Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Tutorial PHP OOP Part 10 : Membuat Autoloading Class

26 November 2014 By Eko Purnomo

membuat autoloading class


Autoloading class adalah sebuah cara untuk memanggil sebuah class pada file lain tanpa menggunakan fungsi include. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kita sebaiknya membuat class pada file tersendiri, yang selanjutnya ini kita sebut dengan modul.

Dengan membuat class pada file terpisah, kita tidak harus mengulang menulis sebuah class yang sama, namun cukup menyertakannya saja. Nah, autoloading class ini membuat cara menyertakan class menjadi lebih ringkas tanpa harus menuliskan perintah include.

Alasan lain adalah saat ini kebanyakan developer menulis dan menyimpan class sesuai dengan definisinya masing-masing. Masalah yang kemudian terjadi adalah banyaknya include yang harus ditulis diawal sebuah file, jika hanya satu atau dua file tidak apa, lha bagaimana jika file yang diinclude berjumlah puluhan, hal ini tentu menjadi akan sangat tidak efisien.

Membuat Autoloading Class

Kita bisa membuat autoloadng class dengan function __autoload(). Tanda __ adalah underscore (_) yang ditulis dua kali seperti pada function __construct(). Fungsi ini otomatis akan memanggil class saat kita akan menggunakannya, meskipun belum didefinisikan sebelumnya.

function __autoload($class_name) {
include $class_name . '.php';
}

Ada beberapa aturan yang memudahkan kita dalam menggunakan autoloading class, yaitu :

  1. Kita buat satu class satu file modul.
  2. Nama file modul harus sama dengan nama class, termasuk memperhatikan huruf besar dan kecilnya.
  3. File modul berada pada folder yang sama dengan file php. Jika berada pada folder lain harus sertakan path yang lengkap.
  4. fungsi __autoloading harus ada pada file php.

Contoh membuat autoloading class :

1. Buat class Rumus1 lalu simpan dengan nama Rumus2.php

 <?php  
class Rumus1 {
var $panjang;
var $lebar;

function luas() {
return $this->panjang * $this->lebar;
}

function __construct($x,$y) {
$this->panjang = $x;
$this->lebar = $y;
}
}
?>

2. Buat class Rumus2 lalu simpan dengan nama Rumus2.php

 <?php  
class Rumus2 {
var $diameter;

function luas() {
$r = $this->diameter /2;
return 3.14 * $r * $r;
}

function __construct($x) {
$this->diameter = $x;
}
}
?>

3. Buat file php yang menggunakan dua class tadi

 <?php  
function __autoload($class_name) {
include $class_name . '.php';
}

$rumus1 = new Rumus1(5,8);
$rumus2 = new Rumus2(8);

echo "Luas Rumus1 = ".$rumus1->luas()."<br/>";
echo "Luas Rumus2 = ".$rumus2->luas();
?>

4. Pastikan ketiga file berada pada folder yang sama.

5. Jalankan file, jika benar akan tampil seperti ini :

Luas Rumus1 = 40
Luas Rumus2 = 50.24

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.autoload.php

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 9 : Menaruh Class dalam Modul

26 November 2014 By Eko Purnomo

menaruh class dalam modul

Agar lebih efisien dalam pemrograman, kita bisa menaruh class didalam sebuah file tersendiri lalu meng-include file tersebut dalam setiap file PHP. Dengan demikian kita tidak perlu menulis ulang class dalam setiap file dan jika ada kesalahan atau modifikasi pada class, kita cukup merubah class dalam satu file tersebut.

Dalam pemrograman, teknik ini dinamakan teknik modularitas. Dimana file class yang dibuat terpisah dan bisa dipakai oleh beberapa file tadi disebut dengan modul. Kata modul mengadopsi istilah yang berarti bagian atau part dari sebuah alat atau perangkat. Langkah-langkah membuat modul dan proses include-nya sama dengan teknik include PHP dasar.

