Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Mengenal Cookies pada PHP dan Cara Menggunakannya

30 Oktober 2014 By Eko Purnomo

mengenal cookie pada php

Dengan PHP kita bisa membuat, menghapus, menyimpan dan mengambil serta mengubah data pada Cookies. Cookies digunakan untuk menyimpan informasi yang dibutuhkan sebuah website dan ditaruh pada komputer client. Singkatnya Cookies ini mirip dengan Session namun tidak disimpan pada server melainkan pada komputer client.

Apakah itu Cookies?

Cookies adalah informasi yang berupa file kecil yang ditanam pada komputer client. Cookies biasanya digunakan oleh sebuah website untuk mengidentifikasi data pengguna. Data yang disimpan pada Cookies dikirim bersamaan dengan request yang dilakukan oleh browser terhadap suatu halaman website.

Karena tersimpan pada client makan data pada Cookies harus bersifat sekunder dan publik akses, tidak boleh berupa data primer dan rahasia seperti nama user dan password. Hal ini karena selain tidak aman jika dilihat oleh client juga Cookies bisa dinonaktifkan oleh pengguna, jadi bisa mengganggu proses kerja website jika data pada Cookies bersifat primer.

Contoh pemakaian Cookies yang paling sering kita temui misalnya pada website toko online dengan sistem cart (keranjang belanja). Saat pengguna memilih-milih barang dan memasukknanya kedalam keranjang belanja maka data ini akan disimpan pada cookies. Dengan demikian server tidak terbebani jika ada banya user yang sedang berbelanja online.

Cara membuat Cookies dengan PHP

Untuk membuat Cookies digunakan fungsi setcookie(). Saat dijalankan, fungsi setcookie() mengirim HTTP cookie ke komputer client. Cookie ini berupa variabel yang di kirim oleh server ke browser. Cookie biasanya berupa file text kecil yang ditanam pada komputer pengguna.

Cara penulisan fungsi setcookie()

setcookie(name, value, expire, path, domain, secure);

Keterangan Parameter:

  • name, wajib diisi, merupakan nama dari cookie
  • value, wajib diisi, merupakan nilai dari cookie
  • expire, opsional, merupakan batas waktu expired cookie
  • path, opsional, merupakan path server sebuah cookie
  • domain, opsional, merupakan nama domain sebuah cookie
  • secure, opsional, merupakan tanda kalau cookie harus dikirim melalui protokol HTTPS

Contoh penggunaan fungsi setcookie()

<?php  

//Contoh set cookie dengan nama=cart, nilai=2, expired=30 hari, path= /
setcookie("cart", "2" , time() + (86400 * 30), "/");

// Catatan : 86400 = 1 hari (3600 detik x24jam)
?>

Cara mengambil data dari Cookie

Untuk mengambil data dari Cookie digunakan variabel super global $_COOKIE dengan atribut nama Cookie.

Contoh script PHP untuk mengambil data dari Cookie

<?php  
if(!isset($_COOKIE["cart")) {
echo "Cookie tidak ditemukan!";
} else {
echo "Nilai untuk Cookie dengan nama cart = ". $_COOKIE["cart"];
}
?>

Cara mengubah nilai pada Cookie

Untuk mengubah data dari Cookie bisa dilakukan dengan memakai cara yang sama saat membuat Cookie, yaitu menggunakan fungsi setcookie().

Contoh script PHP untuk mengubah nilai pada Cookie

<?php  

//Mengubah cookie dengan nama=cart menjadi bernilai 3
setcookie("cart", "3" , time() + (86400 * 30), "/");

?>

Cara Menghapus Cookie

Sebetulnya Cookie akan otomatis terhapus setelah waktu expired tercapai. Namun uUntuk menghapus cookie sewaktu-waktu bisa dilakukan dengan cara mengeset waktu expired dengan waktu sebelum sekarang, misal diisi dengan satu jam yang lalu. Sebaiknya sebelum menghapus cookie kosongkan dulu variabel super global $_COOKIE denga fungsi unset().

Contoh script PHP untuk menghapus Cookie

<?php  

//Mengosongkan variabel super global $_COOKIE
unset($_COOKIE["cart"]);

//Mengubah expired cookie dengan nama=cart dengan waktu satu jam sebelumnya
setcookie("cart", "" , time() - 3600);

?>

Cara mengecek Cookie pada komputer pengguna

Untuk mengecek Cookie diaktifkan atau tidak pada komputer pengguna kita bisa mengirimkan cookie dengan nama test dengan nilai tertentu lalu membaca cookie tersebut. Jika mengembalikan nilai sesuai dengan data yang diset berarti Cookie pada browser pengguna telah diaktifkan.

