Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Tutorial PHP OOP Part 4 : Membuat dan Menjalankan Method

22 November 2014 By Eko Purnomo

Membuat dan Menjalankan Method

Method adalah sebuah function yang ditaruh pada class. Method ini merupakan perilaku atau tindakan yang bisa dilakukan terharap class. Jika properti merupakan unsur atau elemen sebuah object maka method lebih kepada bagaimana apa yang bisa dilakukan obyek dan apa yang bisa kita lakukan terhadap obyek seperti memerintah dan mengambil data dari obyek.

Karena berupa function maka semua karakteristik function pada PHP juga berlaku pada method. Seperti contohnya function bisa mengembalikan nilai maka method juga bisa. Jika sebuah class tidak wajib memiliki method.

Membuat Method

Untuk membuat method kita menggunakan perintah yang sama dengan membuat function, yaitu dengan keyword function diikuti dengan nama method dengan sepasang kurung () untuk menempatkan variabel kemudian isi dari method ditarus diantara dua kurung kurawal {}.

 class Nama_Class {  

function nama_method () {
....// isi method
}
}

Dengan cara diatas, secara otomatis kita membuat method dengan akses public. Cara ini sama dengan cara berikut :

 class Nama_Class {  

public function nama_method () {
....// isi method
}
}

Lalu bagaimana jika akan membuat hak akses method seperti saat membuat properti yaitu yang hanya bisa diakses didalam class atau didalam class dan turunannya? Solusinya sama, yaitu kita bisa menggunakan teknik enkapsulasi dengan atribut private atau protected seberti cara berikut :

 class Nama_Class {  

public function nama_method1 () {
....// isi method
}

private function nama_method2 () {
....// isi method
}

protected function nama_method3 () {
....// isi method
}
}

Pada contoh diatas, $nama_method2 dibuat private sehingga hanya bisa diakses dari dalam class saja. Sedangkan $nama_method3 dibuat protected artinya bisa diakses dari dalam class dan turunannya saja. Pengertian diakses disini adalah bisa diperintah atau dipanggil untuk menjalankan suatu rangkaian tugas tertentu yang tertulis dalam function.

Mengenai teknik Enkapsulasi insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya yang akan membahas lebih detail tentang perbedaan public, private dan protected.

Menjalankan Method

Menjalankan method artinya memanggil function dari dalam class, jadi mirip dengan saat kita memanggil function pada pemrograman PHP prosedural. Bedanya adalah pada pemrograman berorientasi obyek kita memanggil method harus dengan perantaraan object dulu. Pada tulisan sebelumnya tentang membuat dan mengakses properti sudah sekilas terlihat bagaimana menjalankan sebuah method.
Untuk memanggil method diawali dengan nama object lalu tanda “->” kemudian nama method. Sebuah method bisa menjadi setter (pengeset) dan getter (pengambil). Tanda kurung () yang menyertai nama method merupakan tempat untuk menempatkan paramater argumen.

Kita bisa menambahkan satu atau beberapa variabel pada argumen. Masing-masing variabel pada argumen dipisahkan dengan tanda koma. Argumen bisa juga bersifat konstan dan sering disebut dengan default parameter. Artinya jika tidak diset, maka konstanta ini menjadi nilai default bagi method tersebut.

  <?php     
class Mobil {
private $harga;
public function set_harga($value) {
$this->harga = $value;
}
public function baca_harga() {
return $this->harga;
}
}
//membuat object
$mobil = new Mobil();

//memanggil method set_harga untuk menyetting properti harga
$mobil->set_harga("100.000.000");

//mengambil data dari method baca_harga untuk membaca dan menampilkan properti harga
echo "Harga = ".$mobil->baca_harga();
?>

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.php
  • //www.killerphp.com/tutorials/object-oriented-php/php-objects-page-1.php

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 3 : Membuat dan Mengakses Properti

22 November 2014 By Eko Purnomo

membuat dan mengakses properti

Properti merupakan sebuah kondisi yang menyertai sebuah object. Misalnya kita membuat object berupa mobil, maka properti adalah informasi atau parameter yang menyertai mobil tersebut seperti merk, tahun pembuatan, kapasitas mesin, bahan bakar dan lan-lain.