Berikut ini langkah-langkah menaruh class dalam modul :

1. Buat class dalam sebuah file lalu simpan dengan nama class.php

 <?php  
class Rumus {
var $panjang;
var $lebar;

function luas() {
return $this->panjang * $this->lebar;
}

function __construct($x,$y) {
$this->panjang = $x;
$this->lebar = $y;
}
}
?>

2. Buat file index.php pada folder yang sama, lalu include file class.php tadi dalam file index.php yang baru dibuat

 <?php  
include "class.php";

$rumus = new Rumus(5,8);
echo "Luas = ".$rumus->luas();
?>

3. Coba jalankan file index.php, jika benar akan tampil seperti ini :

Luas = 40

Selanjutnya dengan teknik modularitas ini kita bisa membuat auto loading class, yaitu memanggil file class secara otomatis saat membuat object dari sebuah class tanpa harus di- include file-nya. Untuk mempelajari fitur auto loading class lebih lanjut insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //blog.rosihanari.net/ebook-panduan-praktis-oop-di-php/
  • //www.w3schools.com/php/php_includes.asp

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 8 : Membuat Constructor dan Destructor

25 November 2014 By Eko Purnomo

membuat constructor dan destructor

Contructor adalah method didalam class yang digunakan untuk melakukan setting properti saat instantisasi object. Constructor membuat pemrograman menjadi lebih efisien karena proses instantisasi object dan setting properti dilakukan secara bersamaan. Constructor dipanggil setiap membuat object baru dari class.

Sedangkan Destructor adalah method didalam class yang digunakan untuk unset semua data yang mereferen terhadap object yang dibuat dari class. Namun tidak seperti Constructor, Destructor sangat jarang digunakan pada pemrograman PHP berorientasi object.

Membuat Constructor

Untuk membuat Constructor sebuah class kita menggunakan method __constructor(parameter) yang merupakan fungsi bawaan PHP. Tanda “__” merupakan tanda underscore (_) yang ditulis dua kali tanpa spasi. Kemudian nama-nama properti yang ingin disetting nilainya dengan nilai dari parameter ditaruh diantara dua kurung kurawal {} seperti saat membuat method.

Salah satu format sederhana membuat constructor didalam sebuah class

 <?php class namaClass {   
var $properti1;
var $properti2;
...dst

function __construct($parameter1,$parameter2,...dst) {
$this->properti1 = $parameter1;
$this->properti2 = $parameter2;
...dst
}
}
?>

Contoh membuat constructor untuk properti panjang dan lebar pada class Rumus

 class Rumus {   
var $panjang;
var $lebar;

//membuat constructor
function __construct($x,$y) {
$this->panjang = $x;
$this->lebar = $y;
}

//membuat method untuk menghitung luas
function luas() {
$hasil = $this->panjang * $this->lebar;
return $hasil;
}
}

Pada contoh diatas kita membuat constructor untuk class Rumus terhadap dua properti, yaitu panjang dan lebar. Pada function __construct dipakai dua variabel bantu $x dan $y untuk mengarahkan nilai dari constructor kedalam nilai properti panjang dan lebar

Membuat lebih dari satu Constructor

Pada sebuah class, kita bisa membuat banyak constructor. Constructor-constructor ini harus berbeda satu sama lain dan mempunyai parameter yang berbeda-beda.

Contoh membuat dua constructor dalam satu class

 class Rumus {   
var $panjang;
var $lebar;

//membuat constructor
function __construct($x,$y) {
$this->panjang = $x;
$this->lebar = $y;
}

//membuat constructor
function __construct($x) {
$this->panjang = $x;
}

//membuat method untuk menghitung luas
function luas() {
$hasil = $this->panjang * $this->lebar;
return $hasil;
}
}

Menggunakan Constructor

Constructor digunakan saat proses instantisasi object. Jadi kita harus menyertakan parameter constructor saat membuat object. Parameter constructor pada object ini harus sama dengan constructor yang dibuat pada class.

