Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Cara Menggunakan Input Text Pada PHP

10 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Input text merupakan komponen form untuk menerima masukan berupa text pendek. Input text menghasilkan rangkaian huruf atau kata dalam satu baris saja. Untuk menerima masukan text dalam baris banyak harus menggunakan komponen lain, yaitu TEXTAREA.

Untuk menggunakan input text digunakan tag <input> dengan atribut type=text, contoh: <input type=”text”>. Selain itu bisa digunakan beberapa atribut tambahan seperti name yang berfungsi sebagai identitas elemen form saat pengambilan data dengan PHP dan value yang bisa digunakan untuk menentukan text awal saat input text di load.

Contoh penggunaan sebuah input text pada form :

<form action="" method="post">
<input type="text" name="input" value="">
<input type="submit" name="enter" value="Enter">
</form>

Pada form diatas terdapat satu input text dengan nama input dengan value kosong. Jadi saat menangani form harus mengacu pada nama input. Nama ini bisa bermacam-macam, namun harus beda antara satu dan yang lainnya. Selain input text, pada form ditaruh sebuah tombol submit untu mengeksekusi form.

Berikut ini tampilan form diatas pada browser :

Contoh penanganan input text dengan php :

<?php
if (isset($_POST['enter'])) {
$text = $_POST['input'];
echo "Text masukan : $text";
}
?>

Penjelasan script :

Eksekusi form dimulai jika tombol enter ditekan dengan menggunakan logika if (isset($_POST[‘enter’])). Selanjutnya data diambil dari form dengan perintah $text = $_POST[‘input’] dan yang terakhir data ditampilkan pada layar dengan perintah echo “Text masukan : $text”.

Cara menggunakan banyak input text pada form

Untuk menerima beberapa field masukan data bisa digunakan banyak input text dalam satu form. Namun yang perlu diperhatikan adalah nama tiap-tiap input text tidak boleh sama. Untuk menangani masukan beberapa input text tersebut, script PHP cukup mengacu ada nama nasing-masing input text. Dalam penataan (layout form) sebaiknya digunakan baris baru untuk setiap input text agar tidak membingungkan.

Contoh penggunaan banyak input text pada form:

<form action="" method="post">
Input 1=<input type="text" name="input1" value=""><br/>
Input 2=<input type="text" name="input2" value=""><br/>
Input 3=<input type="text" name="input3" value=""><br/>
<input type="submit" name="enter" value="Enter">
</form>

Berikut tampilan form diatas pada browser :

Input 1=
Input 2=
Input 3=

Dan berikut script untuk menangani form diatas :

<?php
if (isset($_POST['enter'])) {
$text1 = $_POST['input1'];
$text2 = $_POST['input2'];
$text3 = $_POST['input3'];
echo "Text 1 : $text1 <br/>";
echo "Text 2 : $text2 <br/>";
echo "Text 3 : $text3 <br/>";
}
?>

Penjelasan script :

Pada contoh terdapat tiga buah input text. Masing-masing input text diberi nama yang berbeda, yaitu input1, input2 dan input3. Setiap input dibuat baris baru dengan tag <br/>. Setelah tombol submit ditekan maka program akan mengambil data dari masing-masing input text, yaitu $text1 = $_POST[‘input1’], $text2 = $_POST[‘input2’] dan $text3 = $_POST[‘input3’]. Selanjutnya masing-masing data tersebut ditampilkan dengan perintah echo.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/tags/att_input_type.asp
  • //www.w3schools.com/html/html_forms.asp

Filed Under: PHP

Membuat Validasi Input Text pada Form dengan PHP

9 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Input text merupakan elemen form yang paling banyak digunakan. Input text memungkinkan pengguna memasukkan text pendek single line. Ini sesuai dengan kebanyakan tipe data yang dibutuhkan form, misal nama, alamat, email, website, pekerjaan, nomor hp, dan masih banyak lagi data-data yang bisa dimasukkan dengan input text.

Elemen input text pada form dapat dimasuki semua karakter yang ada pada keyboard baik huruf, angka maupun simbol. Hal ini membuat input text sangat rawan kesalahan jika dibutuhkan data yang benar-benar valid. Misal untuk nama kita hanya mengijinkan huruf kecil, huruf besar, spasi dan titik jasa. Lalu pada input nomor hp kita hanya mengijinkan angka saja. Untuk itu dibuat sistem validasi input text pada form sesuai dengan data yang dibutuhkan.

