Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Membuat Penyeleksian Kondisi Pada PHP

1 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Dalam mengontrol alur program dibutuhkan sebuah logika penyeleksian kondisi. Yaitu suatu perintah untuk melakukan seleksi terhadap kondisi data lalu mengerjakan perintah baru jika kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi. Selain itu juga harus bisa dilakukan seleksi terhadap banyak kondisi data bukan hanya satu atau dua data saja.
Untuk melakukan seleksi terhadap suatu kondisi, PHP menyediakan beberapa logika penyeleksian diantaranya logika IF, IF…ELSE, SWITCH dan kondisi khusus dengan simbol tanda-tanya (?). Berikut ini pembahasan logika penyeleksian pada PHP.

1. Logika IF

Pada logika IF, suatu perintah akan dijalankan hanya jika kondisi pada logika IF bernilai benar.

Cara penulisan logika IF

if (kondisi) {
kode yang akan dijalankan jika kondisi bernilai benar;
}

Contoh penggunaan logika IF

 <?php  
$t=date("H"); //mengambil data jam dari waktu komputer server
if ($t<"5") {
echo "Sekarang masih fajar";
}
?>

2. Logika IF…ELSE

Prinsipnya sama dengan logika IF, hanya saja ditambahkan sebuah perintah lagi jika kondisi yang dicek bernilai salah. Jadi pada logika IF…ELSE disiapkan dua statemen perintah untuk menangani sebuah kondisi saat bernilai benar dan saat bernilai salah.

Cara penulisan logika IF…ELSE

 if (kondisi) {  
kode yang akan dijalankan jika kondisi bernilai benar;
} else {
kode yang akan dijalankan jika kondisi bernilai salah;
}

Contoh penggunaan logika IF…ELSE:

 <?php  
$t=date("H");
if ($t<"5") {
echo "Sekarang masih fajar";
} else {
echo "Sekarang tidak fajar lagi";
}
?>

3. Logika IF…ELSE IF

Ini merupakan logika untuk menangani beberapa kondisi yang berada dalam satu rutin pengecekan. Dalam logika IF…ELSE IF perintah pada masing-masing IF akan dijalankan hanya jika kondisi didalam logika IF masing-masing bernilai benar. Pada akhir ELSE IF bisa ditambahkan ELSE saja untuk menangani jika semua kondisi IF…ELSE IF diatasnya bernilai salah.

Cara penulisan logika IF…ELSE IF

 if (kondisi 1) {  
kode yang akan dijalankan jika kondisi 1 bernilai benar;
} elseif (kondisi 2) {
kode yang akan dijalankan jika kondisi 2 bernilai benar;
} else {
kode yang akan dijalankan jika kondisi 1 dan kondisi 2 bernilai salah;
}

Contoh penggunaan logika IF…ELSE IF

 <?php  
$t=date("H");
if ($t<"10") {
echo "pagi yang indah";
} elseif ($t<"20") {
echo "hari yang indah";
} else {
echo "malam yang indah";
}
?>

4. Logika SWITCH

Digunakan untuk menyeleksi banyak kondisi. Prinsipnya sama dengan IF…ELSE IF namun tujuan adanya logika SWITCH adalah untuk membuat script lebih efisien dan juga memudahkan pembacaan script.

Cara Penulisan Logika SWITCH

switch (n) {  
case label1:
kode yang akan dieksekusi jika n=label1;
break;
case label2:
kode yang akan dieksekusi jika n=label2;
break;
case label3:
kode yang akan dieksekusi jika n=label3;
break;
...
default:
kode yang akan dieksekusi jika tidak ada yang sama dengan semua label;
}

Contoh penggunaan logika SWITCH

<?php  
$warna="hijau"; //akan ditampilkan warna merah
switch ($warna) {
case "merah":
echo "Warna merah";
break;
case "biru":
echo "Warna biru";
break;
case "hijau":
echo "Warna hijau";
break;
default:
echo "Warna Selain merah, biru dan hijau";
}
?>

5. Logika Khusus ?

Ini merupakan penulisan untuk seleksi kondisi yang lebih simpel dari IF. Suatu kondisi dicek nilai benar atau salahnya lalu jika benar mengerjakan blok perintah benar lalu jika salah mengerjakan blok perintah salah. Kelemahan dari penggunaan logika khusus ? adadalah hanya bisa menaruh satu statemen perintah pada blok benar dan blok salah.