Contoh penggunaan constructor

 
//instantisasi object beserta constructor-nya
$rumus = new Rumus(5,8);

//menampilkan hasil dari method luas
echo "Luas = ".$rumus->luas();

Membuat dan Menggunakan Destructor

Destructor adalah kebalikan dari constructor. Jika pada constructor kita mengeset nilai dari sebuah properti, maka pada destructor kita menghapus nilai dari sebuah properti. Untuk membuat destructor kita menggunakan function __destruct() bawaan PHP.

Contoh membuat dan menggunakan destructor

 <?php  
class Rumus {
var $panjang;
var $lebar;

//membuat constructor
function __construct($x,$y) {
$this->panjang = $x;
$this->lebar = $y;
}

function __destruct() {
print "Menghapus Nilai Properti";
}
}

$obj = new Rumus(5,5);
unset($obj);
?>

Contoh diatas jika dijalankan akan menampilkan teks “Menghapus Nilai Properti”. Hal ini karena pada class terdapat sebuah destructor yang dijalankan.

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.decon.php
  • //blog.rosihanari.net/ebook-panduan-praktis-oop-di-php/

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 7 : Konstanta Pada Class

23 November 2014 By Eko Purnomo

konstanta-pada-class php oop

Konstanta adalah sebuah nilai tetap yang tidak berubah selama pemrograman. Kita bisa membuat konstanta pada class. Bentuk konstanta bukan seperti variabel yang diberi nilai dan tidak menggunakan tanda $ (dollar).

NIlai konstanta ini bersifat tetap/konstan, bukan variabel, properti, hasil perhitungan matematis atau nilai balikan fungsi. Nilai konstanta ini bisa berupa integer atau string. Contoh konstanta adalah nilai pi yang besarnya 22/7 atau sering dibulatkan menjadi 3.14.

Membuat Konstanta

Untuk membuat konstanta didalam class, kita menggunakan keyword “const” kemudian diikuti dengan nama konstanta, tanda samadengan (=) lalu nilai dari konstanta.

 class namaClass {  
const nama_konstanta = nilai_konstanta;
}

Menggunakan Konstanta

Cara menggunakan konstanta agak berbeda dengan cara menggunakan variabel/properti. Jika dalam menggunakan properti diluar class kita harus instantisasi object dan menggunakan tanda “->”, maka pada konstanta hal ini tidak berlaku.

Kita bisa menggunakan konstanta dengan beberapa cara berikut ini :

1. Cara langsung tanpa instantisasi obyek

Dengan cara ini kita bisa menggunakan konstanta tanpa harus membuat object dulu. Aturan penulisannya dengan menyebut nama class dan diikuti tanda dobel titik dua (::).

 class MyClass {  
const Konstanta = "Nilai Konstan";
}

echo MyClass::Konstanta;

2. Cara tidak langsung dengan instantisasi object

Untuk menggunakan konstanta dengan instantisasi object kita harus menggunakan bantuan method yang menampilkan konstanta. Method ini menggunakan keyword “self” untuk mengakses konstanta didalam class.

 class MyClass {  
const Konstanta = "Nilai Konstan";

function showConstant() {
return self::Konstanta;
}
}

$class = new MyClass();
echo $class->showConstant();

Pada contoh terlihat kita tidak bisa mengakses konstanta dengan cara seperti properti berikut ini:

$class = new MyClass();
echo $class->Konstanta;

Hal ini karena cara tersebut hanya berlaku untuk properti dan method. Jika dijalankan akan menghasilkan tampilan error seperti ini :

    Notice: Undefined property: MyClass::$Konstanta in /var/www/php/demo.php on line 10

Sebagai gantinya kita menggunakan method showConstant() yang membalikkan nilai dari konstanta. Baru kemudian kita menampilkan nilai tersebut dengan perintah echo.

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.constants.php

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 6 : Mengenal Class Turunan (Inheritance)

23 November 2014 By Eko Purnomo

Class turunan adalah sebuah class yang dibuat berdasarkan sebuah class utama (class parent). Dalam pemrograman PHP berorientasi obyek cara ini disebut pewarisan sebuah class atau dalam bahasa inggis disebut dengan inheritance. Class utama sering juga disebut class induk (parent class) dan class turunan disebut dengan class anak (child class).