Berikut ini contoh aturan validasi terhadap input text pada form :

Field Aturan Validasi Isi
Nama Hanya huruf, titik dan spasi
Nomor Hanya angka saja
Email Sesuai dengan aturan alamat email, mengandung dot (.) dan at (@)
Website Sesuai dengan aturan alamat URL standar

Berikutnya kita akan membuat script untuk validasi txt dengan menggunakan fungsi-fungsi php seperti preg_match() dan filter_var().

1. Validasi Nama

Dalam validasi nama aturan yang ditetapkan adalah menggunakan huruf kecil, huruf besar, titik dan spasi. Untuk proses validasi digunakan fungsi preg_match() dengan regular expression.

Contoh validasi nama dengan fungsi preg_match() :

//mengambil data dari form  
$nama = test_input($_POST["nama"]);
// cek validasi text input sesuai aturan yang ditetapkan
if (!preg_match("/^[a-zA-Z .]*$/",$nama)) {
$namaErr = "Hanya huruf , titik dan spasi yang diijinkan"; // tampilkan pesan error nama
$nama =""; //kosongkan variabel $nama
}

2. Validasi Nomor

Aturan validasi nomor adalah kebalikan dari nama, dimana data yang dimasukkan berupa angka dan tidak diijinkan memasukkan huruf. Untuk proses validasi digunakan masih sama yaitu menggunakan fungsi preg_match() dengan regular expression.

Contoh validasi nomor dengan fungsi preg_match() :

//mengambil data dari form  
$nomor = test_input($_POST["nomor"]);
// cek validasi text input sesuai aturan yang ditetapkan
if (!preg_match("/^[0-9]*$/",$nomor)) {
$nomorErr = "Hanya angka yang diijinkan"; // tampilkan pesan error nomor
$nomor =""; //kosongkan variabel $nomor
}

3. Validasi Email

Untuk proses validasi Email kita gunakan fungsi filter_var dengan parameter FILTER_VALIDATE_EMAIL. Cara ini lebih mudah dan simpel daripada harus membuat regular expression jika menggunakan fungsi preg_match().

Contoh validasi email dengan fungsi filter_var():

 //mengambil data dari form  
$email = test_input($_POST["email"]);
// cek format email yang dimasukkan
if (!filter_var($email, FILTER_VALIDATE_EMAIL)) {
$emailErr = "Format email tidak valid !"; //tampilkan pesan error email
$email=""; // kosongkan variabel $email
}

4. Validasi Website

Pada proses validasi website ada dua aturan yang bisa dipilih, yaitu aturan baku dan tidak baku. Untuk aturan baku maka alamat website harus menggunakan //google.com. Sedangkan aturan tidak baku memperbolehkan penulisan dengan www, misal www.google.com.

Untuk proses validasi dengan aturan penulisan URL website baku kita bisa gunakan fungsi filter_var dengan parameter FILTER_VALIDATE_URL. Jika menggunakan fungsi ini maka pengguna harus benar-benar tepat dalam menulis alamat website sesuai aturan baku penulisan URL.

Contoh validasi alamat URL dengan fungsi filter_var():

 //mengambil data dari form  
$website = test_input($_POST["website"]);
// cek format website yang dimasukkan
if (!filter_var($email, FILTER_VALIDATE_URL)) {
$websiteErr = "Format alamat Website tidak valid !"; //tampilkan pesan error website
$website=""; // kosongkan variabel $website
}

Untuk alternatif kita bisa membuat validasi alamat website sendiri dengan fungsi preg_match(). Disini kita memperbolehkan penulisan alamat website dengan www contoh: www.google.com.

