Nulis-Ilmu.com

Tutorial Elektronika dan Komputer

  • Home
  • Elektronika
  • Komputer
  • Javascript

Memahami Fungsi Include_once dan Require_once

17 Oktober 2014 By Eko Purnomo

php include_once dan require_once

Include_once dan Require_once adalah fungsi untuk menyertakan sebuah file PHP kedalam file PHP lainnya dan memastikan file yang disertakan tersebut hanya dieksekusi sekali saja meskipun disertakan beberapa kali dalam beberapa baris program. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kesalahan karena eksekusi berulang pada file yang disertakan tadi.

Jadi saat dijalankan, fungsi include_once dan require_once mengecek keberadaan file selama eksekusi script. Jika sudah pernah dijalankan maka penyertaan yang kedua dalam satu script tidak dieksekusi. Include_once dapat digunakan dalam kasus-kasus di mana file yang sama mungkin disertakan dan dievaluasi lebih dari sekali selama eksekusi script tertentu, sehingga dalam hal ini dapat membantu menghindari masalah seperti redefinitions fungsi, penugasan kembali nilai variabel dan sebagainya.

Fungsi include_once

Karakter dari fungsi include_once adalah sama dengan fungsi include, yaitu jika ada error pada file yang disertakan  script dibawahnya akan tetap dijalankan dan browser hanya menampilkan pesan error Warning saja.

Cara penulisan fungsi include_once

 include_once("nama_file_beserta_path");  
atau
include_once "nama_file_beserta_path";

Contoh penggunaan fungsi include_once

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan dengan nama contoh_include_once.php

 <?php   
echo "Hari ini:".date("Y-m-d");
?>

2. Buat script untuk file utama yang menyertakan file tadi seperti ini

 <?php   
include_once('contoh_include_once.php');
include_once('contoh_include_once.php');
include_once('file_fiktif.php');
echo "script dibawah file fiktif";
?>

3. Jalankan file utama pada browser, jika benar maka tampilan Hari ini beserta tanggan hanya ditampilkan sekali saja dan dibawahnya akan muncul pesan error Warning namun tetap menampilkan tulisan “script dibawah file fiktif”. Lebih jelas perhatikan tampilan berikut ini

contoh php include_once

Fungsi require_once

Mirip dengan fungsi include_once, karakter dari require_once juga sama dengan fungsi require, yaitu jika ada error pada file yang disertakan maka browser akan menampilkan Fatal error dan script selanjutnya tidak dijalankan.

Cara penulisan fungsi require_once

 require_once("nama_file_beserta_path");  
atau
require_once "nama_file_beserta_path";

Contoh penggunaan fungsi require_once

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan dengan nama contoh_require_once.php

 <?php   
echo "Hari ini:".date("Y-m-d");
?>

2. Buat script untuk file utama yang menyertakan file tadi seperti ini

 <?php   
require_once('contoh_require_once.php');
 require_once('contoh_require_once.php');   
require_once('file_fiktif.php');
echo "script dibawah file fiktif";
?>

3. Jalankan file utama pada browser, jika benar maka tampilan Hari ini beserta tanggan hanya ditampilkan sekali saja dan dibawahnya akan muncul pesan Fatal Error dan tidak menampilkan tulisan “script dibawah file fiktif”. Lebih jelas perhatikan tampilan berikut ini

contoh php require_once

Kesimpulan

Fungsi include_once dan require_once digunakan untuk mencegah kesalahan ketika membutuhkan penyertaan file hanya dieksekusi sekali dan dikhawatirkan error jika dieksekusi dua kali atau lebih. Fungsi include_once dan require_once sebaiknya ditaruh pada bagian atas saat penulisan program PH P agar script dibawahnya bisa turut menggunakan file yang disertakan.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_includes.asp
  • //achmatim.net/2013/10/20/php-perbedaan-fungsi-include-require-include_once-dan-require_once/

Filed Under: PHP

Memahami Fungsi Include dan Require Pada PHP

17 Oktober 2014 By Eko Purnomo

php-include-dan-require

Include dan Require adalah fungsi PHP yang digunakan untuk menyertakan sebuah file kedalam file PHP lainnya. Statemen include dan require mengambil semua teks dan kode yang terdapat pada file lalu mengkopi kedalam file utama yang menggunakan include atau require. Tujuan dari penggunaan include dan require adalah mengurangi penulisan berulang-ulang terhadap suatu kode yang sama pada beberapa file. Include dan require sangat berguna untuk menghemat pekerjaan.

