Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Mengenal Variabel PHP Super Global

4 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Beberapa variabel pada PHP ada yang disebut superglobal. Artinya variabel ini bisa diakses pada setiap lokasi pada file PHP. Variabel ini bisa diakses pada fungsi, class, maupun file tanpa melakukan sesuatu yang spesial dalam mendefinisikan variabel tersebut.

Beberapa variabel superglobal yang sering dipakai dalam dasar-dasar PHP diantaranya $_SERVER, $_REQUEST, $_POST, $_GET, $_SESSION, $_COOKIE dan $_FILE. Variabel-variabel tersebut memiliki fungsi tertentu yang spesifik. Untuk menggunakan variabel-variabel tersebut cukup dengan memanggil pada program tanpa harus mendefinisikan terlebih dahulu.

1. $_SERVER

Adalah variabel yang digunakan untuk mengambil data spesifik server seperti header, path dan lokasi script.

Contoh penggunaan variabel $_SERVER

<?php 
echo $_SERVER['PHP_SELF'];
echo "<br>";

echo $_SERVER['SERVER_NAME'];
echo "<br>";
echo $_SERVER['HTTP_HOST'];

echo "<br>";
echo $_SERVER['HTTP_REFERER'];
echo "<br>";
echo
$_SERVER['HTTP_USER_AGENT'];
echo "<br>";
echo
$_SERVER['SCRIPT_NAME'];
?>

Beberapa elemen kode untuk variabel $_SERVER

Element/Code Output
$_SERVER[‘PHP_SELF’] Menghasilkan nama file dari script yang sedang dieksekusi
$_SERVER[‘GATEWAY_INTERFACE’] Menghasilkan versi dari Common Gateway Interface (CGI) yang dipakai server
$_SERVER[‘SERVER_ADDR’] Menghasilkan alamat IP dari host server
$_SERVER[‘SERVER_NAME’] Menghasilkan nama host server, misal: www.google.com
$_SERVER[‘SERVER_SOFTWARE’] Menghasilkan identifikasi software server, misal: Apache/2.2.24
$_SERVER[‘SERVER_PROTOCOL’] Menghsailkan nama dan revisi dari protokol informasi, misal: HTTP/1.1
$_SERVER[‘REQUEST_METHOD’] Menghasilkan metode yang dipakai untuk mengakses suatu halaman, misal: POST
$_SERVER[‘REQUEST_TIME’] Menghasilkan timestamp saat mulai meminta timestamp, misal: 1377687496
$_SERVER[‘QUERY_STRING’] Menghasilkan query string jika halaman diakses melalui query string
$_SERVER[‘HTTP_ACCEPT’] Menghasilkan header yang diperbolehkan
$_SERVER[‘HTTP_ACCEPT_CHARSET’] Menghasilkan karakter set, misal: utf-8,ISO-8859-1
$_SERVER[‘HTTP_HOST’] Menghasilkan Host header
$_SERVER[‘HTTP_REFERER’] Menghasilkan URL komplit dari halaman yang dibuka.
$_SERVER[‘HTTPS’] Mengecek apakah script berjalan diatas protokol HTTP secure
$_SERVER[‘REMOTE_ADDR’] Menghasilkan alamat IP dari tempat user client membuka halaman.
$_SERVER[‘REMOTE_HOST’] Menghasilkan nama Host dari tempat user client membuka halaman.
$_SERVER[‘REMOTE_PORT’] Menghasilkan port yang dipakai oleh mesin yang digunakan user dalam berkomunikasi dengan webserver.
$_SERVER[‘SCRIPT_FILENAME’] Menghasilkan pathname absolue dari script yangs edang dijalankan.
$_SERVER[‘SERVER_ADMIN’] Menghasilkan nilai yang diberikan kepada SERVER_ADMIN yang ada pada file konfigurasi web server, misal:  someone@www.some-web.com
$_SERVER[‘SERVER_PORT’] Menghasilkan port yang digunakan oleh web server pada mesin server, misal: 80.
$_SERVER[‘SERVER_SIGNATURE’] Menghasilkan versi server dan virtual hot name yang mana telah ditambahkan pada halaman yang telah digenerate oleh server.
$_SERVER[‘PATH_TRANSLATED’] Menghasilkan nama file system berdasarkan path dari script yang sedang dijalankan.
$_SERVER[‘SCRIPT_NAME’] Menghasilkan Path dari halaman yang dibuka.
$_SERVER[‘SCRIPT_URI’] Menghasilkan URI dari halaman yang dibuka.