Cara Penulisan Logika khusus ?

 (kondisi) ? statemen_jika_benar : statemen_jika_salah;  

Contoh penggunaan logika khusus ?

<?php  
$nilai=7;
$kelulusan = ($nilai>6) ? "LULUS" : "TIDAK LULUS"; //jika variabel nilai lebih besar dari 6 maka variabel kelulusan diisi lulus
echo "Status Kelulusan = $kelulusan";
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_if_else.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_switch.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Operator pada PHP

30 September 2014 By Eko Purnomo

Untuk mengolah data pada variabel dan konstanta dibutuhkan operator. Pada PHP mendukung penggunaan beberapa jenis operator seperti operator aritmatika, penugasan, string, logika dan sebagainya. Penggunaan operator pada PHP adalah bebas tidak mengikuti tipe dari sebuah variabel atau data. Nantinya tipe variabel akan mengikuti jenis operator. Jika terjadi ketidak sesuaian maka akan dihasilkan nilai yang tidak sesuai saja, artinya tidak sampai menyebabkan error pada program PHP.

PHP mendukung penggunaan operator berikut ini :

  1. Operator Aritmatika
  2. Operator Penugasan
  3. Operator String
  4. Operator Increment dan Decrement
  5. Operator Perbandingan
  6. Operator Logika
  7. Operator Array

1. Operator Aritmatika

Merupakan operator yang berfungsi mengolah data bertipe integer (angka). Gambaran sederhana dari operator ini adalah operasi bilangan yang berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Berikut ini beberapa operator aritmatika pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
+ Penjumlahan $x + $y Penjumlahan dari $x dan $y
– Pengurangan $x – $y Selisih dari $x dan $y
* Perkalian $x * $y Perkalian dari $x dan $y
/ Pembagian $x / $y Pembagian $x oleh $y
% Modulus $x % $y Sisa dari $x dibagi $y
** Perpangkatan $x ** $y Perkalian $x sejuml $y

Contoh penggunaan operator aritmatika pada PHP :

 <?php   
$x=10;
$y=6;
echo ($x + $y); // hasilnya= 16
echo ($x - $y); // hasilnya= 4
echo ($x * $y); // hasilnya= 60
echo ($x / $y); // hasilnya= 1.6666666666667
echo ($x % $y); // hasilnya= 4
?>

2. Operator Penugasan

Merupakan operator yang berfungsi memberi nilai pada sebuah variabel. Operator penugasan yang paling dasar adalah = (sama dengan). Namun kemudian dari operator ini dapat dikembangkan beberapa operator penugasan lain.

Berikut ini beberapa operator penugasan pada PHP :

Penugasan Sama dengan Deskripsi
x = y x = y Operand sebelah giri memperoleh nilai dari operand sebelah kanan.
x += y x = x + y Penjumlahan
x -= y x = x – y Pengurangan
x *= y x = x * y Perkalian
x /= y x = x / y Pembagian
x %= y x = x % y Modulus

Contoh penggunaan operator penugasan pada PHP :

<?php 
$x=10;
echo $x; // hasilnya= 10

$y=20;
$y += 100;

echo $y; // hasilnya= 120

$z=50;
$z -= 25;
echo $z; // hasilnya= 25

$i=5;
$i *= 6;
echo $i; // hasilnya= 30

$j=10;
$j /= 5;

echo $j; // hasilnya= 2

$k=15;
$k %= 4;
echo $k; // hasilnya= 3

?>

3. Operator String

Merupakan operator untuk merangkai huruf, kata atau kalimat. Operator string sebenarnya hanya ada satu, yaitu titik(.). Operator titik-samadengan(.=) merupakan penggabungan antara operator string dan operator penugasan.

Berikut ini beberapa operator string pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
. Rangkaian $txt1 = “Hello”
$txt2 = $txt1 . ” world!”
Sekarang $txt2 berisi “Hello world!”
.= Concatenation assignment $txt1 = “Hello”
$txt1 .= ” world!”
Sekarang $txt1 berisi “Hello world!”