Sebagai contoh dalam merancang suatu website kita menetapkan empat bagian bagian header, sisi kiri, bagian utama dan bagian footer. Khusus untuk bagian header, sisi kiri dan footer pada tiap-tiap halaman biasanya sama, nah disinilah fungsi include dan atau require dibutuhkan. Sehingga jika kita akan mengupdate header, kita cukup mengedit file headernya saja.

Cara penggunaan fungsi include dan require

Pertama kita menulis kode-kode program yang sama tadi pada sebuah fle lalu menyertakan file tersebut kedalam file PHP yang lain. Untuk bisa di-include atau di-require, file yang disertakan dan file utama harus berekstensi .php (dot php).

Cara penulisan fungsi include dan require

 include 'filename';  
atau
require 'filename';

Perbedaan fungsi include dan require

Pengertian fungsi include dan require sebetulnya sama dan identik, namun ada perbedaan antara fungsi include dan require yaitu pada saat terjadi error pada file yang disertakan sebagai berikut:

  1. Fungsi include hanya menyertakan file saja, sehingga jika ada ERROR pada file yang disertakan script selanjutnya akan teta dijalankan dengan tetap menampilkan pesan E_WARNING saja. Jadi seolah-olah fungsi include hanya menyambungkan script-script pada file yang disertakan tadi dengan file utama.
  2. Fungsi require tidak hanya menyertakan file namun lebih kepada meminta file (require). Jadi jika ada ERROR pada file yang disertakan, PHP akan menampilkan E_COMPILE_ERROR dan script selanjutnya pada file utama tidak akan dijalankan.

Contoh penggunaan include dan require

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan file dengan nama contoh_include.php.

<?php
echo "<i>ini adalah script file contoh_include.php</i></br>";
?>

2. Kemudian dengan cara yang sama lalu simpan file dengan nama contoh_require.php.

<php
echo "<i>ini adalah script file contoh_require.php</i></br>";
?>

3. Selanjutnya buat script untuk file utama yang menyertakan kedua file diatas

<?php

echo "Contoh penggunaan include dan require</br>";
include "contoh_include.php";
echo "Ini adalah script dibawah include</br>";
require "contoh_require.php";
echo "Ini adalah script dibawah require</br>";
?>

4. Pastikan ketiga file tersebut berada dalam satu folder

php-include-folder

5. Coba jalankan file utama pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:

php-include

6. Coba hapus kedua file include lalu refresh browser, maka akan tampak seperti ini

7. Pada tampilan error terlihat bahwa perintah menampilkan tulisan “Ini adalah script dibawah include” tetap dijalankan meskipun file contoh_include.php tidak ditemukan. Sedangkan script menampilkan teks “Ini adalah script dibawah require” tidak dijalankan.
8. Tampilan error yang dihasilkan pun berbeda, dimana fungsi include mnghasilkan peran Warning, sedangkan fungsi require menghasilkan pesan Fatal error.

Memilih Include atau require?

Hal ini dikembalikan kepada kebutuhan kita sendiri. Jika memang script yang disertakan sangat vital dan menyebabkan program selanjutnya terganggu maka gunakanlah Require. Jika hanya bersifar sekunder dan tidak berpengaruh secara signifikan gunakanlah fungsi Include.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_includes.asp
  • //achmatim.net/2013/10/20/php-perbedaan-fungsi-include-require-include_once-dan-require_once/

Filed Under: PHP

Fungsi-fungsi PHP Untuk Menangani String

16 Oktober 2014 By Eko Purnomo

php-string

Selain fungsi-fungsi untuk menangani tanggal dan waktu, PHP juga menyediakan fungsi-fungsi untuk mengani string. Fungsi-fungsi ini merupakan bagian dari PHP core sehingga tidak perlu melakukan instalasi tambahan untuk menggunakan fungsi ini. Kegunaan dari fungsi ini adalah menangani proses program yang berkaitan dengan string, seperti menampilkan teks, memotong teks, mengkonversi teks, memecah teks dan masih banyak lagi fungsi lainnya.