2. $_REQUEST

Digunakan untuk mengumpulkan data setelah proses submit pada form HTML. Metode $_REQUEST lebih simple dibanding $_POST maupun $_GET namun beberapa informasi pada forum stackoverflow.com menyebutkan $_REQUEST kurang aman. Penggunaan $_REQUEST hanya disarankan untuk sekedar memvalidasi pengisian data pada form.

Contoh penggunaan $_REQUEST sekaligus $_SERVER

 <html>  
<body>
<form method="post" action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF'];?>">
Nama: <input type="text" name="nama-user">
<input type="submit">
</form>
<?php
$nama = $_REQUEST['nama-user'];
echo $nama;
?>
</body>
</html>

3. $_POST

Mirip dengan $_REQUEST namun variabel $_POST lebih sering digunakan dalam menangani form yang bersifat rahasia. Metode POST membuat nilai-nilai yang dikirimkan tidak diketahui oleh pengguna karena di-pos-kan melalui script. Jadi variabel $_POST digunakan mengambil data yang digenerate oleh form. $POST dan $_GET membuat array sedangkan $_REQUEST tidak.

Contoh penggunaan $_POST

 <html>  
<body>
<form method="post" action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF'];?>">
Nama: <input type="text" name="nama-user">
<input type="submit">
</form>
<?php
$nama = $_POST['nama-user'];
echo $nama;
?>
</body>
</html>

4. $_GET

Berbeda dengan $_POST, variabel $_GET dipakai untuk mengambil data yang dikirim melalui URL. Pengiriman dan pengambilan data menggunakan metode GET akan terlihat karena berada pada belakang URL, jadi tidak disarankan untuk informasi rahasia seperti password.

Contoh penggunaan $_GET

 <html>  
<body>
<form method="get" action="action_get.php">
Nama: <input type="text" name="nama-user">
E-mail: <input type="text" name="email">
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Dan ini isi dari file action_get.php

 <html>  
<body>
Selamat Datang <?php echo $_GET["nama-user"]; ?><br>
Alamat Email Anda: <?php echo $_GET["email"]; ?>
</body>
</html>

5. $_SESSION

Adalah variabel yang digunakan untuk menyimpan parameter-parameter SESSION yang dibutuhkan oleh program.

Contoh penggunaan $_SESSION

 <?php  
// Start the session
session_start(); // ini harus ditaruh sebelum tag <html>
?>
<html>
<body>
<?php
// Set session variables
$_SESSION["warna"] = "hijau";
$_SESSION["hewan"] = "kucing";
echo "Variabel Session telah di set.";
?>
</body>
</html>

6. $_COOKIE

Adalah variabel yang dipakai untuk mengambil data dari Cookie yang tersimpan di komputer pengguna.

Contoh penggunaan $_COOKIE

 <html>  
<body>
<?php
$cookie_name = "user";
if(!isset($_COOKIE[$cookie_name])) {
echo "Cookie named '" . $cookie_name . "' does not exist!";
} else {
echo "Cookie is named: " . $cookie_name . "<br>Value is: " . $_COOKIE[$cookie_name];
}
?>
</body>
</html>

7. $_FILE

Adalah variabel yang digunakan untuk mengambil beberapa informasi dari sebuah file yang diupload ke server. Informasi tersebut misalnya meliputi nama file, tipe dan ukuran suatu file.