Contoh script PHP untuk mengecek Cookie

<?php  
setcookie("test", "1", time() + 3600, '/');
if(count($_COOKIE) > 0) {
echo "Cookies telah aktif";
} else {
echo "Cookies tidak aktif";
}
?>

Referensi:

  • //www.w3schools.com/php/php_cookies.asp

Filed Under: PHP

Mengenal Session Pada PHP dan Cara Menggunakannya

29 Oktober 2014 By Eko Purnomo

mengenal session pada php

Session adalah cara yang digunakan untuk menyimpan informasi pada komputer server untuk digunakan pada beberapa halaman termasuk halaman itu sendiri. Session menyimpan informasi ke dalam bentuk variabel super global $_SESSION.Variabel ini disimpan pada komputer server dan dapat digunakan oleh semua halaman pada website tempat Session dimulai. Session berbeda dengan cookie yang menyimpan informasi pada komputer client (pengguna).

Apakah itu SESSION ?

Session bisa diartikan dengan suatu informasi yang diambil saat kita melakukan pekerjaan terhadap sesuatu. Seperti saat kita bekerja dengan sebuah aplikasi pada komputer, kita mulai dengan membuka aplikasi lalu dilanjutkan dengan melakukan beberapa hal kemudian menyimpan pekerjaan dan diakhiri dengan menutup aplikasi.

Dalam hal ini kita bisa mengambil informasi siapa yang menjalankan aplikasi, data apa yang dibuka serta berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Hal ini terasa simpel jika kita berlakukan pada komputer lokal namun tidak demikian jika diterapkan pada Internet.

Di internet web server tidak tahu siapa pengguna yang mengakses web, serta apa yang dikerjakan oleh pengguna tersebut. Hal ini membuat pemikiran untuk menciptakan variabel dinamis yang bisa diakses oleh setiap halaman yang berisi informasi session dari pengguna internet pada suatu website tertentu.

Data yang disimpan pada session bersifat sementara dan berlaku pada jangka waktu tertentu jika diset. Session akan hilang jika waktu session berakhir, session dimusnahkan dan atau saat server direstart. Jika ingin menyimpan variabel yang sifatnya permanen sebaiknya gunakan penyimpanan dengan database.

Cara memulai Session PHP

Untuk memulai session digunakan fungsi session_start(). Penulisan fungsi session_start() harus berada paling atas kode PHP aktif, dalam hal ini komentar tidak dihitung.

Contoh script memulai session pada PHP

<?php
// Memulai session
session_start();
?>

Cara menyimpan informasi pada Session PHP

Untuk menyimpan informasi pada session digunakan variabel super global $_SESSION dengan menyertakan atribut nama session dan isi value-nya. Contoh penggunaan fungsi ini adalah untuk menyimpan informasi pengguna jika berhasil login.

Cara penulisan saat menyimpan informasi pada Session PHP

$_SESSION["nama_session"]=value

Contoh script untuk menyimpan informasi pada Session PHP

<?php  
// Memulai session
session_start();

// menyimpan informasi pada session
$_SESSION["user"] = "sabrina";
$_SESSION["warna"] = "merah";
$_SESSION["hewan"] = "kucing";
?>

Cara mengambil informasi dari variabel $_SESSION

Untuk mengambil informasi dari session, cukup dengan memanggil variabel $_SESSION beserta atributnya.

Contoh script untuk mengambil informasi dari Session PHP

 <?php session_start(); ?>  
<html>
<body>
<?php

// Menampilkan informasi yang disimpan pada Session
echo "Warna baju saya " . $_SESSION["warna"] . ".<br>";
echo "Hewan peliharaan saya " . $_SESSION["hewan"] . ".";
?>
</body>
</html>

Cara mengubah informasi pada variabel Session

Untuk mengubah informasi dari variabel Session cukup dengan mengisinya dengan data baru seperti saat menulis pertama kali.