Setidaknya ada sekitar 90 fungsi yang disediakan PHP untuk menangani string, namun disini akan coba dibahas beberapa yang menurut saya penting dan sering dipakai saja. Berikut ini beberapa fungsi pada PHP untuk menangani string.

Fungsi Keterangan
addcslashes () Mengembalikan string dengan menambahkan backslash di depan karakter yang ditetapkan pada suatu string karakter
addslashes () Mengembalikan string dengan menambahkan backslash di setiap tanda kutip dalam string karakter
bin2hex () Mengkonversi nilai ASCII dari sebuah karakter pada string ke nilai heksadesimal
chop () Menghapus spasi atau karakter lain dari ujung kanan string
chr () Mengembalikan nilai ASCII dari sebuah karakter
chunk_split () Membagi string menjadi serangkaian bagian yang lebih kecil
convert_cyr_string () Mengkonversi string dari satu Cyrillic karakter-set ke yang lain
convert_uudecode () men-decode uuencode string
convert_uuencode () Mengkodekan string menggunakan algoritma uuencode
count_chars () Mengembalikan nilai jumlah karakter yang digunakan dalam string
crc32 () Menghitung CRC 32-bit sebuah string
crypt () enkripsi string satu arah (hashing)
echo () Menampilkan satu string atau lebih
explode () Memecah string ke dalam array dengan aturan tertntu
fprintf () Menulis string yang terformat ke model output tertentu
get_html_translation_table () Mengembalikan tabel terjemahan yang digunakan oleh htmlspecialchars () dan htmlentities ()
hebrev () Mengubahbah teks Ibrani ke teks visual
hebrevc () Mengkonversi teks Ibrani ke teks visual dan baris baru ( n) menjadi & Lt; br & gt;
hex2bin () Mengkonversi nilai heksadesimal sebuah string menjadi karakter ASCII
html_entity_decode () Mengkonversi entitas HTML menjadi karakter
htmlentities () Mengkonversi karakter menjadi entitas HTML
htmlspecialchars_decode () Mengkonversi beberapa entitas HTML standar menjadi karakter
htmlspecialchars () Mengkonversi beberapa karakter yang telah ditetapkan menjadi entitas HTML
implode () Mengembalikan string dari elemen array
join () Alias ​​dari implode ()
lcfirst () Mengkonversi karakter pertama dari string ke huruf kecil
levenshtein () Mengembalikan jarak Levenshtein antara dua string
localeconv () Mengembalikan informasi dari format numerik dan moneter lokal
ltrim () Menghapus spasi atau karakter lain dari sisi kiri string
md5 () Menghitung hash MD5 dari string
md5_file () Menghitung hash MD5 dari file
metaphone () Menghitung kunci metaphone dari string
money_format () Mengembalikan string diformat sebagai string mata uang
nl_langinfo () Mengembalikan informasi lokal khusus
nl2br () Menyisipkan tag baris baru html (& Lt; br & gt;) pada sebuah string
number_format () Memformat string dengan aturan pengelompokan ribuan
ord () Mengembalikan nilai ASCII dari karakter pertama dari string
parse_str () Mem-parsing query string ke dalam variabel
print () Menampilkan satu atau lebih string (mirip fungsi echo)
printf () Menampilkan string yang terformat
quoted_printable_decode () Mengkonversi string dalam tanda kutip ke string 8-bit
quoted_printable_encode () Mengkonversi string 8-bit ke string dalam tanda kutip
quotemeta () Menegaskan meta karakter
rtrim () Menghapus spasi atau karakter lain dari sisi kanan string
setlocale () Set informasi lokal
sha1 () Menghitung SHA-1 hash dari string
sha1_file () Menghitung SHA-1 hash dari file
similar_text () Menghitung kesamaan antara dua string
soundex () Menghitung nilai kunci soundex string
sprintf () Menulis string yang terformat kedalam variabel
sscanf () Mem-parsing masukan dari string sesuai dengan format
str_getcsv () Mem-parsing string CSV ke dalam sebuah array
str_ireplace () Menggantikan beberapa karakter dalam string (case-insensitive)
str_pad () pad string kedalam ukuran panjang baru