Dengan pewarisan class ini, class turunan dapat menggunakan semua properti dan method yang ada dalam class utama selama diset public atau protected. Teknik pewarisan class membuat pemrograman menjadi lebih ringkas.

Contoh penggunaan class turunan ini pernah ditampilkan pada tulisan sebelumnya tentang penggunaan enkapsulasi protected, dimana setting protected berarti sebuah properti bisa digunakan pada class utama dan class turunan.

Membuat Class Turunan

Untuk membuat class turunan kita menggunakan perintah yang sama dengan saat membuat class namun dibelakangnya ditambahi dengan keyword “extends” dan diikuti dengan nama class utama lalu sepasang kurung kurawal {}.

class namaClassutama {
public $propertiClassutama;

public function methodClassutama() {
....
}
}

class namaClassturunan extends namaClassutama {
public function methodClassturunan() {
....
}

Kita bisa membuat lebih dari satu class turunan dari class utama, dalam hal ini memang belum ada batasan turunan dalam penggunaan class utama.

class namaClassutama {
public $propertiClassutama;

public function methodClassutama() {
....
}
}

class namaClassturunan1 extends namaClassutama {
public function methodClassturunan1() {
....
}

class namaClassturunan2 extends namaClassutama {
public function methodClassturunan2() {
....
}

Sebuah class turunan juga dapat menjadi class utama bagi class turunan lagi, begitu seterusnya.

class namaClassutama {
public $propertiClassutama;

public function methodClassutama() {
....
}
}

class namaClassturunan1 extends namaClassutama {
public function methodClassturunan1() {
....
}

class namaClassturunan2 extends namaClassturunan1 {
public function methodClassturunan2() {
....
}

Membuat Object dari Class Turunan

Kita juga bisa membuat obyek baru dari class turunan yang telah dibuat tadi sama dengan obyek dari class pada umumnya. Namun properti dan method yang ada pada class utama kita akses dengan object yang dibuat dari class turunan ini. Jadi tidak perlu membuat object dari dua class sekaligus.

//membuat object dari classTurunan
$namaObject = new namaClassturunan;

//mengakses properti pada classUtama
$namaObject->$propertiClassutama=value;

//mengakses method pada classUtama
echo $namaObject->$methodClassutama();

Contoh penggunaan Class turunan

 <?php  
class Induk {
var $panjang;
var $lebar;
function luas_persegi()
{
$hasil= $this->panjang * $this->lebar;
return $hasil;
}
}
class Anak extends Induk {
var $tinggi;
function volume_balok()
{
$hasil= $this->panjang * $this->lebar * $this->tinggi;
return $hasil;
}
}

//membuat object dari class Anak
$anak = new Anak;

//set nilai properti
$anak->panjang=8;
$anak->lebar=5;
$anak->tinggi=7;

//menampilkan hasil
echo "Ini hasil dari method class induk<br/>";
echo "Luas Persegi = ".$anak->luas_persegi()."<br/><br/>";
echo "Ini hasil dari method class anak<br/>";
echo "Volume Balok = ".$anak->volume_balok();
?>

Script diatas jika dijalankan akan menampilkan hasil berikut ini :

Ini hasil dari method class induk
Luas Persegi = 40

Ini hasil dari method class anak
Volume Balok = 280

Pada contoh terlihat bahwa object yang dibuat dari class Anak bisa mengakses properti panjang dan lebar dari class Induk. Selain itu object yang dibuat dari class Anak juga bisa mengakses method luas_persegi() yang ada pada class Induk.

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.inheritance.php
  • //blog.rosihanari.net/ebook-panduan-praktis-oop-di-php/
  • //www.duniailkom.com/tutorial-belajar-oop-php-pengertian-inheritance-pewarisan/

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 5 : Perbedaan dari Public, Private dan Protected

23 November 2014 By Eko Purnomo

perbedaan public private dan protected

Pada konsep dasar pemrograman PHP berorientasi obyek kita mengenal istilah atau fitur yang disebut dengan Enkapsulasi. Fitur ini berguna untuk menentukan hak akses bagi setiap properti dan method dalam class. Enkapsulasi atau bahasa inggrisnya disebut encapsulation sejatinya merupakan teknik pengemasan sebuah class.