Contoh penggunaan $_FILE

 <?php  
if ($_FILES["file"]["error"] > 0) {
echo "Error: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br>";
} else {
echo "Nama: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br>";
echo "Tipe: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br>";
echo "Ukuran: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " kB<br>";
echo "Folder: " . $_FILES["file"]["tmp_name"];
}
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_superglobals.asp

Filed Under: PHP

Fungsi-fungsi PHP untuk Mengurutkan Array

4 Oktober 2014 By Eko Purnomo

PHP menyediakan beberapa fungsi bawaan untuk mengakses dan memanipulasi array. Fungsi fungsi tersebut sudah tertanam dalam core PHP sehingga bisa langsung bisa dipakai tanpa harus melalukan instalasi tambahan.

Kegunaan dari fungsi-fungsi tersebut bisa dikelompokkan dalam beberapa garis besar diantaranya seperti sotring array (mengurutkan array), mengatur pointer array dan melakukan pencarian didalam array. Setiap penggunaan fungsi harus diikuti dengan tanda kurung buka “(” dan kurung tutup “)” misalnya fungsi array().

Berikut ini beberapa fungsi PHP untuk mengurutkan array beserta penjelasannya :

1.sort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data dalam array secara ascending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari kecil ke besar, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari a ke z.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi","Candra","Agus");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Agus","Budi","Candra")

Contoh 2:

 <?php  
$angka=array(5,3,7,2);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

(2,3,5,7)

2.rsort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data dalam array secara descending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari besar ke kecil, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari z ke a.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi","Candra","Agus");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Candra","Budi","Agus")

Contoh 2:

 <?php  
$angka=array(5,3,7,2);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

(7,5,3,2)

3.asort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan value secara ascending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari kecil ke besar, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari a ke z.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan value menjadi seperti ini:

("Candra"=> "Cirebon","Budi"=> "Jakarta","Agus"=> "Semarang") //value=Cirebon,Jakarta,Semarang

Contoh 2:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=>5,"Candra"=>3,"Agus"=>7);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Candra"=>3,"Budi"=>5,"Agus"=>7) //value=3,5,7

4.arsort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan value secara descending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari besar ke kecil, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari z ke a.

Contoh 1:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh 1 diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan value menjadi seperti ini:

("Agus"=> "Semarang","Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon") //value=Semarang,Jakarta,Cirebon

Contoh 2:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=>5,"Candra"=>3,"Agus"=>7);
sort($angka);
?>

Pada contoh 2 diatas, array $angka akan diurutkan datanya menjadi seperti ini:

("Agus"=>7,"Budi"=>5,"Candra"=>3) //value=7,5,3

5.ksort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan key name secara ascending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari kecil ke besar, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari a ke z.

Contoh:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan key name menjadi seperti ini:

("Agus"=> "Semarang","Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon") //key name=Agus,Budi,Candra

6.krsort()

Adalah fungsi array untuk mengurutkan data pada array assosiatif berdasarkan key name secara descending. Untuk data berupa angka akan diurutkan dari besar ke kecil, sedangkan untuk data berupa huruf atau string akan diurutkan dari z ke a.

Contoh:

 <?php  
$karyawan=array("Budi"=> "Jakarta","Candra"=> "Cirebon","Agus"=> "Semarang");
sort($karyawan);
?>

Pada contoh diatas, array $karyawan akan diurutkan datanya berdasarkan key name menjadi seperti ini:

("Candra"=> "Cirebon","Budi"=> "Jakarta","Agus"=> "Semarang") //key name=Candra,Budi,Agus

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_arrays_sort.asp

Filed Under: PHP

Jenis-jenis Array pada PHP

4 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Seperti yang telah ditulis pada artikel sebelumnya tentang array, selanjutnya kita akan mengenal jenis-jenis array pada PHP. Ada tiga jenis array pada PHP, yaitu array terindeks angka, array assosiatif dengan key name dan array multi-dimensi.

