr-upload melalui HTTP POST
is_writable() Mengecek apakah sebuah file boleh dan bisa ditulis
is_writeable() Seperti is_writable()
lchgrp() Mengubah kepemilikan grup dari symlink
lchown() Mengubah kepemilikan user dari symlink
link() membuat sebuah hard link
linkinfo() Mengembalikan informasi tentang sebuah hard link
lstat() Mengembalikan informsi tentang file atau link simbolik
mkdir() membuat direktori/folder baru
move_uploaded_file() Memindah file yang ter-upload ke lokasi baru
parse_ini_fileparse_ini_file() Membuat pola file konfigurasi
parse_ini_string() Membuat pola string konfigurasi
pathinfo() Mengembalikan informasi tentang path sebuah file
pclosepclose() Menutup pipe yang terbuka oleh fungsi popen()
popen() Membuka pipe
readfile() Membaca file dan menuliskannya ke dalam output buffer
readlink() Mengembalikan nama target sebuah link simbolik
realpath() Mengembalikan nama path absolut
realpath_cache_get() Mengembalikan isi cache realpath
realpath_cache_size() Mengembalikan ukuran cache realpath
renamerename() Mengubah nama sebuah file atau direktori/folder
rewind() Memundurkan penunjuk pada file
rmdir() Membuang direktori/folder yang kosong
set_file_buffer() Menentukan ukuran buffer dari file yang akan dibuka
stat() Mengembalikan informasi tentang sebuuh file
symlink() Membuat link simbolik
tempnam() Membuat temporary file unik
tmpfile() Membuat temporary file unik
touch() Mengubah waktu akses dan modifikasi sebuah file
umask() Mengubah permission sebuah file
unlink() Menghapus sebuah file

Referensi:

  • //www.w3schools.com/php/php_ref_filesystem.asp

Filed Under: PHP

Memahami Fungsi Include_once dan Require_once

17 Oktober 2014 By Eko Purnomo

php include_once dan require_once

Include_once dan Require_once adalah fungsi untuk menyertakan sebuah file PHP kedalam file PHP lainnya dan memastikan file yang disertakan tersebut hanya dieksekusi sekali saja meskipun disertakan beberapa kali dalam beberapa baris program. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kesalahan karena eksekusi berulang pada file yang disertakan tadi.

Jadi saat dijalankan, fungsi include_once dan require_once mengecek keberadaan file selama eksekusi script. Jika sudah pernah dijalankan maka penyertaan yang kedua dalam satu script tidak dieksekusi. Include_once dapat digunakan dalam kasus-kasus di mana file yang sama mungkin disertakan dan dievaluasi lebih dari sekali selama eksekusi script tertentu, sehingga dalam hal ini dapat membantu menghindari masalah seperti redefinitions fungsi, penugasan kembali nilai variabel dan sebagainya.

Fungsi include_once

Karakter dari fungsi include_once adalah sama dengan fungsi include, yaitu jika ada error pada file yang disertakan  script dibawahnya akan tetap dijalankan dan browser hanya menampilkan pesan error Warning saja.

Cara penulisan fungsi include_once

 include_once("nama_file_beserta_path");  
atau
include_once "nama_file_beserta_path";

Contoh penggunaan fungsi include_once

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan dengan nama contoh_include_once.php

 <?php   
echo "Hari ini:".date("Y-m-d");
?>

2. Buat script untuk file utama yang menyertakan file tadi seperti ini

 <?php   
include_once('contoh_include_once.php');
include_once('contoh_include_once.php');
include_once('file_fiktif.php');
echo "script dibawah file fiktif";
?>

3. Jalankan file utama pada browser, jika benar maka tampilan Hari ini beserta tanggan hanya ditampilkan sekali saja dan dibawahnya akan muncul pesan error Warning namun tetap menampilkan tulisan “script dibawah file fiktif”. Lebih jelas perhatikan tampilan berikut ini

contoh php include_once

Fungsi require_once

Mirip dengan fungsi include_once, karakter dari require_once juga sama dengan fungsi require, yaitu jika ada error pada file yang disertakan maka browser akan menampilkan Fatal error dan script selanjutnya tidak dijalankan.