Contoh validasi alamat URL dengan fungsi preg_match() :

 //mengambil data dari form  
$website = test_input($_POST["website"]);
// cek format website yang dimasukkan
if (!preg_match("/b(?:(?:https?|ftp)://|www.)[-a-z0-9+&@#/%?=~_|!:,.;]*[-a-z0-9+&@#/%=~_|]/i",$website)) {
$websiteErr = "Format alamat Website tidak valid !"; //tampilkan pesan error website
$website=""; // kosongkan variabel $website
}

Lihat index artikel ini

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_form_validation.asp
  • //www.w3schools.com/php/php_form_url_email.asp
  • //www.duniailkom.com/tutorial-form-php-cara-membuat-validasi-form-php-fungsi-isset-dan-empty/

Filed Under: PHP

Membuat Required Form dengan PHP

8 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Dalam artikel sebelumnya ditulis tentang cara validasi form. Namun belum ada penanganan jika salah satu atau beberapa atau bahkan semua field pada form dalam keadaan kosong, script akan tetap dijalankan. Sepintas terlihat tidak terlalu bermasalah karena contoh script hanya menampilkan saja, jadi seolah-olah tampilannya sama, tetap kosong.

Namun ini akan menjadi masalah jika nantinya input data dari form akan di simpan dalam tabel sebuah database. Tentunya akan menyimpan record dengan data kosong yang menjadikan data tersebut tidak valid. Sebagai contoh jika kita menyimpan data komentar saja tanpa nama atau tanpa alamat email dan tanpa jenis kelamin, maka data tersebut menjadi tidak berguna.

Untuk itu kita harus membuat tanda bahwa sebuah field harus diisi dan membuat penanganan errornya jika field tidak diisi. Dalam hal ini kita memerlukan sistem required form, yaitu sistem yang membuat user harus mengisi sebuah elemen form dan menampilkan error jika elemen tersebut tidak diisi. Dan selanjutnya script untuk menyimpan data dari form tidak dijalankan

Berikut ini beberapa langkah membuat required form dengan PHP :

  1. Tentukan elemen/field mana yang harus diisi dan dan elemen/field mana yang boleh tidak diisi.
  2. Beri tanda untuk elemen/field yang harus diisi, misal dengan tanda bintang (*) lalu diberi note kalau tanda bintang (*) maksudnya harus diisi.
  3. Buat variabel untuk menangani error, misal untuk menampilkan pesan error.
  4. Buat penyeleksian kondisi yang mengecek elemen/field pada form diisi atau tidak.
  5. Tampilkan variabel tersebut disamping elemen form yang belum diisi jika tombol submit ditekan.
  6. Buat validasi inputan data form seperti nama harus mengandung huruf dan spasi saja tidak boleh angka, email harus mengandung karakter @ dan dot(.) lalu website harus berisi URL yang valid, misal httl://website.com

Contoh membuat sistem required form dengan PHP:

 <?php   
// membuat variabel error dan diset kosong
$namaErr = $emailErr = $jkErr = $websiteErr = "";
//membuat variabel untuk menampung inputan dari form
$nama = $email = $jk = $komentar = $website = "";
if ($_SERVER["REQUEST_METHOD"] == "POST") {
if (empty($_POST["nama"])) {
$namaErr = "Nama harus diisi !";
} else {
$nama = test_input($_POST["nama"]);
}
if (empty($_POST["email"])) {
$emailErr = "Email harus diisi !";
} else {
$email = test_input($_POST["email"]);
}
if (empty($_POST["website"])) {
$websiteErr = "Website harus diisi !";
} else {
$website = test_input($_POST["website"]);
}
if (empty($_POST["komentar"])) {
$komentar = "";
} else {
$komentar = test_input($_POST["komentar"]);
}
if (empty($_POST["jk"])) {
$jkErr = "Jenis kelamin belum dipilih !";
} else {
$jk = test_input($_POST["jk"]);
}
}
//membuat fungsi untuk validasi input form
function test_input($data) {
$data = trim($data);
$data = stripslashes($data);
$data = htmlspecialchars($data);
return $data;
}
?>
<form method="post" action="<?php echo htmlspecialchars($_SERVER["PHP_SELF"]);?>">
nama: <input type="text" name="nama">
<span class="error">* <?php echo $namaErr;?></span>
<br><br>
E-mail:
<input type="text" name="email">
<span class="error">* <?php echo $emailErr;?></span>
<br><br>
Website:
<input type="text" name="website">
<span class="error"><?php echo $websiteErr;?></span>
<br><br>
<label>komentar: <textarea name="komentar" rows="5" cols="40"></textarea>
<br><br>
Jenis Kelamin:
<input type="radio" name="jk" value="perempuan">Perempuan
<input type="radio" name="jk" value="laki-laki">Laki-laki
<span class="error">* <?php echo $jkErr;?></span>
<br><br>
<input type="submit" name="submit" value="Submit">
</form>
<?
//menampilkan hasil dari inputan form
echo "<h2>Input yang anda masukkan:</h2>";
echo $nama;
echo "<br>";
echo $email;
echo "<br>";
echo $website;
echo "<br>";
echo $komentar;
echo "<br>";
echo $jk;
?>