Contoh penggunaan operator string pada PHP :

<?php
$a = "Hello";
$b = $a . " world!";
echo $a; // menampilkan Hello
echo $b; // menampilkan Hello world!

$x="Hello";
$x .= " world!";
echo $x; // juga menampilkan Hello world!
?>

4. Operator Increment Decrement

Increment merupakan istilah untuk menyebut operasi bilangan ditambah satu, sedangkan Decrement sebaliknya untuk menyebut operasi bilangan dikurangi satu.

Berikut ini beberapa operator increment-decrement pada PHP :

Operator Nama Deskripsi
++$x Pre-increment Menambahkan $x dengan satu, lalu mengembalikan nilai $x
$x++ Post-increment Mengembalikan nilai $x, lalu menambahkan $x dengan satu
–$x Pre-decrement Mengurangi $x dengan satu, lalu mengembalikan nilai $x
$x– Post-decrement Mengembalikan nilai $x, lalu mengurangi $x dengan satu

Contoh penggunaan operator increment-decrement pada PHP :

<?php
$x=10;
echo ++$x; // hasilnya= 11

$y=10;
echo $y++; // hasilnya= 10

$z=5;
echo --$z; // hasilnya= 4

$i=5;
echo $i--; // hasilnya= 5
?>

5. Operator Perbandingan

Berfungsi untuk membandingkan dua nilai baik itu angka maupun string. Hasil dari perbandingan berupa nilai boolean, yaitu Benar (True) atau Salah (False).

Berikut ini beberapa operator perbandingan pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
== Sama dengan $x == $y Benar jika $x sama dengan $y
=== Identik $x === $y Benar jika $x sama dengan $y dan mereka memiliki tipe yang sama
!= Tidak sama dengan $x != $y Benar jika $x berbeda dengan $y
<> Tidak sama dengan $x <> $y Benar jika $x berbeda dengan $y
!== Tidak Identik $x !== $y Benar jika $x berbeda dengan $y dan mereka juga berbeda tipe
> Lebih besar $x > $y Benar jika $x lebih besar dari $y
< Lebih kecil $x < $y Benar jika $x lebih kecil dari $y
>= Lebih besar atau sama dengan $x >= $y Benar jika $x lebih besar atau sama dengan $y
<= Lebih kecil atau sama dengan $x <= $y Benar jika $x lebih kecil atau sama dengan $y

Contoh penggunaan operator perbandingan pada PHP :

<?php
$x=100;
$y="100";

var_dump($x == $y); //benar karena nilainya sama
echo "<br>";
var_dump($x === $y); //salah karena berbeda tipe
echo "<br>";
var_dump($x != $y); //salah karena nilainya sama
echo "<br>";
var_dump($x !== $y); //benar karena berbeda tipe
echo "<br>";

$a=50;
$b=90;

var_dump($a > $b); //salah karena a lebih kecil
echo "<br>";
var_dump($a < $b); //benar karena a lebih kecil
?>

6. Operator Logika

Merupakan operator untuk menangani data boolean, yaitu data yang berisi Benar (true) atau Salah (false). Nilai benar juga bisa diganti dengan 1 dan salah bisa diganti dengan 0.

Berikut ini beberapa operator logika pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
and And $x and $y Benar jika $x and $y bernilai benar
or Or $x or $y Benar jika salah satu $x atau $y bernilai benar
xor Xor (Exclusive OR) $x xor $y Benar jika $x atau $y bernilai benar, namun menjadi bernilai salah jika keduanya bernilai benar
&& And $x && $y Benar jika $x and $y bernilai benar
|| Or $x || $y Benar jika salah satu $x atau $y bernilai benar
! Not !$x Benar jika $x tidak benar

Contoh penggunaan operator logika pada PHP :

<?php
$x=true;
$y=false;

var_dump($x and $y); // hasilnya salah
echo "<br>";
var_dump($x or $y); // hasilnya benar
echo "<br>";
var_dump($x xor $y); // hasilnya benar
echo "<br>";
var_dump($x || $y); // hasilnya benar
echo "<br>";
var_dump(!$x); // hasilnya salah
echo "<br>";

$a=true; $b=true;

var_dump($a xor $a); // hasilnya salah
echo "<br>";

?>

7. Operator Array

Merupakan operator untuk menangani data berupa Array. Array adalah kumpulan dari beberapa data yang tersusun dengan struktur yang tetap.