Properti berupa variabel yang dibuat didalam class dan nantinya menjadi akses untuk program dalam menentukan dan mengambil nilai properti sebuah object. Seluruh hal yang berlaku pada variabel PHP seperti tipe data dan operator, berlaku juga untuk properti.

Membuat Properti

Properti harus dibuat didalam class., tidak bisa dibuat diluar class. Untuk membuat properti secara sederhana kita menggunakan perintah var diikuti dengan nama variabel dengan tanda $ (dollar). Meskipun sebuah variabel ditulis didalam class namun tidak diawali dengan var, maka ia tidak dianggap sebagai properti, melainkan hanya dianggap sebagai variabel biasa.

 <?php  
class Nama_class {

var $nama_properti;
}
?>

Dengan cara diatas, secara otomatis kita membuat properti dengan akses public. Cara ini sama dengan cara berikut :

 <?php  
class Nama_class {

public $nama_properti;
}
?>

Lalu bagaimana jika akan membuat properti yang hanya bisa diakses didalam class atau didalam class dan turunannya? Solusinya kita bisa menggunakan teknik enkapsulasi dengan atribut private atau protected seberti cara berikut :

 <?php  
class Nama_class {

public $nama_properti1;
private $nama_properti2;
protected $nama_properti3;
}
?>

Pada contoh diatas, $nama_properti2 dibuat private sehingga hanya bisa diakses dari dalam class saja. Sedangkan $nama_properti3 dibuat protected artinya bisa diakses dari dalam class dan turunannya saja. Pengertian diakses disini adalah bisa disetting nilainya atau juga bisa diambil nilainya.

Mengenai detail Enkapsulasi insyaAllah akan ditulis pada artikel tersendiri.

Menyetting Nilai Sebuah Properti

Menyetting properti bisa dilakukan dari dalam dan dari luar class tergantung hak aksesnya, apakah public, private atau protected.

Untuk menyetting properti dari dalam class dan turunannya, kita harus menggunakan function. Kemudian didalam function tersebut menggunakan variabel $this diikuti dengan tanda “->” lalu nama properti kemudian tanda “=” (sama dengan) baru kemudian nilai atau data yang akan diset pada properti tersebut.

 <?php  
class Mobil {

public $merk;
private $harga;

public function set_nilai() {
$this->merk = "Toyota";
$this->harga = "100.000.000";
}
}
?>

Note : variabel $this merupakan variabel bawaan PHP (built-in) yang digunakan untuk mengakses properti dan method dari dalam class.

Untuk menyetting nilai properti dari luar class (hanya untuk properti bertipe public), kita memanggil nama object dulu diikuti dengan tanda “->” lalu nama properti kemudian tanda “=” (sama dengan) baru kemudian nilai atau data yang akan diset pada properti tersebut.

 <?php  
class Mobil {

public $merk;
}

$mobil = new Mobil();
$mobil->merk = "Toyota";
?>

Untuk menyetting properti bertipe private dari luar class, kita harus menggunakan bantuan sebuah method yang menyetting nilai properti didalam class, seperti cara berikut ini :

  <?php   
class Mobil {

private $harga;

public function set_harga($value) {
$this->harga = $value;
}
}

$mobil = new Mobil();
$mobil->set_harga("100.000.000");
?>

Membaca Nilai Sebuah Properti

Sama seperti saat menyetting, untuk membaca nilai sebuah properti kita juga memperhatikan hak aksesnya.

Untuk membaca nilai properti dari dalam class kita harus menggunakan function. Kemudian kita gunakan variabel $this dan tanda “->” sama seperti saat menyetting.

 <?php  
class Mobil {

public $merk;
private $harga;

public function tampil() {

//menyetting nilai properti
$this->merk = "Toyota";
$this->harga = "100.000.000";

//mengambil nilai properti
echo "Merk = ".$this->merk."<br/>";
echo "Harga = ".$this->harga;
}

}
?>

Untuk membaca nilai properti bertipe public dari luar class kita menggunakan nama object dengan tanda tanda “->” sama seperti saat menyetting.