Contoh script untuk mengubah informasi pada Session PHP

<?php  
// Memulai session
session_start();

// mengubah informasi pada session
$_SESSION["warna"] = "hijau";
$_SESSION["hewan"] = "kelinci";
?>

Cara mengakhiri dan memusnahkan Session PHP

Untuk mengakhiri Session digunakan fungsi session_unset() dan untuk memusnahkan Session digunakan fungsi session_destroy(). Fungsi session_unset() akan membuang semua variabel Session. Biasanya fungsi ini dipakai saat pengguna melakukan logout terhadap sebuah aplikasi PHP.
Contoh script untuk mengakhiri dan memusnahkan Session PHP

<?php session_start(); ?>  

<html>
<body>

<?php

// membuang semua variabel session
session_unset();

// memusnahkan session
session_destroy();
?>
</body>
</html>

Lihat index artikel tutorial PHP Lanjutan >>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_sessions.asp

Filed Under: PHP

Cara Membuat Komentar Program Pada PHP

28 Oktober 2014 By Eko Purnomo

komentar-pada-kode-program-php

Pada artikel ini akan saya tulis tentang cara menulis komentar dalam proses pembuatan kode program PHP. Sebetulnya ini adalah artikel yang seharusnya ditulis diawal-awal tutorial dasar PHP namun kemarin sempat terlewatkan.

Komentar program yang dimaksud disini bukan seperti komentar pada blog, namun yang dimaksud adalah kata-kata yang terdapat pada kode program PHP yang berguna untuk mengomentari kode program yang dijalankan. Jadi meski ditulis pada source code PHP, kode pomentar program tidak akan dijalankan.

Tujuan dari penggunaan komentar pada kode program adalah untuk menjelaskan tentang sebuah kode program PHP yang ditulis kepada pembaca program dalam hal ini bisa kita sendiri atau orang lain. Jika menjelaskan kepada orang lain mungkin wajar ya, namun mengapa perlu menjelaskan kepada diri kita sendiri? bukankan kita sudah paham akan program yang kita buat sendiri. Hal ini dikarenakan semakin banyak kita membuat program dan semakin rumit alur program terkadang kita lupa pada alur program yang kita buat sendiri.

Selain dari hal diatas,,komentar pada kode program berfungsi juga untuk memberi informasi pada sebuah file PHP, seperti judul, kapan dibuat dan siapa yang buat serta tujuan dari script PHP tersebut dibuat. Komentar program juga bisa berfungsi saat melakukan debug atau mencari kesalahan saat membuat program. Biasanya kode-kode yang dianggap bermasalah akan di-skip dulu menjadi sebuah komentar sehingga tidak ikut dijalankan.

Ada beberapa cara yang bisa dipilih untuk membuat komentar pada kode program PHP. Bisa dengan tanda # (hash) seperti pada pemrograman shell Unix atau tanda // seperti pada pemrograman bahasa C. Tanda # dan // berguna jika akan untuk membuat komentar dalam sebaris dua baris saja. Jika ingin membuat komentar dalam beberapa baris bisa diapit menggunakan tanda /* … */ seperti pada pemrograman bahasa C.

Untuk pemakaian sehari hari saya lebih memilih menggunakan tanda // dibanding tanda # karena mudah dan efisien dalam pengetikan. Hal ini karena untuk membuat tanda # perlu menekan dua tombol yaitu shift dan 3. Selain itu tanda // juga banyak digunakan pada contoh-contoh program PHP yang dishare pada beberapa blog dan website diinternet.

Contoh membuat komentar dengan tanda #

 <?php  
echo "Saya BISA"; # ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
?>

atau

<?php
# ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
echo "Saya BISA";
?>

Contoh membuat komentar dengan tanda //

 <?php  
echo "Saya BISA"; // ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
?>

atau

<?php
// ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA
echo "Saya BISA";
?>

Contoh membuat komentar dengan tanda /* … */

 <?php  
echo "Saya BISA"; /* ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA */
?>

atau

<?php
/* ini adalah perintah menampilkan teks Saya BISA */
echo "Saya BISA";
?>

atau

<?php
/* Ini adalah contoh komentar program dalam tiga baris
Kode dibwah ini adalah perintah menampilkan teks "Saya BISA"
Ini masih termasuk komentar program
*/
echo "Saya BISA";
?>

Referensi:

  • //www.duniailkom.com/cara-penulisan-komentar-dalam-kode-php/

Filed Under: PHP

Membuka dan Menampilkan Isi Direktori dengan PHP

28 Oktober 2014 By Eko Purnomo

menampilkan isi direktori dengan php

Dengan PHP kita bisa membuka, menampilkan isi dan menutup sebuah direktori. PHP menyediakan fungsi opendir() untuk membuka direktori, readdir() untuk menapilkan isi direktori dan closedir() untuk menutup direktori. Ketiga fungsi ini harus digunakan secara bersamaan saat akan menampilkan isi sebuah direktori.