Berikut ini beberapa operator array pada PHP :

Operator Nama Contoh Hasil
+ Union $x + $y Union dari $ x dan $ y (tapi duplikat key tidak ditimpa)
== Equality $x == $y Benar jika $ x dan $ y memiliki key / nilai pasangan yang sama
=== Identity $x === $y Benar jika $ x dan $ y memiliki sama pasangan key / nilai dalam urutan yang sama dan dari jenis yang sama
!= Inequality $x != $y Benar jika $ x tidak sama dengan $ y
<> Inequality $x <> $y Benar jika $ x tidak sama dengan $ y
!== Non-identity $x !== $y Benar jika $ x tidak sama nilai dan tipenya dengan $ y

Contoh penggunaan operator array pada PHP :

<?php
$x = array("a" => "red", "b" => "green");
$y = array("c" => "blue", "d" => "yellow");
$z = $x + $y; // menghasilkan union dari $x dan $y
var_dump($z);
var_dump($x == $y); // salah karena $x dan $y berbeda nilai
var_dump($x === $y); // salah karena $x dan $y berbeda nilai

var_dump($x != $y); // benar karena $x dan $y berbeda nilai
var_dump($x <> $y); // benar karena $x dan $y berbeda nilai
var_dump($x !== $y); // benar karena $x dan $y berbeda nilai
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_operators.asp

Filed Under: PHP

Tipe Data, Variabel dan Konstanta pada PHP

29 September 2014 By Eko Purnomo

Salah satu fungsi dari setiap pemrograman adalah mengolah data. Untuk melakukannya PHP juga mendukung penggunaan variabel dan konstanta. Aturan penulisan tipe data, variabel dan konstanta pada PHP agak berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, seperti delphi dan visual basic. Sebagai contoh adalah pada PHP tidak perlu mendaklarasikan tipe data sebuah variabel kemudian variabel dapat berubah tipe dalam satu urutan script dalam file PHP.

Tipe Data Pada PHP

Tipe data sebuah variabel dan konstanta tidak perlu dideklarasikan pada PHP. Namun PHP dapat secara otomatis menginterpretasikan variabel dan konstanta tersebut. Tipe sebuah variabel dan konstanta secara otomatis akan dilihat berdasarkan nilai data yang diberikan kepadanya dan atau dimana variabel itu dipakai.

PHP mendukung 8 tipe data, yaitu:

  1. Boolean, adalah tipe data yang bernilai benar atau salah.
  2. Integer, adalah tipe data yang berupa angka bilangan bulat.
  3. Float, adalah tipe data yang berupa angka bilangan real.
  4. String, adalah tipe data yang berupa huruf atau teks.
  5. Array, adalah tipe data yang terstruktur dengan indeks tertentu.
  6. Object, adalah tipe data yang berupa elemen obyek seperti form.
  7. Resource, adalah tipe data yang yang digunakan untuk menyimpan resource, sumber atau alamat yang hanya dapat diciptakan melalui fungsi khusus yang menghasilkan suatu nilai resource.
  8. NULL, adalah tipe data untuk mendefinisikan kondisi kosong/hampa.

Variabel pada PHP

Merupakan sebuah alat untuk menyimpan data dan nilainya dapat berubah-ubah selama proses program berjalan. Tipe data sebuah variabel tidak perlu dideklarasikan, PHP akan melakukan identifikasi secara otomatis.

Berikut ini beberapa aturan penulisan variabel pada PHP:

  1. Harus diawali dengan tanda $ (dollar).
  2. Setelah tanda $ harus diikuti dengan huruf atau tanda _ (under score) tidak boleh angka atau tanda baca lainnya.
  3. Panjang variabel tidak dibatasi.
  4. Membedakan huruf besar dan huruf kecil (case-sensitive), sehingga $nama berbeda dengan $NAMA.
  5. Tidak boleh mengandung spasi dan tanda baca lainnya seperti samadengan(=), koma(,), titik(.), tandatanya (?), slash (), backslash (/), tambah (+), kurung (), kurung kuwaral {} dan sebagainya.

