Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Mengenal Tipe Data Pada Database MySQL

14 November 2014 By Eko Purnomo

tipe data mysql

Database MySQL menyediakan banyak tipe data untuk digunakan pada saat membuat tabel pada database. Tipe data tersebut berkaitan dengan data yang akan kita simpan didalam tabel pada database. Secara garis besar, tipe data yang sering dipakai adalah tipe angka (INTEGER), teks (VARCHAR, TEXT) dan waktu (DATE, DATETIME, TIMESTAMP).

Menentukan tipe data yang tepat nantinya akan memudahkan dalam pengaturan tabel, seperti penggunaan tipe data DATE akan otomatis membuat format standar DATE misalnya ‘2014-11-13’. Tipe data sebaiknya ditentukan pada saat membuat tabel, karena jika diubah saat sudah ada isinya dikhawatirkan akan mengacaukan isi tabel yang berakibat pada kehilangan data.

Berikut ini beberapa tipe data yang didukung oleh database MySQL :

1. Tipe Angka

Tipe Data Keterangan
TINYINT(size) Normal = -128 s/d 127, Unsigned = 0 s/d 255. Maksimal digit angka ditentukan pada parameter size didalam kurung.
SMALLINT(size) Normal = -32768 s/d 32767, Unsigned = 0 s/d 65535. Maksimal digit angka ditentukan pada parameter size didalam kurung.
MEDIUMINT(size) Normal = -8388608 s/d 8388607, Unsigned =0 s/d 16777215. Maksimal digit angka ditentukan pada parameter size didalam kurung.
INT(size) Normal  = -2147483648 s/d 2147483647, Unsigned = 0 s/d 4294967295. Maksimal digit angka ditentukan pada parameter size didalam kurung.
BIGINT(size) Normal = -9223372036854775808 s/d 9223372036854775807, Unsigned = 0 s/d 18446744073709551615. Maksimal digit angka ditentukan pada parameter size didalam kurung.
FLOAT(size,d) Angka kecil dengan desimal. Maksimal digit angka ditentukan pada paramater size dan maksimal digit desimal ditentukan pada parameter d.
DOUBLE(size,d) Angka besar dengan desimal. Maksimal digit angka ditentukan pada paramater size dan maksimal digit desimal ditentukan pada parameter d.
DECIMAL(size,d) Tipe DOUBLE yang disimpan sebagai string, memungkinkan untuk poin desimal tetap. Maksimal digit angka ditentukan pada paramater size dan maksimal digit desimal ditentukan pada parameter d.

Note : Tipe integer memiliki opsi tambahan berupa Unsigned. Secara normal integer memiliki nilai negatif dan  nilai positif. Dengan menambahkan opsi Unsigned berarti tidak memiliki nilai negatif dan range nilai dimulai dari nol sehingga lebih besar.

2. Tipe String

Tipe Data Keterangan
CHAR(size) – Menangani tipe data string tetap/fixed (bisa berisi huruf, angka dan special karakter).
– Panjang string ditentukan dengan nilai parameter size didalam kurung.
– Kelebihan karakter akan dipotong sesuai panjang yang telah ditentukan.
– Dapat menyimpan sampai maksimal 255 karakter.
VARCHAR(size) – Menangani tipe data string variabel (bisa berisi huruf, angka dan special karakter).
– Panjang string ditentukan dengan nilai parameter size didalam kurung.
– Kelebihan karakter akan dipotong sesuai panjang yang telah ditentukan.
– Dapat menyimpan sampai maksimal 255 karakter.
– Jika dimasukkan nilai yang lebih dari 255 akan otomatis di konvert ke tipe TEXT
TINYTEXT Menangani tipe data string dengan panjang maksimal 255 karakter.
TEXT Menangani tipe data string dengan panjang maksimal 65.535 karakter.
BLOB Untuk BLOBs (Binary Large OBjects), mampu menangani sampai 65,535 bytes data
MEDIUMTEXT Menangani tipe data string dengan panjang maksimal 16,777,215 karakter
MEDIUMBLOB Untuk BLOBs (Binary Large OBjects). mampu menangani sampai 16,777,215 bytes data
LONGTEXT Menangani tipe data string dengan panjang maksimal 4,294,967,295 karakter
LONGBLOB Untuk BLOBs (Binary Large OBjects). mampu menangani sampai 4,294,967,295 bytes data
ENUM(x,y,z,etc.) Mengijinkan kita memasukkan beberapa nilai yang mungkin didalam sebuah daftar. Kita bisa membuat hingga 65535 nilai dalam daftar ENUM. Jika nilai yang dimasukkan yang tidak ada dalam daftar, maka nilai kosong akan disisipkan.
Catatan: Nilai-nilai diurutkan berdasarkan urutan saat kita memasukkan mereka.
Kita bisa memasukkan kemungkinan nilai dalam format ini: ENUM (‘X’, ‘Y’, ‘Z’)
SET Mirip dengan ENUM, namun SET bisa berisi hingga 64 daftar item dan dapat menyimpan lebih dari satu pilihan.