  <?php   
class Mobil {
public $merk;
}
//membuat object
$mobil = new Mobil();
//menyetting nilai properti
$mobil->merk = "Toyota";
//membaca dan menampilkan nilai properti
echo "Merk = ".$mobil->merk;
?>

Untuk membaca nilai properti bertipe private dari luar class kita juga harus menggunakan bantuan method, seperti pada contoh berikut ini :

  <?php   
class Mobil {

private $harga;

public function set_harga($value) {
$this->harga = $value;
}

public function baca_harga() {
return $this->harga;
}
}

//membuat object
$mobil = new Mobil();

//menyetting properti harga
$mobil->set_harga("100.000.000");

//membaca dan menampilkan properti harga
echo "Harga = ".$mobil->baca_harga();
?>

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.php
  • //www.killerphp.com/tutorials/object-oriented-php/php-objects-page-1.php

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 2 : Membuat Object Dari Class

22 November 2014 By Eko Purnomo

membuat object pada php oop

Object adalah sebuah variabel khusus yang dibuat berdasarkan class. Secara mudahnya object merupakan bentuk nyata sebuah class. Jika pada class dibuat beberapa properti dan method, maka dengan object, properti dan method tersebut bisa disetting dan dipanggil melalui program.

Jadi jika class adalah blueprint-nya maka object adalah realisasi bendanya. Class belum menjadi sebuah obyek sebelum dibuat object-nya. Proses mencetak class menjadi object disebit dengan instantitation (instansiasi).

Membuat Object

Sebuah object hanya bisa dibuat berdasarkan class. Karena berupa variabel, maka untuk membuat object kita menggunakan tanda $ (dollar) diikuti dengan nama object. Setelah nama object kemudian diikuti dengan operator = (sama dengan) kemudian keyword “new”, spasi dan nama class.

Script untuk membuat object harus berada dalam kesatuan file PHP dengan class. Jika class berada diluar file, maka class harus di-include ke dalam file PHP yaitu menggunakan apa yang disebut teknik modularitas.

 <?php  
class Nama_Class {
....
}

//membuat object
$nama_object = new Nama_Class;

atau

$nama_object = new Nama_Class();
?>

Menentukan nama object

Nama object sebaiknya sama dengan nama class. Jika ingin membuat beberapa object dari class bisa dibuat indek dari nama class. Misalnya ada class bernama “Guru” maka kita membuat object dengan nama “Guru” atau “guru”. Kemudian jika ada beberapa object guru kita bisa membuat indek seperti “Guru1”, “Guru2” atau “guru1”, “guru2”.

 <?php  
class Guru {
....
}

$guru = new Guru;
$guru1 = new Guru;
$guru2 = new Guru;
?>

Note :Setelah dibuat, object belum bisa melakukan apa-apa sebelum kita lakukan perintah program terhadap properti dan method sesuai dengan yang telah dibuat pada class.

Mengeset properti pada object

Mengeset properti adalah menentukan nilai sebuah properti. Untuk mengeset properti pada object kita menggunakan perintah nama object diikuti dengan tanda “->” lalu nama properti kemudian operator “=” dan nilai properti.

 <?php  
class Guru {
var $nama;
}
$guru = new Guru;
$guru->nama="Sabrina";
?>

Menggunakan properti pada object

Dan untuk menggunakan properti kita memanggilnya dengan perintah yang sama dengan saat mengeset properti pada object, hanya saja kali ini properti diambil nilainya.

 <?php  
class Guru {
var $nama;
}
$guru = new Guru;
$guru->nama="Sabrina";

echo $guru->nama;
?>

Memanggil method pada class dengan object

Untuk memanggil method pada class kita menggunakan perintah nama object diikuti dengan tanda “->” lalu nama class lengkap dengan tanda “().