Contoh penulisan variabel yang benar:

  • $_nama
  • $nama_anak
  • $nama_1
  • $nama1

Contoh penulisan variabel yang salah:

  • $1nama
  • $?nama
  • $nama anak
  • $nama.anak

Contoh script cara menggunakan variabel pada PHP:

<?php  
$nama="Sabrina";
$id=1;
$aktif=TRUE;
$gaji="50.000.000";
$tanggal_lahir="12-12-2008";
$umur="6 tahun";
if($aktif)
{
echo "Nama= ".$nama."<br/>";
echo "ID= ".$id."<br/>";
$tanggal_lahir="02-06-2008";
echo "Tanggal Lahir= ".$nama."<br/>";
echo "Umur= ".$umur."<br/>";
echo "Gaji= ".$gaji."<br/>";
}
?>

Jika dijalankan akan tampil seperti ini: 

Penjelasan script: 

Baris ke-2 sampai baris ke-7 menunjukkan pemberian nilai sebuah variabel yang tidak dideklarasikan sebelumnya. Variabel $nama secara otomatis bertipe string, $id bertipe integer dan $aktif bertipe boolean.
Baris ke-8 merupakan logika penyeleksian IF yang mengecek nilai variabel $aktif bernilai benar atau salah. Jika benar akan dijalankan sekumpulan perintah untuk menampilkan variabel pada baris ke-11 sampai 15.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  • Variabel $id awalnya berupa integer dan bernilai 1, namun kemudian pada aplikasinya menjadi string dan ditampilkan sebagai teks.
  • Untuk menggabungkan variabel dengan teks digunakan tanda dot/titik (.).
  • Urutan pemberian nilai variabel tidak harus urut dengan saat menampilkan variabel, namun harus lebih dulu dari proses menampilkan variabel(berada pada batis yang lebih atas).
  • Pada tampilan tertampil tanggal lahir = 02-06-2008 bukan 12-12-2008 karena tepat sebelum ditampilkan nilainya diubah menjadi 02-06-2008.

Konstanta

Merupakan tipe data yang memiliki nilai konstan dan tidak diubah selama program berjalan. Aturan penulisan konstanta berbeda dengan penulisan variabel. Untuk mendefinisikan konstanta dalam PHP digunakan fungsi definesebagai berikut:

 define(nama_konstanta,nilai_konstanta);  

Contoh script cara menggunakan konstanta pada PHP:

<?php   
define ("Nama", "Sabrina");
define ("Nilai", 100);
echo "Nama : " . Nama;
echo "<br/>";
echo "Nilai : " . Nilai;
?>

Jika dijalankan akan tampil seperti ini:

Penjelasan script:

Baris ke-2 adalah contoh penulisan konstanta Nama dan baris ke-3 konstanta Nilai. Kemudian dua konstanta tersebut dituliskan dengan perintah echo. Pada contoh diatas dilihat bahwa penulisan konstanta berbeda dengan penulisan variabel, yaitu tidak menggunakan tanda $ (dollar).

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_datatypes.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_constants.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_variables.asp

Filed Under: PHP

Cara Membuat dan Menjalankan File PHP

28 September 2014 By Eko Purnomo

Setelah mengenal PHP dan Web Server selanjutnya kita akan membuat file PHP secara sederhana lalu mencoba menjalankanya pada browser. Untuk membuat file PHP kita cukup menggunakan aplikasi text editor seperti saat membuat file HTML, lalu menyimpannya dengan ekstensi .php(dot php). Jika kita tidak menyimpan file tersebut dengan ekstensi .php meskipun berisi script php maka web server tidak akan mengeksekusinya.

Kemudian untuk bisa dijalankan, file tersebut harus diletakkan pada folder localhost, misalnya pada linux secara default berada pada /var/www. Sebelumnya menjalankannya, pastikan dulu kita telah berhasil menginstal web server dan php. Dalam penulisan script php kita harus mengacu pada aturan penulisan php yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Untuk mempermudah proses belajar php biasanya saya membuat folder php pada folder web server, misal /var/www/php.