3. Tipe Waktu

Tipe Data Keterangan
DATE() – Sebuah tanggal.
– Format: YYYY-MM-DD
Note: Range yang disupport adalah dari ‘1000-01-01’ sampai ‘9999-12-31’
DATETIME() – Sebuah kombinasi tanggal dan waktu.
– *Format: YYYY-MM-DD HH:MI:SS
Note: Range yang disupport adalah dari ‘1000-01-01 00:00:00’ sampai ‘9999-12-31 23:59:59’
TIMESTAMP() – Sebuah Timestamp
– Nilai TIMESTAMP disimpan sebagai detik angka sejak masa Unix (‘1970-01-01 00:00:00’ UTC).
– *Format: YYYY-MM-DD HH:MI:SS
Note: Range yang disupport adalah dari ‘1970-01-01 00:00:01’ UTC sampai ‘2038-01-09 03:14:07’ UTC
TIME() – Sebuah waktu
– Format: HH:MI:SS
Note: Range yang disupport adalah dari ‘-838:59:59’ sampai ‘838:59:59’
YEAR() – Sebuah tahun dengan format dua digit atau empat digit.
Note: Nilai yang diijinkan untuk format 4 digit adalah 1901 to 2155.
Nilai yang diijinkan pada format 2 digit adalah 70 to 69, merupakan representasi dari tahun 1970 sampai 2069

Note : Meskipun DATETIME dan TIMESTAMP mempunyai format yang sama, namun dalam aplikasi mereka sangat berbeda. Pada saat INSERT atau UPDATE query, TIMESTAMP secara otomatis mengeset ke waktu sekarang. TIMESTAMP juga mengiijinkan berbagai macam format seperti YYYYMMDDHHMISS, YYMMDDHHMISS, YYYYMMDD, atau YYMMDD.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/sql/sql_datatypes.asp

Filed Under: PHP

Membuat Tabel MySQL Dengan PHP

13 November 2014 By Eko Purnomo

membuat tabel pada database dengan php

Setelah membuat database, selanjutnya kita bisa membuat tabel dalam database tersebut. Cara mudah dalam membuat tabel adalah dengan antarmuka gratis phpMyAdmin. Selain membuat tabel pada phpMyAdmin, kita bisa membuat tabel dengan menggunakan script PHP.

Tabel adalah sekumpulan relasi data yang dibuat dengan format terstruktur didalam sebuah database. Didalam tabel terdapat baris (row) dan kolom (field). Sebuah baris menginterpretasikan sebuah isi data dalam database dan selanjutnya disebut record. Dan kolom merupakan identifikasi untuk pengelompokan isi data (record) berdasarkan kesamaan tertentu dan selanjutnya disebut field.

Jika dalam membuat database kita hanya membutuhkan nama dan megecek keberadaan nama tersebut pada server, maka saat membuat tabel kita juga harus menentukan nama field dan tipe datanya. Kita juga bisa menentukan parameter-parameter lain pada field tersebut seperti PRIMARY KEY, AUTO INCREMENT, NULL/NOT NULL, DEFAULT VALUE dan lain-lain.

Berikut ini beberapa cara untuk membuat tabel dengan PHP :

1. Membuat Tabel MySQL dengan mysql extension

Untuk membuat tabel dengan mysql extension kita harus menjalanjan fungsi mysql_select_db setelah melakukan koneksi untuk memilih database letak tabel dibuat.