Penjelasan Script :

Pada contoh diatas menggunakan script yang sama seperti pada tulisan sebelumnya. Field yang ditentukan harus diisi (tidak boleh kosong) adalah Nama, Email, Website dan Jenis Kelamin. Untuk menandai beberapa elemen form tersebut ditambahkan tanda bintang (*) dibelakangnya kemudian diikuti dengan tampilan error jika tidak diisi.

Saat tombol submit ditekan, data yang dipos-kan oleh form dicek lebih dahulu dengan perintah IF(empty(variabel)). Jika kosong akan ditulis pesan error pada variabel error dan jika sudah diisi akan dilanjut dengan pengambilan data. Pada proses ini tetap digunakan fungsi test_input() untuk validasi form.

Untuk validasi khusus pada masing-masing data tiap elemen form insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_form_required.asp

Filed Under: PHP

Membuat Validasi Form dengan PHP

7 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Setelah mengerti cara menangani form dengan action dan method, selanjutnya adalah melakukan validasi terhadap form. Proses validasi form dibutuhkan untuk mengamankan aplikasi dari hack seperti html injection. Melalui proses validasi form diharapkan data yang diinputkan benar-benar data yang valid dan tidak berisi script yang membahayakan.

Prinsip dasar validasi form adalah mengecek input data dari pengguna dengan beberapa tes kemudian membuat pembetulan dengan cara konversi data dan eliminasi data. Jadi fungsi dari proses validasi form adalah untuk memperoleh ketepatan data dan demi keamanan situs.

Contoh proses validasi form dengan PHP

 <!DOCTYPE HTML>   
<html>
<head>  
<title>Contoh proses validasi form</title>
</head>
<body>
<?php

// membuat variabel yang diset dengan nilai kosong 
$nama = $email = $gender = $komentar = $website = "";

//mengambil data dari form dengan metode post

if ($_SERVER["REQUEST_METHOD"] == "POST") {
$nama = test_input($_POST["nama"]);
$email = test_input($_POST["email"]);
$website = test_input($_POST["website"]);
$komentar = test_input($_POST["komentar"]);
$gender = test_input($_POST["gender"]);
}

//membuat fungsi untuk validasi input form
function test_input($data) {
$data = trim($data);
$data = stripslashes($data);
$data = htmlspecialchars($data);
return $data;
}
?>

Contoh Validasi Form dengan PHP


<form method="post" action="<?php echo htmlspecialchars($_SERVER["PHP_SELF"]);?>">
Name: <input type="text" name="nama">
<br><br>
E-mail: <input type="text" name="email">
<br><br>
Website: <input type="text" name="website">
<br><br>
Comment: <textarea name="komentar" rows="5" cols="40"></textarea>
<br><br>
Gender:
<input type="radio" name="gender" value="perempuan">Perempuan
<input type="radio" name="gender" value="laki-laki">Laki-laki
<br><br>
<input type="submit" name="submit" value="Submit">
</form> 
<?php  
//menampilkan hasil dari inputan form
echo "<h2>Input yang anda masukkan:</h2>";
echo $nama;
echo "<br>";
echo $email;
echo "<br>";
echo $website;
echo "<br>";
echo $komentar;
echo "<br>";
echo $gender;
?>
</body>
</html>

Pada contoh terdapat beberapa proses validasi dasar untuk form yaitu:

  1. Penggunaan fungsi htmlspecialchars() pada form action untuk melindungi variabel global $_SERVER[“PHP_SELF”] dari html injection. Dengan demikian, parameter-parameter ilegal yang disisipkan pada URL akan diubah ke format karakter html. Misal <script> menjadi &lt;/script&gt;
  2. Penggunaan fungsi trim() untuk menghapus karakter yang tidak diperlukan seperti ekstra spasi, tab dan baris baru.
  3. Penggunaan fungsi stripslashes() untuk membuang tanda backslash (/) dari input yang dimasukkan oleh pengguna
  4. Penggunaan fungsi htmlspecialchars() untuk mengubah karakter-karakter khusus html seperti < menjadi &lt; dan > menjadi &gt;
Untuk mempermudah proses validasi terhadap beberapa input form maka fungsi-fungsi diatas dikumpulkan menjadi satu fungsi yang bisa dipanggil dengan satu perintah saja, jadi tidak perlu menulis satu per satu untuk masing-masing input.