Contoh file PHP sederhana untuk menguji web server dan mengetahui versi php yang diinstal :

<?php  
echo phpinfo();
?>

Simpan file tersebut dengan ekstensi .php, misal 1.php lalu taruh pada folder php di localhost kemudian jalankan file tersebut pada browser. Jika benar akan tampil halaman PHP Version beserta informasi dan konfigurasinya seperti ini:

Cara penulisan dan penempatan script PHP pada file PHP

Dalam menulis kode script php pada file .php ada dua cara yaitu semi php dan full php. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mana yang dipilih, tentu sesuai keinginan dan kebutuhan serta kemudahan masing-masing programmer.

Cara penulisan semi php

Maksudnya cara semi php berarti kita menulis kode php disisipkan pada kode html. Jadi walaupun filenya php namun isinya adalah kode html. Kemudian disela-sela kode html tersebut kita sisipkan kode php.

Contoh penulisan semi php :

<!DOCTYPE html>   
<html>
<head>
<title>Ini adalah title window</title>
<body>
<h1>Contoh penulisan semi php</h1>
<p>Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan html</p>
<?php echo "<p>Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan php</p>"; ?>
</body>
</html>

Simpan file tersebut lalu jalankan pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:

Pada contoh diatas terlihat paragraf yang ditulis dengan php dan yang tidak tampak sama jika dijalankan pada browser. Perbedaannya hanya pada penulisan kodenya saja. Jadi meskipun isinya kode html tetap bisa ditampilkan oleh browser.

Cara penulisan full php

Ini merupakan cara penulisan yang seluruhnya menggunakan kode php. Semua kode ditulis dengan aturan php dengan tetap mengacu pada aturan html. Maksudnya kita tetap harus membuat head dan body lalu aturan tag-tagnya juga harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan html. Perbedaan dengan cara semi php adalah tag-tag ini ditulis dengan perintah echo.

Contoh penulisan full php:

<?php  
echo "
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Latihan menulis PHP</title>
<body>
<h1>Contoh penulisan semi php</h1>
<p>Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan html</p>
Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan php</p>
</body>
</html>
";
?>

Simpan file tersebut lalu jalankan pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:

Pada contoh diatas terlihat bahwa semua kode berada diantara tanda <?php … ?>. Kode-kode HTML yang semula diluar php kini ditempatkan didalam php dengan perintah echo. Kelebihan dari penulisan ini adalah kita bisa dengan mudah mengontrol apakah akan tampilkan atau tidak. Jika menggunakan cara semi php maka kerja php tidak bisa dilakukan karena php hanya bekerja diantara tanda <?php …?> saja.

Sepintas terlihat sama dan tidak ada yang istimewa pada php. Namun jika kita melihat contoh berikut akan terlihat kelebihan dari php.

Contoh penulisan php menggunakan variabel :

<?php  
$title="Latihan menulis PHP";
$p1="Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan html";
$p2="Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan php";
echo "
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>".$title."</title>
<body>
<h1>Contoh penulisan php dengan variabel</h1>
<p>".$p2."</p>
<p>".$p2."</p>
</body>
</html>
";
?>

Simpan file tersebut lalu jalankan pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:

Pada contoh ketiga terlihat bahwa php bisa menangani variabel yang berarti memungkinkan kita untuk melakukan pengaturan isi web dengan menggunakan program. Pada contoh terdapat 3 variabel, yaitu $title, $p1 dan $p2. kemudian ketiganya ditampilkan pada lokasi tertentu pada website dengan hanya menyebutkan nama variabelnya saja.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_intro.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_syntax.asp

Filed Under: PHP

Cara Instal Web Server di Windows

27 September 2014 By Eko Purnomo

Untuk sistem operasi Windows ada beberapa paket aplikasi web server yang bisa dipilih. Misalnya yang populer ada XAMPP, WAMP Server dan AppServe. Saya sendiri pada awalnya saat masih menggunakan sistem operasi Windows memilih menggunakan XAMPP karena teman-teman banyak yang menggunakan XAMPP. Tentunya masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangan.