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";
$dbName = 'MySQLDB';

// membuat koneksi mysql
$conn = mysql_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass, $dbName);

// mengecek koneksi mysql
if (!$conn) die("Koneksi Gagal: " . mysql_error());
else echo "Koneksi MySQL Berhasil ...<br/>";

// membuat koneksi database
$dbSelected = mysql_select_db($dbName, $conn);

// mengecek koneksi database
if (!$dbSelected) die ('Koneksi Gatabase Gagal: ' . mysql_error());
else echo "Koneksi Database Berhasil ...<br/>";

// membuat tabel pada database MySQLDB
$sql = "CREATE TABLE MyTabel (
id INT(6) UNSIGNED AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
nama VARCHAR(30) NOT NULL,
password VARCHAR(30) NOT NULL,
email VARCHAR(50),
tgl_reg DATE
)";

if (mysql_query($sql)) {
echo "Tabel 'MyTabel' berhasil dibuat dengan MySQL Extension";
} else {
echo "Tabel gagal dibuat: " . mysql_error($conn);
}

// menutup koneksi mysql
mysql_close($conn);
?>

2. Membuat Tabel MySQL dengan mysqli extension (prosedural)

Untuk membuat tabel dengan mysql extension kita menambahkan nama database pada koneksi mysql untuk menentukan database letak tabel dibuat

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";
$dbName = "MySQLIDB1";

// membuat koneksi mysql
$conn = mysqli_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass, $dbName);

// mengecek koneksi mysql
if (!$conn) die("Koneksi Gagal: " . mysqli_connect_error());
else echo "Koneksi Database Berhasil ...<br/>";

// membuat tabel pada database MySQLIDB1
$sql = "CREATE TABLE MyTabel (
id INT(6) UNSIGNED AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
id INT(6) UNSIGNED AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
nama VARCHAR(30) NOT NULL,
password VARCHAR(30) NOT NULL,
email VARCHAR(50),
tgl_reg DATE
)";

if (mysqli_query($conn, $sql)) {
echo "Tabel 'MyTabel' berhasil dibuat dengan MySQLI Extension Procedural";
} else {
echo "Tabel gagal dibuat: " . mysqli_error($conn);
}

// menutup koneksi mysql
mysqli_close($conn);
?>

3. Membuat Tabel MySQL dengan mysqli extension (objek oriented) 

Prinsipnya sama dengan mysqli extension procedural, namun kita menggunakan format perintah object oriented programming (OOP).

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";
$dbName = "MySQLIDB2";

// membuat koneksi mysql
$conn = mysqli_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass, $dbName);

// mengecek koneksi mysql
if ($conn->connect_error) die("Koneksi Gagal: " . $conn->connect_error);
else echo "Koneksi Database Berhasil ...<br/>";

// membuat tabel pada database MySQLIDB2
$sql = "CREATE TABLE MyTabel (
id INT(6) UNSIGNED AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
id INT(6) UNSIGNED AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
nama VARCHAR(30) NOT NULL,
password VARCHAR(30) NOT NULL,
email VARCHAR(50),
tgl_reg DATE
)";

if ($conn->query($sql) === TRUE) {
echo "Tabel 'MyTabel' berhasil dibuat dengan MySQLI Extension Object Oriented";
} else {
echo "Tabel gagal dibuat: " . $conn->error;
}
$conn->close();
?>

4. Membuat Tabel MySQL dengan PDO

Untuk membuat tabel kita harus mengubah koneksi dengan menambahkan nama database pada object PDO.
 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";
$dbName = "MyPDODB";

try {
// membuat koneksi mysql
$conn = new PDO("mysql:host=$dbHost;dbname=$dbName", $dbUser, $dbPass);

// set the PDO error mode untuk exception
$conn->setAttribute(PDO::ATTR_ERRMODE, PDO::ERRMODE_EXCEPTION);

// membuat tabel pada database MyPDODB
$sql = "CREATE TABLE MyTabel (
id INT(6) UNSIGNED AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
nama VARCHAR(30) NOT NULL,
password VARCHAR(30) NOT NULL,
email VARCHAR(50),
tgl_reg DATE
)";

// gunakan exec() karena tidak mengembalikan result
$conn->exec($sql);
echo "Table MyTabel berhasil dibuat dengan PDO";
}

catch(PDOException $e)
{
echo $sql . "<br>" . $e->getMessage();
}

// menutup koneksi
$conn = null;
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_mysql_create_table.asp

Filed Under: PHP

Membuat Database MySQL Dengan PHP

12 November 2014 By Eko Purnomo

membuat database mysql

Untuk membuat database MySQL dengan PHP kita bisa menggunakan perintah SQL Data Definition Language (DDL) CREATE. Untuk menjalankan perintah CREATE bisa digunakan fungsi mysql extension, mysqli extension dan PDO. Untuk mysqli extension kita bisa menggunakan cara prosedural dan cara objek oriented. Agar tidak menghasilkan error perlu dicek apakah database yang dibuat sudah ada atau belum dengan perintah IF NOT EXISTS.