Seperti diketahui bahwa dalam sistem file Unix, direktori sebenarnya adalah juga file namun bertipe direktori. Jadi proses menampilkan isi sebuah direktori diawali dengan membuka direktori, menampilkan satu per satu isi direktori kemudian diakhiri dengan menutup direktori.

Fungsi opendir()

Adalah fungsi yang digunakan untuk membuka sebuah direktori. Meskipun dalam sistem file Unix, direktori sebenarnya adalah sebuah file namun untuk membukanya harus menggunakan fungsi opendir() bukan fopen().

Jika berhasil, fungsi opendir() mengembalikan directory handle resource yang selanjutnya bisa digunakan oleh fungsi readdir() untuk membaca isi direktori tersebut. Jika gagal fungsi opendir() akan mengembalikan nilai FALSE.

Cara penulisan fungsi opendir()

opendir(name,context)

Keterangan parameter :

  • name, wajib diisi, merupakan nama direktori baru yang akan dibuka.
  • context, opsional, merupakan konteks dalam menangani file. Konteks adalah serangkaian pilihan yang dapat memodifikasi perilaku stream sebuah file. ( ditambahkan dalam PHP 5 )

Fungsi readdir()

Adalah fungsi untuk membaca isi sebuah direktori. Fungsi readdir() mengembalikan nilai dari setiap elemen dalam sebuah direktori termasuk file dan sub direktori. Urutan tampilan berdasarkan tipe file (ekstensi) baru kemudian nama file.

Cara penulisan fungsi readdir()

readdir(dir_handle)

Keterangan parameter :

  • dir_handle, wajib diisi, merupakan resource direktori handle yang akan dibuka.

Selain itu fungsi readdir() juga mengembalikan . dan .. sebagaimana entri umum untuk typical list direktori pada sistem file Unix. Agar tidak ikut ditampilkan perlu digunakan penyeleksian seperti ini untuk menyaringnya:

if($file != "." AND $file != "..")

Fungsi closedir()

Adalah fungsi untuk menutup direktori yang sedang dibuka dengan fungsi opendir(). Fungsi closedir() digunakan seiring dengan penggunaan fungsi opendir().

Cara penulisan fungsi readdir()

closedir(dir_handle)

Keterangan parameter :

  • dir_handle, wajib diisi, merupakan resource direktori handle yang akan dibuka.

Contoh script lengkap membuka, menampilkan isi dan menutup direktori dengan PHP

  <html>     
<body>
<form action="" method="POST">
Isikan nama direktori yang akan dibuka:</br>
<input name="dir" type="text" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Buka" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
if(!empty($_POST["dir"]))
{
//menentukan nama direktori baru dari input text dan mengecek standar formatnya
$target_dir = preg_replace("([^wsd-_~,;:[](].]|[.]{2,})", '', $_POST["dir"]);
//mengecek keberadaan direktori
if((file_exists($target_dir))&&(is_dir($target_dir)))
{
//menaruh fungsi opendir kedalam sebuah handle
$handle = opendir ($target_dir);

//mengecek proses handle fungsi opendir
if ($handle) {
echo "Isi direktori <b>".$target_dir."</b> :<br />";
while (($file = readdir($handle)) !== false){
if($file != "." AND $file != "..")
{echo "- " . $file . "<br>";}
}
closedir($handle);
}
else {
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> tidak dapat dibuka";
}
}
else
{
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> Tidak ada";
}
}
}
?>
</body>
</html>

Tampilan script pada browser:

menampilkan isi direktori dengan php

Penjelasan script :

Pada form terdapat sebuah input text dan sebuah input submit. Input text berfungsi untuk mamasukkan nama direktori baru yang akan dibuka, sedangkan tombol submit berfungsi untuk mengeksekusi serangkaian kode membuka direktori, menampilkan isi dan menutup direktori.

Proses diawali dengan mengambil text dari input text jika input text tidak dalam keadaan kosong. Selanjutnya input text tersebut dicek dan difilter formatnya sesuai dengan standar penamaan file dan direktori dengan fungsi preg_replace.