Cara penulisan fungsi require_once

 require_once("nama_file_beserta_path");  
atau
require_once "nama_file_beserta_path";

Contoh penggunaan fungsi require_once

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan dengan nama contoh_require_once.php

 <?php   
echo "Hari ini:".date("Y-m-d");
?>

2. Buat script untuk file utama yang menyertakan file tadi seperti ini

 <?php   
require_once('contoh_require_once.php');
 require_once('contoh_require_once.php');   
require_once('file_fiktif.php');
echo "script dibawah file fiktif";
?>

3. Jalankan file utama pada browser, jika benar maka tampilan Hari ini beserta tanggan hanya ditampilkan sekali saja dan dibawahnya akan muncul pesan Fatal Error dan tidak menampilkan tulisan “script dibawah file fiktif”. Lebih jelas perhatikan tampilan berikut ini

contoh php require_once

Kesimpulan

Fungsi include_once dan require_once digunakan untuk mencegah kesalahan ketika membutuhkan penyertaan file hanya dieksekusi sekali dan dikhawatirkan error jika dieksekusi dua kali atau lebih. Fungsi include_once dan require_once sebaiknya ditaruh pada bagian atas saat penulisan program PH P agar script dibawahnya bisa turut menggunakan file yang disertakan.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_includes.asp
  • //achmatim.net/2013/10/20/php-perbedaan-fungsi-include-require-include_once-dan-require_once/

Filed Under: PHP

Memahami Fungsi Include dan Require Pada PHP

17 Oktober 2014 By Eko Purnomo

php-include-dan-require

Include dan Require adalah fungsi PHP yang digunakan untuk menyertakan sebuah file kedalam file PHP lainnya. Statemen include dan require mengambil semua teks dan kode yang terdapat pada file lalu mengkopi kedalam file utama yang menggunakan include atau require. Tujuan dari penggunaan include dan require adalah mengurangi penulisan berulang-ulang terhadap suatu kode yang sama pada beberapa file. Include dan require sangat berguna untuk menghemat pekerjaan.

Sebagai contoh dalam merancang suatu website kita menetapkan empat bagian bagian header, sisi kiri, bagian utama dan bagian footer. Khusus untuk bagian header, sisi kiri dan footer pada tiap-tiap halaman biasanya sama, nah disinilah fungsi include dan atau require dibutuhkan. Sehingga jika kita akan mengupdate header, kita cukup mengedit file headernya saja.

Cara penggunaan fungsi include dan require

Pertama kita menulis kode-kode program yang sama tadi pada sebuah fle lalu menyertakan file tersebut kedalam file PHP yang lain. Untuk bisa di-include atau di-require, file yang disertakan dan file utama harus berekstensi .php (dot php).

Cara penulisan fungsi include dan require

 include 'filename';  
atau
require 'filename';

Perbedaan fungsi include dan require

Pengertian fungsi include dan require sebetulnya sama dan identik, namun ada perbedaan antara fungsi include dan require yaitu pada saat terjadi error pada file yang disertakan sebagai berikut:

  1. Fungsi include hanya menyertakan file saja, sehingga jika ada ERROR pada file yang disertakan script selanjutnya akan teta dijalankan dengan tetap menampilkan pesan E_WARNING saja. Jadi seolah-olah fungsi include hanya menyambungkan script-script pada file yang disertakan tadi dengan file utama.
  2. Fungsi require tidak hanya menyertakan file namun lebih kepada meminta file (require). Jadi jika ada ERROR pada file yang disertakan, PHP akan menampilkan E_COMPILE_ERROR dan script selanjutnya pada file utama tidak akan dijalankan.

Contoh penggunaan include dan require

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan file dengan nama contoh_include.php.

<?php
echo "<i>ini adalah script file contoh_include.php</i></br>";
?>

2. Kemudian dengan cara yang sama lalu simpan file dengan nama contoh_require.php.

<php
echo "<i>ini adalah script file contoh_require.php</i></br>";
?>

3. Selanjutnya buat script untuk file utama yang menyertakan kedua file diatas

<?php

echo "Contoh penggunaan include dan require</br>";
include "contoh_include.php";
echo "Ini adalah script dibawah include</br>";
require "contoh_require.php";
echo "Ini adalah script dibawah require</br>";
?>

4. Pastikan ketiga file tersebut berada dalam satu folder

php-include-folder

5. Coba jalankan file utama pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:

php-include

6. Coba hapus kedua file include lalu refresh browser, maka akan tampak seperti ini

7. Pada tampilan error terlihat bahwa perintah menampilkan tulisan “Ini adalah script dibawah include” tetap dijalankan meskipun file contoh_include.php tidak ditemukan. Sedangkan script menampilkan teks “Ini adalah script dibawah require” tidak dijalankan.
8. Tampilan error yang dihasilkan pun berbeda, dimana fungsi include mnghasilkan peran Warning, sedangkan fungsi require menghasilkan pesan Fatal error.

Memilih Include atau require?

Hal ini dikembalikan kepada kebutuhan kita sendiri. Jika memang script yang disertakan sangat vital dan menyebabkan program selanjutnya terganggu maka gunakanlah Require. Jika hanya bersifar sekunder dan tidak berpengaruh secara signifikan gunakanlah fungsi Include.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_includes.asp
  • //achmatim.net/2013/10/20/php-perbedaan-fungsi-include-require-include_once-dan-require_once/

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com