str_repeat () Mengulang string jumlah kali tertentu
str_replace () Menggantikan beberapa karakter dalam string (case-sensitive)
str_rot13 () Melakukan pengkodean ROT13 pada string
str_shuffle () Mengacak semua karakter dalam string
str_split () Membagi string ke dalam array
str_word_count () Menghitung jumlah kata dalam string
strcasecmp () Membandingkan dua string (case-insensitive)
strchr () Menemukan terjadinya string pertama kali didalam string lainnya (alias dari strstr ())
strcmp () Membandingkan dua string (case-sensitive)
strcoll () Membandingkan dua string (perbandingan string berbasis lokal)
strcspn () Mengembalikan jumlah karakter yang ditemukan dalam string sebelum setiap bagian dari beberapa karakter tertentu ditemukan
strip_tags () Menghapus HTML dan tag PHP dari string
stripcslashes () Membuang tanda kutip pada string yang dikutip oleh addcslashes ()
stripslashes () Membuang tanda kutip pada string yang dikutip dengan addslashes ()
stripos () Mengembalikan posisi pertama kali terjadinya string didalam string lain (case-insensitive)
stristr () Menemukan terjadinya string pertama kali didalam string lainnya (case-insensitive)
strlen () Mengembalikan nilai panjang sebuah string
strnatcasecmp () Membandingkan dua string menggunakan algoritma pengurutan alami (case-insensitive)
strnatcmp () Membandingkan dua string menggunakan algoritma pengurutan alami (case-sensitive)
strncasecmp () Perbandingan strung pada n karakter pertama (case-insensitive)
strncmp () Perbandingan strung pada n karakter pertama (case-sensitive)
strpbrk () Pencarian string terhadap salah satu karakter yang diset
strpos () Mengembalikan posisi terjadinya string pertama kali didalam string lain (case-sensitive)
strrchr () Menemukan terjadinya string pertama kali didalam string lainnya
strrev () Membalikkan string
strripos () Menemukan posisi terjadinya string terakhir kali di dalam string lain (case-insensitive)
strrpos () Menemukan posisi terjadinya string terakhir kali di dalam string lain (case-sensitive)
strspn () Mengembalikan jumlah karakter yang ditemukan dalam sebuah string yang hanya berisi karakter dari daftar karakter tertentu
strstr () Menemukan kejadian pertama dari string dalam lainnya string (case-sensitive)
strtok () Membagi string ke string yang lebih kecil
strtolower () Mengkonversi string menjadi huruf kecil
strtoupper () Mengkonversi string menjadi huruf besar
strtr () Menerjemahkan karakter tertentu dalam string
substr () Mengembalikan bagian dari string
substr_compare () Membandingkan dua string dari posisi start ditentukan (binary safe dan case-sensitive opsional)
substr_count () Hitungan berapa kali substring terjadi dalam sebuah string
substr_replace () Menggantikan bagian dari string dengan string lain
trim () Menghapus spasi atau karakter lain dari kedua sisi string
ucfirst () Mengkonversi karakter pertama dari string ke huruf besar
ucwords () Mengkonversi karakter pertama dari setiap kata dalam string menjadi huruf besar
vfprintf () Menulis string diformat ke model keluaran tertentu
vprintf () Menampilkan string terformat
vsprintf () Menulis string terformat ke dalam variabel
wordwrap () Mengemas string ke dalam jumlah karakter tertentu

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_ref_string.asp

Filed Under: PHP

Fungsi-fungsi PHP Untuk Menangani Tanggal dan Waktu

15 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Untuk menangani tanggal dan waktu, PHP beberapa fungsi diantaranya, fungsi date(), mktime() dan strtotime(). Contoh penggunaan fungsi-fungsi ini adalah pada waktu mencatat dan menyimpan waktu pos sebuah artikel pada blog. Fungsi-fungsi ini juga dipakai saat membuat penjadwalan (scheduler) seperti kontrol perawatan alat dan atau sekedar membuat pemberitahuan tanggal ulang tahun seseorang.