Pada teknik enkapsulasi terdapat tiga jenis hak akses yaitu public, private dan protected. Public merupakan akses paling luas yang mengijinkan akses dari manapun meski dari luar class. Selanjutnya adalah Private, yaitu ijin akses hanya untuk didalam class dan yang terakhir adalah Protected yaitu ijin akses untuk dari dalam class dan class-class turunannya.

Note : Untuk mengetahui lebih lanjut tentang class turunan (Inheritance) insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Public Akses

Public akses merupakan akses terluas bagi properti dan method. Dengan akses ini kita bisa melakukan apapun dan dari manapun. Untuk membuat sebuah properti bersifat public kita cukup menuliskan keyword “var” pada properti atau keyword “function” pada method.

Namun demikian kita bisa juga menuliskan “public” sebagai pengganti “var” pada properti dan menuliskan “public” didepan keyword “function” pada sebuah method.

class Nama_Class {  

//membuat properti public dengan keyword "var"
var $nama_Properti1;

//membuat properti public dengan keyword "public"
public $nama_Properti2;

//membuat method public dengan keyword "function" saja
function nama_Method1() {
....
}

//membuat method public dengan keyword "public" dan "function"
public function nama_Method1() {
....
}
}

Private Akses

Private akses merupakan akses terbatas hanya didalam class saja. Artinya kita tidak bisa mengakses properti dan method dari luar class termasuk class turunan. Namun properti bersifat private masih bisa kita akses dari luar class dengan method yang bersifat public.

Untuk membuat sebuah properti dan method bersifat private, kita harus menambahkan keyword private didepannya.

class Nama_Class {  

//membuat properti private dengan keyword "private"
private $nama_Properti;

//membuat method private dengan keyword "private" dan "function"
private function nama_Method() {
....
}
}

Protected Akses

Protected akses mengijinkan sebuah properti dan method diakses dari dalam class dan class-class turunan dari class utama (parent class).

Untuk membuat sebuah properti dan method bersifat protected, kita harus menambahkan keyword protected didepannya.

class Nama_Class {  

//membuat properti protected dengan keyword "protected"
protected $nama_Properti;

//membuat method protected dengan keyword "protected" dan "function"
protected function nama_Method() {
....
}
}

Contoh perbedaan public, private dan protected dapat dilihat berikut ini :

1. Pertama kita buat class Rumus_Bangun_Datar sebagai class utama

<?php 
class Rumus_Bangun_Datar {
var $panjang;
public $lebar;
private $alas;
private $tinggi;
protected $diameter;

protected function luas_persegi()
{
$hasil= $this->panjang * $this->lebar;
return $hasil;
}

public function show_luas_persegi()
{
return $this->luas_persegi();
}

public function set_alas($x)
{
$this->alas = $x;
}

private function luas_segitiga()
{
$this->tinggi = 20;
$hasil= $this->alas * $this->tinggi / 2;
return $hasil;
}

public function show_luas_segitiga()
{
return $this->luas_segitiga();
}

public function luas_lingkaran($x)
{
$this->diameter = $x;
$r = $this->diameter /2;
$hasil= 3.14 * $r * $r;
return $hasil;
}
}
?>

Pada class diatas terdapat 5 buah properti dengan akses yang berbeda, yaitu :

  • $panjang = public
  • $lebar = public
  • $alas = private
  • $tinggi = private
  • $diameter = protected

Dan juga terdapat 4 buah method dengan akses yang berbeda pula :

  • luas_persegi = protected
  • show_luas_persegi = public
  • set_alas = public
  • luas_segitiga = private
  • show_luas_segitiga = public
  • luas_lingkaran = public

2. Selanjutnya kita buat object dan menguji masing-masing properti dan method yang ada didalam class Rumus_Bangun_Datar

<?php 
//Membuat Object dari class Rumus_Bangun_Datar

$Rumus_BD = new Rumus_Bangun_Datar;