 <?php  
class Guru {
var $nama;

public function tampil_nama() {
return "Nama guru = ".$this->nama;
}
}
$guru = new Guru;
$guru->nama="Sabrina";

echo $guru->tampil_nama();
?>

Membuat dan mengakses banyak object dari satu class

Seperti ditulis diatas bahwa kita bisa membuat lebih dari satu object berdasarkan sebuah class. Setiap object nantinya akan terpisah namun tetap memiliki properti dan method yang ada pada class. Masing-masing properti dan method pada object ini terpisah dan tidak saling tumpang-tindih (overwrite)

 <?php  
class Guru {
var $nama;

public function tampil_guru() {
return "Nama Guru = ".$this->nama;
}
}

$guru1 = new Guru;
$guru2 = new Guru;
$guru3 = new Guru;

$guru1->nama="Agus";
$guru2->nama="Budi";
$guru3->nama="Candra";

echo $guru1->tampil_guru()."<br/>";
echo $guru2->tampil_guru()."<br/>";
echo $guru3->tampil_guru()."<br/>";
?>

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.php
  • //www.killerphp.com/tutorials/object-oriented-php/php-objects-page-1.php

Filed Under: PHP

Tutorial PHP OOP Part 1 : Membuat Class

21 November 2014 By Eko Purnomo

membuat class pada php oop

Class adalah sekumpulan variabel dan function yang mempunyai kesamaan sifat dan tujuan. Variabel didalam class disebut properti dan function disebut method. Dapat digambarkan disini bahwa tujuan membuat class adalah untuk membuat obyek dengan properti dan method. Dengan kata lain, sebuah class adalah blueprint dari sebuah obyek. Class dan Object adalah hal paling dasar dalam konsep pemrograman berorientasi obyek.

Membuat Class

Untuk membuat class kita menggunakan keyword “class” diikuti dengan nama class lalu isi class ditaruh diantara sepasang kurung kurawal. Ini mirip dengan membuat function pada PHP, bedanya keyword function dalam hal ini diganti dengan class. Karena class termasuk dalam pemrograman PHP, maka script untuk membuat class harus berada dalam lingkup tag PHP seperti <?php…?>

 <?php  
class nama_class {
....
}
?>

Menentukan Nama Class

Nama class sebaiknya spesifik dan sesuai dengan isi class nantinya. Hal ini mengacu pada tujuan class dibuat, yaitu untuk memudahkan pengelompokan masalah pada program dengan fokus pada pemrograman berorientasi obyek. Sebagai contoh saat kita membuat aplikasi tentang sistem kendali data pada sekolah kita membuat beberapa class dengan nama guru, murid, kurikulum, ekskul dan sebagainya.

 <?php  
class Guru {
....
}

class Murid {
....
}

class Kurikulum {
....
}

//dan class-class yang lainnya
?>

Membuat Properti pada Class

Selanjutnya class “guru” kita isi dengan properti berupa variabel nama guru, NIK, alamat dan jabatan. Lalu class “murid” kita isi dengan nama siswa, NIS, kelas dan alamat. Demikian begitu selanjutnya kita buat properti untuk masing-masing class lainnya. Selain variabel, kita juga bisa menempatkan konstanta pada class. Konstanta pada class ini juga termasuk properti namun bernilai tetap.

 <?php  
class Guru {
var $nama_guru;
var $NIK;
var $jabatan;
var $alamat;
}

class Murid {
var $nama_siswa;
var $NIS;
var $kelas;
var $alamat;
}

//dan buat properti untuk class-class yang lainnya
?>

Untuk membahas lebih dalam tentang Properti pada class, insyaAllah akan ditulis pada artikel tersendiri.

Membuat Method pada Class

Selain properti, kita juga bisa membuat method pada masing masing class, seperti pada class guru kita buat function tambah_guru, hapus_guru dan edit_guru. Lalu pada class murid juga sama, kita buat function tambah murid, hapus_murid dan edit_murid. Begitu seterusnya sama untuk class-class yang lain.