Beberapa kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya XAMPP yang sudah include FTP Server FileZilla namun besar file instalasinya yaitu sekitar 150MB. XAMPP bisa portabel, artinya bisa dijalankan tanpa perlu diinstal.

WAMP Server mempunyai SYSTRAY sehingga mudah dalam  proses monitoring dan pengaturan servernya. WAMP juga ringan karena aplikasi yang di load tidak terlalu banyak. Namun WAMP tidak memiliki FTP Server, jadi kita harus instal FTP Server secara terpisah. WAMP juga tidak menyediakan versi portabel.

Sedangkan AppServe relatif ringan file installernya yaitu hanya sekitar 18MB, bandingkan dengan XAMPP yang mencapai lebih dari 100MB.

Namun yang pasti adalah ketiganya gratis dan bisa digunakan secara bebas. Ketiganya menyediakan 4 syarat utama web server yaitu Apache, PHP, MySQL Server dan PHPMyAdmin. Pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya tidak memerlukan FTP Server bisa dipilih WAMP atau AppServe karena lebih ringan.

Berikut ini cara instal dan pengaturan konfigurasi XAMPP, WAMP dan APPServe pada Windows.

Cara Instal XAMPP pada Windows

  1. Download file installernya di situs //www.apachefriends.org/download.html
  2. Tersedia beberapa versi yaitu Windows, Linux dan MacOS. Pilihlah yang versi Windows.
  3. Jalankan file installer lalu ikuti proses instalasi sampai selesai. Mudah kok, cukup klik Next Next sampai Finish sama seperti instal aplikasi windows pada umumnya.
  4. Jika mau yang versi portabel, silahkan download versi portabelnya lalu ekstrak di salah satu folder, misalnya c:xampp
  5. Jalankan XAMPP control panel pada start menu untuk mengaktifkan beberapa fitur XAMPP seperti Apache, MySQL dan FileZilla FTP Server.

  6. Centang Module Service agar XAMPP dijalankan secara otomatis saat load Windows.
  7. Buka browser lalu ketik localhost pada alamat URL. Jika semua benar akan tampil XAMPP dengan pilihan bahasa, biasanya saya pilih English (karena ndak ada bahasa indonesia).
  8. Kemudian akan muncul halaman Welcome XAMPP for Windows.
  9. Selanjutnya klik security pada bagian kiri untuk setting user dan password XAMPP, MySQL server dan PHPMyAdmin.

  10. Sampai disini proses instalasi XAMPP beserta konfigurasi user dan password telah selesai.
  11. Untuk login ke PHPMyAdmin gunakan alamat //localhost/phpmyadmin.
  12. Untuk menaruh file-file script website diletakkan di folder c:xampphtdocs.

Cara Instal WAMP pada WIndows

  1. Download file installernya di //www.wampserver.com/en/
  2. Jalankan file installernya sampai selesai tanpa mengubah apapun. Biarkan saja opsi yang muncul, cukup klik Next Next sampai Finish.
  3. Jika benar maka pada Systray akan muncul icon WAMP yang jika diklik akan tampil seperti ini

  4. Untuk membuat user pada PHPMyAdmin, Klik pada PHPMyAdmin.
  5. Sampai disini proses instalasi dan konfigurasi WAMP Server telah selesai.
  6. Untuk login ke PHPMyAdmin gunakan alamat //localhost/phpmyadmin.
  7. Untuk menaruh file-file script website diletakkan di folder C:wampwww

Cara Instal AppServe pada Windows

  1. Download file installernya di //www.appservnetwork.com/
  2. Jalankan file installernya sampai selesai tanpa mengubah apapun. Biarkan saja opsi yang muncul, langsung klik Next saja.
  3. Pada window Apache Configuration, isi dengan localhost port 80 kemudian klik Next.