Setelah diperoleh nama yang baku, proses berlanjut pada pengecekan keberadaan direktori dengan fungsi file_exist() dan is_dir(). Tujuannya adalah mencegah error karena direktori yang akan dibuka tidak ada.  Jika direktori tidak ada akan ditampilkan pesan “Direktori tidak ada”.

Jika direktori ada, dilanjutkan dengan menaruh fungsi opendir() pada variabel $handle (baris ke-19), lalu membaca isi direktori dengan fungsi readdir() pada baris ke-23 dan menampilkan isinya. Agar karakter . dan .. tidak ditampilkan digunakan penyeleksian IF pada baris ke-26.

Jika ternyata direktori tidak dapat dibuka karena masalah permission misalnya akan ditampilkan pesan “Direktori tidak dapat dibuka”. Proses diakhiri dengan menutup direktori menggunakan fungsi closedir().

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/func_directory_opendir.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_directory_readdir.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_directory_closedir.asp

Filed Under: PHP

Membuat dan Menghapus Direktori dengan PHP

27 Oktober 2014 By Eko Purnomo

membuat-direktori-baru-dengan-php

Direktori atau kita sering menyebutnya dengan folder adalah sebuah lokasi pada harddisk yang berisi file atau direktori lainnya. Dalam direktori bisa berisi banyak file dan banyak direktori lainnya yang sering sisebut sub direktori.

Direktori dan file merupakan bagian dari sebuah filesystem seperti Linux, Windows dan MacOS. PHP menyediakan beberapa fungsi untuk menangani direktori seperti untuk membuat dan menghapus direktori, membuka dan menutup direktori serta membaca isi direktori.

Membuat Direktori Baru

Fungsi yang digunakan untuk membuat direktori baru adalah mkdir(). Direktori yang dibuat otomatis berada satu lokasi dengan file PHP ditaruh. Jika ingin menaruh direktori baru ditempat lain harus disertakan path yang lengkap pada parameter name.

Cara penulisan fungsi mkdir()

mkdir(name,mode,recursive,context)

Keterangan parameter :

  • name, wajib diisi, merupakan nama direktori baru yang akan dibuat.
  • mode, opsional, secara default bernilai 777 (akses terluas).
  • recursive, opsional, khusus saat diset mode rekursif, yaitu mode pengulangan berdasarkan suatu kesamaan tertentu.
  • context, opsional, merupakan konteks dalam menangani file. Konteks adalah serangkaian pilihan yang dapat memodifikasi perilaku stream sebuah file. ( ditambahkan dalam PHP 5 )

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat direktori baru dengan PHP

  1. Pastikan nama direktori sesuai dengan standar penamaan file dan direktori.
  2. Cek keberadaan direktori sebelum dibuat agar tidak muncul pesan error.
  3. Pastikan lokasi menaruh direktori baru sudah diset permission 777.
  4. Tampilkan status jika proses membuat direktori gagal atau berhasil.

Contoh script PHP untuk membuat direktori baru dengan fungsi mkdir()

 <html>     
<body>
<form action="" method="POST">
Isi nama direktori yang akan dibuat:</br>
<input name="dir" type="text" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Enter" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
if(!empty($_POST["dir"]))
{
//menentukan nama direktori baru dari input text dan mengecek standar formatnya
$new_dir = preg_replace("([^wsd-_~,;:[](].]|[.]{2,})", '', $_POST["dir"]);

//mengecek keberadaan direktori
if((file_exists($new_dir))&&(is_dir($new_dir)))
{
echo "Direktori <b>".$new_dir."</b> Sudah ada";
}
else
{
//menaruh fungsi mkdir kedalam sebuah handle
$handle = mkdir ($new_dir);
//mengecek proses handle fungsi mkdir
if ($handle) {
echo "Direktori <b>".$new_dir."</b> berhasil dibuat";
}
else {
echo "Direktori <b>".$new_dir."</b> gagal dibuat";
}
}
}
}
?>
</body>
</html>

Penjelasan script: 

Pada form terdapat sebuah input text dan sebuah input submit. Input text berfungsi untuk mamasukkan nama direktori baru yang akan dibuat, sedangkan tombol submit berfungsi untuk mengeksekusi serangkaian kode membuat direktori baru.

Proses diawali dengan mengambil text dari input text jika input text tidak dalam keadaan kosong. Selanjutnya input text tersebut dicek dan difilter formatnya sesuai dengan standar penamaan file dan direktori dengan fungsi preg_replace.