 <?php  
class Guru {
var $nama_guru;
var $NIK;
var $jabatan;
var $alamat;

public function tampil_guru {
...
}

public function tambah_guru {
...
}

public function hapus_guru {
...
}

public function edit_guru {
...
}
}
class Murid {
var $nama_siswa;
var $NIS;
var $kelas;
var $alamat;

public function tampil_siswa {
...
}

public function tambah_siswa {
...
}

public function hapus_siswa {
...
}

public function edit_siswa {
...
}
}
dan buat method untuk class-class yang lainnya
?>

Untuk membahas lebih dalam tentang Method pada class, insyaAllah akan ditulis pada artikel tersendiri.

Referensi :

  • //php.net/manual/en/language.oop5.php
  • //www.killerphp.com/tutorials/object-oriented-php/php-objects-page-1.php

Filed Under: PHP

Konsep Dasar Pemrograman PHP Berorientasi Obyek

20 November 2014 By Eko Purnomo

konsep dasar php oop

Dalam tulisan sebelumnya tentang pemrograman berorientasi obyek kita mengenal beberapa istilah baru seperti Class, Object, Properties dan Method. Selain itu, dalam pemrograman berorientasi obyek kita juga mengenal fitur seperti Encapsulation, Inheritance dan Polymorphism. Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat tentang beberapa konsep pemrograman PHP berorientasi obyek tersebut.

Berikut ini beberapa konsep dasar pemrograman PHP berorientasi obyek :

1. Class

Adalah kumpulan fungsi dan data yang sejenis dan sebaiknya dibuat untuk tujuan yang sama. Sebagai contoh sebuah Class bernama Rumus berisi kumpulan fungsi rumus-rumus dan digunakan untuk tujuan menyelesaikan masalah dengan rumus yang ada dalam Class tersebut.

Class dan Obyek adalah hal paling dasar dalam konsep pemrograman berorientasi obyek. Pembuatan Class bertujuan mempermudah programmer dalam menangani sebuah masalah atau kasus dengan program. Dengan Class diharapkan proses pemetaan masalah ke sebuah program jadi lebih sederhana.

Contoh Class bernama Rumus

 class Rumus{  
public function hitung_luas($panjang,$lebar)
{
$luas=$panjang*$lebar;
return $luas;
}
}

2. Object

Adalah sebuah variabel khusus yang dibuat menggunakan Class. Dengan Object kita diharapkan memandang sesuatu didalam program sebagai obyek, seperti rumus hitung luas diatas dipandang sebagai sebuah Oject berupa alat untuk mencari luas seperti kalkulator.

Sebuah Object harus dibuat dari Class, dan untuk membuat Object kita menggunakan perintah “new”. Saat dibuat, Object hanya didefinisikan saja, dan untuk dapat melakukan sesuatu kita harus menyuruh Object tersebut bekerja dengan cara memanggilnya dalam sebuah program.

Contoh membuat dan menggunaan Object dari Class Rumus diatas

 $rumus1 = new Rumus; // atau boleh juga ditulis $rumus1 = new Rumus(); 

echo $rumus1->hitung_luas(50,30);

3. Properties

Adalah kondisi yang menyertai suatu Object. Sebagai contoh, Properties pada mobil dapat digambarkan seperti warna, jumlah roda, kapasitas mesin, bahan bakar, harga dan merknya. Nilai properties ini digunakan untuk menyetting properties sebuah Object. Properties berupa variabel dengan tipe sesuai dengan properties dari Object.

Contoh pembuatan Properties pada Class Rumus

 class Rumus {  
var $panjang;
var $lebar;
}

4. Method

Adalah fungsi yang ditaruh pada Class. Definisi Method secara sederhana digambarkan sebagai perilaku atau behaviour dari sebuah Class. Sebagai contoh pada class Rumus diatas kita sudah membuat Method dengan nama hitung_luas yang merupakan fungsi untuk mengitung luas dengan cara mengalikan properti panjang dengan lebar.