1. Membuat Database MySQL dengan mysql extension

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";

// membuat koneksi mysql
$conn = mysql_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass);

// Mengecek koneksi mysql
if (!$conn) {
die("Koneksi Gagal: " . mysqli_connect_error());
}

// Membuat database
$sql = "CREATE DATABASE IF NOT EXISTS MySQLDB";
if (mysql_query($sql)) {
echo "Database berhasil dibuat dengan MySQL Extension";
} else {
echo "Database gagal dibuat: " . mysql_error($conn);
}

//menutup koneksi
mysql_close($conn);
?>

2. Membuat Database MySQL dengan mysqli extension (procedural)

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";

// membuat koneksi mysql
$conn = mysqli_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass);

// Mengecek koneksi mysql
if (!$conn) {
die("Koneksi Gagal: " . mysqli_connect_error());
}

// Membuat database
$sql = "CREATE DATABASE IF NOT EXISTS MySQLIDB1";
if (mysqli_query($conn, $sql)) {
echo "Database berhasil dibuat dengan MySQLI Extension Procedural";
} else {
echo "Database gagal dibuat: " . mysqli_error($conn);
}

//menutup koneksi
mysqli_close($conn);
?>

3. Membuat Database MySQL dengan mysqli extension (object oriented)

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";

// membuat koneksi mysql
$conn = mysqli_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass);

// Mengecek koneksi mysql
if ($conn->connect_error) {
die("Koneksi Gagal: " . $conn->connect_error);
}

// Membuat database
$sql = "CREATE DATABASE IF NOT EXISTS MySQLIDB2";
if ($conn->query($sql) === TRUE) {
echo "Database berhasil dibuat dengan MySQLI Extension Object Oriented";
} else {
echo "Database gagal dibuat: " . $conn->error;
}

//menutup koneksi
$conn->close();
?>

4. Membuat Database MySQL dengan PDO

 <?php  
$dbHost = "localhost";
$dbUser = "root";
$dbPass = "123";
try {
$conn = new PDO("mysql:host=$dbHost;", $dbUser, $dbPass);

// set the PDO error mode untuk exception
$conn->setAttribute(PDO::ATTR_ERRMODE, PDO::ERRMODE_EXCEPTION);
$sql = "CREATE DATABASE IF NOT EXISTS MyPDODB";

// gunakan exec() karena tidak mengembalikan result
$conn->exec($sql);
echo "Database berhasil dibuat dengan PDO<br>";
}
catch(PDOException $e)
{
echo $sql . "<br>" . $e->getMessage();
}

//menutup koneksi
$conn = null;
?>

Kelebihan dari PDO adalah adanya Exception handler ketika terjadi error, jadi kita tidak perlu mengecek dengan perintah IF.

Referensi:

  • //www.w3schools.com/php/php_mysql_create.asp

Filed Under: PHP

Membuat Koneksi Database MySQL Dengan PHP

11 November 2014 By Eko Purnomo

koneksi sql dengan php

Sebelum melakukan operasi pada database MySQL, kita harus terkoneksi lebih dahulu dengan database tersebut. Proses koneksi dengan database dimulai dengan proses login dan kemudian membuka sebuah database. Semua proses itu kita kerjakan melalui script, jadi tidak seperti saat login ke phpMyAdmin. Untuk login ke server database kita memerlukan nama host, nama user dan password baru kemudian kita mencoba menghubungkan dengan salah satu database pada database server.

PHP menyediakan beberapa cara untuk membuat koneksi dengan database yaitu dengan fungsi mysql_connect(), fungsi mysqli_connect() dan koneksi dengan PDO. Yang sama dari ketiga jenis koneksi tersebut kita tetap membutuhkan parameter penting untuk koneksi yaitu host, user, password. Khusus untuk PDO kita bisa langsung menyebut nama database pada koneksi.