//MENGHITUNG LUAS PERSEGI
//Mengeset properti panjang dan lebar yang bersifat public

$Rumus_BD->panjang = 7;
$Rumus_BD->lebar = 8;

//Method luas_persegi bersifat protected
//Maka untuk menampilkan hasil method luas_persegi tidak bisa dari luas class
//jadi kita gunakan method show_luas_persegi untuk menampilkan hasilnya

echo "Luas Persegi = ".$Rumus_BD->show_luas_persegi()."<br/>";

//MENGHITUNG LUAS SEGITIGA

//Mengeset properti alas yang bersifat private tidak bisa dari luas class
//Jadi kita gunakan method set_alas untuk mengeset properti alas

$Rumus_BD->set_alas(5);

//Untuk properti tinggi juga bersifat private namun sudah diset dari dalam class
//Menampilkan hasil method luas_segitiga tidak bisa dari luas class
//jadi kita gunakan method show_luas_segitiga untuk menampilkan hasilnya

echo "Luas Segitiga = ".$Rumus_BD->show_luas_segitiga()."<br/>";

//MENGHITUNG LUAS LINGKARAN

//Kita tidak bisa mengeset properti diameter dari luar karena bersifat protected
//Untuk itu kita mengesetnya secara langsung pada method luas_lingkaran
//Menampilkan hasil dari method luas_lingkaran

echo "Luas Lingkaran = ".$Rumus_BD->luas_lingkaran(10);

?>

3. Jika program diatas dijalankan akan menghasilkan tampilan berikut ini :

Luas Persegi = 56
Luas Segitiga = 50
Luas Lingkaran = 78.5

4. Lalu kita buat class Rumus_Bangun_Ruang yang merupakan turunan dari class bangun datar

<?php
class Rumus_Bangun_Ruang extends Rumus_Bangun_Datar{
private $tinggi;

private function volume_balok()
{
$this->tinggi = 5;
$hasil = $this->panjang * $this->lebar * $this->tinggi;
return $hasil;
}

public function show_volume_balok()
{
return $this->volume_balok();
}

public function volume_bola($x)
{
$this->diameter = $x;
$r = $this->diameter /2;
$hasil = 4 * 3.14 * $r * $r / 3;
return $hasil;
}
}
?>

Pada class diatas terdapat 1 buah properti dengan akses yang private, yaitu $tinggi.

Dan juga terdapat 3 buah method dengan akses yang berbeda :

  • volume_balok = private
  • show_volume_balok = public
  • volume_bola = public

5. Kemudian kita buat object dan menguji masing-masing properti dan method yang ada didalam class Rumus_Bangun_Ruang

</php 
//Membuat Object dari class Rumus_Bangun_Ruang

$Rumus_BR = new Rumus_Bangun_Ruang;

//MENGHITUNG VOLUME BALOK
//Mengeset properti panjang dan lebar memanfaatkan properti dari class Rumus_Bangun_Datar

$Rumus_BR->panjang = 7;
$Rumus_BR->lebar = 8;

//Method volume_balok bersifat private jadi tidak bisa siakses dari luar class
//Menampilkan hasil volume balok dengan method show_volume_balok

echo "Volume Balok = ".$Rumus_BR->show_volume_balok()."<br/>";

//MENGHITUNG VOLUME BOLE

//Kita tidak bisa mengeset properti diameter dari luar karena bersifat protected
//Untuk itu kita mengesetnya secara langsung pada method volume bola
//Menampilkan hasil dari method volume_bola

echo "Volume Bola = ".$Rumus_BR->volume_bola(10)."<br/>";

?>

6. Jika keseluruhan program diatas dijalankan akan menghasilkan tampilan berikut ini :

Luas Persegi = 56
Luas Segitiga = 50
Luas Lingkaran = 78.5
Volume Balok = 280
Volume Bola = 104.66666666667

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.php
  • //blog.rosihanari.net/ebook-panduan-praktis-oop-di-php/

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com