Contoh pembuatan dan penggunaan Method pada Class Rumus

class Rumus {
var $panjang;
var $lebar;

public function hitung_luas()
{
$hasil= $this->panjang * $this->lebar;
return $hasil;
}
}

$rumus1 = new Rumus;

$rumus1->panjang=10;
$rumus1->lebar=3;

echo $rumus1->hitung_luas();

5. Encapsulation

Adalah konsep aksesibilitas dari Properties dan Method pada Class. Dalam hal ini ada tiga mode akses yang disediakan yaitu Public, Private dan Protected. Akses paling luas adalah Public, yaitu mengijinkan akses meskipun dari luar Class. Selanjutnya adalah Private, yaitu ijin akses didalam Class dan yang terakhir adalah Protected yaitu ijin akses dari dalam Class dan turunannya.

Contoh penerapan Encapsulation pada Class

 <?  
class Rumus {
public $panjang;
public $lebar;
private $alas;
private $tinggi;
protected $diameter;
public function luas_persegi_panjang()
{
$hasil= $this->panjang * $this->lebar;
return $hasil;
}
public function luas_segitiga()
{
$this->alas = 10;
$this->tinggi = 30;
$hasil= $this->alas * $this->tinggi / 2;
return $hasil;
}
}
$rumus1 = new Rumus;
$rumus1->panjang=10;
$rumus1->lebar=3;
echo $rumus1->luas_persegi_panjang();
echo $rumus1->luas_segitiga();
?>

Pada contoh diatas menunjukkan akses properti panjang dan lebar dibuat public, properti alas dan tinggi dibuat private dan diameter dibuat peotected. Dengan demikian, properti alas dan tinggi hanya bisa diakses didalam class seperti pada public function luas_segitiga.

Kemudian pada program tampak bahwa properti panjang dan lebar dapat diakses dari luar class. Untuk properti diameter terlihat didefinisikan protected, jadi properti ini bersifat peivat namun bisa diakses pada class turunan dari Rumus.

6. Inheritance

Adalah sistem pewarisan sebuah class, artinya sebuah class dapat digunakan oleh class yang lain yang disebut dengan class turunan. Dengan fitur Inheritance, pemrograman PHP berorientasi obyek menjadi lebih simpel dan kode-kodenya bisa dipakai ulang (re-use code).

Contoh pewarisan class Rumus kepada class Rumus_Lingkaran

 class Rumus {  
....
}
class Rumus_Lingkaran extends Rumus {
....
}

Dengan pewarisan ini maka semua properti dan method pada class Rumus dapat digunakan oleh class Rumus_Lingkaran selama disetting akses public atau protected.

7. Polymorphism

Adalah istilah untuk perubahan dalam banyak bentuk (poly=banyak, morph=bentuk). Istilah ini dipakai untuk menggmbarkan perilaku sebuah properti atau method yang bisa berubah-ubah tergantung dari bagaimana dipanggilnya, lalu siapa dan dimana yang memanggilnya.

Fitur polymorphism secara awam dapat digambarkan dengan perintah “gerak cepat” pada dua binatang berbeda misalnya burung dan singa. Burung akan mengepakkan sayapnya dan terbang lebih cepat sementara Singa akan menggerakkan kakinya lebih cepat walaupun mereka menerima perintah yang sama.

Dalam pemrograman PHP berorientasi obyek, polymorphism dapat digambarkan pada saat menggunakan abstract class dan abstract function pada class utama, kemudian menentukan nilainya pada masing-masing class turunannya

Contoh penggunaan polymorphism pada OOP

 <?  
abstract class Binatang {
abstract public function gerak_cepat();
}
class Burung extends Binatang {
public function gerak_cepat() {
return "Burung mengepakkan sayapnya lebih cepat";
}
}
class Singa extends Binatang {
public function gerak_cepat() {
return "Singa menggerakkan kakinya lebih cepat";
}
}
$burung = new Burung;
$singa = new Singa;
function perintah_gerak_cepat($obyek) {
return $obyek->gerak_cepat();
}
echo perintah_gerak_cepat($burung);
echo "<br/>";
echo perintah_gerak_cepat($singa);
?>

Referensi :

  • //id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek
  • Dan banyak situs lain yang mengupas tentang detail dari pemrograman php berorientasi obyek

Filed Under: PHP

Pemrograman PHP Berorientasi Obyek (OOP)

19 November 2014 By Eko Purnomo

mengenal php oop

Pemrograman PHP berorientasi obyek atau yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP) adalah sebuah konsep pemrograman yang berbasis obyek sebagai sasaran program. Berbeda dengan konsep Procedural Programming (POP) seperti sebelumnya, konsep pemrograman berorientasi obyek lebih luas dalam menangani setiap aspek saat pemrograman.