Fungsi mysql_connect() merupakan bagian dari fungsi-fungsi mysql extension sedangkan fungsi mysqli_connect() merupakan bagian dari mysqli extension. Untuk penggunaan mysql extension saat ini dianjurkan untuk tidak lagi digunakan, sebagai gantinya digunakan mysqli extension. Huruf i pada mysqli berarti improved, artinya telah di-improve atau diperbaiki.

Koneksi database menggunakan mysql_connect dan mysql_select_db.

Pada mysql_connect kita hanya menghubungkan ke server database melalui nama host, nma user dan password. Dan untuk memilih database yang akan dibuka kita harus menggunakan fungsi lain yaitu fungsi mysql_select_db(). Saat ini fungsi mysql_connect() sudah diperbaiki pada mysqli extension dengan mysqli_connect().

Cara penulisan mysql_connect

mysql_connect(nama_host, nama_user, password);

Cara penulisan mysql_select_db

mysql_select_db(nama_database, koneksi_sql);

Contoh script penggunaan fungsi mysql_connect() dan mysql_select_db()

 <?php  
//membuat definisi dari masing-masing parameter
$dbHost = 'localhost';
$dbUser = 'root';
$dbPass = '123';
$dbName = 'test';

//mulai koneksi mysql
$dbLink = mysql_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass );
if ($dbLink) echo "Koneksi MySQL Berhasil ...<br/>";
else die('Koneksi MySQL Gagal: ' . mysql_error());

//mulai koneksi database
$dbSelected = mysql_select_db($dbName, $dbLink);
if ($dbSelected) echo "Koneksi Database Berhasil ...<br/>";
else die ('Koneksi Gatabase Gagal: ' . mysql_error());

//membuat query membaca record dari tabel user
$query="SELECT * FROM user";

//menjalankan query
$result=mysql_query($query);

//menampilkan hasil query
while($row = mysql_fetch_array($result)) {
echo $row["nama"] . "<br/>"; }
?>

Koneksi database menggunakan mysqli_connect

Fungsi mysqli_connect merupakan bagian dari mysqli extension yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari mysql extension. Mysqli extension sudah termasuk saat kita menginstal PHP5. Dalam koneksi menggunakan mysqli_connect terdapat opsi database, jadi kita bisa langsung terhubung dengan database dengan sekali perintah tanpa perlu fungsi mysql_select_db().

Cara penulisan mysqli_connect

mysqli_connect(nama_host, nama_user, password, nama_database);

Contoh script penggunaan mysqli_connect()

 <?php  
//membuat definisi dari masing-masing parameter
$dbHost = 'localhost';
$dbUser = 'root';
$dbPass = '123';
$dbName = 'test';

//mulai koneksi mysql dan database
$dbLink = mysqli_connect($dbHost, $dbUser, $dbPass ,$dbName);
if ($dbLink) echo "Koneksi MySQL Berhasil ...<br/>";
else die('Koneksi MySQL Gagal: ' . mysql_error());

//membuat query membaca record dari tabel user
$query = "SELECT * FROM user";

//menjalankan query
$result = mysqli_query($dbLink, $query);

//menampilkan hasil query
while($row = mysqli_fetch_array($result)) {
echo $row["nama"] . "<br/>";
}
?>

Koneksi database menggunakan PDO

PDO adalah singkatan dari PHP Data Object. Dengan PDO kita bisa melakukan koneksi ke beberapa jenis database termasuk MySQL. Jadi jika kita menggunakan beberapa jenis database, penggunaan PDO lebih dianjurkan. Selain itu jika dikemudian hari kita merubah database kita cukup melakukan sedikit perubahan pada parameter koneksi PDO.