Setelah diperoleh nama yang baku, proses berlanjut pada pengecekan keberadaan direktori dengan fungsi file_exist() dan is_dir(). Tujuannya adalah mencegah error karena direktori yang dibuat sudah ada. Jika pengecekan menghasilkan nilai FALSE maka akan dijalankan fungsi mkdir untuk membuat direktori baru.

Pesan berhasil atau gagal ditampilkan dengan mengecek variabel $handle yang menangani fungsi mkdir().

Tampilan script pada browser:

membuat direktori dengan php

Menghapus Direktori

Untuk menghapus direktori digunakan fungsi rmdir(). Fungsi ini hanya bisa dipakai untuk menghapus direktori yang kosong. Untuk direktori yang berisi file harus dihapus semua file didalamnya, baru kemudian dihapus direktori yang sudah kosong.

Pastikan direktori yang akan dihapus ada dengan fungsi file_exist() dan pastikan benar-benar berupa direktori dengan fungsi is_dir() lalu cek juga permissionnya. Fungsi rmdir() mengembalikan nilai TRUE jika berhasil dan FALSE jika gagal.

Cara penulisan fungsi rmdir()

rmdir(name,context)

Keterangan parameter :

  • name, wajib diisi, merupakan nama direktori baru yang akan dibuat.
  • context, opsional, merupakan konteks dalam menangani file. Konteks adalah serangkaian pilihan yang dapat memodifikasi perilaku stream sebuah file. ( ditambahkan dalam PHP 5 )

Contoh script PHP untuk menghapus direktori dengan fungsi rmdir()

  <html>     
<body>
<form action="" method="POST">
Isikan nama direktori yang akan dihapus:</br>
<input name="dir" type="text" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Hapus" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
if(!empty($_POST["dir"]))
{
//menentukan nama direktori baru dari input text dan mengecek standar formatnya
$target_dir = preg_replace("([^wsd-_~,;:[](].]|[.]{2,})", '', $_POST["dir"]);
//mengecek keberadaan direktori
if((file_exists($target_dir))&&(is_dir($target_dir)))
{
//menaruh fungsi rmdir kedalam sebuah handle
$handle = rmdir ($target_dir);
//mengecek proses handle fungsi rmdir
if ($handle) {
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> berhasil dihapus";
}
else {
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> gagal dihapus";
}
}
else
{
echo "Direktori <b>".$target_dir."</b> Tidak ada";
}
}
}
?>
</body>
</html>

Penjelasan Script:

Pada form terdapat satu input text untuk mengisi nama direktori yang akan dihapus dan sebuah input submit untuk mengeksekusi script. Selanjutnya seperti pada saat membuat direktori, terdapat fungsi preg_replace untuk mengecek standar format nama direktori.
Proses dilanjutkan dengan mengecek keberadaan direktori, ini bertujuan untuk mencegah error. Jika direktori tidak ada maka fungsi rmdir tidak akan dieksekusi. Jika ada, direktori akan dihapus dengan perintah rmdir ($target_dir). Jika proses berhasil akan ditampilkan pesan Berhasil dan jika gagal akan ditampilkan pesan gagal.

Tampilan script pada browser:

menghapus direktori dengan php

Demikian cara membuat dan menghapus direktori dengan PHP. Untuk cara membuka, manutup dan mambaca isi file pada direktori insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_mkdir.asp
  • //www.w3schools.com/php/func_filesystem_rmdir.asp

Filed Under: PHP

Cara Mengupload File Ke Server Dengan PHP

26 Oktober 2014 By Eko Purnomo

cara upload file dengan php

Dengan PHP kita bisa mengupload file ke server. Sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam dunia website tidak semua informasi berupa text tapi bisa juga berupa gambar, flash atau dokumen pdf. Untuk itu kita membutuhkan sarana untuk mengupload file ke server.

Sebetulnya kita bisa menggunakan aplikasi FTP client untuk menangani proses upload file ini namun dengan mengupload file menggunakan PHP kita bisa melakukan beberapa hal seperti manandai file dan mengaitkan file kedalam database. Selain itu mengupload file lewat FTP hanya boleh dilakukan oleh pemilik website, untuk pengguna bebas sebaiknya dibuatkan sarana upload file dengan PHP saja.