  4. Lalu pada window MySQL Configuration, masukkan password untuk user root kemudian klik Next lagi.

  5. Klik FInish dan proses instalasi Appserve telah selesai.
  6. Untuk login ke PHPMyAdmin gunakan alamat //localhost/phpmyadmin.
  7. Untuk menaruh file-file script website diletakkan di folder C:appservewww
  8. Edit file CWindowsSystem32Driversetc mengaktifkan alamat 127.0.0.1 dengan cara membuang hashtag (#) didepan 127.0.0.1

Kesimpulan

  1. Silahkan pilih salah satu web server diatas, kalau bisa jangan menginstal lebih dari satu karena akan membingungkan dan memboroskan kapasitas hardisk dan RAM.
  2. Yang perlu diingat adalah lokasi tempat menaruh script dan user password untuk login kePHPMyAdmin.
  3. Selalu gunakan alamat localhost atau 127.0.0.1 untuk browsing ke lokal server.
Referensi :
  • //apachefriends.org/
  • //www.wampserver.com/en/
  • //www.appservnetwork.com/

Filed Under: PHP

Cara Instal Web Server di Linux

27 September 2014 By Eko Purnomo

Setelah mengetahui tentang web server, selanjutnya kita akan mulai melakukan proses instalasi web server pada komputer lokal khususnya komputer dengan sistem operasi Linux. Distro linux yang dipilih adalah sesuai dengan linux yang saya gunakan yaitu Linux Mint. Namun tutorial ini bisa juga diterapkan pada distro Ubuntu dan turunannya.

Kemudian perlu diketahui juga ini bukan cara menginstal LAMPP atau XAMPP versi Linux karena sangat tidak saya direkomendasikan untuk menginstal LAMPP pada Linux Mint atau Ubuntu dan turunannya. Satu lagi penting dari artikel ini adalah proses instalasi tidak diperlukan jika sudah menggunakan distro jenis server, misalnya Ubuntu Server.

Proses instalasi web server dilakukan dengan mengambil dari repositori Ubuntu. Jadi masing-masing aplikasi bisa diambil langsung dengan perintah apt-get install seperti proses instalasi aplikasi di Linux turunan Debian seperti Ubuntu dan Linux Mint.

Berikut ini cara instal web server di Linux Mint :

1. Instal semua yang dibutuhkan dengan mengetik perintah ini pada terminal

 sudo apt-get install apache2 php5 mysql-server phpmyadmin  

2. Setelah proses instalasi selesai biasanya otomatis dilanjutkan dengan konfigurasi user dan password MySQL Server. Silahkan isi dengan root dan password terserah kita.

3. Kemudian akan otomatis dilanjutkan dengan konfigurasi PHPMyAdmin. Pilih Apache2 karena kita menggunakan Apache2.
Note: Jika terlewat secara tidak sengaja, ketikkan perintah berikut ini pada terminal:

 sudo dpkg-reconfigure -plow phpmyadmin  

4. Setelah selesai test dengan cara membuka bwowser. Jika tampil tulisan “It Works” berarti proses instalasi web server telah berhasil.

5. Kemudian coba login ke PHPMyAdmin dengan mengetik localhost/phpmyadmin pada kolom URL. Jika benar akan tampak halaman login PHPMyAdmin seprti berikut ini:

6. Masukkan user dan password yang telah dibuat tadi lalu klik Go untuk masuk.

7. Setelah berhasil, lanjutkan dengan mengubah hak akses menjadi 777 pada direktori untuk menempatkan file-file web kita yaitu pada direktori /var/www. Caranya dengan mengetik perintah berikut ini pada terminal:

 sudo chmod -R 777 /var/www  

8. Kemudian ubah nilai max upload file size pada file php.ini menjadi lebih besar misalnya 128M. Sebelumnya nilainya 2M artinya maksimal upload file 2MB saja.

Caranya sebagai berikut :

  • Buka file php.ini yang ada pada direktori /etc/php5/apache2 dengan text editor.
  • Cari parameter upload_max_filesize lalu ganti nilainya dari 2M menjadi 128M.
  • Cari parameter post_max_size lalu ganti juga nilainya dari 2M menjadi 128M
9. Restart server untuk menerapkan berbagai settingan diatas dengan cara mengtik perintah berikut ini pada terminal:
 /etc/init.d/apache2 restart  

10. Dan proses instalasi serta konfigurasi dasar web server telah selesai. Untuk belajar pemrograman web kita harus menempatkan file-file script kita pada folder/direktori /var/www

Referensi :

  • //sucipto.net/2011/11/28/membuat-localhost-di-linux/

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com