Cara penulisan koneksi PDO

$conn = new PDO("mysql:host=nama_host;dbname=nama_database", nama_user, password);

Contoh script penggunaan koneksi PDO

 <?php  
//membuat definisi dari masing-masing parameter
$dbHost = 'localhost';
$dbUser = 'root';
$dbPass = '123';
$dbName = 'test';

//menjalankan koneksi sql
try {
$dbLink = new PDO("mysql:host=$dbHost;dbname=$dbName", $dbUser, $dbPass);
echo "Koneksi MySQL Berhasil...<br/>";
}
catch(PDOException $e)
{
echo $e->getMessage();
}

//membuat query
$query = "SELECT * FROM user";

//menampilkan hasil query
try {
$query = $dbLink->prepare($query);
$query->execute();
while($data = $query->fetch()) {
echo $data['nama']."<br/>";
}
}
catch (PDOException $e) {echo $e->getMessage();}
?>

Referensi :

  • //php.net/manual/en/function.mysql-connect.php
  • //php.net/manual/en/function.mysqli-connect.php

Filed Under: PHP

Cara Menggunakan PhpMyAdmin

9 November 2014 By Eko Purnomo

logo phpmyadmin

phpMyAdmin adalah sebuah perangkat lunak untuk mengelola database MySQl dengan antarmuka grafis (GUI). Penggunaan antarmuka grafis lebih memudahkan daripada antarmuka pengelolaan asli MySQL yang berbasis text. Jadi yang pada MySQL semuanya dilakukan dengan text, pada phpMyAdmin dibuat dalam model grafis.

PHPMyAdmin dibuat dengan kode program PHP dan berjalan pada antarmuka web. Boleh dikatakan kalau PHPMyAdmin adalah sebuah aplikasi grafis berbasis web yang dipakai untuk pengelolaan database MySQL.

Berikut ini beberapa cara menggunakan phpMyAdmin

1. Membuka phpMyAdmin

Karena merupakan aplikasi berbasis web maka ntuk membuka phpMyAdmin kita harus membuka browser terlebih dahulu. Kemudian phpMyAdmin bisa diakses dengan alamat URL //localhost/phpmyadmin. Alamat tadi berlaku jika phpMyAdmin diinstal pada komputer lokal.

tampilan selamat datang phpMyAdmin

2. Login phpMyAdmin

Selanjutnya kita harus login untuk bisa masuk ke halaman dashboard. Untuk bisa login silahkan isi user dan password yang telah diset saat proses instalasi phpMyAdmin.

login form phpmyadmin

3. Halaman Dashboard phpMyAdmin

Setelah berhasil login kita akan diarahkan pada halam dashboard yang berisi navigasi disebelah kiri dan main disebelah kanan. Halaman navigasi berisi menu tree dalam membuka database serta icon shortcut untuk logout, home dan lain-lain.

tampilan halaman dasbor  phpmyadmin

4. Melihat versi phpMyAdmin

Pada sebelah kanan bawah halaman awal dashboard kita bisa melihat versi dari versi phpMyAdmin yang sedang kita jalankan.

tampilan versi phpmyadmin

5. Melihat versi web server dan database

Pada sebelah kanan bawah halaman awal dashboard diatas tampilan versi phpMyAdmin kita bisa lihat versi dari web server dan database yang terhubung dengan phpMyAdmin.
tampilan versi web server dan database pada phpmyadmin

6. Membuat database baru

Dengan phpMyAdmin kita bisa membuat database dengan mudah tanpa mengetikkan script pada terminal. Cukup dengan klik menu Database lalu isikan nama database baru pada inputan Create Database dan klik Create maka secara otomatis databse baru akan dibuat.

membuat database pada phpmyadmin

7. Membuat tabel pada database

Setelah berhasil membuat database selanjutnya kita bisa membuat tabel dalam database tersebut. Caranya adalah dengan memilih database terlebih dahulu pada navigasi sebelah kiri lalu isikan nama tabel pada inputan Create table dan isi jumlah kolom lalu klik Create.

membuat tabel pada phpmyadmin

8. Membuat field pada tabel

Proses membuat field atau kolom pada tabel secara otomatis dilakukan setelah proses membuat tabel berhasil. Disini kita diminta untuk mengisi nama field, tipe data dan beberapa parameter lainnya yang diperlukan.

membuat field pada phpmyadmin

9. Menambahkan record kedalam tabel

Untuk menambahkan record kedalam tabel, kita bisa menggunakan menu INSERT. Caranya dengan klik nama tabel pada navigasi sebelah kiri lalu klik menu INSERT. Kita akan diminta untuk mengisi form sesuai dengan field yang telah dibuat tadi. Setelah semua diisi dengan benar kita tinggal klik Go untuk submit form.