Jenis array yang telah ditulis pada artikel sebelumnya merupakan jenis array terindeks angka. Selain itu ada array assosiatif yaitu array yang menggunakan key name untuk menetapkan sebuah nilai. Dengan kata lain angka pada array terindeks diganti dengan key name yang berkaitan dengan data dalam array. Lalu ada array multi dimensi yaitu array didalam array, sehingga kita bisa menggunakan beberapa nama kunci atau indek dalam satu array.

1. Array Terindeks Angka

Merupakan array yang mengidentifikasi urutan isinya dengan indeks angka. Contoh data array nomor satu akan diindeks 0, kedua diindeks 1 dan seterusnya. Penulisan array terindeks cukup menaruh indeks dalam kurung kotak, contoh: $angka[0].

Ada dua cara dalam membuat dan mengisi data pada array terindeks, yaitu:

  • Membuat array dengan indeks data otomatis

    Untuk membuat indeks secara otomatis bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:
    a. Penulisan serentak
    Contoh:

     $buah=array("Semangka","Jeruk","Apel");  

    b. Penulisan satu per satu
    Contoh:

     $buah[]="Semangka";  
    $buah[]="Jeruk";
    $buah[]="Apel
    ";
  • Membuat array dengan indeks data manual

    Contoh:

     $buah[0]="Semangka";   
    $buah[1]="Jeruk";
    $buah[2]="Apel";

Contoh menampilkan semua data dari array terindeks dengan logika perulangan FOREACH :

<?php 
$buah = array("Semangka","Jeruk","Apel","Markisa");

foreach ($buah as $value) {
  echo "$value <br>";
}
?>

2. Array Assosiatif

Pada array assosiatif tidak mengunakan indeks angka namun menggunakan key name. Beberapa sering menyebut array assosiatif sebagai array dengan indeks string. Namun ini tidak sepenuhnya tepat karena array assosiatif tidak seperti indeks angka yang bisa mengindeks otomatis. Saat membuat array assosiatif harus menyebut key name terlebih dahulu kemudian diikuti dengan nilainya. Ada dua cara membuat array assosiatif yaitu:

  • Penulisan serentak menggunakan tanda “=>”
     $nama-array=array("key1"=>"value1","key2"=>"value2","key3"=>"value3",...dst);  

    Contoh:

     $karyawan=array("Agus"=>"Jepara","Budi"=>"Jakarta","Candra"=>"Semarang");  
  • Penulisan satu persatu tiap-tiap key name
     $nama-array['key1']="value1";  
    $nama-array['key2']="value2";
    $nama-array['key3']="value3";

    Contoh :

     $karyawan['Agus']="Jepara";  
    $karyawan['Budi']="Jakarta";
    $karyawan['Candra']="Semarang";

Contoh menampilkan semua data dari array terindeks dengan logika perulangan FOREACH :

 <?php
$karyawan=array("Agus"=>"Jepara","Budi"=>"Jakarta","Candra"=>"Semarang");
foreach($karyawan as $x=>$x_value) {
echo "Key=" . $x . ", Value=" . $x_value;
echo "<br>";
}
?>

3. Array multi dimensi

Adalah array yang berisi satu array atau lebih atau sama saja dengan array didalam array. Ini diperlukan ketika kita membutuhkan penyimpanan lebih dari satu key name. PHP mendukung kedalama array didalam array sampai banyak namun rata-rata kedalaman lebih dari tiga sangat sulit untuk me-manage-nya.