Untuk mengupload file ke server kita menggunakan form dengan input type file dan lalu membuat script PHP untuk menanganinya. Dalam proses upload file ke server kita bisa menggunakan beberapa atribut dari variabel super global $_FILES berikut ini:

  • $_FILES[‘file’][‘name’] , berisi nama asli dari file yang diupload
  • $_FILES[‘file’][‘tmp_name’] , berisi nama temporary file yang diupload pada server
  • $_FILES[‘file’][‘size’] , berisi ukuran file asli (dalam byte)
  • $_FILES[‘file’][‘type’] , berisi MIME type file yang diupload

Berikut ini langkah-langkah membuat sistem upload file ke server dengan PHP

1. Pastikan parameter file_uploads pada file php.ini sudah diaktifkan.
Caranya buka file php.ini lalu cari teks file_uploads kemudian isi dengan nilai On seperti contoh berikut ini :

file_uploads = On

2. Buat direktori untuk menampung file yang di upload.
Pastikan direktori atau folder tempat file upload tersebut sudah diset permission 777 (Untuk web server Linux).
Caranya dengan mengetik perintah berikut pada terminal :

sudo chmod -R 777 nama_direktori

3. Buat form dengan input type file untuk pengguna memilih file yang akan diupload.
Contoh script form upload file:

 <form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">  
Pilih file yang akan diupload:</br>
<input name="userfile" type="file" />
<input type="submit" name="enter" value="Upload" />
</form>

4. Sebaiknya lakukan urutan proses upload file sebagai berikut :

  • Cek keberadaan file pada server, jika sudah ada maka proses upload dibatalkan.
  • Buat batasan ukuran maksimal file yang diijinkan untuk diupload, jika melebihi batas maka proses upload dibatalkan.
  • Batasi tipe file yang akan diupload demi keamanan, misal hanya file JPG, GIF dan PNG saja.
  • Tampilkan status jika proses upload file berhasil atau gagal.

5. Berikut script PHP lengkap untuk menangani urutan proses upload file diatas :

 <html>     
<body>
<form enctype="multipart/form-data" action="" method="POST">
Pilih file yang akan diupload:</br>
<input name="userfile" type="file" /> <br />
<input type="submit" name="enter" value="Upload" />
</form>
<?php
if(isset($_POST["enter"]))
{
//ambil parameter-parameter file yang diupload:
//nama, nama temp, ukuran dan type
$file_name = $_FILES["userfile"]["name"];
$file_tmp_name = $_FILES["userfile"]["tmp_name"];
$file_size = $_FILES["userfile"]["size"];
$file_type = $_FILES["userfile"]["type"];

//definisikan variabel untuk menangani error saat upload
$err_upload=0;

//pada contoh berikut file akan dipload ke direktori image
$dir_upload = "image/";

//buat nama untuk file hasil upload
$file_upload = $dir_upload . basename($file_name);

//cek keberadaan file hasil upload di server
if(file_exists($file_upload))
{
echo "Maaf, File yang sama sudah ada pada server <br />";
$err_upload=1;
}

//buat batasan maksimal ukuran file yang boleh diupload (dalam byte)
$max_size_upload=1000000;

//cek apakah ukuran file yang diupload melebihi batas
if($file_size > $max_size_upload)
{
echo "Maaf, Ukuran file yang diupload melebihi ".$max_size_upload." byte <br />";
$err_upload=1;
}

//cek hanya type JPG, GIF dan PNG saja yang diijinkan
if(($file_type!="image/jpeg") && ($file_type!="image/gif") && ($file_type!="image/png"))
{
echo "Maaf, Hanya file JPG , GIF dan PNG saja yang diperbolehkan <br />";
$err_upload=1;
}

//tampilkan error jika terjadi kesalahan
if($err_upload)
{
echo "Ada Error, proses upload file batal";
}
//proses upload file jika semua benar
else
{
if(move_uploaded_file($file_tmp_name,$file_upload))
{
echo "Proses upload berhasil";
}
else
{
echo "Proses upload gagal";
}
}
}
?>
</body>
</html>

6. Dan berikut tampilan proses upload file dengan php pada browser

tampilan upload file dengan php

Demikian cara dasar untuk upload file ke server dengan PHP. Sebetulnya ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan seperti mengecek type file dengan fungsi finfo(), bukan dari ekstensinya lalu mengubah nama file yang diupload agar lebih rapi dan aman. Untuk hal-hal tadi insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Referensi :

  • //php.net/manual/en/features.file-upload.post-method.php
  • //www.w3schools.com/php/php_file_upload.asp

Filed Under: PHP

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com