insert record pada phpmyadmin

10. Melihat isi tabel (browse tabel)

Saat kita meng-klik nama tabel pada navigasi sebelah kiri kita otomatis akan ditampilkan halaman isi tabel. Pada halaman ini kita disediakan link untuk meng-update dan menghapus satu atau beberapa record tabel.

browse tabel pada phpmyadmin

Jika tabel belum ada isinya, otomatis akan menampilkan pesan empty disertai struktur tabel seperti ini :

browse tabel kosong pada  phpmyadmin

11. Menjalankan perintah SQL pada phpMyAdmin

Selain beberapa menu grafis diatas, kita juga disediakan sebuah terminal untuk menjalankan kode perintah SQL seperti SELECT, INSERT, UPDATE dan sebagainya. Caranya dengan memilih menu SQL lalu mengisi perintah SQL pada terminal kemudian klik Go untuk menjalankn perintah SQL tadi.

menjalankan sql pada phpmyadmin

12. Mengekspor data dari database

phpMyAdmin menyediakan menu Export data dari database kedalam berbagai format seperti SQL, CSV, XLS, XML PDF dan masih banyak lagi. Untuk mengekspor data cukup dengan memilih menu Export lalu pilh format kemudian sesuaikan setelan kemudian klik Go untuk menjalankan.

ekspor data pada phpmyadmin

13. Mengimpor data ke dalam database

Selain ekspor, phpMyAdmin juga menyediakan fasilitas impor data. Fitur ini memudahkan jika kita melakukan migrasi data dari server satu ke server lain maupun dari format lain ke dalam SQL seperti dari file Excel. Untuk mengimpor data ke dalam database pilih menu Import lalu sesuaikan format dan setelan kemudian pilih file dan klik Go untuk menjalankan.

import data pada  phpmyadmin

14. Menjalankan perintah DDL pada database

Untuk menjalankan perintah DDL pada database seperti ALTER, TRUNCATE dan DROP, phpMyAdmin menyediakan satu menu yang disebut Operations. Setelah kita klik menu tersebut kita bisa memilih tidakana terhadap database atau tabel kemudian klik Go untuk pada tindakan yang dipilih untuk menjalankan.

alter, rename, drop, truncate pada phpmyadmin

15. Logout phpMyAdmin

Setelah selesai menggunakan phpMyAdmin sebaiknya kita keluar/logout. Untuk melakukan logout dari phpMyAdmin kita cukup klik icon Exit disebelah kiri atas disamping icon Home

logout phpmyadmin

Referensi :

  • //www.phpmyadmin.net/

Filed Under: PHP

Belajar Perintah Dasar SQL

8 November 2014 By Eko Purnomo

perintah dasar sql

SQL adalah singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses database sistem relasional. Secara de facto, bahasa ini merupakan bahasa standar yang dipakai untuk pengelolaan database. Saat ini SQL hampir digunakan pada semua database server. SQL lahir sekitar tahun 1970 dari artikel seorang peneliti IBM bernama Jhonny Oracle. Semula SQL bernama SEQUEL namun karena masalah hukum maka SEQUEL diganti dengan SQL.

Standarisasi dan Pemakaian Dasar SQL

Penggunaan SQL dibuat standarisasi pada tahun 1986 berdasarkan keluarnya standar SQL oleh ANSI (American National Standards Institute). Standarisasi SQL yang pertama dikenal dengan SQL86. Standar ini kemudian diperbaiki pada tahun 1992 dengan standar baru SQL92 dan pada tahun 1999 dengan SQL99.

Pemakaian dasar SQL mengacu pada dua bahasa yaitu Data Definition language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). SQL merupakan standar bahasa yang dipaki oleh DBMS relasional yang sangat populer, MySQL.

Data Definition Language

DDL digunakan untuk membuat, mendefinisikan, mengubah serta menghapus database dan obyek-obyek didalamnya. Perintah-perintah dasar DDL adalah CREATE untuk membuat obyek baru, USE untuk menggunakan obyek, ALTER untuk mengubah obyek yang sudah dibuat dan DROP untuk menghapus obyek yang sudah ada. Penggunaan DDL hanya untuk administrator saat pembuatan database.

1. Perintah CREATE

CREATE digunakan untuk membuat database dan tabel pada database yang sudah ada.