Contoh penggunaan array multi dimensi adalah pada tabel berikut:

Nama Alamat Umur
Agus Jepara 20
Budi Jakarta 5
Candra Semarang 45
Dewi Kudus 12

Untuk menyimpan data diatas, kita menggunakan array dua dimensi berikut ini:

 $karyawan = array  
(
array("Agus","Jepara",20),
array("Budi","Jakarta",5),
array("Candra","Semarang",45),
array("Dewi","Kudus",12)
);

Contoh program lengkap menampilkan array multi dimensi dengan perulangan FOR :

 <?php  
$karyawan = array
(
array("Agus","Jepara",20),
array("Budi","Jakarta",5),
array("Candra","Semarang",45),
array("Dewi","Kudus",12)
);
for ($row = 0; $row < 4; $row++) {
echo "<p><b>Baris nomor $row</b></p>";
echo "<ul>";
for ($col = 0; $col < 3; $col++) {
echo "<li>".$karyawan[$row][$col]."</li>";
}
echo "</ul>";
}
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_arrays.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_arrays_multi.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Array Pada PHP

3 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Array merupakan variabel kusus yang dapat menyimpan banyak data dengan tipe yang sama. Jadi array merupakan kumpulan beberapa data yang tersusun dalam struktur yang tetap. Urutan susunan data pada array didefinisikan dengan indek.

Array dibutuhkan jika kita mempunyai banyak data untuk satu variabel, misalnya warna ada merah, hijau, biru, kuning dan sebagainya. Dengan array kita bisa melakukan otomatisasi pengambilan data yang sangat banyak pada sebuah field tabel yang sangat tidak efisien jika harus ditulis satu-persatu.

Fungsi Array

Tujuan dari pembuatan array biasanya untuk otomatisasi pengambilan data, dimana perulangan bisa dilakukan dengan mengacu pada indek data pada array. Contohnya untuk menampilkan nama-nama warna kita cukup mendefinisikan nama-nama warna tersebut pada array.

Kemudian dengan logika perulangan seperti WHILE, FOR atau FOREACH kita dapat menampilkan semua nama warna tanpa harus menyebut satu per satu. Array sangat diperlukan ketika jumlah data sudah terhitung banyak atau bahkan sangat banyak seperti saat mengambil record data dari tabel pada database.

Membuat Array pada PHP

Untuk membuat array pada PHP digunakan perintah array().

Ada beberapa cara dalam menyimpan data pada array, yaitu dengan cara memasukkan semua data sekaligus, memasukkan data satu-persatu tanpa indek dan memasukkan data satu-persatu dengan indek.

Contoh memasukkan semua data pada array sekaligus

 $warna=array("Merah","Hijau","Biru");  

Pada contoh terlihat array $warna diisi dengan data Merah, Hijau dan Biru secara bersamaan. Ini berarti data pada $warna indek 0 adalah merah, indek 1 adalah Hijau dan indek 2 adalah Biru.

Contoh memasukkan data pada array satu per satu

 $warna=array();  
$warna[] = "Merah";
$warna[] = "Hijau";
$warna[] = "Biru";

Pada contoh terlihat array $warna diisi satu persatu dengan data Merah, Hijau dan Biru . Hasilnya juga sama dengan cara diatas, yaitu $warna indek 0 adalah merah, indek 1 adalah Hijau dan indek 2 adalah Biru.

Contoh memasukkan data pada array satu per satu dengan menulis indek.

Untuk memasukkan data satu persatu maka nama array bisa ditulis dengan format $nama_array[indek]. Jika indek tidak ditulis maka otomatis program akan mengindek sendiri seperti contoh diatas.

 $warna=array();  
$warna[2] = "Merah";
$warna[0] = "Hijau";
$warna[1] = "Biru";  

Pada contoh terlihat array $warna diisi satu persatu dengan indek, yaitu $warna indek 2= Merah, indek 0=Hijau dan indek 1=Biru . Hasilnya menjadi berbeda cara diatas, yaitu $warna indek 0 adalah Hijau, indek 1 adalah Biru dan indek 2 adalah Merah.