Pada contoh dapat dilihat fungsi test_input($data) yang memproses variabel $data dengan tiga fungsi, yaitu trim(), stripslashes() dan htmlspecialchars(). Setelah itu hasil dari fungsi-fungsi tersebut dikembalikan lagi melalui perintah return.

Pada program diatas belum dibuat proses require form yaitu suatu syarat yang mewajibkan satu input form untuk diisi. Akibatnya meskipun form dalam keadaan kosong, script akan tetap dijalankan ketika tombol submit ditekan. Tentang cara membuat sistem reqiure form insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.


Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_form_validation.asp

Filed Under: PHP

Memilih Metode untuk Menangani Form pada PHP

6 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Sebelumnya telah ditulis tentang cara menangani action form dengan PHP. Dimana setiap data dari form yang dikirim ke server ditangani oleh parameter yang diset pada atribut ACTION pada form. Perlu diketahui bahwa selain atribut ACTION, pada form juga ada atribut METHOD. Atribut ini dipakai untuk menentukan metode pengiriman data dari pengguna ke server.

Ada dua metode yang disediakan yaitu GET dan POST.  Masing-masing metode ini menghasilkan array assosiatif dengan key name mengacu ke nama elemen form. Dua cara penanganan Action form juga bisa diterapkan pada metode GET maupun POST.

1. Metode GET

Adalah metode pengiriman data melalui URL. Metode GET menghasilkan variabel bertipe array yang bisa dipanggil dengan variabel global $_GET[“nama-elemen-form”]. Karena terlihat pada URL, maka metode GET tidak bersifat rahasia dan oleh karena itu tidak disarankan untuk mengirim data yang bersifat rahasia seperti password.

Saat form disubmit maka data dari form dikirim ke halaman action PHP melalui URL, misal: proses.php?nama=agus&alamat=jepara. Kelebihan dari metode GET adalah bisa disimpan ke dalam bookmark browser, karena memang berupa URL. Kekurangan metode GET selain tidak rahasia adalah adanya batasan jumlah informasi yang dapat dikirim yaitu 2000 karakter.

Contoh penggunaan metode GET yang kita jumpai sehari-hari adalah pada sistem pencarian di website search engine, misal www.google.com. Prinsip kerjanya adalah saat ditekan tombol CARI maka akan tampil hasil pencarian dengan URL yang diikuti dengan kata pencarian.

Contoh script untuk menangani form dengan metode GET

Script untuk membuat form masukan :

 <html>  
<body>
<form action="proses.php" method="get">
Kata Pencarian: <input type="text" name="cari"><br>
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Script untuk menangani data dari form masukan pada file proses.php :

 <html>  
<body>
Kata Pencarian Anda: <?php echo $_GET["cari"]; ?><br>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Saat tombol submit ditekan maka form akan mengirim data ke file proses.php dengan metode GET. Hal ini menyebabkan URL proses.php diikuti dengan variabel cari dengan value berupa kata pencarian yang dimasukkan pada input text.

Untuk lebih jelas bisa dilihat gambar berikut ini untuk masukan kata pencarian= burung

2. Metode POST

Adalah metode pengiriman data melalui protokol HTTP POST. Jadi data yang dikirim lebih aman karena tidak terlihat oleh pengguna. Metode POST adalah metode yang lebih banyak digunakan oleh developer. Metode POST juga menghasilkan variabel bertipe array seperti GET yang bisa dipanggil dengan variabel global $_POST[“nama-elemen-form”].

Saat form disubmit maka data dari form dikirim ke halaman action PHP melalui sistem request pada protokol HTTP POST. Karena data tidak ditampilkan maka cara ini dianggap lebih aman dibanding metode GET. Kelebihan metode POST yang lain adalah tidak ada batasan dalam pengiriman data. Metode POST juga mendukung fungsi canggih seperti dukungan untuk multi-bagian masukan biner saat mengupload file ke server.