Dalam pemrograman website dinamis, fungsi waktu sangat vital karena mencatat semua aktivitas yang terjadi pada website tersebut. Peran tanggal berfungsi untuk menandai waktu pos sebuah artikel, mencatat jumlah kunjungan per hari dan masih banyak lagi fungsi yang lainnya. Berikut ini penjelasan masing-masing fungsi date(), mktime() dan strtotime().

Fungsi date()

Adalah fungsi untuk menampilkan waktu server sekarang. Fungsi ini mengambil waktu dari server dan menampilkannya sesuai format yang diminta oleh script. PHP menyediakan beberapa parameter untuk fungsi date(). Parameter ini berkaitan dengan format data yang dikembalikan oleh fungsi tersebut.

Berikut ini beberapa parameter pada fungsi date()

Variabel Parameter Keterangan Nilai yang dihasilkan
Hari d Tanggal, 2 digit dengan nol 01 s/d 31
D Tiga digit nama hari dalam seminggu Mon s/d Sun
j Tanggal tanpa nol 1 s/d 31
l Nama hari lengkap dalam seminggu Sunday s/d Saturday
N Urutan hari dalam seminggu 1 (untuk Monday) s/d 7 (untuk Sunday)
S Akhiran angka English untuk tanggal, 2 karakter st, nd, rd atau th.
w Urutan hari dalam seminggu 0 (untuk Sunday) s/d 6 (untuk Saturday)
z Urutan hari setahun 0 s/d 365
Minggu W Urutan minggu dalam setahun 42 (minggu ke-42 dalam tahun ini)
Bulan F Nama bulan lengkap January s/d December
m Urutan bulan dalam setahun dengan nol 01 s/d 12
M Tiga digit nama bulan dalam setahun Jan s/d Dec
n Urutan bulan dalam setahun 1 s/d 12
t Jumlah hari dalam tiap bulan 28 s/d 31
Tahun Y 4 (empat) digit tahun 1999 atau 2006
y 2 (dua) digit tahun 99 atau 06
Waktu a Lowercase Ante meridiem dan Post meridiem am atau pm
A Uppercase Ante meridiem dan Post meridiem AM atau PM
g Jam format 12 tanpa nol 1 s/d 12
G Jam format 24 tanpa nol 0 s/d 23
h Jam format 12 dengan nol 0 s/d 23
H Jam format 24 dengan nol 00 s/d 23
i Menit dengan nol 00 s/d 59
s Detik dengan nol 00 s/d 59

Cara penulisan fungsi date()

 date(format)  atau  date(format,timestamp)  

Contoh penggunaan fungsi date()

 <?php  
echo date("Y-m-d")."<br>"; // contoh tampilan 2014-10-15
echo date("h:i:sa"); // contoh tampilan 10:01:41am
?>

Fungsi mktime()

Merupakan fungsi yang digunakan untuk membuat waktu baru dengan timestamp sesuai format waktu standar. Sebagai contoh misal mau membuat timestamp waktu lima hari setelah hari ini atau membuat timestamp waktu tiga bulan yang lalu. Fungsi mktime() mengembalikan nilai tanggal sesuai format timestamp unix.

Cara penulisan fungsi mktime()

 mktime(hour,minute,second,month,day,year)  

Contoh penggunaan fungsi mktime()

 <?php  
$d=mktime(11, 14, 54, 8, 12, 2014);
echo date("Y-m-d h:i:s a", $d); // menampilkan 2014-08-12 11:14:54 am
?>

Fungsi strtotime()

Digunakan untuk mengkonversi string ke timestamp Unix.