Konsep OOP dasar terdiri dari Class dan Object. Class adalah pengelompokan fungsi-fungsi dan data seperti membuat Object, menentukan nilai state yang disebut Properties dan implementasi perilaku yang disebut Method. Sebuah class adalah dasar dari sistem modularitas dan merupakan struktur utama dalam konsep pemrograman berorientasi obyek.

Sedangkan Object adalah sebuah variabel yang dibuat dari class, misalnya pada class didefinisikan sebuah function cek_angka, maka pada program dapat dibuat obyek bernama cek_angka. Dan untuk menggunakannya kita cukup memanggil obyek tersebut dengan perintah $nama_obyek=>cek_angka().

Contoh perbedaan dalam penggunaan konsep pemrograman prosedural (POP) dan pemrograman berorientasi obyek (OOP).

1. Contoh script hitung luas persegi panjang menggunakan cara POP

<?  
//membuat fungsi
function hitung_luas($panjang,$lebar)
{
$luas=$panjang*$lebar;
return $luas;
}

//menggunakan fungsi
$LUAS=hitung_luas(50,30);

//menampilkan hasil dari fungsi
echo $LUAS;
?>

2. Contoh script hitung luas persegi panjang menggunakan cara OOP

 <?  
//membuat class
class Rumus{
public function hitung_luas($panjang,$lebar)
{
$luas=$panjang*$lebar;
return $luas;
}
}

//membuat obyek
$obj = new Rumus;

//menampilkan hasil dari obyek hitung_luas
echo $obj->hitung_luas(50,30);
?>

Dan berikut ini sekilas perbandingan antara pemrograman prosedural dan pemrograman berorientasi obyek.

Pemrograman Prosedural Pemrograman Berorientasi Obyek
Memecah program dalam fungsi dan data Menggabungkan fungsi dan data dalam program
Memiliki ciri Sequence (berurutan), Selection (pemilihan) dan Repetition (perulangan)   Memiliki ciri Encapsulation (pengemasan), Inheritance (penurunan sifat) dan Polymorphism (perbedaan bentuk dan perilaku)
Struktur program rumit karena berupa urutan proses dan fungsi-fungsi  Struktur program ringkas, cukup dengan membuat obyek dan class lalu bekerja berdasarkan object dan class tersebut.
Re-use kode program kurang Kode program terutama class sangat re-usable
Tidak cocok untuk pemrograman berskala besar, salah satunya karena kurang sulitnya mengkoordinasi temwork Sangat cocok untuk pemrograman berskala besar salah satunya karena mudah dalam pembagian teamwork
Mudah diawal, namun kompleks diproses selanjutnya Sulit diawal (karena harus membuat class) namun selanjutnya akan terasa mudah dan cepat
Eksekusi lebih lambat karena setiap perintah dikerjakan berurutan Eksekusi lebih cepat karena dieksekusi bersamaan, program hanya mengatur obyek, properties dan method-nya saa

Dengan beberapa kelebihan tersebut diatas, maka sudah saatnya kita beralih ke konsep pemrograman berorientasi obyek (OOP). Terlebih lagi beberapa aplikasi seperti Framework yang ada sekarang kebanyakan sudah menggunakan konsep OOP.

Note : Framework adalah sebuah kerangka aplikasi PHP yang memudahkan kita dalam membangun sebuah aplikasi berbasis website tanpa harus mulai membuat kode dari awal.

Referensi :

  • //id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • 49
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com