Satu-satunya kelemahan dari metode POST adalah tidak mungkin melakukan bookmark halaman karena informasi tidak ditaruh pada URL seperti metode GET.

Contoh script untuk menangani form dengan metode GET

Script untuk membuat form masukan :

 <html>  
<body>
<form action="proses.php" method="post">
Kata Pencarian: <input type="text" name="cari"><br>
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Script untuk menangani data dari form masukan pada file proses.php :

 <html>  
<body>
Kata Pencarian Anda: <?php echo $_POST["cari"]; ?><br>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Saat tombol submit ditekan maka form akan mengirim data ke file proses.php dengan metode POST. Data dari form di kirim melalui jalur protokol HTTP POST. Sehingga URL tetap bersih tanpa diikuti variabel dibelakangnya.

Untuk lebih jelas bisa dilihat gambar berikut ini untuk masukan kata pencarian= burung

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_forms.asp

Filed Under: PHP

Menangani Action Form dengan PHP

5 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Pada tutorial HTML dasar telah ditulis tentang cara membuat form. Sekarang kita akan menangani form tersebut dengan PHP. Prinsipnya adalah data-data yang dimasukkan oleh pengguna melalui form akan dikirim ke server setelah pengguna menekan tombol SUBMIT. Oleh server data-data tersebut kemudian diolah pada halaman yang dituju yang diset pada parameter ACTION form. Metode pengiriman data dari halaman sumber ke halaman tujuan mengacu pada isi parameter METHOD form.

Ada dua cara dalam menetapkan halaman pemrosesan form, yaitu:

1. Diproses pada halaman yang sama

Jika script untuk memproses form berada pada halaman yang sama, maka parameter ACTION diisi dengan variabel global $_SERVER[‘PHP_SELF’] atau bisa juga dikosongkan saja. Sampai saat ini saya masih belum tahu perbedaan antara dua cara ini. Namun saya sendiri memilih cara yang kedua yaitu dikosongkan saja.

Contoh script PHP untuk menangani form pada halaman yang sama :

 <html>  
<body>
<?
if(isset($_POST["submit"]))
{
echo "Data yang anda masukkan adalah:<br/>";
echo "Nama = ".$_POST["name"]." <br/>";
echo "E-mail = ".$_POST["email"]." <br/>";
}
?>
<form action="" method="post">
Nama: <input type="text" name="name"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit" value="Enter" name="submit">
</form>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Pada form terdiri dari dua input text dan satu input submit. Baris ke-4 merupakan penanganan kondisi saat tombol submit ditekan ($_POST[“submit”]). Jika kondisi IF tercapai maka akan mengerjakan perintah pada baris ke-6 sampai ke-8. Saat form pertama kali diload, baris ke-6 sampai ke-8 tidak dijalankan karena kondisi IF tidak terpenuhi.

Data dari input text name dan email diambil dengan metode POST melalui variabel global $_POST[“name”] dan $_POST[“email”]. Data tersebut kemudian ditamppilkan dengan perintah echo pada baris ke-7 dan ke-8.

2. Diproses pada halaman berbeda

Penanganan ACTION yang kedua adalah diproses pada halaman lain. Cara ini dilakukan dengan mengisi parameter ACTION sesuai nama file letak script PHP.

Contoh script PHP untuk menangani form pada halaman yang berbeda :

Script untuk membuat form :

 <html>  
<body>
<form action="proses.php" method="post">
Nama: <input type="text" name="name"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit">
</form>
</body>
</html>

Script untuk menangani form pada file proses.php :

 <html>  
<body>
Selamat Datang <?php echo $_POST["name"]; ?><br>
Email anda: <?php echo $_POST["email"]; ?>
</body>
</html>

Penjelasan script :

Parameter ACTION pada form diisi dengan proses.php. Artinya script untuk menangani form berada pada halaman yang berbeda, yaitu proses.php. Metode yang digunakan adalah metode POST. Jadi saat tombol submit ditekan, form akan mengirimkan data dari input text name dan email kepada file proses.php dengan
metode POST.

Pada file proses.php terlihat bahwa data yang di-poskan oleh form diambil dengan variabel global $_POST[“name”] dan $_POST[“email”] dan ditampilkan dengan perintah echo.

Lihat index artikel ini

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_forms.asp

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com