Mengambil data dari array

Untuk mengambil data dari array cukup dilakukan dengan menulis nama array beserta indeknya dengan format sama seperti menulis data pada array dengan indek diatas. Ada dua cara dalam mengambil data dari array, yaitu dengan cara menual mengambil data satu per satu atau dengan cara otomatis mengambil data dengan logika perulangan

Contoh mengambil data dari array secara manual satu per satu

 $warna=array("Merah","Hijau","Biru");   
echo $warna[0]; //menampilkan tulisan Merah
echo $warna[1]; //menampilkan tulisan Hijau
echo $warna[2]; //menampilkan tulisan Biru

Contoh mengambil semua data dari array secara otomatis dengan perulangan FOREACH

<?php 
$warna = array("merah","hijau","biru","kuning");

foreach ($warna as $value) {
  echo "$value <br>";
}
?>

Untuk jenis-jenis array dan fungsi PHP untuk pengolahan array insyaAllah akan dituliskan pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_arrays.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Fungsi pada PHP

3 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Fungsi adalah sebuah blok statemen kode yang bisa digunakan berulangkali dalam program, baik secara urut maupun terpisah. Pada pembahasan sebelumnya tentang perulangan juga disinggung masalah penggunaan blok statemen kode secara berulang. Namun fungsi memungkinkan penggunaan blok statemen yang tidak dalam satu urutan proses seperti pada metode perulangan. Dalam PHP ada dua macam fungsi, yaitu fungsi bawaan PHP Preposesor dan fungsi buatan kita sendiri.

Fungsi bawaan

Pada PHP tersedia fungsi-fungsi bawaan yang jumlahnya banyak sekali. Sebagai contoh untuk menangani string ada fungsi trim(), chr(), join(), split() dan sebagainya. Lalu untuk menangani array ada fungsi sort(), shuffle(), current() dan masih banyak lagi fungsi-fungsi bawaan PHP yang lain.

Fungsi buatan sendiri

Disamping fungsi-fungsi bawaan tersebut kita bisa membuat fungsi sendiri dengan syarat tidak sama dengan nama fungsi bawaan. Fungsi-fungsi tersebut juga bisa kita panggil sewaktu-waktu dalam program, namun fungsi tersebut tidak dijalankan secara otomatis saat halaman di load. Jadi fungsi berada diluar rutin program yang berjalan dan hanya dijalankan jika fungsi dipanggil saja.

Untuk membuat fungsi harus diawali dengan perintah function lalu diikuti dengan spasi dan nama function. Ada beberapa cara dalam membuat fungsi, yaitu:

1. Membuat fungsi tanpa argumen parameter

Ini adalah cara sederhana dalam membuat fungsi. Kita tinggal membuat nama fungsi yang berisi beberapa statemen kode program.

Cara penulisan dalam membuat fungsi tanpa argumen parameter

 function namaFungsi() {  
kode yang akan dijalankan;
}

Contoh menggunakan fungsi tanpa argumen parameter

 <?php  
function tulisPesan() {
echo "Salam PHP!";
}
tulisPesan(); // memanggil fungsi tulisPesan
?>

2. Membuat fungsi dengan argumen parameter

Dalam membuat fungsi kita juga bisa memasukkan argumen parameter sebagai variabel yang digunakan blok statemen didalam fungsi. Jumlah argumen parameter bisa satu bisa juga banyak. Dalam penulisan banyak parameter dipisahkan dengan koma.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan satu argumen parameter

 function namaFungsi(parameter) {  
kode yang akan dijalankan;
}

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan dua argumen parameter

 function namaFungsi(parameter1,parameter2) {  
kode yang akan dijalankan;
}

Contoh menggunakan fungsi dengan dua argumen parameter

 <?php  
function tulisAngka($awal,$akhir) {
for ($x=$awal; $x<=$akhir; $x++) {
echo "$x <br/>";
}
}
tulisAngka(0,100); // memanggil fungsi tulisAngka untuk menampilkan 0 sampai 100
?>