Membuat database

CREATE DATABASE nama_database;

Membuat tabel

CREATE TABLE nama_tabel;

Membuat tabel beserta field

CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
nama_field1 tipe_data [constraints][,
nama_field2 tipe_data,
...]
);

Membuat tabel beserta field dengan batasan field(constraint)

CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
nama_field1 tipe_data [,
nama_field2 tipe_data,
...]
[CONSTRAINT nama_field constraints]
);

Penjelasan script :

  1. nama_database, merupakan nama dari database yang akan dibuat.
  2. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan dibuat pada database yang sudah ada.
  3. nama_field, merupakan nama kolom uang akan dibuat pada tabel.
  4. tipe  data, merupakan tipe data dari isi tabel yang mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.
  5. constraints, merupakan batasan-batasann untuk tiap-tiap kolom seperti NOT NULL, UNIQUE dan PRIMARY KEY. constraints juga mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.

Contoh script untuk membuat tabel user dengan 3 field, id, nama_user, kata_sandi dan tanggal_lahir.

 CREATE TABLE user
(
id INT(11),
nama_user VARCHAR(50) PRIMARY KEY,
kata_sandi VARCHAR(30) NOT NULL,
tanggal_lahir DATETIME
);

2. Perintah ALTER

Merupakan perintah untuk mengubah struktur pada tabel. Perubahan ini meliputi menambah (ADD) atau pun mengubah struktur (CHANGE)

Bentuk penulisan perintah ALTER

 ALTER TABLE nama_tabel [ADD|CHANGE] perubahan;

Contoh penulisan perintah ALTER

 ALTER TABLE  user CHANGE  nama_user INT( 50 ) NULL

3. Perintah TRUNCATE

Merupakan perintah untuk menghapus semua record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah TRUNCATE

 TRUNCATE TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah TRUNCATE

 TRUNCATE TABLE user;

4. Perintah DROP

Merupakan perintah untuk menghapus tabel.

Bentuk penulisan perintah DROP

 DROP TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah DROP

 DROP TABLE user;

Data Manipulation Language

DML digunakan untuk melakukan pengelolaan data pada tabel seperti menampilkan data, menambah data baru, mengubah data dan menghapus data. Ada empat perintah DML yang sering dipakai yaitu SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE.

1. Perintah SELECT

Merupakan perintah untuk menampilkan data dari satu tabel atau lebih.

Berikuti ini format penulisan perintah SELECT secara lengkap :

SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung'']
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
[WHERE ''kondisi'']
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
[HAVING ''kondisi_aggregat''];

Penjelasan script :

  1. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan ditampilkan datanya.
  2. nama_field, merupakan nama dari field pada tabel yang akan ditampilkan.
  3. alias merupakan nama baru yang mewakili nama sebelumnya.
  4. kondisi, merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh data yang akan ditampilkan.
  5. kondisi_aggregat, merupakan syarat khusus untuk fungsi agregat seperti SUM, COUNT, AVR, MIN dan MAX. 

Meski demikian penggunaan SELECT bisa dipotong seperlunya dengan tanpa meninggalkan bagian terpenting yaitu SELECT dan FROM.

Beberapa contoh penggunaan SELECT :

Menampilkan seluruh data dari tabel

SELECT * FROM user;

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan syarat WHERE

SELECT * FROM user WHERE nama_user="sabrina";

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan urutan

SELECT * FROM user ODER BY id ASC;

Menampilkan data dari tabel dengan fungsi agregat

SELECT SUM(penjualan) as total FROM transaksi;

2. Perintah INSERT

Merupakan perintah untuk menambah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah INSERT

 INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI]);

Contoh penulisan perintah INSERT

 INSERT INTO user (id, nama_user, kata_sandi, tanggal_lahir) VALUES ('1', 'sabrina', '123456', '2008-06-02');

3. Perintah UPDATE

Merupakan perintah untuk mengubah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah UPDATE

 UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI];

Contoh penulisan perintah UPDATE

UPDATE user SET kata_sandi='QWERTY' WHERE id=1;

4. Perintah DELETE

Merupakan perintah untuk menghapus record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah DELETE

DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI];

Contoh penulisan perintah DELETE

DELETE FROM user WHERE id=1;

Referensi :

  • //en.wikipedia.org/wiki/SQL

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 48
  • 49
  • 50
  • 51
  • 52
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com