Cara penulisan fungsi strtotime()

 strtotime(string)  

Contoh penggunaan fungsi strtotime()

 <?php  
$d=strtotime("10:30pm April 15 2014");
echo date("Y-m-d h:i:s a", $d); //menampilkan 2014-04-15 10:30:00 pm
?>

Referensi :

  • //www.w3schools.com/php/php_date.asp

Filed Under: PHP

Cara Menggunakan Textarea Pada PHP

14 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Textarea adalah elemen form untuk masukan berupa multi-line text. Jika pada input text kita hanya bisa memasukkan baris dalam satu baris saja, maka pada textarea kita bisa memasukkan text dalam beberapa baris. Textarea bisa menampung jumlah karakter yang tak terbatas dan biasanya text ditampilkan dalam font yang fix-width seperti Courier.

Salah satu kelebihan dari textarea yang tidak dimiliki oleh elemen form yang lain adalah sifatnya yang sizeable, artinya bisa diubah-ubah ukurannya oleh pengguna. Meski demikian, ukuran textarea juga bisa diset saat form load dengan atribut cols dan rows. Ukuran textarea juga bisa diset melalui css.

Cara membuat textarea pada form

Pada form html, textarea dibuat dengan menggunakan tag <textarea> dengan tag penutup </textarea. Jika ingin mengisikan data pada textarea bisa ditaruh diantara tag <textarea> dan </textarea>.

Untuk melakukan pengaturan terharap textarea ada beberapa atribut yang bisa dipakai, diantaranya :

1.name

Merupakan atribut untuk mendefinisikan nama dari textarea. Atribut name ini berupa text.
contoh:
<textarea name=”komentar”></textarea>

2.autofocus

Digunakan untuk menetapkan focus pada textarea saat pertama kali form di load. Atribut ini bernilai boolean dan untuk menggunakan atribut ini cukup ditulis nama atribut saja tanpa value.
contoh:
<textarea autofocus></textarea>

3.cols

Digunakan untuk menetapkan lebar sebuah textarea saat diload. Atribut ini bernilai angka (integer).
contoh:
<textarea cols=”50″></textarea>

4.rows

Digunakan untuk menetapkan tinggi sebuah textarea saat diload. Atribut ini bernilai angka (integer).
contoh:
<textarea rows=”50″></textarea>

5.disabled

Digunakan untuk membuat textarea dalam kondisi tidak bisa dipakai, artinya text area tidak dapat diedit dan diselect. Atribut ini bernilai boolean dan untuk menggunakan atribut ini cukup ditulis nama atribut saja tanpa value.
contoh:
<textarea disabled></textarea>

6.maxlength

Merupakan atribut untuk membatasi jumlah karakter dalam textarea. Ini digunakan untuk membatasi jumlah dari textarea yang tak terbatas yang bisa menyebabkan error saat proses submit form.
contoh:
<textarea maxlength=”50″></textarea>

7.placeholder

Berfungsi memberikan petunjuk terhadap pengisian textarea. Petunjuk ini akan tampil saat textarea kosong dan akan menghilang saat textarea diisi atau focus.
contoh:
<textarea placeholder=”Silahkan isi komentar disini…”></textarea>

8.readonly

Digunakan untuk membuat tulisan pada textarea hanya bisa dibaca saja. Atribut ini berbeda dari disabled, karena isi dari textarea masih bisa diselect, dicopy dan disubmit. Atribut ini bernilai boolean dan untuk menggunakan atribut ini cukup ditulis nama atribut saja tanpa value.
contoh:
<textarea readonly></textarea>

9.required

Merupakan atribut untuk membuat kondisi textarea harus diisi saat form disubmit.  Atribut ini bernilai boolean dan untuk menggunakan atribut ini cukup ditulis nama atribut saja tanpa value.
contoh:
<textarea required></textarea>

10.wrap

Atribut ini menentukan bagaimana textarea dikemas saat proses submit form.
contoh:
<textarea rows=”2″ cols=”20″ wrap=”hard”>

Penggunaan textarea

Textarea biasanya digunakan untuk masukan multi-line text seperti saat memasukkan komentar pada suatu blog. Contoh lain adalah saat melakukan posting artikel pada blog juga menggunakan textarea. Jika hanya menggunakan satu baris text sebaiknya digunakan input text bukan textarea.