3. Membuat fungsi dengan nilai default pada argumen parameter

Prinsipnya sama dengan membuat fungsi dengan argumen parameter namun jika programmer lupa atau sengaja tidak mengisi parameter saat memanggil fungsi maka fungsi tidak error. Sebagai gantinya fungsi akan mengambil nilai default yang diberikan saat pembuatan fungsi.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan nilai default pada argumen parameter

 function namaFungsi(parameter1=nilai_default,parameter2=nilai_default) {  
kode yang akan dijalankan;
}

Contoh menggunakan fungsi dengan nilai default pada dua argumen parameter

 <?php  
function tulisAngka($awal=0,$akhir=10) {
for ($x=$awal; $x<=$akhir; $x++) {
echo "$x <br/>";
}
}
tulisAngka(50,60); // memanggil fungsi dengan parameter
tulisAngka(); //memanggil fungsi tanpa mengisi parameter
?>

Jika kode diatas dijalankan maka perintah tulisAngka(50,60) akan menampilkan angka dari 50 sampai 60 kemudian diikuti dengan tampilan nangka 0 sampai 10 karena tidak disebutkan parameternya sehingga fungsi memakai parameter default.

4. Membuat fungsi untuk bisa mengembalikan nilai

Selain melakukan beberapa proses pada blok statemen program, fungsi juga bisa dipakai untuk mengembalikan nilai. Dalam hal ini nilai balikan dari fungsi bisa dipakai untuk proses program yang lain. Dari ketiga jenis fungsi diatas semuanya bisa untuk mengembalikan nilai.

Untuk dapat mengembalikan suatu nilai, pada fungsi harus ditulis perintah return. Nilai dari return bisa berupa variabel atau angka atau boolean.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan mengembalikan nilai

 function namaFungsi() {  
kode yang akan dijalankan;
return nilai;
}

Cara mengambil nilai balikan dari fungsi

 variabel= namaFungsi();   

Contoh menggunakan fungsi dengan mengembalikan nilai

 <?php  
function hitungLuas($panjang,$lebar) {
$hasil = $panjang * $lebar;
return $hasil;
}

$luas = hitungLuas(5,6); // menghitung luas untuk panjang=5 dan lebar=6
echo $luas; //menampilkan luas
?>

Demikian beberapa penjelasan tentang fungsi dalam PHP. Kesimpulan yang diperoleh adalah kita bisa membuat fungsi sesuai kebutuhan program dengan memperhatikan aturan-aturan dalam membuat fungsi.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_functions.asp

Filed Under: PHP

Membuat Perulangan Pada PHP

2 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Dalam pembuatan script PHP sering kita menjalankan kode program yang sama berulang-ulang dalam satu urutan proses. Jika ditulis secara manual mungkin akan membutuhkan baris script yang sangat banyak. Untuk mempermudah dan meringkas penulisan kita bisa menggunakan perintah perulangan (loop). Selain penyeleksian kondisi, PHP juga mendukung perulangan proses dengan perintah WHILE, DO…WHILE, FOR dan FOREACH.

1. Perulangan dengan WHILE 

Yaitu perulangan kode program berdasarkan suatu kondisi yang bernilai benar. Jika kondisi tersebut bernilai salah maka perulangan berhenti.

Cara penulisan WHILE

while (kondisi) {
  kode yang akan dijalankan;}

Contoh penggunaan WHILE

<?php 
$x=1;

while($x<=5) {
  echo "Angka: $x <br>";
  $x++;
}
?>

Penjelasan program :

Pada baris bertama nilai variabel $x diberi nilai 1 dengan perintah $x=1. Kemudian nilai variabel $x akan ditambahkan 1 dengan perintah $x++ selama nilai variabel $x lebih kecil atau sama dengan 5. Setelah itu perulangan $x++ berhenti.

2. Perulangan dengan DO…WHILE

Yaitu perintah untuk mengerjakan kode program lalu mengulang proses tersebut selama sebuah kondisi bernilai benar. Perulangan berhenti jika kondisi tidak terpenuhi lagi.

Cara penulisan DO…WHILE

do {
  kode yang akan dijalankan;} while (kondisi);

Contoh penggunaan DO…WHILE

<?php 
$x=1;

do {
  echo "Angka: $x <br>";
  $x++;
} while ($x<=5);
?>

Penjelasan program :

Pertama kali variabel $x diberi nilai 1 ($x=1). Kemudian menampilkan nilai $x dan menambah $x dengan 1 malalui perintah $x++. Selanjutnya cek kondisi setelah while, apakah nilai $x lebih kecil atau sama dengan 5. Jika ya maka akan diulang proses diatas sampai kondisi pada while tercapai.

Perbedaan antara WHILE dan DO..WHILE

Sepintas terlihat sama antara WHILE dan DO…WHILE, namun ada perbedaan mendasar yaitu terletak pada penempatan WHILE. Jika pada perulangan WHILE letak WHILE pada baris pertama perulangan maka pada DO…WHILE terletak pada akhir perulangan. Pada DO…WHILE sebuah proses pasti dikerjakan setidaknya satu kali, sedang pada WHILE ada kemungkinan tidak dikerjakan.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat contoh berikut ini

<?php 
$x=6;

do {
  echo "Angka: $x <br>";
  $x++;
} while ($x<=5);
?>

Penjelasan program :

Prinsip kerja program sama dengan diatas tapi nilai awal untuk variabel $x dibuat 6 sehingga berada diluar kondisi. Jika program dijalankan akan tetap menampilkan 6 pada layar.

3. Perulangan dengan FOR

Yaitu mengulang kode program dengan jumlah angka perulangan tertentu. Perulangan berhenti setelah tercapai angka perulangan yang diset pada inisialisasi FOR. Perulangan FOR dipakai jika kita sudah mengetahui berapa jumlah perulangan yang diinginkan.

Cara Penulisan FOR

for (nilai awal; tes kondisi nilai; operasi perubahan nilai)
{
  kode yang akan dijalankan;
}

Keterangan parameter pada FOR:

  • nilai awal, adalah nilai yang diberikan saat FOR pertama kali dijalankan.
  • tes kondisi nilai, adalah proses pengecekan nilai selama loop berlangsung. Jika bernilai benar maka proses loop diteruskan dan jika bernilai salah maka loop berhenti.
  • operasi perubahan nilai: adalah operasi yang mengubah nilai selama proses loop yang membuat nilai mencapai kondisi nilai tes.

Contoh penggunaan FOR

<?php 
for ($x=0; $x<=10; $x++)
{
echo "Angka: $x <br>";
}
?>

Penjelasan program:

Pada program tampak perulangan FOR mengacu pada perubahan nilai variabel $x. Untuk nilai awal $x=0 lalu tes kondisi perulangan jika $x kurang dari atau sama dengan 10 kemudian operasi perubahan nilai berupa $x++. Dengan demikian jika program dijalankan akan tampil angka 1 sampai 10.

4. Perulangan dengan FOREACH

Yaitu perulangan kode program untuk setiap elemen data di dalam array. Perulangan berhenti setelah data terakhir array. Perulangan FOREACH hanya bekerja pada array.

Cara penulisan FOREACH

foreach ($array as $value)
{
 kode yang dijalankan;
}

Contoh penggunaan FOREACH

<?php 
$warna = array("merah","hijau","biru","kuning");

foreach ($warna as $value) {
  echo "$value <br>";
}
?>

Note: Untuk setiap iterasi loop, nilai elemen array diterapkan pada $ value dan pointer array digerakkan satu demi satu hingga mencapai elemen array terakhir.

Penjelasan program:

Jika dijalankan, program diatas akan menampilkan semua data pada variabel array $warna. Pada contoh, variabel array berisi nama-nama warna yaitu merah, hijau, biru dan kuning. Dengan perintah FOREACH maka semua data pada array $warna akan ditampilkan satu-persatu sesuai urutan data pada array.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_looping.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_looping_for.asp

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com