Menentukan text awal pada textarea

Saat form load kita bisa menampilkan text awal pada textarea dengan cara menaruh text tersebut diantara tag <textarea> dan </textarea>. Teks ini bisa panjang tak terbatas. Text awal ini juga menjadi nilai balikan textarea saat form disubmit.

Mengambil nilai dari textarea

Cara mengambil nilai dari textarea mengacu pada nama textarea dan menggunakan variabel super global sesuai metode form yang dipilih. Untuk menampilkan text dengan karakter enter (baris baru) harus digunakan fungsi nl2br(). Jika tidak maka text akan ditampilkan urut secara horiszontal tanpa baris baru, meski pada textarea ditulis baris baru.

Contoh penggunaan textarea pada PHP

Membuat textarea pada form

 Silahkan isi komentar:<br/>  
<form action="" method="post">
<textarea rows="5" cols="50" name="komentar"></textarea><br/>
<input type="submit" name="enter" value="Enter">
</form>

Tampilan form diatas pada browser

Silahkan isi komentar:

Membuat script untuk menangani textarea

  <?php   
if(isset($_POST['enter']))
{
if(empty($_POST['komentar']))
{
echo "Anda belum mengisi komentar!";
}
else echo "Komentar anda: <br/>".nl2br($_POST['komentar']);
}
?>

Penjelasan script

Pada form terdapat satu textarea dan satu tombol submit. Ukuran textarea diset tinggi 5 baris dan lebar 50 kolom, kemudian diberi nama komentar. Pada textarea tersebut tidak ditulis text awal, jadi antara tag <textarea> dan </textarea>  dikosongkan.

Untuk mengambil data dari form prinsipnya sama seperti yang lain, dalam hal ini form di submit dengan metode post maka pengambilan data menggunakan variabel $_POST. Kemudian data akan dicek, jika kosong/belum diisi akan ditampilkan pesan “Anda belum mengisi komentar!”. Dan jika sudah diisi akan ditampilkan dengan terlebih dahulu diproses oleh function nl2br() untuk menambahkan tag
pada baris baru.

Referensi :

  • //www.w3schools.com/tags/tag_textarea.asp

Filed Under: PHP

Cara Menggunakan Combo Box Pada PHP

13 Oktober 2014 By Eko Purnomo

Combo box pada PHP adalah elemen form berbentuk kotak yang jika diklik akan menampilkan pilihan menu kebawah (drop down list). Combo box lebih efisien digunakan jika opsi pilihan relatif banyak. Dengan combo box form akan lebih ringkas karena hanya dibutuhkan satu baris area saja seperti input checkbox. [Read more…]

Filed Under: PHP Tagged With: cara membuat combo box pada php, cara menggunakan combo box pada php, combo box, combo box php, contoh menggunakan combo box, contoh script combo box pada php, menentukan nilai combo box, mengambil nilai dari combo box

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56
  • …
  • 60
  • Next Page »

Kategori

  • Android
  • Blogging
  • CSS
  • Desain
  • Elektronika
  • HTML
  • Internet
  • Javascript
  • Komputer
  • Mikrokontroler
  • PHP
  • Website

Pos-pos Terbaru

  • Rangkaian Adaptor 12 Volt 3 Ampere
  • 10 Aplikasi Transportasi Online Terbaru 2018
  • 3 Cara Screenshot di Laptop Windows
  • Rangkaian Adaptor 12V 35Ampere
  • Komunitas Desainer Kampung Jepara
  • Solder Yang Bagus dan Berkualitas
  • Cara Melewatkan Parameter ke dalam Fungsi pada Bahasa C
  • Parameter Dalam Bahasa C: Formal dan Aktual
  • Prototipe Fungsi dalam Bahasa C
  • Cara Menggunakan Fungsi dalam Bahasa C
  • Home
  • Privacy
  • Disclaimer
  • Kontak

Copyright © 2024 · Nulis-ilmu.com